The Golden Age of Islam - Ar-Razi

PARA PEMIKIIR MUSLIM AWAL
Karya dan Pengaruhnya

_______________________________________________________

Assalamualaikum Wr. Wb,

Setelah mengetengahkan karya-karya al-Kindi, al-Farghani dan al-Khwarizmi, kini giliran kita menegok karya-karya ar-Razi.

Ar-Razi (850-923 M).

Ar-Razi merupakan seorang Muslim pertama yang menulis tentang masalah kedokteran. Bukunya yang terkenal dalam bidang kedokteran (20 jilid), ialah "Al-Hawi" (Comprehensive Book), merupakan kumpulan yang komprehesif dari pengetahuan bidang kedokteran Yunani, India, Syria dan Arab yang telah ia baca dan pelajari serta diuji keabsahan dan kebenarannya melalui eksperimen.

Bukunya (al-Hawi) telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan digunakan oleh para dokter pada masa itu di seluruh Eropa. Selain buku tersebut, ia juga telah menulis sebuah ensiklopedi kedokteran yang terdiri atas 10 jilid, dimana hingga abad ke-16, ensiklopedi ini masih merupakan pelajaran dasar bagi kuliah-kuliah dalam bidang kedokteran pada universitas- universitas di Eropa.

Ar-Razi juga melakukan penelitian tentang berbagai macam penyakit, antara lain penyakit cacar, dalam bukunya yang berjudul "Al-Asrar", dan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. Pada abad ke-12 hingga abad ke-19, buku tersebut masih digunakan sebagai pedoman atau merupakan buku pegangan praktikum kedokteran.

Selain ahli dalam bidang kedokteran, ar-Razi juga seorang psikolog yang tangguh. Karyanya The Spiritual Physic (pengobatan jiwa), banyak menarik perhatian para pemikir pada masanya.

Hubungan saling tolong-menolong secara mutual (mutual helpfulness) ,> yang merupakan pembahasan masalah-masalah yang berkaitan erat dengan wilayah pembagian kerja. Diuraikan oleh ar-Razi, bahwa sebuah organisasi sosial yang sehat dan efektif hanyalah mungkin terwujud, apabila didasarkan pada sikap kerja-sama dan mutual helpfulness. Adalah tugas setiap orang untuk membantu saudaranya dalam kondisi apapun, bekerja sesuai dengan kemampuannya yang terbaik dan pada waktu yang sama menghindari sikap tamak dan rakus yang berlebihan.

Dijelaskan oleh ar-Razi, bahwa jika seseorang bekerja keras sepanjang hidupnya untuk mendapatkan lebih dari apa yang dibutuhkannya, atau untuk memperoleh kebutuhan-kebutuhan bagi hari tuanya kelak tanpa menggunakan apa yang didapatkannya sebagaimana mestinya yang dapat membuatnya merasa bahagia, maka ia telah benar-benar menjadi seorang pecundang (the loser), dan telah memperbudak dirinya sendiri; sebab ia telah mencurahkan energinya tanpa memperoleh kompensasi yang pantas sebagai imbalannya.

Ekspresi ar-Razi tetang "cooperation" (kerja-sama) , "mutual help" (saling tolong-menolong) , "mutual assistance" (saling membantu secara mutual), dihidupkan kembali oleh Petr Kropotkin dalam karyanya Mutual Aid, yang diterbitkan pada tahun 1902, sebagai teori bantahan terhadap teori Darwin, tentang survival of the fittest (kelangsungan hidup yang layak).

Kalau para Darwinis mengatakan bahwa kompetisi dan perjuangan untuk hidup (struggle for existence) merupakan sebuah hukum alam, maka Kropotkin, mengacu pada teori ar-Razi, menekankan prinsip mutual aid (saling menolong), yang lebih dipandangnya sebagai sebuah hukum alam yang fundamental.

Ar-Razi juga mengembangkan "a pleasure-pain theory" (teori tentang senang dan sakit), yaitu "Perasaan senang muncul ketika kondisi yang mendahului penderitaan akibat perasaan sakit telah muncul kembali".

Ketika seseorang meninggalkan tempat peristirahatannya yang teduh, menuju ketempat yang panas; dimana ketika ia berjalan di bawah panasnya sinar matahari, maka ia merasakan panas; kemudian ia kembali ketempat semula, dimana ia merasa senang, hingga kondisi tubuhnya kembali pada kondisi semula.

Intensitas perasaan senang yang kemballi pulih, adalah tergantung pada intensitas panas yang ia alami. Karena perasaan sakit sewaktu-waktu muncul dan bertambah secara bertahap setiap waktu, untuk itu kembalinya pada kondisi semula seringkali terjadi dengan begitu tiba-tiba, maka kita seringkali tidak menyadari akan unsur perasaan sakit itu, sedangkan kembalinya kondisi semula yang terjadi begitu cepat terasa begitu kuat dan menyenangkan.


Demikianlah sedikit catatan karya-karya dari ar-Razi sebagai salah sorang pemikir MUslim Awal, dan IsyaAllah berikutnya kita akan melihat catatan-catatan para pemikir dan ilmuwan Muslim Awal yang lainnya, yakni al-Farabi (wafat 950 M).

Apabila catatan-catatan yang ana sampaikan ada yang salah, itu pasti datangnya dari ana, untuk itu ana mohon maaf.

Semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum Wr. Wb,

Umar - Tukang Nasi
Kantin Rasamala - Hot Spot Service (ffree)