<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279</id><updated>2011-07-30T21:51:38.602-07:00</updated><title type='text'>Tebarkan Ilmu &amp; Amal Kebajikan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>53</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-3971317430527840143</id><published>2009-11-13T20:00:00.000-08:00</published><updated>2009-11-13T20:13:06.069-08:00</updated><title type='text'>Pemimpin yang Mengendalikan Hartanya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/Sv4uOBr2phI/AAAAAAAAAo8/Msnsyu99Y-4/s1600-h/Memohon+Pertolongan+Allah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/Sv4uOBr2phI/AAAAAAAAAo8/Msnsyu99Y-4/s200/Memohon+Pertolongan+Allah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403807421396592146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketika  mendengar suara hiruk-pikuk&lt;/span&gt;,  Aisyah sontak bertanya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Apakah  yang telah terjadi di kota Madinah?”&lt;/span&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kafilah Abdurrahman bin Auf baru datang dari Syam membawa barang-barang dagangannya,&lt;/span&gt;” seseorang menjawab.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ummul Mukminin berkata lagi, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kafilah yang telah menyebabkan semua ini?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;“Benar, ya Ummul Mukminin. Karena ada 700 kendaraan.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aisyah menggeleng-gelengkan kepalanya. Pandangannya jauh menerawang seolah-olah hendak mengingat-ingat kejadian yang pernah dilihat dan didengarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian ia berkata, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Aku ingat, aku pernah mendengar Rasululah berkata, `Kulihat Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan perlahan-lahan.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagian sahabat mendengar itu. Mereka pun menyampaikannya kepada Abdurrahman bin Auf. Alangkah terkejutnya saudagar kaya itu. Sebelum tali-temali perniagaannya dilepaskan, ia segera melangkahkan kakinya ke rumah Aisyah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Engkau telah mengingatkanku sebuah hadits yang tak mungkin kulupa.”&lt;/span&gt; Abdurrahman bin Auf berkata lagi, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Maka dengan ini aku mengharap dengan sangat agar engkau menjadi saksi, bahwa kafilah ini dengan semua muatannya berikut kendaraan dan perlengkapannya, kupersembahkan di jalan Allah.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan dibagikanlah seluruh muatan 700 kendaraan itu kepada semua penduduk Madinah dan sekitarnya. Sebuah infak yang mahabesar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Abdurrahman bin Auf adalah seorang pemimpin yang mengendalikan hartanya. Bukan seorang budak yang dikendalikan oleh hartanya. Sebagai bukti, ia tidak mau celaka dengan mengumpulkan harta kemudian menyimpannya. Ia mengumpulkan harta dengan jalan yang halal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian, harta itu tidak ia nikmati sendirian. Keluarga, kaum kerabatnya, saudara-saudaranya dan masyarakat ikut juga menikmati kekayaan Abdurrahman bin Auf.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saking kayanya Abdurrahman bin Auf, seseorang pernah berkata, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Seluruh penduduk Madinah bersatu dengan Abdurrahman bin Auf. Sepertiga hartanya dipinjamkan kepada mereka. Sepertiga lagi dipergunakannya untuk membayar utang-utang mereka. Dan sepertiga sisanya diberikan dan dibagi-bagikan kepada mereka.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Abdurahman bin Auf sadar bahwa harta kekayaan yang ada padanya tidak akan mendatangkan kelegaan dan kesenangan pada dirinya jika tidak ia pergunakan untuk membela agama Allah dan membantu kawan-kawannya. Adapun, jika ia memikirkan harta itu untuk dirinya, ia selalu ragu saja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada suatu hari, dihidangkan kepada Abdurahman bin Auf makanan untuk berbuka puasa. Memang, ketika itu ia tengah berpuasa. Sewaktu pandangannya jatuh pada hidangan tersebut, timbul selera makannya. Tetapi, beberapa saat kemudian ia malah menangis dan berkata, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Mush’ab bin Umair telah gugur sebagai seorang syahid. Ia seorang yang jauh lebih baik daripadaku. Ia hanya mendapat kafan sehelai burdah; jika ditutupkan ke kepalanya, maka kelihatan kakinya. Dan jika ditutupkan kedua kakinya, terbuka kepalanya.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Abdurrahman bin Auf berhenti sejenak. Kemudian melanjutkan dengan suara yang juga masih terisak dan berat, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Demikian pula Hamzah yang jauh lebih baik daripadaku. Ia pun gugur sebagai syahid, dan di saat akan dikuburkan hanya terdapat baginya sehelai selendang. Telah dihamparkan bagi kami dunia seluas-luasnya, dan telah diberikan pula kepada kami hasil sebanyak-banyaknya. Sungguh kami khawatir telah didahulukan pahala kebaikan kami.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Begitulah Abdurrahman bin Auf. Ia selalu takut bahwa hartanya hanya akan memberatkan dirinya di hadapan Allah. Ketakutan itu sering sekali, akhirnya menumpahkan air matanya. Padahal, ia tidak pernah mengambil harta yang haram sedikitpun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada hari lain, sebagian sahabat berkumpul bersama Abdurrahman bin Auf menghadapi jamuan di rumahnya. Tak lama setalah makanan diletakkan di hadapan mereka, tiba-tiba ia kembali menangis. Sontak para sahabat terkejut. Mereka pun bertanya, “Kenapa kau menangis, wahai Abdurrahman bin Auf?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Abdurrahman bin Auf sejenak tidak menjawab. Ia menangis tersedu-sedu. Sahabat benar-benar melihat bahwa be¬tapa halusnya hati seorang Abdurrahman bin Auf. Ia mudah tersentuh dan begitu penuh kekhawatiran akan segala apa yang diperbuatnya di dunia ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian terdengar Abdurrahman bin Auf menjawab, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Rasulullah Saw. wafat dan belum pernah beliau berikut keluarganya makan roti gandum sampai kenyang. Apa harapan kita apabila dipanjangkan usia tetapi tidak menambah kebaikan?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika sudah begini, bukan hanya Abdurrahman bin Auf yang menangis, para sahabat pun akan ikut menangis. Mereka adalah orang-orang yang hatinya mudah tersentuh, dekat dengan Allah dan tak pernah berhenti mengharap ridha Allah. (sa)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Posted  : H. Umar Hapsoro Ishak&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber: eramuslim.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-3971317430527840143?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/3971317430527840143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=3971317430527840143' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/3971317430527840143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/3971317430527840143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/11/pemimpin-yang-mengendalikan-hartanya.html' title='Pemimpin yang Mengendalikan Hartanya'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/Sv4uOBr2phI/AAAAAAAAAo8/Msnsyu99Y-4/s72-c/Memohon+Pertolongan+Allah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-1318134556021365893</id><published>2009-11-13T18:06:00.000-08:00</published><updated>2009-11-13T18:09:14.119-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/Sv4RNungrKI/AAAAAAAAAo0/EsxtZfF3fBg/s1600-h/dusta-sumpah+palsu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 149px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/Sv4RNungrKI/AAAAAAAAAo0/EsxtZfF3fBg/s200/dusta-sumpah+palsu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403775530440895650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Berbagai komentar pada tulisan di Kompasiana ini tentang &lt;a href="http://filsafat.kompasiana.com/2009/11/11/ketika-banyak-orang-bersumpah/"&gt;&lt;strong&gt;“Ketika Banyak Orang Bersumpah”&lt;/strong&gt;. &lt;/a&gt;Seperti juga pada wall maupun yang masuk di inbox &lt;a href="http://www.facebook.com/h.umar.hapsoro"&gt;&lt;strong&gt;facebook saya&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, yakni tentang &lt;em&gt;’sumpah’,&lt;/em&gt; maupun &lt;em&gt;“tanda-tanda orang-orang munafik,”&lt;/em&gt; menggelitik saya untuk meneruskan topik ini. Namun, kali ini penulis mencoba lebih banyak mengangkatnya dari sudut agama. Pasalnya, khotib shalat Jum’at tadi di Masjid Al-Hidayah, Bidakara, berkhotbah juga dengan topik ini. &lt;p&gt;Amat memperihatinkan memang, bagi mereka-mereka yang belum tentu menjalankan ajaran Islam dalam praktek kehidupannya sehari-hari, bahkan tidak mau menggunakan syariah Allah dalam aturan kehidupannya, apalagi memperjuangkan tegaknya ajaran agama-Nya, tapi ketika kesandung perkara, tiba-tiba mereka rame-rame memperlihatkan simbol-simbol agama. Mereka bersumpah dengan simbol-simbol agama bahkan mengucapkan lafal Allah, sungguh sangat ironis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apa itu sumpah? Bagaimana Islam mengatur sumpah? Dengan apa bersumpah? Apa dampak bagi orang yang sumpah palsu? &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sumpah dalam bahasa Arab ialah &lt;em&gt;al-Aiman&lt;/em&gt; yang merupakan jamak dari kata &lt;em&gt;al-Yamin.&lt;/em&gt; Arti asalnya adalah tangan kanan, karena untuk bersumpah masyarakat Arab biasanya mengangkat tangan kanan mereka. Secara istilah, sumpah berarti menguatkan perkara yang disumpah dengan menggunakan nama Allah, atau salah satu dari nama-nama Allah, atau salah satu dari sifat-sifat Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Begitu sakralnya perkara sumpah ini, sehingga seseorang tidak boleh main-main dalam bersumpah apalagi berdusta atau sumpah paslu, sekalipun terhadap perkara yang amat kecil. Rasulullah Saw bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Barangsiapa mengambil hak seorang muslim dengan sumpahnya (yang dusta), maka sesungguhnya Allah mewajibkan baginya masuk neraka dan mengharamkan baginya syurga.” Seseorang bertanya: “Sekalipun terhadap sesuatu yang remeh ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “(Ya), sekalipun sebatang kayu arak (yang digunakan untuk bersiwak).”&lt;/em&gt; (HR. Muslim)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sungguh besar resiko dan ancaman bagi orang yang berdusta dalam sumpahnya, oleh karena itu Islam mengingatkan umatnya agar hati-hati dalam bersumpah dan jangan biasakan diri bersumpah. Jangan bersumpah tentang ini dan itu tanpa keperluan. Kebiasan bersumpah akan menyebabkan orang merasa tidak bersalah ketika berdusta dalam sumpahnya sehingga akhirnya terjebak dalam ancaman hadis di atas. Bahkan Allah SWT berfirman:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Dan janganlah kamu mengikuti orang yang selalu bersumpah, lagi hina.”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (QS. Al-Qalam:10)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rahasia pemerintahan yang kuat atau masyarakat yang maju adalah terletak pada penegakan hukum yang adil. Sudah menjadi bukti sejarah, bahwa kehancuran umat-umat terdahulu, adalah karena tidak adanya penegakan hukum yang adil. Jika kejahatan itu diperbuat oleh penguasa, orang “kuat” atau berduit, padahal itu kejahatan besar, bahkan merugikan masyarakat banyak, hukum tidak ditegakkan. Namun jika yang berbuat kesalahan itu orang biasa, masyarakat lemah, meskipun kesalahannya kecil, segera hukum ditegakkan, dengan seberat-beratnya. Rasulullah Saw. bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Wahai manusia!, ketahuilah bahwa kehancuran umat terdahulu adalah karena mereka tidak menegakkan hukum dengan adil. Jika yang mencuri –berperkara- dari golongan terpandang, mereka biarkan. Namun jika yang mencuri itu orang yang tidak punya, mereka secara tegas menegakkan hukum. Demi Allah, jika Fatimah putri Muhammad –anak beliau sendiri- mencuri, pasti saya potong tangannya.” &lt;/em&gt;(HR. Bukhari)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;“Demi Allah” &lt;/strong&gt;sebagai sebuah ucapan yang mengawali sumpah sering kita dengar untuk membuktikan bahwa sesuatu itu benar atau tidak benar. Sesungguhnya, Allah Ta’ala melarang sumpah dijadikan sebagai alat menipu, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Dan janganlah kamu jadikan sumpah-sumpahmu sebagai alat penipu diantaramu yang menyebabkan tergelincir kaki(mu) sesudah kokoh tegaknya dan kamu rasakan kemelaratan (didunia) karena kamu menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan bagimu azab yang besar.”&lt;/em&gt; &lt;/strong&gt;(QS. An-Nahl :94).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Abu bakar r.a, Rasulullah Saw bersabda: &lt;em&gt;“Maukah kalian semua jika kuberitau tentang dosa paling besar diantar dosa-dosa paling besar ?” kami menjawab ” sudah tentu wahai Rasulullah.” lalu, sambil berbaring beliau Saw bersabda: “Pertama, syirik kepada Allah, lalu durhaka kepada orang tua…” lalu tiba-tiba Rasulullah duduk tegak dan bersabda: “yang ketiga sumpah palsu dan saksi palsu. “Rasulullah terus mengulang-ulang yang ketiga ini sampai para sahabat gemetar dan berkata: “seandainya Rasulullah diam” karena takutnya para sahabat mendengarkan kata sumpah dan saksi palsu yang diulang terus menerus oleh Rasulullah.” &lt;/em&gt;(Hr. Bukhari Muslim). Betapa beratnya dosa dengan &lt;strong&gt;sumpah palsu&lt;/strong&gt; apalagi yang merugikan orang lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau pemerintah dan masyarakat tidak ingin hancur sebagaimana umat terdahulu, maka tegakkan hukum, tanpa pandang bulu. Siapapun yang terbukti berbuat kejahatan, tindak pidana, maka hukum harus ditegakkan, sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku dengan cara yang adil. Allah swt. berfirman: &lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Apabila kalian menghukumi suatu perkara di antara manusia, maka hukumilah dengan cara yang Adil.”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Allahu a’alam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oleh karena itu marilah kita benar-benar memelihara lidah kita dari penyakit-penyakit yang membahayakan. semoga tulisan ini bermanfaat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Salam,&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://kompasiana.com/umarhapsoro"&gt;H. Umar Hapsoro Ishak &lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-1318134556021365893?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/1318134556021365893/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=1318134556021365893' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/1318134556021365893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/1318134556021365893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/11/berbagai-komentar-pada-tulisan-di.html' title=''/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/Sv4RNungrKI/AAAAAAAAAo0/EsxtZfF3fBg/s72-c/dusta-sumpah+palsu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-4005448062170850613</id><published>2009-11-13T17:49:00.000-08:00</published><updated>2009-11-13T18:03:54.602-08:00</updated><title type='text'>Ketika Banyak Orang Bersumpah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/Sv4PIGrG2XI/AAAAAAAAAos/LuDI9ouJEHo/s1600-h/prasetyo-u-sumpah-al-amin.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 140px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/Sv4PIGrG2XI/AAAAAAAAAos/LuDI9ouJEHo/s200/prasetyo-u-sumpah-al-amin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403773234795960690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Demi Allah saya bersumpah bahwa saya belum pernah menerima suap atau memaksa orang lain untuk memberikan suap atau pemerasan,”&lt;/span&gt; ujar M Jasin dalam petikan sumpahnya yang dilakukannya saat siaran langsung di TVone, Minggu (08/11) malam. Ia tidak lupa membacakan beberapa kalimat doa dalam bahasa Arab dalam sumpahnya tersebut. Seperti yang ditulis dalam artikel  &lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/11/08/18151189/di.bawah.alquran.m.jasin.bersumpah.tak.terima.suap.atau.memeras."&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Dibawah Alquran, M. Yasin Bersumpah Tak Terima Suap atau Memeras,”&lt;/span&gt; &lt;/a&gt; di Kompas.com, (Minggu, 08/11/09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga hari hari sebelumnya, Kom.Jen.Pol. Susno Duadji, bersumpah di hadapan Komisi III bidang hukum DPR RI, bahwa ia tidak pernah menerima uang terkait kasus Bank Century, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Lillahita’ala..saya tidak pernah terima uang terkait (kasus) Century,”&lt;/span&gt;  ujar Susno, Kamis (5/11) malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan mengejutkan yang dilontarkan Kombes Pol Wiliardi Wizard, kemarin (10/11) saat memberikan kesaksian dalam sidang terdakwa Antasari Azhar, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Wiliardi juga bersumpah, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Demi Alloh saya bersumpah, ini adalah skenario yang buat Direktur, Wakil Direktur, Kabag, kasat,”&lt;/span&gt; Belum lagi pernyataan-pernyataan yang disampaikan oleh orang-orang yang diduga terlibat kasus suap, ketika dimintai konfirmasi/kesaksian sehubungan dengan kasus suapnya, hampir semuanya selalu disertai sumpah. Kitapun diajak untuk berpikir, …. benarkah sumpah mereka itu? Lantas, apakah orang-orang yang bersumpah atas nama Allah dengan lafazh yang bervariasi, semisal “Demi Allah” dan lafazh-lafazh lainnya, Dilarang dalam agama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dapat disangkal lagi bahwa, banyak bersumpah akan mengakibatkan pelecehan terhadap kedudukan Tuhan, Asma dan SifatNya, sebab si orang yang bersumpah ini telah mengagungkanNya terhadap urusannya tersebut. Maka, bilamana dia berdusta, itu artinya dia telah melecehkan Asma`Allah dan tidak lagi memuliakanNya. Tentunya, hal ini menafikan kesempurnaan tauhid.  &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;“Jangan bersumpah kecuali dengan nama Allah. Barangsiapa bersumpah dengan nama Allah, dia harus jujur (benar).”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hasanudin AF, Guru Besar Fakultas Syariah UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, mengatakan, bahwa fenomena bersumpah atas nama Tuhan, sebagai tanda adanya penyakit di masyarakat. Makin banyaknya orang yang terjerat kasus hukum dan bersumpah atas nama Tuhan boleh-boleh saja. Tetapi, ketika banyak yang melakukannya, itu suatu pertanda. Bahwa, suatu masyarakat sedang sakit mental dan moralnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasanudin AF mengungkapkan pendapatnya saat dimintai pandangan tentang banyaknya orang-orang bersumpah atas nama Tuhan di depan publik. Terutama, ketika banyak kasus-kasus hukum diungkap ke media massa. ”Di dalam Islam, sumpah itu ada ajarannya. Artinya, sumpah itu dilakukan untuk meyakinkan diri sendiri atau seseorang tentang suatu tuduhan yang dilekatkan padanya itu tidak benar. Ajaran itu dibenarkan dalam Islam. Cuma pelaksanaannya seharusnya tidak sembarangan,” katanya, Selasa (10/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sama saja berarti, sumpah atas nama Tuhan itu bisa dilakukan terutama ketika seseorang berada dalam keadaan mendesak. Sumpah bisa diucapkan ketika berada dalam saat-saat yang diperlukan. ”Nah, yang sekarang terjadi ini sumpahnya seperti apa? Perbuatannya apa?” kata Hasanuddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru Besar Fakultas Syariah ini melihat, kecenderungan yang terjadi, sumpah itu justru sering dilakukan sebagai alibi untuk mengaburkan masalah dan tuduhan. ”Apakah yang sebenarnya dia perbuat, sehingga dia mengeluarkan air mata dan bersumpah. Apakah sumpah itu bertentangan dengan hati nurani atau sebaliknya justru melakukan perbuatan yang disangkakan?” tanya Hasanudin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, sumpah itu pada akhirnya akan kembali pada setiap diri yang bersumpah. Karena, hanya mereka yang bersumpah-lah yang paling tahu tentang arti sumpahnya. Karena itu, akan berbahaya kalau sumpah tersebut dijadikan pedoman oleh hakim, sementara di dalam hati yang bersumpah, dia mengetahui bahwa sebenarnya dia berbohong. ”Kalau sudah begitu, hanya dirinya yang bersumpah dan Tuhan yang tahu. Apa yang diucapkan memang menjadi pertimbangan. Tapi kalau kemudian ada bukti lain, itu menjadi urusan dia dengan Tuhan. Dan sudah pasti ada risiko. Artinya, sejauh mana sumpah yang dilakukan berdasarkan kenyataan atau sebaliknya. Cuma sekali lagi, bagi hakim tentu akan menjadi pertimbangan,” kata Hasanudin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, Hasanudin mengatakan bahwa fungsi sumpah adalah untuk menolak apa yang disangkakan atau meyakinkan apa yang tidak diperbuat. Namun, “ketika banyak orang bersumpah”,  itu sudah menunjukkan suatu gejala yang tidak sehat. ”Itu menunjukkan ciri-ciri masyarakat sedang sakit, yakni sakit mental dan moral. Sehingga semuanya berlindung pada asma Allah,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Islam sendiri, sudah ada sejarah tentang sumpah atas nama Tuhan. Penyimpangan dan penyalahgunaan sumpah, ada hukum dan konsekuensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, ketika banyak orang bersumpah atas nama Tuhan, justru menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk membongkar mafia hukum. Sehingga, sumpah itu tidak berubah menjadi sumpah serapah karena orang tidak percaya pada hukum dan pengadilan. [inilah]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kelihatannya rada agak nyambung nih dengan tulisan yang kemarin, &lt;a href="http://filsafat.kompasiana.com/2009/11/10/pembenaran-yang-aya-aya-wae/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Pembenaran Yang Aya-aya Wae”&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Dengan tidak bermaksud su’udzon, sumpah mulai dipertontonkan buat meyakinkan publik, untuk tujuan pembenaran atas sebuah perbuatan. Bisa saja pembenaran itu untuk hal yang benar sehingga bisa diterima orang lain,  atau juga pembenaran dari hal yang salah tapi ingin diterima benar oleh orang lain (manipulasi bukti dan opini serta argumentasi mengada-ada agar terlihat lebih meyakinkan atau barangkali menjadi terkesan lebih rasional).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran bertahan lama, sementara pembenaran cepat atau lambat akan tersingkap kepalsuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran terkadang kurang populer, sedangkan pembenaran selalu mengandalkan popularitas. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;“dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah menduga-duga.”&lt;/span&gt; (al-An’am: 116)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran melahirkan kebaikan, sedangkan pembenaran melahirkan kerusakan. Tentang akibat masyarakat yang menegakkan kebenaran Allah berfirman, &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”&lt;/span&gt; (al-A’raf: 96)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan tentang orang-orang munafiq Allah menceritakan bagaimana mereka memakai sumpah palsu untuk mendapatkan popularitas, Allah berfirman, &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;“mereka (orang-orang munafiq) bersumpah kepada kamu dengan (nama) Allah untuk mencari keridhaanmu, Padahal Allah dan Rasul-Nya Itulah yang lebih patut mereka cari keridhaannya jika mereka adalah orang-orang yang mukmin.”&lt;/span&gt; (at-Taubah: 62)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT juga berfirman; &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;“dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, Padahal ia adalah penantang yang paling keras.”&lt;/span&gt; (Al-Baqarah: 204)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran terkadang pahit dan tidak sesuai dengan hawa nafsu sedangkan pembenaran selalu mengikuti hawa nafsu. Kebenaranlah yang pada akhirnya bermanfaat di akhirat, sedangkan pembenaran hanya akan mempersulit hisab seseorang. Semoga Allah Ta’ala memberi petunjuk dan kekuatan pada kita semua untuk mengetahui dan mengikuti kebenaran di mana pun dan kapan pun. Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu a’lam bishshowab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kompasiana.com/umarhapsoro"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;H. Umar Hapsoro Ishak &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-4005448062170850613?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/4005448062170850613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=4005448062170850613' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/4005448062170850613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/4005448062170850613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/11/ketika-banyak-orang-bersumpah.html' title='Ketika Banyak Orang Bersumpah'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/Sv4PIGrG2XI/AAAAAAAAAos/LuDI9ouJEHo/s72-c/prasetyo-u-sumpah-al-amin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-1490072192457581263</id><published>2009-10-03T11:47:00.000-07:00</published><updated>2009-10-03T12:09:21.101-07:00</updated><title type='text'>Obrolan Abu Nawas - Soal Krisis Ekonomi Global - (3)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SsedGz0yxXI/AAAAAAAAAl4/A4NC9FjpgW8/s1600-h/Krisis+ekonomi+global+-+orang+AS+tidur+di+kardus.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 137px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SsedGz0yxXI/AAAAAAAAAl4/A4NC9FjpgW8/s200/Krisis+ekonomi+global+-+orang+AS+tidur+di+kardus.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388448219488503154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Umar -Tukang Nasi dan Abu Nawas,&lt;/span&gt; barangkali lebih pas kalau dipakai buat judul obrolan santai kita dengan shohib imajiner ana Abu Nawas yang kembali telah hadir di &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Kantin Rasamala cyberzone.&lt;/span&gt; Topik obrolan menjelang sahur di bulan Ramadhan 1430 H yang penuh barokah dan maghfiroh ini, Insya Allah ada manfa'atnya, yakni; mau ngomongin &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mortgage&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;subprime mortgage,&lt;/span&gt; ... itu makanan apa sih?" (ngomongin disini bukan ghibah lho...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;KR cyberzone &lt;/span&gt;ngobrolnya berbeda seperti yang sering kita saksikan di tipi-tipi swasta yang kalau lagi nanggap seseorang, ... selalu diberi label "Tokoh ini-itu" atau pejabat publik, maupun wakil rakyat, yang padahal sama-sama kita tahu bahwa label itu dimaksudkan buat menaikkan rating mereka dimata pemasang iklan (biar kelihatannya acara debatnya berkelas gitu lho), ... ditambah, seringkali kita menyaksikan penampilan yang overacting dari si tukang bawa acaranya, dan komen-komennya seringkali OOT. Nah kalau disini, kita ngobrolnya santai aja deh, ... sambil ngopi, ngeteh, ngerokok dan ngemil (kalau pas ada camilannya) , ... sambil tiduran juga eng'ga ada yang ngelarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shohib imajiner kita, Abu Nawas mulai membuka obrolannya dengan membentangkan kertas-kertas catatan yang ia bawa dari rumah, ... "Mortgage berasal dari bahasa perancis yang artinya "matinya sebuah ikrar". Dan sepertinya istilah ini lebih cocok dipakai daripada perjanjian/kontrak kredit ataupun KPR, karena isinya, ... memberikan perintah kepada trustee (pihak yang netral bukan bagian dari pihak lender maupun borrower). Dan, apabila borrower (trustor) gagal dalam membayar kreditnya maka Lender (beneficiary) akan meminta trustee untuk menyita property tersebut, dan trustee akan melakukan perintah dari Lender sesuai dengan prosedur yang tercantum dalam perjanjian mortagage tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SsedpJajH_I/AAAAAAAAAmA/evOirWWfgjM/s1600-h/mortgagekeys.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 160px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SsedpJajH_I/AAAAAAAAAmA/evOirWWfgjM/s200/mortgagekeys.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388448809399558130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Di Amriikii (AS), Kredit Pemilikan Rumah (Mortgage) dibagi menjadi tiga kategori : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Prime: bunganya paling rendah tapi khusus untuk yang keuangannya solid&lt;br /&gt;2. Alt-A: kelas menengah tapi tidak memenuhi kategori Prime, bunganya lebih tinggi sedikit krn resikonya lebih tinggi dari yg Prime&lt;br /&gt;3. SubPrime: KPR kelas terendah yang bunganya paling tinggi krn resikonya yang paling tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di AS sana kalau ada orang yang mau kredit rumah, DP-nya tidak sebesar di Indonesia. Kalau di sini DP rumah biasanya sebesar 30% (walaupun rumahnya belum dibangun, alias masih tanah merah), ... dan itupun ada kandungan resikonya juga bagi calon pembeli, yakni DP yang sebesar 30% berpotensi dibawa lari oleh developer, dan pembangunan rumahnya tidak diselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih mengenai DP, ... di AS sana DP untuk rumah dibagi menjadi 2 tahap, tahap-1 Cuma 5%, dan kalau rumahnya sudah jadi (sekitar 1-2 tahun) maka dia harus membayar DP ke-2 sebesar 25% lagi sekaligus dan sisanya yg 70% barulah dicicil (di singapura kalau tidak salah KPR-nya bisa s/d 30 thn).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sid H. Kusuma, yang mendalami pasar mortgage residensial di bidang sekuritisasi, TI, jasa serta konsultan manajemen risiko, mantan Citigroup &amp;amp; Bear Stearns Inc. di AS dan PT Ernst &amp;amp; Young Indonesia, menjelaskan bahwa : Subprime mortgage loan di Amerika diberikan kepada konsumen yang memiliki kelayakan kredit kurang dari cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara mengukur kelayakan kredit konsumen dilakukan dengan cara melihat credit score. Sistem pemberian KPR di Amerika sangat bergantung terhadap credit score yang dikeluarkan oleh perusahaan credit scoring seperti yang mengunakan metode FICO. Sebagai informasi, konsumen dapar memiliki FICO score mulai dari 300 s/d 850 tergantung dari hasil perhitungan yang dilakukan oleh perusahaan penyedia jasa ceridt score dengan melihat 5 katagori utama seperti dibawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Payment history (35%)&lt;br /&gt;2. Amounts owed (30%)&lt;br /&gt;3. Length of credit history (15%0)&lt;br /&gt;4. New credit (10%)&lt;br /&gt;5. Types of credit used (10%).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau berubah secara periodik, pada saat ini rata-rata credit score untuk konsumen di Amerika berkisar 620. Semakin rendah credit score (FICO&lt;620), onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/Ssee938lBVI/AAAAAAAAAmg/iZjaNLqesKE/s1600-h/sub-prime-mortgage-market-exposure.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 157px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/Ssee938lBVI/AAAAAAAAAmg/iZjaNLqesKE/s200/sub-prime-mortgage-market-exposure.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388450264999331154" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Subprime mortgage loan juga bisa terlihat dari beberapa hal: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tingginya rasio Loan-to Value hingga 100%&lt;br /&gt;2. Agunan KPR yang tidak memenuhi fundamental perhitungan value-nya.&lt;br /&gt;3. Ketidak lengkapan dokumentasi KPR (low-doc) atau tidak ada verifikasi terhadap pendapatan (stated income), sumber downpayment &amp;amp; sejarah bekerja.&lt;br /&gt;4. Tingginya Debt-to-Income (DTI) dan Payment to Income (PTI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik diatas secara langsung menaikan risiko terhadap penyalur KPR. Dari satu sisi, meningginya risiko dikompensasikan dengan suku bunga tinggi dan fitur khusus lainnya. Disisi lain, tingginya suku bunga menyebabkan ketidak mampuan konsumen untuk mendapatkan KPR. Dalam hal ini, penyalur KPR membuat produk KPR yang tetap mengkompensasikan tingginya risiko akan tetapi dapat dijangkau oleh konsumen, paling tidak agar dapat dioriginasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk subprime mortgage loan yang terkenal adalah 2/28 ARMS. Jenis KPR ini cukup berkembang dimana mencakup hampir 75% dari adjustable subprime mortgage loan dioriginasi. Produk ini memiliki fitur dua tahun pertama fix rate yang bersifat Teaser Rate dan akan berubah pada akhir tahun kedua menjadi adjustable rate dan setiap tahun berikutnya. Yang menjadi permasalahan adalah penyalur KPR dalam mengoriginasi KPR mengukur kemampuan membayar konsumen dengan menggunakan Teaser Rate yang rendah. Pada saat suku bunga KPR berubah pada akhir tahun kedua menjadi adjustable rate, pembayaran bulanan konsumen dapat meningkat secara drastis karena marjin untuk konsumen dengan risiko profil tinggi dapat mencapai 300-500 basis poin. Hal ini menyebabkan konsumen yang memang kurang layak kredit mengalami kesusahan membayar cicilan KPR, dan kemudian gagal bayar. Selain itu, terjadi Predatory Lending practice yang dilakukan oleh penyalur KPR nakal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segmen konsumen diatas dikibuli dengan bermacam taktik seperti secara sengaja memberikan jumlah pinjaman tinggi dengan suku bunga tinggi kepada kepada konsumen yang jelas tidak mampu membayar. Diharap jika terjadi gagal bayar maka agunan akan eksekusi dan penyalur KPR mendapat keuntungan dari penjualan rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SseeMNZgXOI/AAAAAAAAAmI/cfpk587qhPI/s1600-h/funny-pictures-raccoon-subprime-mortgage.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SseeMNZgXOI/AAAAAAAAAmI/cfpk587qhPI/s200/funny-pictures-raccoon-subprime-mortgage.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388449411764346082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa yang terjadi dengan Subprime mortgage loan di Amerika?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan subprime mortgage market di Amerika meningkat dengan cepat yang mencapai 22% dari total originasi KPR dalam jumlah total sisa pinjaman lebih $650 juta pada akhir tahun 2006 (lihat grafik). Beberapa faktor utama meningkatnya pasar. Dari sisi demand, sektor perumahan yang baik selama tahun 2002- 2005, rendahnya suku bunga KPR &amp;amp; apresiasi harga rumah. Dari sisi suplai, dengan yang tinggi demand dan masih terbukanya peluang usaha, penyalur KPR berbodong-bondong masuk ke pasar ini untuk menawarkan jasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan meningkatnya kompetisi, penyalur KPR bersaing untuk mendapat konsumen dengan menawarkan produk KPR yang cukup bervariasi tanpa mengenal secara mendalam karakterisktik risikonya serta me-relaxkan ketentuan originasi KPR. Hal ini mengakibatkan banyak KPR dengan fitur berisiko tinggi yang disetujui untuk konsumen yang tidak layak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menurunnya pertumbuhan sektor perumahan semenjak awal 2006 yang ditandai dengan menurunnya peningkatan harga rumah dan meningkatnya suku bunga KPR, banyak konsumen KPR di pasar ini yang mengalami kesulitan membayar angsuran dan kemudian dinyatakan gagal bayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil survei yang dikeluarkan oleh Mortgage Banker Association (MBA) mengatakan bahwa delinquency rate untuk subprime mortgage loans untuk Q4-2006 berada di 13,33%. Sebagai perbandingan, deliequency rate untuk prime mortgage loan berkisar 2,57 %. Sementara itu, foreclosure rate adalah 2% dibanding 0,24% untuk subprime &amp;amp; prime mortgage loan per Q4-2006. Dan foreclosure inventory ratea adalah 0,5% dan 5,1% untuk subprime &amp;amp; prime mortgage loan per Q4-2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran untuk Pasar KPR di Indonesia Kredit perumahaan memiliki karakteristik resiko yang beragam dan dapat dimitigasi dengan pola originasi sampai dengan servicing yang baik. Dibeberapa negara termasuk di Amerika, standarisasi dokumen KPR merupakan salah satu upaya agar terciptanya standarisasi &amp;amp; menurunkan resiko. Manfaat dari standarisasi ini terbukti dengan perbedaan dari delinquency &amp;amp; foreclosure rate antara conforming (prime) mortgage loan dan subprime.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, standarisasi dokumen KPR telah dibuat untuk dapat digunakan oleh penyalur KPR. Standarisasi dokumen KPR yang mencakup 5 topik yaitu Originasi, Underwriting, Quality Control, Servicing &amp;amp; MIS. Beberapa contoh hal utama didalam standarisasi seperti cara menghitung LTV yang benar dan batas terbesarnya, jenis dokumentasi yang wajib ada dan verikasi proses yang harus dilakukan sebelum KPR dapat disetujui, PTI &amp;amp; DTI. Proses underwriting dimana wawancara dengan konsumen untuk mendapatkan feeling mengenai dikonsumen adalah penting. Selain itu, memberikan edukasi kepada calon konsumen agar dapat mengetahui proses KPR serta hak &amp;amp; kewajibannya sangat diperlukan. Konsumen yang teredukasi dapat membantu agar tidak terkibuli oleh skema penyaluran KPR yang tidak sehat dan merugikan konsumen. (qom/qom-detiknews)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terasa waktu sudah menjelang sahur, .. ditandai dengan mulai berdatangannya pelanggan-pelanggan KRCyberzone untuk bersantap sahur, dan ana pun mulai bersiap-siap kembali melayani para pelanggan, tidak lupa sebelum berpisah ana membekali Abu Nawas dengan masakan kesukaannya, yaitu Nasi Goreng Gila yang daging kambing agak dibanyakin sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;InsyaAllah, obrolan tentang Krisis Ekonomi Global yang belakangan ini kembali ramai dibicarakan karena dikait-kaitkan dengan kasus suntikan dana LPS di bank Century, akan dilanjutkan kembali esok hari, sambil sekalian nemenin saya begadang sampai sahur di Kantin Rasamala Cyberzone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga obrolan di bulan ramadhan ini ada manfaatnya buat sekedar nambah-nambah pengetahuan bagi yang belum tahu, dan bagi yang sudah tahu atau yang lebih tahu, saya harapkan koreksinya dan mau berbagi ilmunya di bulan Ramadhan yang penuh berkah dan maghfiroh ini.(HUH-11/09/09)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung .........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Umar Hapsoro Ishak - Shohib imajiner Abu Nawas.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/Ssefnb-25rI/AAAAAAAAAmo/a7gcoQ9JUc8/s1600-h/lukisan+wajah+abu+nawas.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 185px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/Ssefnb-25rI/AAAAAAAAAmo/a7gcoQ9JUc8/s200/lukisan+wajah+abu+nawas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388450979047204530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sekilas tentang Abu Nawas ;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Nawas orang Persia yang dilahirkan pada tahun 750 M di Ahwaz meninggal pada tahun 819 M di Baghdad. Setelah dewasa ia mengembara ke Bashra dan Kufa. Di sana ia belajar bahasa Arab dan bergaul rapat sekali dengan orang-orang Badui Padang Pasir. Karena pergaulannya itu ia mahir bahasa Arab dan adat istiadat dan kegemaran orang Arab. Ia juga pandai bersyair, berpantun dan menyanyi. Ia sempat pulang ke negerinya, namun pergi lagi ke Baghdad bersama ayahnya, keduanya menghambakan diri kepada Sultan Harun Al Rasyid Raja Baghdad.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-1490072192457581263?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/1490072192457581263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=1490072192457581263' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/1490072192457581263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/1490072192457581263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/10/obrolan-abu-nawas-soal-krisis-ekonomi.html' title='Obrolan Abu Nawas - Soal Krisis Ekonomi Global - (3)'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SsedGz0yxXI/AAAAAAAAAl4/A4NC9FjpgW8/s72-c/Krisis+ekonomi+global+-+orang+AS+tidur+di+kardus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-8643601413150980779</id><published>2009-09-13T05:12:00.000-07:00</published><updated>2009-09-13T05:37:56.403-07:00</updated><title type='text'>Obrolan Abu Nawas - Soal Krisis Ekonomi Global (2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SqzkDT7FPsI/AAAAAAAAAkw/HfDNBt8Kh80/s1600-h/Krisis+ekonomi+global+-+orang+AS+tidur+di+kardus.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 137px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SqzkDT7FPsI/AAAAAAAAAkw/HfDNBt8Kh80/s200/Krisis+ekonomi+global+-+orang+AS+tidur+di+kardus.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380926400339721922" /&gt;&lt;/a&gt;Malam ini, kembali Abu Nawas muncul untuk melanjutkan obrolan kita kemarin yang terhenti soal &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Krisis Ekonomi Global.&lt;/span&gt; Seakan sudah tahu apa yang akan saya tanyakan malam ini, ia langsung membuka obrolan, "hehehe, ... anta pasti mau nagih penjelasan ana soal 'Bank investasi raksasa Lehman Brothers AMBRUK ! diikuti lembaga keuangan lainnya terkapar kena imbasnya, ribuan investor di AS stress karena fulusnya raib, berikut fulusnya para pensiunan yang diinvestasikan menguap, ditambah puluhan ribu karyawan jadi pengangguran di AS, ditambah ada kurang lebih 2.5 juta orang Amerika rumahnya disita karena tidak mampu membayar cicilan, .. itu kenapa?', ... tenang Ji ana belum pikun koq". Saya pun tersenyum, seraya menyodorkan rokok kegemarannya (merknya rahasia, kecuali mau jadi sponsor ...hehehe). Tanpa berlama-lama lagi, ia pun memulai obrolan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seperti yang ana jelasin kemarin, bahwa ... Ekonomi AS jatuh disebabkan oleh masalah 'mortgages', ... tapi sebenanya bukan itu masalah utamanya. Masalah mortgage itu kira-kira seperti orang bisulan yang nunggu pecahnya saja, terus bisulnya kepencet. ... Masalah sesungguhnya adalah, ... ,&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"kapitalis yang kebablasan (liberalisme habis-habisan)" &lt;/span&gt;krisis surat berharga perumahan Amerika Serikat (the U.S. subprime mortgage crisis) yang terjadi sejak Juli 2007 dan telah mengimbas ke seluruh pelosok dunia. Malahan menurut Alan Greenspan, mantan kepala Bank Sentral AS, menyebut krisis keuangan dunia saat ini sebagai kejadian yang terjadi sekali dalam 100 tahun. Bangkrutnya Lehman brothers tercatat sebagai kebangkrutan terbesar dalam sejarah korporasi AS. si Alan juga bilang, .. 'Fasten your seat belt, we’re facing the global financial crisis!'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah sekarang kita ngobrolnya yang gampang-gampang aja deh, ... Secara sederhana, sistem perusahaan keuangan yang dikenal sebagai Bank di AS hanya ada 2 yaitu Commercial Bank (Bank Umum seperti Citibank, Bank Chase Manhattan Bank, dsb) dan yang satu lagi adalah Investment Bank (Meryll Lynch, Lehaman Brothers dsb).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SqzlHD07o2I/AAAAAAAAAlA/-g-_3ziGSrE/s1600-h/diagram+subprime+mortgage.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 152px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SqzlHD07o2I/AAAAAAAAAlA/-g-_3ziGSrE/s200/diagram+subprime+mortgage.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380927564250063714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;'Krisis subprime mortagage'&lt;/span&gt; di Amrik terjadi akibat dari kegiatan Investment Bank (bukan Commercial Bank). Bank-bank dengan kategori Commercial Bank kena imbasnya karena kebijakan sebagai bank umum di beberapa negara terlampau longgar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank Indonesia di negara kita sangat melarang Commercial Bank untuk beli saham, beli komoditi tertentu (kelapa sawit dsb). Commercial Bank di luar negeri khususnya di Amrik dapat beli saham atau surat berharga (commercial paper, certificate of deposit, notes dsb) atau beberapa produk keuangan yang diciptakan oleh Investment Bank (derivative product seperti Currency Swap, Option, Forward Rate Agreement, dsb).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk Investment Bank itu sangat dikenal sebagai produk yang dijuluki, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Zero Sum Game" (you will loose or you will gain).&lt;/span&gt; Maksudnya adalah satu pihak yang akan rugi dan ada satu pihak yang akan untung karena transaksi itu. Transaksi Investment Bank itu tidak ada jaminan atau kolateral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita pinjam kredit uang untuk usaha di Commercial Bank seperti di Chase Manhattan Bank, Citibank dan sebagainya pasti akan dimintai jaminan, apakah bentuknya itu Rumah, Deposito, Tanah atau Pabrik. Nah kalo kredit kita macet, jaminan nya diambil/disita khan?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investment Bank begitu transaksi nya rugi tidak ada jaminan yang bisa diambil, karenanya, .. kerugiannya ditanggung oleh perusahaan itu sendiri, makanya Meryll Lynch, Lehman Brothers rugi besar karena modal perusahaan dipakai untuk menanggung kerugian transaksinya. Kalo modalnya abis-abisan, yang mau disita paling-paling kolor si bosnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu khan mulainya kira-kira begini: Pada 1990-an bank-bank di Eropa umumnya kelebihan dana. Artinya, terlalu banyak uang deposito milik masyarakat yang ditaruh di bank-bank Eropa. Orang Eropa memang lebih konservatif. Tidak terlalu senang spekulasi bermain saham. Ini berarti bank harus membayar bunga deposito kepada masyarakat terlalu banyak. Maka, bank-bank Eropa mencari akal sekuat tenaga untuk memutar uang tersebut agar bisa menghasilkan bunga lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Amrik salah satunya yang namanya Joseph J. Cassano, melihat persoalan bank-bank Eropa ini adalah peluang buat dapetin fulus gampang, dan Cassano juga tahu lembaga-lembaga keuangan di AS lagi kesulitan fulus karena banyaknya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;kredit perumahan yang macet (subprime mortgage).&lt;/span&gt; kalau yang ana baca dari catatannya Dahlan Iskan (CEO Jawa Pos), .. Nama Cassano amat top di Eropa dalam pengertian yang negatif. Cassano memang orang New York, tapi berkantor di London, Inggris. Hebatnya, kantor pusatnya di New York sangat bergantung padanya. Bahkan, ada yang menggambarkan, kantor pusat AIG (American International Group), perusahaan asuransi terbesar di dunia di New York itu sudah bertekuk lutut pada anak perusahaannya atau unit usahanya di London yang di bawah komando Cassano ini. Malahan ada yang bilang si Cassano inilah yang membuat AIG runtuh dan memaksa pemerintah Amerika Serikat mengambil alih 85 persen saham AIG dengan cara menyuntikkan dana ke AIG USD 85 miliar, hampir sama dengan nilai seluruh APBN kita. Lucu khan? ... negara yang mengagung-agungkan pasar bebas akhirnya ikut nyuntik fulus (intervensi) ke pasar, .. jadi orang-orang politik di negeri ini yang menebar isu anti neolib, ... sebenarnya jadi lebih lucu lagi kita dengernya (mereka denger berita atau baca koran ng'ga ya?.pen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lanjut Ji, .... Bank-bank Eropa melihat situasi di AS itu seperti menghadapi madu dan racun. Apalagi, jaringan Cassano sangat agresif menggoda mereka. Di satu pihak bank-bank Eropa sangat ingin menyalurkan kelebihan dananya ke sana karena iming-iming suku bunga yang sangat menggiurkan. Di lain pihak bank-bank Eropa itu takut lantaran agunan yang diterima adalah rumah-rumah yang berasal dari sitaan kredit macet. Padahal, harga rumah-rumah itu sudah jauh lebih rendah daripada nilai kredit yang macet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling ditakutkan bank-bank Eropa adalah: jangan sampai melanggar aturan bank internasional yang disebut Basel II, terutama menyangkut kecukupan modal. Dalam aturan itu disebutkan bahwa setiap memberikan kredit, bank harus meningkatkan modal yang disimpan di penjaminan. Semakin kurang berkualitas kredit itu semakin tinggi nilai modal penjaminannya. Bank-bank di Eropa tahu kalau sampai mereka memberikan kredit yang dikaitkan dengan subprime mortgage, konsekuensi permodalannya sangat berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat seperti itulah Cassano datang dengan resep yang dianggap bisa membersihkan racun dari madu. Bank-bank Eropa bisa menikmati bunga tinggi yang ditawarkan Cassano tanpa harus meneguk racunnya. Yakni, menggunakan resep bikinan Cassano yang disebut credit default swaps (CDS) tadi. Bank-bank Eropa bisa meminjamkan uang kepada lembaga-lembaga keuangan besar di AS seperti Lehman Brothers, Goldman Sachs, dan seterusnya dengan swaps atau jaminan atau perlindungan dari AIG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan resep dari Cassano ini, bank-bank Eropa bisa berkelit dari kewajiban penyetor modal penjaminan tambahan seperti yang diatur dalam Basel II. Untuk itu bank-bank Eropa memang harus membayar fee yang besar kepada AIG. Sebagai bandingan, kalau untuk fasilitas credit equity swaps (CES) fee-nya maksimum hanya 100 basis poin, untuk CDS ini AIG minta fee sampai 500 basis poin. Meski harus membayar fee kepada AIG yang sangat besar, bank-bank Eropa merasa aman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SqzkdqKsfnI/AAAAAAAAAk4/7RVHoydyHog/s1600-h/Lehman+Brothers+Bankruptcy.PNG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 123px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SqzkdqKsfnI/AAAAAAAAAk4/7RVHoydyHog/s200/Lehman+Brothers+Bankruptcy.PNG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380926852987387506" /&gt;&lt;/a&gt;Lehman Brothers bangkrut antara lain, karena 60 miliar dollar AS dana dari investor, yang dipercayakan kepada Lehman, dialokasikan ke sektor perumahan AS. Investasi ke sektor perumahan itu terjebak kemacetan. Lehman dimintai tanggung jawab oleh para investor. Kegagalan memenuhi kewajiban itu membuat klien Lehman Brothers melepas surat-surat berharga yang diterbitkan Lehman yang menyebabkan arus kas mengering. Lehman mengajukan permohonan kebangkrutan pada 15 September untuk menghindari gugatan kreditor. Dengan permohonan itu, Lehman lepas dari tanggung jawab hukum dan dilikuidasi. Aset yang tersisa akan dipakai membayari utang-utang yang tidak memadai. (kompas, 08/10/08)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah gara-gara resepnya Cassano yang disebut credit default swaps (CDS) tadi - “perlindungan terhadap kredit gagal bayar”. Dan Eropa korban terparah, karena bank-banknya minjemin fulusnya ke lembaga-lembaga keuangan besar di AS, antara lain ke Lehman Brothers, Goldman Sachs, dan seterusnya dengan swaps atau jaminan atau perlindungan dari perusahaan2 dengan rating AAA, seperti AIG, yang jaminannya adalah kredit-kredit gagal bayar tadi seperti yang berasal dari 'subprime mortgage', yang sebenarnya mereka juga udah tau, bahwa resiko subprime mortage lebih tinggi, karenanya bunga yang dikenakan kepada peminjam juga lebih tinggi. Sekarang anta bayangin aja, ... ada orang yang lebih susah bayar utang, tapi harus membayar bunga yang lebih tinggi. Nah tuh khan, ... surat utang rumah dari pengutang yang sebenarnya ng'ga layak dapat kredit di jadikan anggunan, itulah ekonomi kapitalis, ... yang penting dapet fulus, mau riba atau bukan eng'ga soal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang ana maksud, bahwa harta hanya berputar di kalangan tertentu dalam bentuk Derivatif dan The Bubble Economy . &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Derivativasi dalam bentuk modern&lt;/span&gt; - seperti obligasi kolateral dari hutang (collateralised debt obligations), obligasi hutang pembelian rumah (mortgage debt obligations), penukaran kredit jatuh tempo (credit default swaps) - semuanya merupakan sumber terjadinya kegagalan kredit. Filsafat pemikiran yang mendasari pertumbuhan derivativasi adalah asumsi teoritis bahwa resiko bisa dipindahkan ke lembaga lain yang mampu mengatasinya. Pada prakteknya, Warren Buffet menunjukkan beberapa tahun yang lalu bahwa derivativasi tidak lain adalah bentuk senjata keuangan penghancur massal. Semua lembaga yang akhirnya bangkrut termakan oleh asumsi tersebut dimana mereka berharap mengambil keuntungan dengan mentransfer resiko ke lembaga lainnya. Namun fakta yang terjadi adalah mereka justru menumpuk sebatas kertas-kertas tidak bernilai yang memicu timbulnya kerugian yang sangat besar. Ini semua membuka kedok Kapitalisme yang kebabablasan, yang mempropagandakan praktik-praktik keuangan semacam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum subprime mortgage dalam perpektif ekonomi syariah adalah haram. Ada beberapa pelanggaran syariah dalam masalah subprime mortgage ini, antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Utang piutang dengan sistem ribawi. Ini jelas keharamannya berdasakan Al-Qur’an surat Al-Baqarah (2:275-279).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Barang jaminan uang piutang dengan barang yang ditransaksikan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan termangu-mangu saya menyimak penjelasan Abu Nawas bak pengamat yang sering nongol di tipi, ... " wah anta bisa di tanggap di tipi nih kalau kedengeran orang tipi", seloroh saya kepada Abu Nawas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hehehe, .. bisa aja anta Ji, .... mana mau tipi nanggap ana yang title ng'ga serenceng, atau ada embel-embelnya fulitisi", sela Abu Nawas menganggapi banyolan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi dari tadi anta ngomongin mortgage atau subprime mortgage, ... itu makanan apa sih?", saya pun kembali mengajukan pertanyaan kepada Abu Nawas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuh khan .... lagi-lagi anta nanyanya yang memerlukan jawaban panjang, ... besok lagi aja deh, ana udah ngantuk nih", Jawab Abu Nawas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi obroran santai dengan shohib imajiner saya kembali terputus, dan InsyaAllah akan dilanjutkan kembali esok hari, sambil sekalian nemenin saya begadang sampai sahur di Kantin Rasamala Cyberzone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga obrolan di bulan ramadhan ini ada manfaatnya buat sekedar nambah-nambah pengetahuan bagi yang belum tahu, dan bagi yang sudah tahu atau yang lebih tahu, saya harapkan koreksinya dan mau berbagi ilmunya di bulan Ramadhan yang penuh berkah dan maghfiroh ini.(HUH-03/09/09)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung .........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Umar Hapsoro Ishak - Shohib imajinernya Abu Nawas.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/Sqzlo9Y52vI/AAAAAAAAAlI/wmMc1B7b6_8/s1600-h/Abu+Nawas+(gambar+wajah).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 155px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/Sqzlo9Y52vI/AAAAAAAAAlI/wmMc1B7b6_8/s200/Abu+Nawas+(gambar+wajah).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380928146637445874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sekilas tentang Abu Nawas ;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Abu Nawas orang Persia yang dilahirkan pada tahun 750 M di Ahwaz meninggal pada tahun 819 M di Baghdad. Setelah dewasa ia mengembara ke Bashra dan Kufa. Di sana ia belajar bahasa Arab dan bergaul rapat sekali dengan orang-orang Badui Padang Pasir. Karena pergaulannya itu ia mahir bahasa Arab dan adat istiadat dan kegemaran orang Arab. Ia juga pandai bersyair, berpantun dan menyanyi. Ia sempat pulang ke negerinya, namun pergi lagi ke Baghdad bersama ayahnya, keduanya menghambakan diri kepada Sultan Harun Al Rasyid Raja Baghdad.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-8643601413150980779?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/8643601413150980779/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=8643601413150980779' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/8643601413150980779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/8643601413150980779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/09/obrolan-abu-nawas-soal-krisis-ekonomi_13.html' title='Obrolan Abu Nawas - Soal Krisis Ekonomi Global (2)'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SqzkDT7FPsI/AAAAAAAAAkw/HfDNBt8Kh80/s72-c/Krisis+ekonomi+global+-+orang+AS+tidur+di+kardus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-7682803805140508213</id><published>2009-09-03T06:04:00.000-07:00</published><updated>2009-09-03T06:24:39.708-07:00</updated><title type='text'>Obrolan Abu Nawas - Soal Krisis Ekonomi Global (1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/Sp-_x9K8V7I/AAAAAAAAAkI/DLpEiILZmjs/s1600-h/abunanawas+-+Difitnah+(tabayun).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 185px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/Sp-_x9K8V7I/AAAAAAAAAkI/DLpEiILZmjs/s200/abunanawas+-+Difitnah+(tabayun).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377227345058617266" /&gt;&lt;/a&gt;"Hei Ji, .. anta buka sampe saur?", ... seru shohib imajiner ana Abu Nawas ketika kebetulan lewat di depan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kantin Rasamala Cyberzone (KRC)&lt;/span&gt; sore-sore ba'da ashar. Sambil beres-beres ana menjawab singkat, "anta mau nemenin ana begadang?". Dengan gayanya yang khas, si Abu Nawas menjawab, "hehehe... di jawab belon, udah nanya balik, ... sejak kapan tukang nasi ketularan penyakit orang gedean?". Tuh khan, ... dia balik bertanya lagi, ... kita jangan terkecoh sama si Abu Nawas ini, dibalik penampilannya yang nampak lugu dan bersahaja, sesungguhnya dia amat peka dengan apa yang terjadi disekelilingnya. "hahaha ... belajar dikit-dikit lah", sahut saya seraya menghampirinya untuk berjabatan tangan dengan berpelukan seperti kebiasaan kami lakukan bila bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saling menanyakan keadaan, sayapun melanjutkan tegur-sapa tadi, ... "ana semalam dengerin diskusi bos-bos yang ngobrol disini (KRC) soal &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;krisis ekonomi global,&lt;/span&gt; yang katanya gara-garanya orang-orang Amrik, dan yang jadi korban kebanyakan orang-orang Eropa, ... koq bisa ya. Padahal khan mereka shohib?", saya mulai membuka obrolan dengan si Abu Nawas. "Wah, .... itu sih ceritanya panjang, ... eng'ga bisa kalau kita ngebahasnya sepotong-sepotong. Nanti malam aja deh, .. setelah urusan kita beres semua, baru enak kita ngobrolnya", sela Abu Nawas. Kamipun berpisah, dan janjian malam nanti setelah taraweh dan urusan dirumahnya beres, si Abu Nawas mau datang ke KRC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat tengah malam Abu Nawas pun muncul di KRC, dan ia langsung duduk ditempat biasa yang sering ia duduki dengan bersandar sambil menjulurkan kakinya dengan santai. Dihadapannya sudah tersedia secangkir kopi dan teh manis ditemani dengan panganan kecil, .. tentu saja tidak lupa rokok kegemarannya juga telah tersedia. Setelah bersenda-gurau sebentar, Abu Nawas mulai membuka pertanyaanya, "Anta tadi sore nanya kenapa ada &lt;span style="font-style:italic;"&gt;krisis ekonomi global&lt;/span&gt; ya ?", ... "iya benar" sahut saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"karena anta nyinggung soal ekonomi global, ada baiknya kita mulai dulu dari yang namanya sistem ekonomi yang dianut disana (western), ... kebeneran ana ngumpulin berita-berita dari beberapa sumber, ... tadinya maksud ana ngumpulin berita-berita ini buat asal tau saja, .. tapi koq lama-lama ana perhatikan imbas krisisnya ini kemana-mana", Abu Nawas mulai membuka obrolannya. "Trus kenapa Eropa uring-uringan sama Amrik soal ini?, gitu khan maksud anta nanya ke ana tadi sore?", lanjut Abu Nawas. "iya ... benar", sahut saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah kita mulai nengok ke Sistem ekonomi 'Kapitalis' yang dianut oleh dihampir semua negara Barat dulu aja ya, kebetulan ana bawa catetannya nih, ... katanya, sistem ekonomi ini disusun berdasarkan pandangan hidup sekuler (seperation of church and state), yg melahirkan faham 'liberal', .. dimana manusia berhak hidup bebas tanpa perlu tunduk oleh ketentuan agama, maupun aspek politik, sosial, ekonomi, dll. Jadi, ... kebebasan dalam konteks ekonomi ini bertumpu kepada dijaminnya kebebasan dalam kepemilikan individu, sbb;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/Sp_BLfreJYI/AAAAAAAAAkQ/J-QOCEejh8c/s1600-h/global-crisis+(AS+ngemis).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 175px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/Sp_BLfreJYI/AAAAAAAAAkQ/J-QOCEejh8c/s200/global-crisis+(AS+ngemis).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377228883330213250" /&gt;&lt;/a&gt;* Capitalism is an economic system in which wealth, and the means of producing wealth, are privately owned and controlled rather than state owned and controlled (Arleen J. Hoag, John H. Hoag. Introductory Economics. World Scientific, 2006. pp 43-44).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kapitalisme, ... "&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;kebebasan dalam kepemilikan individu adalah sebuah keniscayaan".&lt;/span&gt; Memang Kapitalisme mengakui kepemilikan umum yang biasanya identik dengan kepemililikan negara, namun itu minim sekali. Oleh karenanya, privatisasi dan cabut subsidi-seperti yang dirasakan di Indonesia sekarang ini, itu kayaknya sudah jadi kiblatnya ekonomi yang wajib di-ikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah ideologi (Arab : mabda’), kapitalisme mempunyai aqidah (ide dasar) dan ide-ide cabang yang dibangun di atas aqidah tersebut. Aqidah di sini dipahami sebagai pemikiran menyeluruh (fikrah kulliyah) tentang alam semesta, manusia, dan kehidupan, serta tentang apa yang ada sebelum dan sesudah kehidupan dunia, serta hubungan kehidupan dunia dengan apa yang ada sebelum dan sesudah kehidupan dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aqidah kapitalisme adalah pemisahan agama dari kehidupan (sekularisme), sebuah ide yang muncul di Eropa sebagai jalan tengah antara dua ide ekstrem, yaitu keharusan dominasi agama (Katolik) dalam segala aspek kehidupan, dan penolakan total eksistensi agama (Katolik). Akhirnya, agama tetap diakui eksistensinya, hanya saja perannya dibatasi pada aspek ritual, tidak mengatur urusan kehidupan seperti politik, ekonomi, sosial, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Kapitalisme, Komunisme melihat 'kepemilikan individu' justru menjadi awal dari bencana. Mengapa? Karena pandangan hidup mereka, 'dialektika materialisme', meyakini bahwa &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;kepemilikan individu adalah sebuah bentuk eksploitasi kaum borjuis atas buruh,&lt;/span&gt; yang harus direbut (seperti yang terjadi pada revolusi Bolsheviks, Rusia 1917) lalu dihilangkan ... sehingga akhirnya tercipta masyarakat komunis. Seperti yang dinyatakan sendiri oleh Karl Marx dalam Communist Manifesto: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* In this sense, the theory of the Communists may be summed up in the single sentence: Abolition of private property (Communist Manifesto, Chapter 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mana bisa anta se-enaknya punya ini itu, mau berhaji kapan maunya, atau umroh berkali-kali semaunya, ... semua diatur oleh negara ji". Sementara ia sedang menghirup kopinya, sayapun mulai menyela kuliahnya (pura-puranya), "Tapi ana denger-denger, ... banyak petinggi-petinggi partainya yang kehidupannya mewah", Abu Nawas buru-buru memotong, "ya ..namanya juga aturannya bikinan manusia Ji, ... dibikin khan buat ngenakin yang bikin peraturan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menyalakan rokoknya, Abu Nawas melanjutkan celotehannya, "Kalau kita mau renungi sejenak soal hajat hidup orang, bahwa pengakuan terhadap kepemilikan individu akan berdampak pada berputarnya roda perekonomian dan terdistribusikannya pendapatan. Dengan asumsi ini, sangat sulit kita menerima konsep penghapusan kepemilikan individu ala Komunisme, ... coba anta pikir, ... ada orang yang mau kerja keras tapi tidak boleh memiliki lebih dari yang dibutuhkan? Bagaimana pun juga ini adalah ekonomi, dan ekonomi tidak bisa dilepaskan dari konsep insentif. Namun tidak adanya pembatasan terhadap kepemilikan individu juga ada bahayanya, ... bisa-bisa bikin kaya orang yang udah kaya dan mempermiskin si miskin. Jadi yang kita perlukan dan butuhkan sebenarnya adalah regulasi properti, mana yg boleh dimiliki individu mana yang tidak boleh. Kalau di aqidah kita, ... kita khan kenal yang namanya milkiyyah ‘ammah (kepentingan umum).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah ketentuan Allah SWT terhadap hal-hal yang wajib dimiliki secara bersama-sama dan tidak boleh dimiliki secara perseorangan. Konsep kepemilikan umum ini berdasarkan Hadist Rasulullah Saw. yang menjelaskan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Manusia berserikat (bersama-sama memiliki) dalam tiga hal: air, padang rumput (termasuk hutan) dan api (everything which flamable)".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (HR Ahmad dan Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Sumber Daya Alam (SDA) berupa kekayaan alam yang ada di dalam perut bumi (gas alam, minyak, bahan tambang), kekayaan laut, dan hutan. Termasuk juga berbagai fasilitas umum seperi jalan, tempat ibadah serta sarana publik lainnya. Maka Negara (Khilafah) tidak boleh menjadikan hal-hal tersebut sebagai komoditas, dan menyerahkannya kepada individu atau swasta. Hal ini sangat berbeda dengan Kapitalisme yang tidak mengenal konsep seperti ini, karena basis sistem ekonomi mereka adalah kepemilikan individu (private individuals and corporate firms). Semuanya boleh dimiliki secara privat dan dijadikan komoditas bisnis, apakah itu minyak bumi (dikelola Exxon, Shell, Caltex), bahan tambang (Freeport, Newmount), hutan (perusahaan HPH), ataupun jalan tol (perusahaan pengelola jalan tol), dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam tidak membatasi banyaknya harta (kamiyah), Islam hanya membatasi cara-cara kita memperoleh harta tersebut (kaifiyah). Bandingkan dengan Kapitalisme yang hapir dapat dikatakan, eng'ga ada batasan gimana cara memperolehnya, mau bikin rumah judi (Las Vegas, Macao dsb), pabrik whiskey (Johnny Walker dsb), sampai-sampai ngeruk hasil bumi maupun kekayaan alam negara lain (penjajahan) dikerjain, ... dengan kata lain baik tata cara ataupun banyaknya harta yang bisa diperoleh. Berbeda lagi dgn Komunisme yang membatasi jumlah harta yang bisa dimiliki oleh individu, sebatas apa yang menjadi kebutuhannya (from each according to his ability, to each according to his needs).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, .. anta banyak fulus khan eng'ga dilarang dalam Islam, tapi cara anta mendapatkan fulusnya itu gimana? ... Ada rambu-rambu yang kita harus patuhi sesuai dengan aturan syariat kita (tidak asal dapat fulus saja). Misalnya, orang Islam buka usaha tempat maksiat (warung remang-remang jualan minuman keras dilengkapi dengan cewek-cewek seksi yang melayaninya), atau dagang narkoba yang walaupun bisnis itu bisa bikin kita cepet kaya/banyak fulusnya, tapi .. DILARANG DALAM ISLAM !, termasuk KORUPSI (nyolong duit rakyat). Sekarang udah mulai kelihatan khan benang merahnya? ...".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/Sp_CrqNV_TI/AAAAAAAAAkY/1Ab0OYzkDyQ/s1600-h/abu-nawas.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 80px; height: 79px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/Sp_CrqNV_TI/AAAAAAAAAkY/1Ab0OYzkDyQ/s200/abu-nawas.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377230535424081202" /&gt;&lt;/a&gt;Abu Nawas kembali menghirup kopinya dan menghisap rokoknya dalam-dalam, saya pun ikut menyalakan rokok juga. "Nah kita balik sebentar ke negeri sono buat dapetin gambaran, kenapa orang Eropa uring-uringan", lanjut Abu Nawas, ... "seperti yang kita baca di buku-buku pelajaran anak-anak SMU, bahwa sistem politik di Eropa barat belakangan ini condong ke-sosialis demokrat, ... maksud ana adalah "sistem ekonomi kapitalis, dan sistem sosial ekonomi economic welfare". sisi negatif kapitalis di eropa barat sudah dibendung sejak beberapa tahun yang lalu dengan pembangunan sistem ekonomi mandiri yang sarat dengan tingkat jaminan sosial (economic welfare), hal ini yang membuat daya tahan dan daya beli serta daya kelola masayarakat miskin jauh lebih kuat dari kapitalis manapun. Orang Eropa memang lebih konservatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau menurut berita-berita yang tersebar di berbagai media, .. Ekonomi AS jatuh disebabkan oleh masalah 'mortgages', ... tapi sebenanya bukan itu masalah utamanya. Masalah mortgage itu kira-kira seperti orang bisulan yang nunggu pecahnya saja, terus bisulnya kepencet. ... Masalah sesungguhnya adalah, ... &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"kapitalis yang kebablasan (liberalisme habis-habisan)",&lt;/span&gt; yang kemudian disadarinya, bahwa sistem itu tidak selalu memenangkan daya tawar ekonomi mereka. Dibanding sebelum liberalisme di gembar-gemborkan di tahun 90-an, ... sesungguhnya AS jauh lebih baik keadaannya dari sekarang. Hal ini disadari oleh pemerintah Amrik belakangan, dan mereka mulai melakukan kontrol pasar seperrti jaman Reagan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa kapitalisme dan liberalisme ternyata juga harus bergantung pada peran pemerintah untuk mendorong dan menjaga, juga melindungi pengusahanya. inilah yang baru disadari para pemikir kapitalis. .... Dilepas ke mekanisme pasar sepenuhnya jutru akan melahirkan pemangsa-pemangsa dan mangsa-mangsa alami, .. maksud ana, ... siapa yang kuat, cerdik bangrangkali ditambah licik, dia akan melahirkan monopolist-monopolist baru! Dan siapa yang paling mudah menjadi monopolist baru atau kapitalis kuat......dia adalah pengusaha yang dilindungi negaranya sebagai pertahanan garda terdepan. inilah sesungguhnya musuh dari kapitalisme murni, ... yakni kapitalis yang terproteksi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ngomong-ngomong, ... mortgage itu apa sih ?", tanya saya kepada Abu Nawas. "oh itu, ... kalau yang ana baca di koran Jawa Pos (catatannya Dahlan Iskan), ... Kata “mortgage” berasal dari istilah hukum dalam bahasa Prancis. Artinya: matinya sebuah ikrar. Itu agak berbeda dari kredit rumah. Dalam mortgage, anta mendapat kredit. trus, anta memiliki rumah. Rumah itu anta serahkan kepada pihak yang memberi kredit. Anta boleh menempatinya selama cicilan Anta belum lunas. Karena rumah itu bukan milik anta, ... dan begitu pembayaran mortgage macet, rumah itu otomatis tidak bisa anta tempati. Sejak awal ada ikrar bahwa itu bukan rumah anta. Maka, ketika anta tidak membayar cicilan, ikrar itu dianggap mati. Dengan demikian, anta harus langsung pergi dari rumah tersebut. Jadi dengan kata lain, ... "matinya sebuah ikrar", lebih cocok dipakai daripada perjanjian/kontrak kredit, karena artinya memberikan perintah kepada trustee (pihak yang netral bukan bagian dari pihak lender maupun borrower). Apabila borrower (trustor) gagal dalam membayar kreditnya, maka Lender (beneficiary) akan meminta trustee untuk menyita property tersebut, dan trustee akan melakukan perintah dari Lender sesuai dengan prosedur yg tercantum dalam mortgage tersebut (serupa tapi tak sama dengan KPR.pen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terasa waktu sudah menunjukan jam 03.10, dan tamu-tamu KRC sudah mulai berdatangan untuk makan sahur, ... ada yang makan di KR dan ada yang di bungkus untuk disantap bersama keluarga dirumah, ... dan mau tidak mau obrolan kita jadi terhenti. Sebelum Abu Nawas pulang, saya sempat menyiapkan masakan kesukaannya, yaitu Nasi Goreng Gila untuk dibawa pulang. Sambil menunggu selesai masakannya, saya sempat melontarkan lagi sebuah pertanyaan, ... "Beberapa waktu yang lalu ana sempat baca di koran, ... Bank investasi raksasa Lehman Brothers yang sudah berusia 158 thn AMBRUK ! (tgl. 15/09/08 dinyatakan bangkrut). Dan lembaga keuangan lainnya ikut-ikutan terkapar kena imbasnya, ribuan investor di AS stress karena fulusnya raib, berikut fulusnya para pensiunan yang diinvestasikan menguap, katanya ada sekitar dua triliun dollar, ditambah puluhan ribu karyawan kehilangan pekerjaan melengkapi tingginya tingkat pengangguran di AS, ditambah ada kurang lebih 2.5 juta orang Amerika rumahnya disita karena tidak mampu membayar cicilan. Itu artinya apa?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anta nanyanya yang jawabannya ng'ga bisa sepotong-sepotong sih, ... kalau ana jawab sepotong, ... pasti anta tambah lagi pertanyaan susulan, seperti orang antri minyak tanah. ... Besok lagi aja deh, ... InsyaAllah ana datang lagi kesini ... "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, ... kita sepakat untuk melanjutkan obrolan imajiner saya dengan Abu Nawas esok hari, sambil sekalian nemenin saya begadang sampai sahur di Kantin Rasamala Cyberzone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga obrolan di bulan ramadhan ini ada manfaatnya buat sekedar nambah-nambah pengetahuan bagi yang belum tahu, dan bagi yang sudah tahu atau yang lebih tahu, saya harapkan koreksinya dan mau berbagi ilmunya di bulan Ramadhan yang penuh berkah dan maghfiroh ini.(HUH-31/09/09)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung .........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Umar Hapsoro Ishak - Shohib imajinernya Abu Nawas.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/Sp_DH4tKpVI/AAAAAAAAAkg/SaSBpf-6Iuk/s1600-h/Abu+Nawas+(gambar+wajah).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 155px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/Sp_DH4tKpVI/AAAAAAAAAkg/SaSBpf-6Iuk/s200/Abu+Nawas+(gambar+wajah).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377231020351989074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sekilas tentang Abu Nawas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut cerita, Abu Nawas orang Persia yang dilahirkan pada tahun 750 M di Ahwaz meninggal pada tahun 819 M di Baghdad. Setelah dewasa ia mengembara ke Bashra dan Kufa. Di sana ia belajar bahasa Arab dan bergaul rapat sekali dengan orang-orang Badui Padang Pasir. Karena pergaulannya itu ia mahir bahasa Arab dan adat istiadat dan kegemaran orang Arab. Ia juga pandai bersyair, berpantun dan menyanyi. Ia sempat pulang ke negerinya, namun pergi lagi ke Baghdad bersama ayahnya, keduanya menghambakan diri kepada Sultan Harun Al Rasyid Raja Baghdad.&lt;br /&gt;Tags: krisis global&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-7682803805140508213?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/7682803805140508213/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=7682803805140508213' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/7682803805140508213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/7682803805140508213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/09/obrolan-abu-nawas-soal-krisis-ekonomi.html' title='Obrolan Abu Nawas - Soal Krisis Ekonomi Global (1)'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/Sp-_x9K8V7I/AAAAAAAAAkI/DLpEiILZmjs/s72-c/abunanawas+-+Difitnah+(tabayun).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-668179993785362992</id><published>2009-08-27T01:06:00.000-07:00</published><updated>2009-08-27T01:28:24.262-07:00</updated><title type='text'>Mengendalikan Nafsu (Syahwat) ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SpZCwDOAgSI/AAAAAAAAAkA/bhH1ej4GzB0/s1600-h/ramadhan.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SpZCwDOAgSI/AAAAAAAAAkA/bhH1ej4GzB0/s200/ramadhan.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374556598578479394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Assalamualaikum wr. wb,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kali ini, … saya coba mengumpulkan artikel-artikel yang sedang nge-trend akhir-akhir ini, sekedar buat mengendurkan ketegangan syaraf kita akibat dipenuhi dengan berita-berita hangat tentang isue Pemilu yang tidak jur-dil, DPT yang dimanipulasi, Caleg-caleg yang stress, sampai kisah koalisi partai untuk mengajukan Capres dan Cawapres yang penuh dengan tarik-menarik kepentingan individu/golongan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sekedar ulasan saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar dua abad yang lalu Karl Marx (1818-1883) menyatakan bahwasanya yang menentukan perang dan damai di antara manusia di dunia ini adalah perebutan mencari makan alias persoalan mengisi perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala permasalahan di dunia ini, berpusat kepada perut. Semua orang ingin kenyang, dan tak mau lapar, lalu berebut makanan. Maka terjadilah pertentangan, pertikaian yang tidak dapat dielakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan satu setengah abad yang lalu datang pula seorang lagi yang bernama Sigmund Freud (1844-1900), menyatakan bahwa bukan urusan perut yang menjadi sebab timbulnya pertentangan dan perebutan di dalam dunia, melainkan faraj (alat kemaluan) lah yang menjadi penyebab, yaitu pemenuhan hasrat seksual yang tak terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya Karl Marx dan Sigmund Freud adalah para peneliti dalam masalah-masalah sosial. Mereka mengerahkan perhatian mereka untuk mencari sebab kericuhan ekonomi dan sosial di benua Eropa, dan mereka telah menyampaikan kesimpulan seperti di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi nun jauh sebelum Marx dan Freud mengeluarkan fahamnya -750 tahun silam- Ulama Islam legendaris yaitu imam Al-Ghazali telah menyatakan bahwa terdapat dua faktor yang sangat menentukan keberlangsungan hidup manusia yaitu syahwat perut dan syahwat faraj (kemaluan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan imam Ghazali di atas justru berlawanan dengan kedua ilmuwan Barat tadi, kalau menurut mereka, syahwat perut dan faraj adalah penyebab timbulnya kericuhan di dunia ini, karena landasan mereka yang sangat materialistis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, imam Ghazali memandang kedua syahwat tersebut adalah potensi yang dimiliki manusia untuk mempertahankan keberlangsungan hidup mereka, karena syahwat-syahwat tersebut merupakan anugerah Allah SWT kepada manusia, bahkan semua makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa jadinya jika manusia tidak mempunyai syahwat perut, sementara syahwat perutlah yang mendorong manusia agar tetap hidup dan tumbuh. Dan bagaimana pula jika manusia tidak mempunyai syahwat faraj, tidak ada hasrat untuk menikah dan kawin, sementara syahwat farajlah yang mendorong manusia untuk memiliki keturunan sehingga terjadi regenerasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun harus diingat, potensi yang ada jika tidak di kelola dengan baik maka keburukanlah yang di dapat. Di sini peran akal harus bermain. Akal yang membedakan manusia dengan makhluk yang lain harus mampu menimbang, mengukur dan menakar baik dan buruk. Kalau peran akal sudah tidak bermain maka benarlah apa yang disimpulkan oleh si Marx dan Freud. Manusia tak lebih baik, atau sama dengan binatang, bahkan bisa jadi lebih parah dari binatang. Saling memakan dan bebas menggauli betina mana saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apakah dengan adanya akal sudah cukup? Apa yang menjadi tolok ukur bagi akal dalam menimbang baik dan buruk? Maka dari itu diutuslah Nabi dan Rasul untuk menyampaikan pengajaran dari Allah SWT. Karena Allah yang menciptakan manusia maka Dia pulalah yang paling tahu apa yang terbaik untuk manusia. Disampaikanlah kepada manusia lewat perantara Rasul pilihan-Nya, bagaimana cara memenuhi syahwat perut yang benar, mana yang halal dan mana yang haram. Demikian pula diajarkan bagaimana cara memenuhi syahwat faraj, mana yang boleh dinikahi, mana yang tidak, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akal yang diisi muatan agama inilah, yang sejatinya mampu untuk mengelola potensi-potensi tersebut menjadi kekuatan. Akal yang sehat yang berisi ajaran agama tidak akan tega menyikut, menindas, melukai atau bahkan membunuh saudaranya hanya karena ingin memenuhi syahwat perut. Melainkan dia akan berpikir bagaimana agar orang lain juga bisa memenuhi syahwat perutnya dengan baik dan halal. Tidak sekali pun terpikir olehnya untuk menggauli istri orang lain, anak orang lain atau bahkan saudara kandung dan anaknya sendiri hanya karena ingin memenuhi syahwat farajnya. Melainkan dia akan berpikir bagaimana kejahatan yang diakibatkan syahwat faraj yang diumbar bisa dihapuskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini kiranya salah satu fungsi dan hikmah ibadah puasa yang disyari’atkan oleh Allah S WT atas manusia. Puasa, adalah dimaksudkan untuk menahan diri, mengajari manusia untuk mengendalikan syahwat perut dan syahwat faraj sebagai potensi yang ada dalam dirinya. Meski makanan terhidang dihadapannya, makanan itu halal dan sehat, tetapi selama azan maghrib belum berkumandang ia tidak boleh menyantapnya. lstrinya yang dinikahinya secara sah, sesuai dengan tuntunan agama, tidak boleh ia gauli ketika ia sedang berpuasa. Dia harus mampu mengendalikan kedua potensinya itu. Selama satu bulan penuh manusia berlatih mengendalikan syahwat-syahwatnya itu tak lain agar ia menjadi makhluk Allah yang mulia. Seperti cerita Superman (manusia super) yang mampu mengendalikan potensi yang ada dalam dirinya, sehingga ia menjadi kekuatan yang dapat membantu orang yang lemah.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Buletin Mimbar Jum’at No. 37 Th. XXII - 12 September 2008)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengendalikan syahwat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam agama Budha dikenal adanya ajaran bagaimana mengendalikan syahwat dengan konsep samsara. Rumusannya adalah sebagai berikut: (Hidup adalah samsara (sengsara/penderitaan), Samsara disebabkan karena adanya keinginan, untuk menghilangkan samsara dilakukan dengan cara meng hilangkan keinginan, dan untuk menghilangkan keinginan harus mengikuti metode delapan jalan kebenaran, yaitu ; pengertian yang benar, pikiran yang benar, ucapan yang benar, berbuatan yang benar, mata pencaharian yang benar, usaha yang benar, perhatian yang benar dan semedi (perenungan) yang benar.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dalam Islam metode pengendalikan syahwat, dilakukan secara sistemik dalam ajaran yang terkemas dalam syari`ah dan akhlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengendalian syahwat seksual dilakukan dengan anjuran menikah, menutup aurat tubuh, larangan pergaulan bebas antar jenis, dan “puasa” (puasa mata, telinga dan perut). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup melajang tidak direkomendasi meskipun dengan alasan hak azasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengendalian syahwat perut dilakukan dengan anjuran; jangan makan kecuali lapar dan berhenti makan sebelum kenyang, disamping puasa wajib dan puasa sunat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengendalian syahwat kekayaan dilakukan dengan pola hidup sederhana dan kewajiban membayar zakat, dan anjuran infaq dan sadaqah. Sederhana tidak identik dengan miskin, sederhana adalah mengkonsumsi sesuai dengan standar kebutuhan universal. Jadi orang boleh punya sebanyak-banyaknya tetapi yang dikonsumsi (makanan, pakaian, kendaraan, rumah dsb) adalah sekedar yang dibutuhkan menurut standar kebutuhan universal. Banyak orang kaya hidupnya sederhana dan tak jarang orang miskin (yang pas-pasan) bergaya hidup bermewah-mewah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahwat politik dikendalikan dengan penekanan bahwa pada hakikatnya seorang pemimpin adalah pelayan dari orang banyak yang dipimpinnya (sayyid al qaum khodimuhum). Politik adalah medan pengabdian, pemimpin adalah pejuang yang berpegang pada prinsip untuk memberi perlindungan dan kesejahteraan orang banyak yang dipimpinnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahwat gengsi dikendlikan dengan kesadaran akan fungsi, bahwa mobil adalah alat transportasi, pakaian adalah pelindung badan dan penutup aurat, rumah adalah tempat tinggal dan istirahat, harta adalah alat untuk menggapai keutamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Syahwat dan Hawa Nafsu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang tertarik kepada lawan jenis adalah wajar dan tidak tercela. Jika ia menindak-lanjutinya dengan pendekatan , melamar dan menikah maka itu menjadi keutamaan, menjadi ibadah dan berpahala. Tetapi jika men follow up i dengan merayu, menipu dan memperkosanya atau berzina, maka syahwat itu sudah berubah menjadi apa yang dalam al Qur’an disebut hawa, yang dalam bahasa Indonesia menjadi hawa nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga orang boleh ingin kaya, ingin jadi bupati, anggauta DPR atau bahkan ingin jadi presiden, itu semua adalah syahwat politik yang wajar, manusiawi, dan tidak tercela. Demikian juga orang yang ingin menjadi milyader atau konglomerat, adalah sah-sah saja. Dorongan syahwat jika diikuti dengan tetap memperhatikan nilai-nilai moral, maka ia bernilai positip. Nah jika dorongan syahwat dituruti tanpa kendali moral, maka ia berubah menjadi dorongan hawa nafsu yang bersifat destruktip. Ingin kaya dengan cara korupsi atau menipu, ingin menjadi pejabat dengan cara menyuap, nah itu semua ujungnya pasti destruktip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Watak Hawa nafsu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahwat yang terkendali oleh akal sehat dan hati yang bersih, apalagi jika juga didasarkan nurani yang tajam dengan disertai pemahaman agama yang benar, maka syahwat berfungsi sebagai penggerak tingkah laku atau hasrat untuk menyuburkan motivasi kearah keutamaan hidup dan menjadikan hidupnya lebih bermakna dan terarah. Dalam kondisi demikian syahwat seperti energi yang selalu menggerakkan mesin untuk tetap hidup dan hangat. Keseimbangan itu menjadikan orang mampu menekan dorongan syahwat pada saatnya harus ditekan (seperti rem mobil), dan memberinya hak sesuai dengan kadar yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan hawa nafsu yang memiliki tabiat menuntut pemuasan seketika tanpa mempedulikan dampak bagi orang lain maupun bagi diri sendiri. Begitu kuatnya dorongan hawa nafsu, maka al Qur’an meng- ibaratkan kedudukan hawa nafsu bagi orang yang tidak mampu mengendalikannya seperti tuhan yang harus disembah &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(ittakhodza ilahahu hawahu).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengabdi hawa nafsu akan menuruti apapun perilaku yang harus dikerjakan, betapapun itu menjijikkan. Jika orang memanjakan syahwat dapat terjerumus pada glamourism dan hedonis, maka orang yang selalu mengikuti dorongan hawa nafsunya pasti akan terjerumus pada kriminalitas dan kenistaan. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Sumber : Mubarok institute)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua termasuk diri saya, juga sedang berjuang untuk mengendalikan hawa nafsu (syahwat) dimaksud, yang setelah kita sadari bahwa ia tidak bisa kita bunuh (matikan), namun kita harus berupaya keras untuk dapat mengendalikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat bagi diriku, keluargaku, maupun orang-orang yang memerlukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum wr. wb,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Disunting oleh : Drs. H. Umar Hapsoro Ishak ~ dari berbagai sumber&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-668179993785362992?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/668179993785362992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=668179993785362992' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/668179993785362992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/668179993785362992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/08/mengendalikan-nafsu-syahwat.html' title='Mengendalikan Nafsu (Syahwat) ?'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SpZCwDOAgSI/AAAAAAAAAkA/bhH1ej4GzB0/s72-c/ramadhan.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-6823131687978095209</id><published>2009-08-01T06:15:00.000-07:00</published><updated>2009-08-01T06:24:09.537-07:00</updated><title type='text'>Ana Khoirun Minhu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SnRAwniJyjI/AAAAAAAAAj4/3roC4U1WCaw/s1600-h/jin-setan-sombong.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 120px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SnRAwniJyjI/AAAAAAAAAj4/3roC4U1WCaw/s200/jin-setan-sombong.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364984260095232562" /&gt;&lt;/a&gt;Assalamu'alaikum,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sikap Sombong, ’Saya Lebih Baik Dari Dia’&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sombong, barangkali sama tuanya dengan peradaban manusia. Iblis dikutuk dan dikeluarkan dari surga juga lantaran sombong. Ia menolak bersujud kepada Adam as, manusia pertama, karena merasa dirinya lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang (yang) lebih tinggi?' Iblis berkata: 'Aku lebih baik daripadanya, karena engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah'."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (Shaad: 75--76).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Ana khoirun minhu (saya lebih baik dari dia),"&lt;/span&gt; kata Iblis. Merasa diri lebih baik dari pada yang lain itulah sombong. Dan akibat sombong, iblis dikutuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Maka keluarlah kamu dari surga, sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang terkutuk, sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (Shaad: 77--78).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berlindung kapada Allah dari perbuatan sombong, baik dalam bentuk sifat, sikap maupun perilaku, karena ia dapat menjadi penghalang masuk jannah. Rasulullah saw bersabda, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Tidak akan masuk jannah (surga) seseorang yang terdapat dalam hatinya sifat sombong (kibr) meskipun hanya sebesar biji sawi."&lt;/span&gt; (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhati-hatilah kita, karena sifat, sikap, dan perilaku merasa lebih baik, lebih mulia bisa menimpa siapa saja. Seorang tokoh yang memiliki pengikut banyak, reputasi yang luas juga berpotensi untuk menyombongkan diri lantaran ketokohannya dan pengikutnya yang banyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang memiliki tubuh kuat, atletis, jawara, kadang tergoda memamerkan bentuk tubuhya, disamping tidak jarang gampang terpancing perkelahian, dalam urusan kecil sekalipun, hanya lantaran merasa dirinya pendekar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang rupawan juga kadang tergoda untuk membanggakan kecantikannya dan meremehkan yang tidak seganteng dan secantik dirinya, bahkan sampai mencacat bentuk fisik orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang hartawan sering tergoda membanggakan pakainnya yang bagus, kendaraannya yang mewah, rumahnya yang mentereng dengan melihat sebelah mata pada kaum alit yang kumal, kotor, kolot dan pinggiran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pejabat yang kebetulan pangkatnya lebih tinggi kadang merasa lebih baik dari bawahannya. Presiden merasa lebih baik dari menteri, jenderal merasa lebih baik dari kopral, direktur merasa lebih baik dari karyawan dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa sombong juga dapat menghinggapi ilmuwan. Ilmunya setinggi langit, titelnya profesor doktor, hafal Alquran, dapat berbicara dalam banyak bahasa. Tetapi, ia tidak sabar untuk menahan dirinya merasa lebih baik dari masyarakatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang bangsawan, karena merasa berasal dari keturunan yang mulia, aristokrat, darah biru, kadang merasa tidak sepadan jika harus bersanding, bergaul dengan yang bukan bangsawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sifat sombong juga dapat menimpa seorang ahli ibadah atau ulama. Sosok yang secara kasat mata (dhahir) terlihat wara' (sangat hati-hati bersikap), zuhud (sederhana), bertahajud setiap hari, berpuasa senin-kamis, sholat rawatibnya tidak pernah tertinggal. Karena salatnya rajin sekali hingga jidatnya hitam. Namun, ternyata ia tergoda untuk menganggap dirinya orang yang paling suci, paling baik, paling takwa. Orang lain dianggap tidak ada apa-apanya dibanding dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Jangan mengatakan dirimu suci, ia (Allah) yang lebih mengetahui siapakah yang lebih bertaqwa."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (An Najam : 32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kisah Abu Dzar patut kiranya menjadi pelajaran. Suatu ketika beliau sedang marah kepada seorang laki-laki sampai terucap, "Hai anak wanita hitam." Rasulullah mendengar hal itu, kemudian bersabda, "Wahai Abu Dzar, tidak ada keutamaan bagi kulit putih atas kulit hitam," (dalam riwayat lain ditambahkan, "melainkan karena takwa"). Mendengar hal itu Abu Dzar sangat menyesal hingga meminta orang tadi untuk menginjak pipinya.&lt;/span&gt; (HR Imam Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman : &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong), dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (QS, Luqman: 18).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perihal sombong, Rasulullah mendefinisikan dalam sebuah riwayat, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Kibr (sombong) adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia."&lt;/span&gt; (HR Muslim). Dua kata kunci: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;menolak kebenaran dan meremehkan manusia,&lt;/span&gt; itulah sombong. Ketika ada rasa ingin menonjolkan dan membanggakan diri, ketika hati kita keras menerima nasihat terlebih dari yang lebih yunior, ketika pendapat kita enggan untuk dibantah bahkan tidak jarang dipertahankan dengan dalil yang dipaksakan, ketika kita tersinggung tidak diberi ucapan salam terlebih dahulu, ketika kita berharap tempat khusus dalam sebuah majlis, ketika kita tersinggung titel dan jabatan yang dimiliki tidak disebut, maka jangan-jangan virus takabbur telah meracuni diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghozali mengajari cara mawas diri agar tidak terjebak dalam sikap merasa lebih baik. Ketika kita melihat seseorang yang belum dewasa, kita bisa berkata dalam hati: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Anak ini belum pernah berbuat maksiat, sedangkan aku tak terbilang dosa yang telah kulakukan, maka jelas anak ini lebih baik dariku."&lt;/span&gt; Ketika kita melihat orang tua, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Orang ini telah beramal banyak sebelum aku berbuat apa-apa, maka sudah semestinya ia lebih baik dariku."&lt;/span&gt; Ketika kita melihat seorang 'alim, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Orang ini telah dianugerahi ilmu yang tiada kumiliki, ia juga berjasa telah mengajarkan ilmunya. Mengapa aku masih juga memandang ia bodoh, bukankah seharusnya aku bertanya atas yang perlu kuketahui?",&lt;/span&gt; Ketika kita melihat orang bodoh, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Orang ini berbuat dosa karena kebodohannya, sedangkan aku? Aku melakukannya dengan kesadaran bahwa hal itu maksiat. Betapa besar tanggung jawabku kelak."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu riwayat dikisahkan, kota Baghdad diramaikan dengan kabar kedatangan seseorang yang dikenal oleh masyarakat luas sebagai wali (orang saleh). Guru spiritual dan syekh agung Baghdad - Junaidi Al Baghdadi. Kemudian ada seseorang menjumpai beliau dan bertanya, .. Anda-kah sang wali itu ?. Betul, jawab si tamu. Tak berapa lam kemudian berdirilah Syekh Junaidi Al Baghdadi, berpidato dihadapan para muridnya. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Orang ini dusta. Tidak ada seorang wali yang mengetahui dirinya sebagai wali. Dan tak ada seorangpun yang boleh mengatakan bahwa dirinya saleh."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis masuk neraka dan dikutuk oleh Allah untuk selamanya, bukan lantaran dia tidak mempercayai adanya Tuhan (atheis), tapi semata-mata karena prilaku sombong, angkuh, takabur dan tinggi hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, atas dasar apa kita membanggakan diri ? Bukankah dunia ini bersifat fana? Bukankah kekayaan, pangkat, kecantikan, keturunan, pengikut, dan ilmu merupakan anugerah Allah yang bersifat sementara dan ujian bagi setiap manusia? Perbedaan fisik manusia tidak permanen dan ditujukan untuk menguji kesabaran dan akhlak manusia. Semuanya dapat dicabut sewaktu-waktu jika Allah menghendaki. Ia pun dapat merubahnya sekejab, si cantik dapat diubah-Nya menjadi si buruk rupa, sang jagoan bisa menjadi si buta, si kaya dapat bangkrut seketika, sang pejabat menjadi penghuni penjara, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT hanya melihat ketakwaan seorang hamba. Bukan kekayaan, pangkat, fisik atau keturunan. Maka sungguh rugi kalau masih ada anak manusia yang masih merasa ana khairun minhu (saya lebih baik dari dia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishshowab, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Disunting oleh : H. Umar Hapsoro Ishak, dari berbagai sumber - a.l dari : Cybermq.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-6823131687978095209?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/6823131687978095209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=6823131687978095209' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/6823131687978095209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/6823131687978095209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/08/ana-khoirun-minhu.html' title='Ana Khoirun Minhu'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SnRAwniJyjI/AAAAAAAAAj4/3roC4U1WCaw/s72-c/jin-setan-sombong.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-6883291410944276786</id><published>2009-07-24T06:47:00.000-07:00</published><updated>2009-07-24T10:45:14.169-07:00</updated><title type='text'>Ilmuwan Muslim - Ibn Khaldun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/Smm8VzCYiqI/AAAAAAAAAjg/YJhS0KvEQVM/s1600-h/Ibnu+Khaldun+-+Sedang+berfikir+di+meja+kerja.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/Smm8VzCYiqI/AAAAAAAAAjg/YJhS0KvEQVM/s200/Ibnu+Khaldun+-+Sedang+berfikir+di+meja+kerja.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5362023914024766114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div id="yiv462299433"&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Refleksi 600 Tahun Wafatnya Ibnu  Khaldun&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;div&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan November 2006  yang lalu, tiga konferensi antar-bangsa digelar  dalam rangka memperingati 600 tahun wafatnya ilmuwan muslim ini. Yang pertama  pada 3-5 November di Madrid, Spanyol atas kerjasama Islamic Research and  Training Institute IDB dengan Universidad Nacional de Educacion a Distance  (UNED) dan Pusat Kebudayaan Islam setempat. Yang kedua pada 11 November 2006, di  kampus Johann Wolfgang Goethe-Universitaet Frankfurt, dan yang ketiga pada 20-22  November 2006 di ISTAC Kuala Lumpur, Malaysia dengan tema: “Ibn Khaldun’s Legacy  and Its Contemporary Significance”. &lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br /&gt;Sebuah universitas di Bogor telah mengabadikan namanya, namun mungkin masih  ada di antara kita yang belum mengenal sosok serta pemikirannya: sejarawan besar  dan pemikir ulung yang oleh banyak kalangan dianggap sebagai 'bapak sosiologi’  (1332 - 1406 M). &lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Khaldun adalah seorang ilmuwan besar yang terlahir di Tunisia pada 27  Mei 1332 atau 1 Ramadhan 732 H.  Ia bernama lengkap Waliuddin Abdurrahman bin  Muhammad Ibn Khaldun Al-Hadrami Al-Ishbili. Selain dikenal sebagai pemikir  hebat, ia juga seorang politikus kawakan.&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Khaldun hidup dimasa-masa Imperium Islam bagian Barat (termasuk Afrika  Utara) di ambang kehancuran. Andalusia (kini, Spanyol) terpecah-belah menjadi  kerajaan-kerajaan kecil. Kaum Murabitun (Almoravid) dan Muwahhidun (Almohad)  saling rebut wilayah dan pengaruh. Sementara kaum Kristen Spanyol waktu itu  tengah mengkonsolidasi kekuatan mereka dan menyusun strategi untuk melancarkan  serangan besar-besaran demi merebut kembali semua daerah yang diduduki kaum  Muslim – peristiwa kelam yang dinamakan &lt;em&gt;&lt;strong&gt;‘reconquista’  &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br /&gt;Diawali dari Toledo (1085), lalu Cordoba (1236), Seville (1248),  dan kemudian Granada (1492), satu persatu wilayah Islam jatuh ke tangan  orang-orang Kristen. Kondisi sosial-politik yang tak menentu itu tentu saja  banyak memengaruhi perjalanan karir maupun pemikiran Ibnu Khaldun.&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;Setelah mundur dari percaturan politik praktis, Ibnu Khaldun bersama  keluarganya memutuskan untuk menyepi di Qal’at Ibnu Salamah, sebuah istana yang  terletak di negeri Banu Tajin, selama empat tahun. Selama masa kontemplasi  itulah, Ibnu Khaldun menyelesaikan penulisan karyanya yang sangat fenomenal  bertajuk &lt;em&gt;Al-Muqaddimah&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Dalam pengunduran diri inilah saya  merampungkan &lt;em&gt;Al-Muqaddimah&lt;/em&gt;, sebuah karya yang seluruhnya orisinal dalam  perencanaannya dan saya ramu dari hasil penelitian luas yang terbaik,” ungkap  Ibnu Khaldun dalam biografinya yang berjudul &lt;em&gt;Al-Ta’rif bi Ibn-Khaldun wa  Rihlatuhu Gharban wa Sharqan.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Muqaddimah&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;/i&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/Smm8yc3mq5I/AAAAAAAAAjo/WPXrRejRboM/s1600-h/Muqaddimah+-+Ibnu+Khaldun.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/Smm8yc3mq5I/AAAAAAAAAjo/WPXrRejRboM/s200/Muqaddimah+-+Ibnu+Khaldun.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5362024406290181010" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt; Adalah karya monumental Ibnu Khaldun, seorang  ilmuwan yang juga seorang sejarahwan besar pada abad ke-14 M. Buku yang ditulis  pemikir dari Tunisia, Afrika Utara ini tercatat sebagai karya yang sangat  mengagumkan. Pengaruhnya begitru luar biasa, tak hanya mewarnai pemikiran  di  dunia Islam, namun juga peradaban Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Yunani menyebut karya  Ibnu Khaldun itu sebagai &lt;em&gt;Prolegomena.&lt;/em&gt; Sejumlah pemikir sepakat bahwa  Muqaddimah adalah karya pertama yang mengkaji  filsafat sejarah, ilmu-ilmu  sosial, demografi, histografi serta sejarah budaya.  IM Oweiss dalam karyanya  bertajuk &lt;em&gt;Ibn Khaldun: A fourteenth-Century Economist&lt;/em&gt; menilai,  Muqaddimah merupakan salah satu buku perintis ekonomi modern. &lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br /&gt;Buah pikir Ibnu Khaldun itu begitu memukau. Tak heran, jika ahli sejarah  Inggris, Arnold J Toynbee menganggap &lt;em&gt;Al-Muqaddimah &lt;/em&gt;sebagi karya  terbesar dalam jenisnya sepanjang sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ahmad Syafii Ma’arif  dalam bukunya berjudul &lt;em&gt;Ibnu Khaldun dalam Pandangan Penulis Barat dan  Timur&lt;/em&gt;, salah satu tesis Ibnu Khaldun dalam Al-Muqaddimah yang sering  dikutip adalah: `’Manusia bukanlah produk nenek moyangnya, tapi adalah produk  kebiasaan-kebiasaan sosial.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar, Tarif Khalidi dalam  bukunya &lt;em&gt;Classical Arab Islam&lt;/em&gt; membagi &lt;em&gt;Al-Muqaddimah&lt;/em&gt; menjadi  tiga bagian utama; &lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Pertama,&lt;/strong&gt; membicarakan histografi mengupas  kesalahan-kesalahan para sejarawan Arab-Muslim. &lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Kedua,&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;Al-Muqaddimah&lt;/em&gt; mengupas soal ilmu kultur.  Bagi Ibnu Khaldun, ilmu tersebut merupakan dasar bagi pemahaman sejarah. &lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Ketiga,&lt;/strong&gt; mengupas lembaga-lembaga dan ilmu-ilmu keislaman  yang telah berkembang sampai dengan abad ke-14. Meski hanya sebagai pengantar  dari buku utamanya yang berjudul &lt;em&gt;al-Ibar,&lt;/em&gt; kenyataannya  &lt;em&gt;Al-Muqaddimah&lt;/em&gt; lebih termasyhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat dikatakan, seluruh  bangunan teorinya tentang ilmu sosial, kebudayaan, dan sejarah termuat dalam  kitab itu. Dalam buku itu Ibnu Khaldun, menyatakan bahwa kajian sejarah haruslah  melalui pengujian-pengujian yang kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Di tangan Ibnu Khaldun,  sejarah menjadi sesuatu yang rasional, faktual dan bebas dari dongeng-dongeng,”  papar Syafii Ma’arif. Bermodalkan pengalamannya yang malang-melintang di dunia  politik pada masanya, Ibnu Khaldun mampu menulis Al-Muqaddimah dengan jernih.  Dalam kitabnya itu, Ibnu Khaldun juga membahas peradaban manusia, hukum-hukum  kemasyarakatan dan perubahan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Charles Issawi dalam An Arab  Philosophy of History, lewat Al-Muqaddimah, Ibnu Khaldun adalah sarjana pertama  yang menyatakan dengan jelas, sekaligus menerapkan prinsip-prinsip yang menjadi  dasar sosiologi. Salah satu prinsip yang dikemukakan Ibnu Khaldun mengenai ilmu  kemasyarakatan antara lain; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;"Masyarakat tidak statis, bentuk-bentuk  soisal berubah dan berkembang.”&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran Ibnu Khaldun  telah memberi pengaruh yang besar terhadap para ilmuwan Barat. Jauh, sebelum  Aguste Comte pemikir yang banyak menyumbang kepada tradisi ke-intelektualan  positivisme Barat metode penelitian ilmu pernah dikemukakan pemikir-pemikir  Islam seperti Ibnu Khaldun (1332-1406).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam metodeloginya, Ibnu Khaldun  mengutamakan data empirik, verifikasi teoritis, pengujian hipotesis, dan metode  pemerhatian. Semuanya merupakan dasar pokok penelitian keilmuan Barat dan dunia,  saat ini. "Ibnu Khaldun adalah sarjana pertama yang berusaha merumuskan  hukum-hukum sosial,” papar Ilmuwan asal Jerman, Heinrich Simon.  (hri/des)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Ibnu Khaldun  dalam adikaryanya itu juga membedah  dan mengupas masalah teologi Islam.  Yang  lebih menarik lagi, Ibnu Khaldun pun  membahas sains atau ilmu pengetahuan alam dalam kitabnya yang sangat populer  itu. Secara khusus, Ibnu Khaldun mengupas tentang studi  '&lt;strong&gt;&lt;u&gt;biologi'&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; dan '&lt;strong&gt;&lt;u&gt;kimia'&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; dalam bab  tersendiri mengenai ilmu pengetahuan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali karena kesibukannya  sebagai pejabat negara dan keterlibatannya dalam politik, Ibnu Khaldun tidak  banyak menghasilkan karya tulis. Hanya tercatat beberapa buku kecil seputar  logika dan filsafat - “&lt;em&gt;Lubab al-Muhashshal”&lt;/em&gt;, tentang tasawuf -  &lt;em&gt;“Syifa’ as-Sa’il li-Tahdzib al-Masa’il”&lt;/em&gt;, dan sebuah otobiografi -  &lt;em&gt;“at-Ta‘rif”&lt;/em&gt;. Namun, ia meninggalkan sebuah karya raksasa berjudul:  &lt;em&gt;“Tarjuman al-‘Ibar wa Diwan al-Mubtada’ wal Khabar fi Ayyam al-‘Arab wal  Barbar wa man ‘asharahum min dzawi s-Sulthan al-Akbar”.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian  pendahuluan dari kitab inilah yang melejitkan namanya ke seantero jagad. Tak  aneh, sebab ‘Muqaddimah’nya itu tak ubahnya bagaikan kapsul yang memuat ekstrak  prinsip-prinsip yang bekerja dibalik aneka manifestasi ilmu pengetahuan,  pencapaian dan pengalaman masyarakat manusia dari masa ke masa. Sebagaimana  diungkapkan pakar sejarah Arnold Toynbee: &lt;em&gt;“In the Prolegomena (Muqaddimat)  to his Universal History he has conceived and formulated a philosophy of history  which is undoubtedly the greatest work of its kind that has ever yet been  created by any mind in any time or place.”&lt;/em&gt; (Lihat: A Study of History: The  Growths of Civilizations [New York: Oxford University Press, 1962],  3:321-8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya yang ditulis Ibnu Khaldun dalam penjara itu telah  diterjemahkan ke berbagai bahasa seperti Perancis (oleh William de Sale,  Prolégomene historiques d’Ibn Khaldoun, Paris 1862-8), Jerman (oleh Annemarie  Schimmel, Ibn Chaldun: Ausgewaehlte Abschnitte aus der Muqaddima, Tuebingen  1951) dan Inggris (oleh Franz Rosenthal, The Muqaddimah: An Introduction to  History by Ibn Khaldûn, 3 jilid, London 1958). &lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/Smnwfmq-CjI/AAAAAAAAAjw/MVF5Og16-xQ/s1600-h/Ibn+Khaldun.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 137px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/Smnwfmq-CjI/AAAAAAAAAjw/MVF5Og16-xQ/s200/Ibn+Khaldun.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5362081257108671026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pangkal Kejatuhan dan Kejayaan Bangsa&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa pandangan Ibnu Khaldun yang masih sangat relevan kini  untuk menjadi bahan renungan kita yang sedang berusaha bangkit meraih  kejayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat dan negara yang kuat adalah masyarakat dan negara  yang padanya terdapat tiga perkara; &lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama,&lt;/strong&gt; solidaritas kebangsaan yang kokoh, dimana sikap  dan perilaku menzalimi, membenci dan menjatuhkan satu sama lain bertukar menjadi  saling memberi, saling menghargai dan saling melindungi. Ibnu Khaldun  menyebutnya ‘ashabiyyah atau ‘group feeling’ –meminjam terjemahan Rosenthal.  &lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Kedua,&lt;/strong&gt; kuantitas dan kualitas sumberdaya manusianya.  Rakyat yang setia kepada negara akan bertambah makna strategis maupun dampak  positifnya secara ekonomis dsb jika setiap individunya unggul dan mumpuni.  Sebaliknya, keunggulan sumberdaya manusia semata tidak akan banyak berarti jika  suatu negara dilanda krisis demografis yang mengantarkannya kepada kepunahan.  &lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Ketiga,&lt;/strong&gt; kebangkitan suatu bangsa dan kejayaan negara  berawal dari dan hanya akan langgeng apabila orang-orangnya selalu optimis dan  mau terus-menerus bekerja keras. Kesuksesan tidak dicapai sekonyong-konyong (la  yahshulu lahum zhafarun bil munajazah), ujar Ibnu Khaldun dalam Muqaddimah,  iii/49.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Khaldun menganalogikan proses kelahiran dan kehancuran  suatu negara dengan kehidupan manusia. Ada tahap-tahap yang mesti dilalui,  masing-masing dengan pasang-surut dan pahit-manisnya. Menurut Ibnu Khaldun yang  memandang proses sejarah dalam kerangka siklus (ketimbang proses linear ataupun  dialektikal), runtuhnya suatu imperium biasanya diawali dengan kezaliman  pemerintah yang tidak lagi mempedulikan hak dan kesejahteraan rakyatnya (iii/43)  serta sikap sewenang-wenang terhadap rakyat (iii/22). &lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;Akibatnya timbul rasa ketidakpuasan, kebencian dan ketidakpedulian rakyat  terhadap hukum dan aturan yang ada. Situasi ini akan semakin parah bila kemudian  terjadi perpecahan di kalangan elit penguasa yang kerap berbuntut disintegrasi  dan munculnya ‘petty leaders’ (iii/45). &lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br /&gt;Yang paling menarik adalah observasi Ibnu Khaldun pada pasal 11: bahwa  ketika negara sudah mencapai puncak kejayaan, kemakmuran dan kedamaian, maka  pemerintah maupun rakyatnya cenderung menjadi tamak dan melampaui batas dalam  menikmati apa yang mereka miliki dan kuasai. Itulah petanda kejatuhan mereka  sudah dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kejatuhan suatu bangsa hampir selalu didahului atau  diikuti oleh kenaikan bangsa lain yang mewarisi dan meneruskan tradisi maupun  peradaban sebelumnya. Sebagai pengganti yang belum semaju dan secanggih  pendahulunya, bangsa yang baru muncul ini cenderung meniru bangsa yang pernah  menjajahnya hampir dalam segala hal, dari cara berpikir dan bertutur hingga ke  tingkah laku dan soal busana. Proses ini bisa berlangsung tiga sampai empat  generasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa yang dikalahkan cenderung meniru bangsa yang  menaklukannya karena mengira hanya dengan begitu mereka dapat menang kelak. Jika  kejayaan suatu bangsa hanya bertahan empat atau lima generasi, hal itu  dikarenakan &lt;em&gt;&lt;u&gt;generasi pertama adalah ‘pelopor’, generasi kedua ‘pengikut’,  generasi ketiga ‘penerus tradisi’ (tradition keepers), sedangkan generasi  keempat berpaling dari tradisi (tradition losers).&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda  dengan para penulis sejarah sebelumnya, Ibnu Khaldun dalam analisisnya berusaha  objektif. Pendekatan yang dipakainya tidak normatif, akan tetapi  empiris-positivistik. Uraiannya berpijak pada &lt;em&gt;&lt;strong&gt;das Sein dan bukan das  Sollen&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;pada apa yang sesungguhnya terjadi, bukan apa yang  seharusnya terjadi.&lt;/em&gt; Hematnya, kejayaan suatu bangsa lebih ditentukan oleh  apakah dan sejauh mana mereka secara kolektif berhasil memenej potensi-potensi  yang ada padanya semaksimal dan optimal mungkin. (Dr Syamsuddin Arif  -  Harian Republika) &lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;br /&gt;Biologi&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;br /&gt;Teodros Kiros dalam karyanya &lt;em&gt;Explorations in African Political  Thought,&lt;/em&gt; mengatakan, dalam bidang biologi secara khusus Ibnu Khaldun  membahas masalah teori evolusi. Menurut Khaldun, dunia ini dengan segala isinya  memiliki urutan tertentu dan susunan benda. Ia mencoba mencoba mengaitkan antara  penyebab dan hal-hal yang disebabkan, kombinasi dari beberapa bagian penciptaan  dengan yang lain, dan transformasi dari beberapa wujud menjadi sesuatu yang  lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Ibnu Khaldun juga membahas penciptaan dunia. Menurut  dia, makhluk hidup berawal dari sebuah mineral kemudian berkembang dan berakal.  Secara bertahap, kemudian berubah menjadi tanaman dan hewan. "Tahap terakhir  mineral ''terhubung'' dengan tahap pertama dari tanaman, seperti tumbuhan dan  tanaman tak berbiji,'' tutur Ibnu Khaldun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap terakhir tanaman, lanjut  dia, seperti pohon kelapa dan tumbuhan yang merambat (pohon anggur), terhubung  dengan tahap pertama binatang, seperti keong (siput) dan kerang yang hanya  memiliki kekuatan sentuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ibnu Khaldun, dunia binatang kemudian  semakin meluas menjadi berbagai jenis. Dalam proses penciptaan bertahap,  hewan/binatang akhirnya mengarah ke bentuk manusia, yang mampu berpikir dan  mengartikan. "Tahap tertinggi manusia dicapai dari dunia kera, di mana kedua  kecerdasan dan persepsi ditemukan, namun belum mencapai tahap refleksi dan  berpikir sebenarnya," tutur Ibnu Khaldun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Khaldun ternyata seorang  penganut determinisme lingkungan. Dia menjelaskan bahwa kulit hitam itu  disebabkan oleh iklim panas dari gurun Sahara Afrika dan bukan karena keturunan.  "Dia justru menghalau teori Hamitic, di mana anak-anak Ham yang dikutuk oleh  makhluk hitam, sebagai mitos," jelas Chouki El Hamel dalam karyanya  &lt;em&gt;Race,  slavery and Islam in Maghribi Mediterranean thought: the question of the Haratin  in Morocco.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Kimia&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menurut George Anawati, dalam bidang kimia, Ibnu  Khaldun adalah seorang kritikus praktik kimia pada dunia Islam. "Dalam bab 23  berjudul &lt;em&gt;Fi 'Ilm al-kimya,&lt;/em&gt; ia membahas sejarah kimia, yang dilihat dari  ahli kimia seperti Jabir ibnu Hayyan (721-815 M), dan teori dari perubahan logam  dan elixir (obat yang mujarab) kehidupan. " ungkap Anawati dalam karyanya   &lt;em&gt;Arabic Alchemy.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anawati menambahkan dalam bab 26  Kitab  Muqaddimah yang berjudul &lt;em&gt;thamrat Fi inkar al-kimya wa istihalat wujudiha wa  ma yansha min al-mafasid,&lt;/em&gt;  Khadlun  menulis sebuah sanggahan sistematis  tentang kimia dalam sosial, ilmiah, filosofis dan dasar agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia  mengawali sanggahan pada dasar sosial, argumentasi bahwa banyak ahli kimia yang  mampu mendapatkan penghasilan dari hidup karena pemikiran yang menjadi kaya  melalui kimia dan akhirnya kehilangan kredibilitas,"  papar Anawati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu  Khaldun juga berpendapat bahwa beberapa ahli kimia terpaksa melakukan penipuan,  baik secara terbuka dengan menggunakan sedikit lapisan emas/perak di atas  perak/perhiasan tembaga maupun secara diam-diam menggunakan prosedur yang  melapisi pemutihan tembaga dengan menyublimasi raksa. Meski begitu, ia mengakui  bahwa ada saja ahli kimia yang  jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Khaldun juga mengkritisi  pandangan dan teori tenteng kimia yang dicetuskan  al-Farabi, Ibnu Sina dan  Al-Tughrai. "Ilmu pengetahuan manusia tak berdaya bahkan untuk mencapai yang  terendah sekalipun, kimia menyerupai seseorang yang ingin menghasilkan manusia,  binatang atau tanaman."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anawati mengatakan, dalam mengkritisi ilmu  kimia, Ibnu Khaldun pun menggunakan sosial logikanya. Anawati menuturkan bahwa  Ibnu Khaldun dalam kitabnya menegaskan bahwa kimia hanya dapat dicapai melalui  pengaruh psikis &lt;em&gt;(bi-ta'thirat al-nufus)&lt;/em&gt;. Hal yang luar biasa menjadi  salah satu keajaiban dari ilmu gaib/ilmu sihir (rukiat) ... Mereka tak terbatas,  tak dapat diklaim untuk mendapatkan mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof Hamed A EAD, dari  Universitas Kairo dalam tulisannya bertajuk &lt;em&gt;&lt;em&gt;Alchemy in Ibn Khaldun's  Muqaddimah&lt;/em&gt;&lt;/em&gt; mengatakan bahwa Ibnu Khaldun mendefinisikan kimia sebagai  "ilmu yang mempelajari zat yang mana generasi emas dan perak tiruan bisa  diciptakan.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Ibnu Khaldun mengupas ilmu pengetahuan alam dalam  karyanya yang sangat fenomenal, &lt;em&gt;Al-Muqaddimah&lt;/em&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div&gt;Disunting oleh : H. Umar Hapsoro Ishak, dari berbagai sumber -  25/07/09&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-6883291410944276786?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/6883291410944276786/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=6883291410944276786' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/6883291410944276786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/6883291410944276786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/07/ilmuwan-muslim-ibn-khaldun.html' title='Ilmuwan Muslim - Ibn Khaldun'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/Smm8VzCYiqI/AAAAAAAAAjg/YJhS0KvEQVM/s72-c/Ibnu+Khaldun+-+Sedang+berfikir+di+meja+kerja.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-725551608570366138</id><published>2009-06-02T00:18:00.000-07:00</published><updated>2009-06-02T00:34:52.497-07:00</updated><title type='text'>Ku bersujud kepada-Mu ... Ampunilah aku !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SiTTIcWuqBI/AAAAAAAAAjQ/RmkpIZh6DVw/s1600-h/Sujud+di+padang+pasir.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 132px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SiTTIcWuqBI/AAAAAAAAAjQ/RmkpIZh6DVw/s200/Sujud+di+padang+pasir.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342627199972190226" /&gt;&lt;/a&gt;Taubatnya Malik bin Dinar - Rohimahullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupanku dimulai dengan kesia-siaan, mabuk-mabukan, maksiat, berbuat zhalim kepada manusia, memakan hak manusia, memakan riba, dan memukuli manusia. Kulakukan segala kezhaliman, tidak ada satu maksiat melainkan aku telah melakukannya. Sungguh sangat jahat hingga manusia tidak menghargaiku karena kebejatanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malik bin Dinar Rohimahullah menuturkan: Pada suatu hari, aku merindukan pernikahan dan memiliki anak. Maka kemudian aku menikah dan dikaruniai seorang puteri yang kuberi nama Fathimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sangat mencintai Fathimah. Setiap kali dia bertambah besar, bertambah pula keimanan di dalam hatiku dan semakin sedikit maksiat di dalam hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu ketika Fathimah melihatku memegang segelas khamr, maka diapun mendekat kepadaku dan menyingkirkan gelas tersebut hingga tumpah mengenai bajuku. Saat itu umurnya belum genap dua tahun. Seakan-akan Allah Subhanahu wa Ta'ala -lah yang membuatnya melakukan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali dia bertambah besar, semakin bertambah pula keimanan di dalam hatiku. Setiap kali aku mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala selangkah, maka setiap kali itu pula aku menjauhi maksiat sedikit demi sedikit. Hingga usia Fathimah genap tiga tahun, saat itulah Fathimah meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka akupun berubah menjadi orang yang lebih buruk dari sebelumnya. Aku belum memiliki sikap sabar yang ada pada diri seorang mukmin yang dapat menguatkanku di atas cobaan musibah. Kembalilah aku menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Setanpun mempermainkanku, hingga datang suatu hari, setan berkata kepadaku: “Sungguh hari ini engkau akan mabuk-mabukan dengan mabuk yang belum pernah engkau lakukan sebelumnya.” Maka aku bertekad untuk mabuk dan meminum khamr sepanjang malam. Aku minum, minum dan minum. Maka aku lihat diriku telah terlempar di alam mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di alam mimpi tersebut aku melihat hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari telah gelap, lautan telah berubah menjadi api, dan bumipun telah bergoncang. Manusia berkumpul pada hari kiamat. Manusia dalam keadaan berkelompok-kelompok. Sementara aku berada di antara manusia, mendengar seorang penyeru memanggil: Fulan ibn Fulan, kemari! Mari menghadap al-Jabbar. Aku melihat si Fulan tersebut berubah wajahnya menjadi sangat hitam karena sangat ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai aku mendengar seorang penyeru menyeru namaku: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Mari menghadap al-Jabbar!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian hilanglah seluruh manusia dari sekitarku seakan-akan tidak ada seorangpun di padang Mahsyar. Kemudian aku melihat seekor ulat besar yang ganas lagi kuat merayap mengejar kearahku dengan membuka mulutnya. Akupun lari karena sangat ketakutan. Lalu aku mendapati seorang laki-laki tua yang lemah. Akupun berkata: “Hai, selamatkanlah aku dari ular ini!” Dia menjawab: “Wahai anakku aku lemah, aku tak mampu, akan tetapi larilah kearah ini mudah-mudahan engkau selamat!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun berlari kearah yang ditunjukkannya, sementara ular tersebut berada di belakangku. Tiba-tiba aku mendapati api ada dihadapanku. Akupun berkata: “Apakah aku melarikan diri dari seekor ular untuk menjatuhkan diri ke dalam api?” Akupun kembali berlari dengan cepat sementara ular tersebut semakin dekat. Aku kembali kepada lelaki tua yang lemah tersebut dan berkata: “Demi Allah, wajib atasmu menolong dan menyelamatkanku.” Maka dia menangis karena iba dengan keadaanku seraya berkata: “Aku lemah sebagaimana engkau lihat, aku tidak mampu melakukan sesuatupun, akan tetapi larilah kearah gunung tersebut mudah-mudahan engkau selamat!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun berlari menuju gunung tersebut sementara ular akan mematukku. Kemudian aku melihat di atas gunung tersebut terdapat anak-anak kecil, dan aku mendengar semua anak tersebut berteriak: “Wahai Fathimah tolonglah ayahmu, tolonglah ayahmu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya aku mengetahui bahwa dia adalah putriku. Akupun berbahagia bahwa aku mempunyai seorang putri yang meninggal pada usia tiga tahun yang akan menyelamatkanku dari situasi tersebut. Maka diapun memegangku dengan tangan kanannya, dan mengusir ular dengan tangan kirinya sementara aku seperti mayit karena sangat ketakutan. Lalu dia duduk di pangkuanku sebagaimana dulu di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SiTT-5u1wDI/AAAAAAAAAjY/4h8HjwMgWXg/s1600-h/Al-Qur%27an+dan+Tasbih.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 138px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SiTT-5u1wDI/AAAAAAAAAjY/4h8HjwMgWXg/s200/Al-Qur%27an+dan+Tasbih.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342628135570882610" /&gt;&lt;/a&gt;Dia berkata kepadaku:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai ayah, ....&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (Qs. Al-Hadid:16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kukatakan: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Wahai putriku, beritahukanlah kepadaku tentang ular itu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dia berkata: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Itu adalah amal keburukanmu, engkau telah membesarkan dan menumbuhkannya hingga hampir memakanmu. Tidakkah engkau tahu wahai ayah, bahwa amal-amal di dunia akan dirupakan menjadi sesosok bentuk pada hari kiamat? Dan lelaki yang lemah tersebut adalah amal shalihmu, engkau telah melemahkannya hingga dia menangis karena kondisimu dan tidak mampu melakukan sesuatu untuk membantu kondisimu. Seandainya saja engkau tidak melahirkanku, dan seandainya saja tidak mati saat masih kecil, tidak akan ada yang bisa memberikan manfaat kepadamu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia Rohimahullah berkata: Akupun terbangun dari tidurku dan berteriak: “Wahai Rabbku, sudah saatnya wahai Rabbku, ya, “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah.” Lantas aku mandi dan keluar untuk shalat subuh dan ingin segera bertaubat dan kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia Rohimahullah berkata:&lt;br /&gt;Akupun masuk ke dalam masjid dan ternyata imampun membaca ayat yang sama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (Qs. Al-Hadid: 16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kisah taubatnya Malik bin Dinar Rohimahullah yang beliau kemudian menjadi salah seorang imam generasi tabi'in, dan termasuk ulama Basrah. Dia dikenal selalu menangis sepanjang malam dan berkata: “Ya Ilahi, hanya Engkaulah satu-satunya Dzat Yang Mengetahui penghuni sorga dan penghuni neraka, maka yang manakah aku di antara keduanya? Ya Allah, jadikanlah aku termasuk penghuni sorga dan jangan jadikan aku termasuk penghuni neraka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malik bin Dinar Rohimahullah bertaubat dan dia dikenal pada setiap harinya selalu berdiri di pintu masjid berseru: .. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Wahai para hamba yang bermaksiat, kembalilah kepada Penolong-mu! Wahai orang-orang yang lalai, kembalilah kepada Penolong-mu! Wahai orang yang melarikan diri (dari ketaatan), kembalilah kepada Penolong-mu! Penolong-mu senantiasa menyeru memanggilmu di malam dan siang hari."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berfirman kepadamu: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Barangsiapa mendekatkan dirinya kepada-Ku satu jengkal, maka Aku akan mendekatkan diri-Ku kepadanya satu hasta. Jika dia mendekatkan dirinya kepada-Ku satu hasta, maka Aku akan mendekatkan diri-Ku kepadanya satu depa. Siapa yang mendatangi-Ku dengan berjalan, Aku akan mendatanginya dengan berlari kecil.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar memberikan rizki taubat kepada kita. Tidak ada sesembahan yang hak selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zhalim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malik bin Dinar Rohimahullah wafat pada tahun 130 H. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala merahmatinya dengan rahmat-Nya yang luas. (Misanul I'tidal, III/426).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran Suci berbicara tentang memohon ampun:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Dan bersegeralah kalian memohon ampun kepada Tuhan kalian, dan surga yang seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (QS Ali ‘Imran [3]: 132)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Dan barangsiapa yang melakukan kejahatan dan menzalimi dirinya sendiri, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, ia akan menemukan bahwa Allah itu Maha Pengampun Maha Penyayang."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (QS an-Nisa [4]: 110)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya? Dan Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&gt; (QS al-Maidah [5]: 74)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis-hadis berikut ini berbicara dengan indah dan bagus sekali tentang istighfar (memohon ampun):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rasulullah saw bersabda, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Beruntung orang yang menemukan dalam catatan amalannya banyak permohonan ampun (istighfar).”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Imam Ridha as berkata, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Perumpamaan istighfar ibarat daun-daun di atas sebatang pohon. Apabila pohon itu digoyang, maka daun-daunnya berguguran.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Imam Ali as berkata, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Harumkanlah diri kalian dengan istighfar maka bau busuk dosa-dosa kalian tidak mengganggu kalian.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Rasulullah saw bersabda, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Perbanyaklah memohon ampun karena Allah tidak mengajarkan kalian bagaimana memohon ampun kecuali karena Dia ingin mengampuni kalian.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini ku salin dan ku sunting dalam catatan ini untuk menasehati diriku dan keluargaku serta sahabat-sahabatku, agar selalu ingat kemana kita akan kembali untuk mempertanggung-jawabkan segala perbuatan kita di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;" Ya Allah ku bersujud kepada-Mu memohon ampunan-Mu atas segala dosa yang hamba perbuat, .. Ya Allah dosaku menggunung, .. ampunilah hamba-Mu ini, .. hanya kepada-Mu aku memohon ampunan "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disalin &amp;amp; disunting oleh : H. Umar Hapsoro Ishak&lt;br /&gt;*Dari berbagai sumber : a.l dari ~Qiblati edisi 06 tahun II – Maret 2007 M /Shafar 1428 H&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-725551608570366138?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/725551608570366138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=725551608570366138' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/725551608570366138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/725551608570366138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/06/ku-bersujud-kepada-mu-ampunilah-aku.html' title='Ku bersujud kepada-Mu ... Ampunilah aku !'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SiTTIcWuqBI/AAAAAAAAAjQ/RmkpIZh6DVw/s72-c/Sujud+di+padang+pasir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-3389885053663384403</id><published>2009-05-31T19:27:00.000-07:00</published><updated>2009-05-31T19:41:29.798-07:00</updated><title type='text'>Jangan ... Jangan Lakukan Itu Saudaraku !!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SiM-CMZ5USI/AAAAAAAAAi4/vVtS7EiAeQo/s1600-h/Raudhoh+-Antara+Mimbar+dan+Rumah+Rasulullah+saw.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SiM-CMZ5USI/AAAAAAAAAi4/vVtS7EiAeQo/s200/Raudhoh+-Antara+Mimbar+dan+Rumah+Rasulullah+saw.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342181790402040098" /&gt;&lt;/a&gt;Membaca kehidupan orang-orang sholeh sungguh menakjubkan. Terlebih lagi jika mereka adalah generasi terbaik umat ini. Kehidupan mereka bertabur mutiara hikmah dan pelajaran berharga bagi kehidupan generasi sesudahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab-kitab sejarah dan sunnah telah menorehkan lembaran-lembaran emas kehidupan mereka. Beruntunglah orang-orang yang meneladani mereka dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar”. ,(At Taubah 100)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SiM-izXSwtI/AAAAAAAAAjA/GDpJKx6RXPo/s1600-h/Sedang+Belajar.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SiM-izXSwtI/AAAAAAAAAjA/GDpJKx6RXPo/s200/Sedang+Belajar.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342182350615921362" /&gt;&lt;/a&gt;Ada sebuah kisah menakjubkan yang dinukilkan kepada kita oleh “kutubussunnah” . Kisah yang terjadi antara dua orang sahabat mulia; Abu Bakr Ash-Shiddiq rodhiyallahu ‘anhu. Manusia paling afdhol setelah para rasul dan nabi. Kholifah Ar-Rosyid yang pertama semoga Allah meridhoinya. Dan khodim Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama. Yang pernah memintanya untuk menemaninya di surga. Lantas Nabi berkata kepadanya, “Kalau begitu aku akan mendo’akanmu, tetapi bantulah aku atas dirimu dengan memperbanyak sujud”. Dialah Robi’ah bin Ka’ab Al-Aslamy rodhiyallahu ‘anhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini diriwayatkan oleh Imam Al-Hakim di Mustadroknya, ia berkata, “Ini adalah hadits shohih menurut syarat Muslim dan keduanya tidak mengeluarkannya” . Dari Robi’ah bin Ka’ab Al-Aslamy rodhiyallahu ‘anhu ia menuturkan, Rasulullah shollahu ‘alaihi wasallama memberiku sebidang tanah, dan ia juga memberi Abu Bakar sebidang tanah. Lalu kami berselisih pada sepokok kurma. Ia (Robi’ah) berkata, “Maka datanglah dunia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Abu Bakar berkata, “Ini termasuk dalam batas tanahku”. Aku pun menyanggah, “Tidak .. akan tetapi ini termasuk dalam batas tanahku”. Lantas Abu Bakar melontarkan kepadaku kata-kata yang tidak aku sukai. Dan dia menyesali kata-katanya itu. Maka ia berkata kepadaku, “Hai Robi’ah, ucapkanlah kepadaku seperti apa yang telah aku katakan kepadamu sehingga menjadi qishosh”. Aku menjawab, “Tidak, demi Allah aku tidak akan mengatakan kepadamu kecuali yang baik”. Abu Bakar kembali berkata, “Demi Allah, engkau harus mengucapkan kepadaku seperti ucapanku kepadamu sehingga menjadi qishosh atau aku akan mengadukanmu kepada Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berkata, “Tidak, aku tidak akan mengatakan kepadamu kecuali yang baik”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Abu Bakar tidak menerima pembagian tanah tersebut, dan ia mendatangi Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama. Sementara aku (Robi’ah) mengikuti di belakangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekelompok orang dari suku Aslam (suku Robi’ah) berkata, “Semoga Allah merahmati Abu Bakar. Dia yang telah melontarkan kata-kata itu kepadamu, kenapa dia yang mengadukanmu kepada Rasulullah?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berkata, “Tahukah kalian siapa ini? Ini adalah Abu Bakar .. teman Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama di dalam gua. Orang yang dituakan oleh kaum muslimin. Jangan sampai ia menoleh dan melihat kalian membelaku, sehingga dia marah lantas Rasulullah ikut marah karena kemarahanya, maka Allah akan marah pula karena kemarahan keduanya. Jika sampai itu terjadi celakalah Robi’ah. Pulanglah kalian!!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robi’ah bergegas menyusul Abu Bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai Abu Bakar di hadapan Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallama, ia menceritakan apa yang terjadi antara dia dan Robi’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah berkata kepada Robi’ah, “Hai Robi’ah, ada apa antara kamu dengan Ash-Shiddiq?” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robi’ah menceritakan apa yang terjadi dan apa yang diucapkan oleh Abu Bakar kepadanya. Dan keengganannya membalas Abu Bakar dengan ucapan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama berkata kepadanya, “Baiklah, jangan katakan kepadanya seperti yang dikatakannya kepadamu, akan tetapi katakanlah ‘Semoga Allah mengampunimu hai Abu Bakar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Abu Bakar pergi meninggalkan majelis tersebut sambil menangis …[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah menakjubkan yang dinukilkah oleh kutubussunah kepada kita. Di dalamnya terkandung butir-butir pelajaran berharga bagi setiap muslim yang ingin meneladani generasi emas umat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah dari mana kita mulai memetik pelajaran kisah ini. Apakah dari Rasulullah shollallahu yang adil dan bijaksana; bagaimana beliau mendengarkan masalah ini dari kedua belah pihak. Dan bagaimana beliau akhirnya membuat keduanya melewati polemik ini dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataukah kita mulai dari jiwa besar Ash-Shiddiq rodhiyallahu ‘anhu. Ataukah kita akan membicarakan akhlak Robi’ah dan penghormatannya terhadap Ash-Shiddiq? ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akar kisah ini adalah apa yang terjadi di antara dua orang sahabat yang mulia ini, dan pandangan mereka yang berbeda tentang sebatang korma yang menjadi pemicu perselisihan kecil antara keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kisah ini, Robi’ah menuturkan penyebab terjadinya perselisihan ini, ia mengatakan (Dan datanglah dunia …) maksudnya sebab utama adalah karena perhatian kepada dunia dan perhiasannya. Seolah-olah Robi’ah rodhiyallahu ‘anhu mengatakan kepada kita bahwa "dunia dan perhiasaannya adalah penyebab banyak perselisihan di antara sesama muslim". Seolah-olah ia mengatakan kepada kita, kenapa harus berselisih, bertengkar, dan saling memutus hubungan persaudaraan hanya karena harta, tanah atau warisan dan urusan dunia lainnya?? Sampai kapan dunia ini menyibukkan kita dari tujuan dan cita-cita yang mulia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SiM_aWROD7I/AAAAAAAAAjI/pNz7wcY7KNo/s1600-h/Al-Qur%27an+dan+Tasbih.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 138px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SiM_aWROD7I/AAAAAAAAAjI/pNz7wcY7KNo/s200/Al-Qur%27an+dan+Tasbih.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342183304878493618" /&gt;&lt;/a&gt;Dengarkan firman Robb kita Subhanahu wa Ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, “Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah, Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (Al-Kahfi : 45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian cobalah ulang lagi membaca dan merenungi penuturan Robi’ah (Lantas Abu Bakar melontarkan kepadaku kata-kata yang tidak aku sukai. Dan dia menyesali kata-katanya itu). Tidak diceritakan apa kalimat yang telah dilontarkan Abu Bakar kepada Robi’ah. Kita yakin tentu kalimat tersebut tak lebih dari sekedar ketidak sengajaan yang segera di sadari Abu Bakar dengan penyesalannya atas apa yang telah ia ucapkan. Ini merupakan ‘ibroh yang luar biasa. Seorang yang berjiwa besar sekalipun ia dihormati jika keliru segera kembali kepada yang benar. Kemudian tidak adanya nukilan ucapan Abu Bakar tersebut mengisyaratkan kepada kita bahwasanya Robi’ah sama sekali tidak memendam dendam. Ia ingin ucapan Abu Bakar tersebut dilupakan dan tidak diingat …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar rodhiyallahu ‘anhu meminta Robi’ah rodhiyallahu ‘anhu membalas ucapannya sebagai qishosh atas perbuatannya. Kedudukannya di sisi Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama tidak membuatnya menghinakan dan merendahkan seseorangpun dari kaum muslimin bahkan dia tidak ingin menyakiti seseorangpun sekalipun itu hanya dengan ucapan sepele.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sikap yang mulia ini Ash-Shiddiq mengajarkan kepada kita sifat adil, tawadhu dan tidak sombong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain juga tergambar jiwa besar Robi’ah. Ia tidak ingin membalas kalimat yang tidak disukainya dengan kalimat yang semisal. Bahkan ia menegaskan (Tidak ..demi Allah aku tidak akan katakan kepadamu kecuali yang baik). Ini peringatan bagi kita agar kita tidak membalas keburukan dengan keburukan. Jangan biarkan syetan mendapatkan celah untuk merusak mu’amalahmu bersama saudara-saudara dan sahabat-sahabatmu. Jangan ucapkan dengan lisanmu kecuali yang ucapan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan”. (Al-Mukminun : 96)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga menjadi ‘ibroh yang berharga bagi orang-orang yang menjadikan lisannya laksana pedang untuk mencaci-maki, mencela, mengolok-olok, memakan bangkai saudaranya (ghibah), atau berdusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan .. jangan lakukan itu saudaraku!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia memberikan kepada kita pelajaran lain yaitu ’sabar’. Ia tidak membalas ucapan Abu Bakar .. sama sekali tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah ini pelajaran bagi kita semua, agar kita mengendalikan nafsu dan emosi kita. Sangat disayangkan sebagian orang membalas satu kata dengan dua kali lipat atau bahkan berlebih-lebihan. Masalah sepele saja memantik emosinya, sehingga menggelegak lalu mencela, memaki dan melaknat. Lupakah ia wasiat Qudwah-nya shollallahu ‘alaihi wa sallama ketika mewasiatkan salah seorang sahabatnya, “Jangan marah”.[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Abu Bakar yang menyesali perkataannya, ketika Robi’ah tidak mau membalasnya ia pergi menemui Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama untuk meminta petunjuk dalam masalahnya itu. Ini mengandung faedah yang agung yaitu meminta bantuan orang yang lain yang bisa dipercaya dan amanah untuk menjadi penengah dan membantu mendamaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Robi’ah mengikutinya. Di jalan beberapa orang kaum Robi’ah berusaha menghalanginya mengikuti Abu Bakar. Seolah-olah mereka mengatakan kepadanya (bukankah Abu Bakar yang salah kepadamu, dan engkau yang benar? Kenapa engkau mengikutinya? ) dengarkan jawaban yang sangat dalam maknanya dari Robi’ah (Tahukah kalian siapa ini? Ini adalah Abu Bakar, ini adalah teman (Rasulullah) di dalam gua .. orang yang dituakan oleh kaum muslimin!! Jangan sampai ia melihat kalian membelaku, lalu dia marah, lantas Rasulullah marah karena kemarahannya maka Allah pun marah karena kemarahan keduanya sehingga binasalah Robi’ah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh akhlak yang tinggi baik perkataan maupun perbuatannya. Budi pekerti nan luhur dalam bermu’amalah, menghormati dan memuliakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua bagaimana memposisikan orang lain sesuai dengan kedudukannya. Semoga Allah meridhoimu hai Robi’ah ketika engkau mengetahui keutamaan orang yang memiliki kedudukan. Semoga Allah meridhoimu ketika engkau menghormati Abu Bakar dan memuliakannya. Semoga Allah meridoimu ketika engkau menimbang permasalahaan dengan timbangan syara’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah …Robi’ah mengetahui kedudukan Abu Bakar di sisi Rasulullah, maka dia takut kemarahannya karena dia khawatir itu akan menyebabkan Rasulullah marah lalu menyebabkan Allah juga marah. Ini yang tidak terpikirkan oleh kaumnya yang menimbang masalah itu dengan emosi mereka semata. Dalam masalah ini pelajaran berharga bagi umat, bahwasanya emosi dan perasaan yang tidak dikontrol dengan batasan-batasan syara’ menyebabkan hasil-hasil yang tidak terpuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah wahai saudaraku ..apa yang terjadi ditengah umat islam. Munculnya pemikiran-pemikiran dan perbuatan-perbuatan yang digerakkan oleh emosi dan semangat yang tidak mengikuti rambu-rambu syara’ ..sehingga menimbulkan kerusakan di muka bumi ..meledakkan, menghancurkan dan mengkafirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku kaum muslimin … ilmu syar’I yang dibangun di atas pondasi yang shohih adalah satu-satunya jalan menggapai keselamatan umat dan kemenangannya. Kita adalah umat yang memiliki manhaj dan azas yang jelas. Pilar-pilarnya jelas ..takkan ada yang menggoyahkan baik hawa yang diikuti atau emosi yg tak terkendali atau semangat yg kosong dari ilmu syar’i, selama kita berpegang teguh dengan dasar-dasar yang shohih tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang terjadi di antara dua orang sahabat sebelum keduanya sampai kepada Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama. Adapun yang terjadi dihadapan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama. Keduanya bertemu dihadapan Rasulullah. Dan beliau mendengarkan dari keduanya dengan seksama. Beginilah Rasulullah dengan para sahabatnya rodhiyallahu anhum; mendengarkan mereka, duduk bersama mereka. Mereka meminta pendapatnya lalu beliau memberikan petunjuk dan saran. Mereka bertanya beliau menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kisah ini, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama mendengarkan penuturan keduanya. Dia tidak hanya mendengarkan sepihak. Ini bentuk keadilan beliau. Setelah beliau mendengar keduanya dan setelah jelas semua permasalahan, ia menunjukkan kepada Robi’ah yang lebih baik dari membalas ucapan Abu Bakar, dan beliau mendukungnya untuk tidak membalas bahkan beliau berkata kepadanya, “Katakan kepadanya (semoga Allah mengampunimu hai Abu Bakar)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robi’ah pun mengucapkannya ..namun jiwa besar Abu Bakar rodhiyallahu ‘anhu yang takut kepada Allah tidak sanggup menerimanya sehingga air matanya mendahului kata-katanya. Dan ia pun pergi dengan menangis semoga Allah meridhoinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah .. Alangkah indah dan mengagumkannya kisah ini, penuh dengan akhlak yang mulia, budi pekerti nan tinggi, saling memaafkan dan berlapang dada. Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim”.(Asy Syuura 40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah memberikan kekuatan dan keteguhan kepada kita untuk meneladani Salafush Sholeh .. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Kisah ini juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad (4/58-59) dan Ath-Thobroni di Al-Mu’jamul Kabir (5/52-530 dan Ibnu Asakir di At-Tarikh (9/583) dan isnadnya dihasankan oleh Syeikh Al-Albany di As-Silsilah Ash-Shohihah (no. 3145).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : www.abuzubair. net&lt;br /&gt;Copied : milis pengusahamuslim.com&lt;br /&gt;Posted : H. Umar Hapsoro Ishak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-3389885053663384403?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/3389885053663384403/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=3389885053663384403' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/3389885053663384403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/3389885053663384403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/05/jangan-jangan-lakukan-itu-saudaraku.html' title='Jangan ... Jangan Lakukan Itu Saudaraku !!!'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SiM-CMZ5USI/AAAAAAAAAi4/vVtS7EiAeQo/s72-c/Raudhoh+-Antara+Mimbar+dan+Rumah+Rasulullah+saw.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-3495779391645516420</id><published>2009-05-09T00:37:00.000-07:00</published><updated>2009-05-09T00:51:50.099-07:00</updated><title type='text'>WASPADALAH TERHADAP PERANGKAP RIYA...!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SgUzLtrCBdI/AAAAAAAAAiw/HWtKHgS8uUk/s1600-h/berdoa+-+1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SgUzLtrCBdI/AAAAAAAAAiw/HWtKHgS8uUk/s200/berdoa+-+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333725610021881298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;IKHLAS UNTUK ALLAH TA’ALA &lt;/span&gt;[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa syarat diterimanya amal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum anda melangkah satu langkah - hendaklah anda mengetahui jalan untuk merengkuh keselamatanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah anda memberati diri dengan amalan-amalan yang banyak,. Karena, alangkah banyak orang yang memperbanyak amalan, namun hal itu tidak memberikan manfaat kepadanya kecuali rasa capai dan keletihan semata di dunia dan siksaan di akhirat. [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, sebelum memulai semua amalan, hendaklah anda mengetahui syarat diterimanya amal. Yaitu harus terpenuhi dua perkara penting pada setiap amalan. Jika salah satu tidak tercapai, akibatnya amalan seseorang tidak ada harapan untuk diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Amalan itu telah diperintahkan Allah SWT., dalam Al-Qur’an, atau dijelaskan oleh Rasul-Nya Saw., dan sunnahnya, serta mengikuti Rasulullah Saw. dalam pelaksanaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika salah satu dari dua syarat ini rusak, perbuatan yang baik tidak masuk kategori amal shalih dan tidak akan diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Pernyataan ini ditegaskan dalam firman Allah Ta’ala;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Rabb-nya”&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;[Al-Kahfi : 110]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini, Allah SWT., memerintahkan agar amal yang dikerjakan ialah amalan shalih, yaitu amal perbuatan yang sesuai dengan aturan syari’at. Selanjutnya, Allah SWT., memerintahkan orang yang menjalankannya supaya mengikhlaskan amalan itu kepada Allah Ta’ala semata, tidak mencari pahala atau pamrih dari selain-Nya dengan amalan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafiz Ibnu Katsir berkata dalam tafsirnya ; “Dua perkara ini merupakan rukun diterimanya suatu amalan. Yaitu, amalan itu harus murni untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala dan benar sesuai dengan petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Keterangan serupa juga diriwayatkan Al-Qadhi Iyadh rahimahullah dan lainnya” [Tafsir surah Al-Kahfi].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PERINTAH IKHLAS, LARANGAN BERBUAT RIYA DAN SYIRIK&lt;/span&gt; [3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, wahai saudaraku muslim, bahwa semua amalan pasti terjadi dengan niat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Sesungguhnya semua amalan ini terjadi dengan niat, dan setiap orang mendapatkan apa yang dia niatkan”&lt;/span&gt; [4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam amal itu harus mengikhlaskan niat untuk Allah Ta’ala berdasarkan firman Allah SWT.;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Padahal mereka tidak disuruh, kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat ; dan yang demikian itulah agama yang lurus.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; [Al-Bayyinah : 5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT., juga berfirman;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Katakanlah : ‘Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atas kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; [Ali-Imran : 29]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT,. juga telah memperingatkan bahaya dari berbuat riya’, dalam firman-Nya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapus amalmu”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; [Az-Zumar : 65]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Allah Ta’ala berfirman ; “Aku sangat tidak membutuhkan sekutu. Barangsiapa beramal dengan suatu amalan, dia mneyekutukan selain Aku bersama-Ku pada amalan itu, Aku tinggalkan dia dan sekutunya”&lt;/span&gt; [HR Muslim, no. 2985]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Barangsiapa mempelajari ilmu yang dengannya dicari wajah Allah Azza wa Jalla, namun ia tidak mempelajarinya kecuali untuk meraih kesenangan dunia dengan ilmu itu, ia tidak akan mendapat aroma surga pada hari kiamat”&lt;/span&gt; [5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;RIYA DAN JENIS-JENISNYA.&lt;/span&gt; [6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara jenis riya’ ialah sebagi berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1). Riya Yang Berkaitan Dengan Badan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya dengan menampakkan kekurusan dan wajah pucat, agar penampakan ini, orang-orang yang melihatnya menilainya memiliki kesungguhan dan dominannya rasa takut terhadap akhirat. Dan yang mendekati penampilan seperti ini ialah dengan merendahkan suara, menjadikan dua matanya menjadi cekung, menampakkan keloyoan badan, untuk menampakkan bahwa ia rajin berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2). Riya Dari Sisi Pakaian;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, membiarkan bekas sujud pada wajah, mengenakan pakaian jenis tertentu yang biasa dikenakan oleh sekelompok orang yang masyarakat menilai mereka sebagai ulama, maka dia mengenakan pakaian itu agar dikatakan sebagai orang alim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3). Riya Dengan Perkataan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya, riya’ seperti ini dilakukan oleh orang-orang yang menjalankan agama. Yaitu dengan memberi nasihat, memberi peringatan, menghafalkan hadits-hadits dan riwayat-riwayat, dengan tujuan untuk berdiskusi dan melakukan perdebatan, menampakkan kelebihan ilmu, berdzikir dengan menggerakkan dua bibir di hadapan orang banyak, menampakkan kemarahan terhadap kemungkaran di hadapan manusia, membaca Al-Qur’an dengan merendahkan dan melembutkan suara. Semua itu untuk menunjukkan rasa takut, sedih, dan khusyu’ (kepada Allah, pent).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4). Riya’ Dengan Perbuatan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti riya’nya seseorang yang shalat dengan berdiri sedemikian lama, memanjangkan ruku, sujud dan menampakkan kekhusyu’an, riya’ dengan memperlihatkan puasa, perang (jihad), haji, shadaqah dan semacamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5). Riya’ Dengan Kawan-Kawan Dan Tamu-Tamu;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti orang yang memberatkan dirinya meminta kunjungan seorang alim (ahli ilmu) atau ‘abid (ahli ibadah), agar dikatakan “sesungguhnya si Fulan telah mengunjungi si Fulan”. Atau juga mengundang orang banyak untuk mengunjunginya, agar dikatakan “sesungguhnya orang-orang baragama sering mendatanginya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PERKARA YANG DISANGKA RIYA DAN SYIRIK, PADAHAL BUKAN !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1). Pujian Manusia Untuk Seseorang Terhadap Perbuatan Baiknya;&lt;br /&gt;Dari Abu Dzar, dia berkata : Ditanyakan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Beritakan kepadaku tentang seseorang yang melakukan amalan kebaikan dan orang-orang memujinya padanya!” Beliau bersabda : “itu adalah kabar gembira yang segera bagi seorang mukmin” &lt;/span&gt;[HR Muslim, no. 2642, Pent)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2). Giatnya Seorang Hamba Melakukan Ibadah Pada Saat Dilihat Oleh Orang-Orang Yang Beribadah&lt;br /&gt;Al-Maqdisi rahimahullah berkata : Terkadang seseorang bermalam bersama orang-orang yang melaksanakan shalat tahajjud, lalu mereka semua melakukan shalat di sebahagian besar waktu malamnya, sedangkan kebiasaan orang itu melakukan shalat malam satu jam, sehingga ia pun menyesuaikan dengan mereka. Atau mereka berpuasa, lalu ia pun berpuasa. Seandainya bukan karena orang-orang itu, semangat tersebut tidak muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada seseorang yang menyangka bahwa (perbuatan) itu merupakan riya’, padahal tidak mutlak demikian. Bahkan padanya terdapat perincian, bahwasanya setiap mukmin menyukai beribadah kepada Allah Ta’ala, tetapi terkadang banyak kendala yang menghalanginya. Dan kelalaian telah menyeretnya, sehingga dengan menyaksikan orang lain itu, maka kemungkinan menjadi faktor yang menyebabkan hilangnya kelalaian tersebut, kemudian ia dapat menguji urusannya itu, dengan cara menggambarkan orang-orang lain itu berada di suatu tempat yang dia dapat melihat mereka, namun mereka tidak dapat melihatnya. Jika dia melihat jiwanya ringan melakukan ibadah, maka itu untuk Allah. Jika jiwanya merasa berat, maka keringanan jiwanya di hadapan orang banyak itu merupakan riya’. Bandingkan (perkara lainnya) dengan ini” [7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku katakan :&lt;br /&gt;Kemalasan seseorang ketika sendirian datang masuk dalam konteks sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Sesungguhnya srigala itu hanyalah memakan kambing yang menyendiri",&lt;/span&gt; sedangkan semangatnya masuk ke dalam bab melaksanakan sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Hendaklah kamu menetapi jama’ah"&lt;/span&gt; [8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3). Membaguskan Dan Memperindah Pakaian, Sandal Dan Semacamnya&lt;br /&gt;Di dalam Shahih Muslim, dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan seberat biji sawi”. Seorang laki-laki bertanya : &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Ada seseorang suka bajunya bagus dan sandalnya bagus (apakah termasuk kesombongan? )”. Beliau menjawab : “Sesungguhnya Allah Maha Indah dan menyukai keindahan kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia”&lt;/span&gt; [HR Muslim no. 2749, Pent]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4). Tidak Menceritakan Dosa-Dosanya Dan Menyembunyikan&lt;br /&gt;Ini merupakan kewajiban menurut syari’at atas setiap muslim, tidak boleh menceritakan kemaksiatan- kemaksiatan berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Semua umatku akan diampuni (atau : tidak boleh dighibah) kecuali orang yang melakukan kemaksiatan dengan terang-terangan. Dan sesungguhnya termasuk melakukan kemaksiatan dengan terang-terangan, yaitu seseorang yang melakukan perbuatan (kemaksiatan) pada waktu malam dan Allah telah menutupinya (yakni, tidak ada orang yang mengetahuinya, Pent), lalu ketika pagi dia mengatakan : “Hai Fulan, kemarin aku melakukan ini dan itu”, padahal pada waktu malam Allah telah menutupinya, namun ketika masuk waktu pagi dia membuka tirai Allah terhadapnya”&lt;/span&gt; [HR Al-Bukhari, no. 6069, Muslim no. 2990, Pent]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menceritakan dosa-dosa memiliki banyak kerusakan, (dan) bukan di sini perinciannya. Di antaranya, mendorong seseorang untuk berbuat maksiat di tengah-tengah hamba dan menyepelekan perintah-perintah Allah Ta’ala. Barangsiapa menyangka bahwa menyembunyikan dosa-dosa merupakan riya’ dan menceritakan dosa-dosa merupakan keikhlasan, maka orang itu telah dirancukan oleh setan. Kita berlindung kepada Allah darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5). Seorang Hamba Yang Meraih Ketenaran Dengan Tanpa Mencarinya&lt;br /&gt;Al-Maqdisi berkata : “Yang tercela, ialah seseorang mencari ketenaran. Adapaun adanya ketenaran dari sisi Allah Ta’ala tanpa usaha menusia untuk mencarinya, maka demikian itu tidak tercela. Namun adanya ketenaran itu merupakan cobaan bagi orang-orang yang lemah (imannya, Pent)” [9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian, beberapa penjelasan berkaitan dengan riya’. Semoga Allah Azza wa Jalla menjauhkan kita semua dari sifat buruk ini, baik dalam perkataan maupun perbuatan, serta semoga menjadikan kita termasuk orang-orang yang ikhlas dalam beramal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Washallallahu ‘ala nabiyyna Muhammad wa ‘ala alihi washahbihi ajma’in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 01/Tahun XII/1429H/2008M. . Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Almat Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183. telp. 0271-5891016]&lt;br /&gt;__________&lt;br /&gt;Footnotes&lt;br /&gt;[1]. Diasadur dari Kitab Al-Ikhlas, Syaih Husain bin Audah Al-Awaisyah, Maktabah Islamiyyah, cetakan VII, Tahun 1413H-1992M halaman 9-10&lt;br /&gt;[2]. Contoh dalam masalah ini adalah sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa slam ; “Alangkah banyak orang yang berpuasa, namun ia tidak mendapatkan bagian dari puasanya kecuali lapar. Dan alangkah banyak orang yang shalat malam, namun ia tidak mendapatkan bagian dari shalat malamnya kecuali begadang” [HR Ibnu Majah, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dan dishahihkan oleh guru kami Syaikh Al-Albani dalam Shahihul-Jami, no. 3482]&lt;br /&gt;[3]. Lihat kitab Al-Ikhlas, halaman 11-13&lt;br /&gt;[4]. Bagian dari sebuah hadits di dalam dua kitab shahih&lt;br /&gt;[5]. HR Abu Dawud dengan sanad yang shahih&lt;br /&gt;[6]. Kitab Al-Ikhlas, halaman 63-67&lt;br /&gt;[7]. Mukhtashar Minhajul Qashidin, halaman 234&lt;br /&gt;[8]. Nash haditsnya ialah : “Tidaklah tiga orang tinggal di sebuah desa atau padang pasir, shalat (jama’ah) tidak ditegakkan pada diri mereka kecuali mereka akan dikuasai oleh setan. Maka hendaklah kamu menetapi jama’ah, karena sesungguhnya srigala itu hanyalah memakan kambing yang menyendiri” [HR Abu Dawud, dihasankan Syaikh Al-Albani, Pent]&lt;br /&gt;[9]. Mukhtashar Minhajul Qashidin, halaman 218&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber : manhaj.or.id&lt;br /&gt;Disunting oleh : H. Umar Hapsoro Ishak&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-3495779391645516420?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/3495779391645516420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=3495779391645516420' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/3495779391645516420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/3495779391645516420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/05/ikhlas-untuk-allah-taala-1-apa-syarat.html' title='WASPADALAH TERHADAP PERANGKAP RIYA...!'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SgUzLtrCBdI/AAAAAAAAAiw/HWtKHgS8uUk/s72-c/berdoa+-+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-6858540362974159511</id><published>2009-04-23T00:21:00.000-07:00</published><updated>2009-04-23T05:34:22.275-07:00</updated><title type='text'>Duta Islam Yang Pertama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SfBdqwYMvcI/AAAAAAAAAh4/tV6b05Vk93E/s1600-h/Pembela+Agama+Allah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 182px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SfBdqwYMvcI/AAAAAAAAAh4/tV6b05Vk93E/s200/Pembela+Agama+Allah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327861348301585858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Assalamu'alaikum wr. wb,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mush'ab bin Umair salah seorang di antara para shahabat Nabi. Alangkah baiknya jika&lt;br /&gt;kita, memulai kisah dengan pribadi-nya: Seorang remaja Quraisy terkemuka, seorang yang paling ganteng dan tampan, penuh dengan jiwa dan semangat muda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para muarrikh dan ahli riwayat melukiskan semangat kemudaannya dengan kalimat:&lt;br /&gt;"Seorang warga kota Mekah yang mempunyai nama paling harum". Ia lahir dan dibesarkan dalam kesenangan, dan tumbuh dalam lingkungannya. Mungkin tak seorang pun di antara anak-anak muda Mekah yang beruntung dimanjakan oleh kedua orang tuanya demikian rupa sebagaimana yang dialami Mush'ab bin Umair. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah kiranya anak muda yang serba kecukupan, biasa hidup mewah dan manja,&lt;br /&gt;menjadi buah-bibir gadis-gadis Mekah dan menjadi bintang di tempat-tempat pertemuan,&lt;br /&gt;akan meningkat sedemikian rupa hingga menjadi buah cerita tentang keimanan, dan &lt;br /&gt;menjadi tamsil dalam semangat kepahlawana, sebaga suatu riwayat yang penuh pesona, riwayat Mush'ab bin Umair atau "Mush'ab yang baik", sebagaimana biasa digelarkan oleh kaum Muslimin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia salah satu di antara pribadi-pribadi Muslimin yang ditempa oleh Islam dan dididik oleh Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Tetapi corak pribadi manakah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah hidupnya menjadi kebanggaan bagi kemanusiaan umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari anak muda ini mendengar berita yang telah tersebar luas di kalangan warga&lt;br /&gt;Mekah mengenai Muhammad al-Amin ... Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, yang&lt;br /&gt;mengatakan bahwa dirinya telah diutus Allah sebagai pembawa berita suka maupun duka,&lt;br /&gt;sebagai da'i yang mengajak ummat beribadat kepada Allah Yang Maha Esa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara perhatian warga Mekah terpusat pada berita itu, dan tiada yang menjadi buah&lt;br /&gt;pembicaraan mereka kecuali tentang Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam serta&lt;br /&gt;Agama yang dibawanya, maka anak muda yang manja ini paling banyak mendengar&lt;br /&gt;berita itu. Karena walaupun usianya masih belia, tetapi ia menjadi bunga majlis tempat-tempat pertemuan yang selalu diharapkan kehadirannya oleh para anggota dan teman-temannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajahnya yang tampan dan otaknya yang cerdas merupakan keistimewaan Ibnu Umair, menjadi daya pemikat dan pembuka jalan pemecahan masalah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara berita yang didengarnya ialah bahwa Rasulullah bersama pengikutnya biasa&lt;br /&gt;mengadakan pertemuan di suatu tempat yang terhindar dan jauh dari gangguan gerombolan&lt;br /&gt;Quraisy dan ancaman-ancamannya, yaitu di bukit Shafa di rumah Arqam bin Abil Arqam.&lt;br /&gt;Keraguannya tiada berjalan lama, hanya sebentar waktu ia menunggu, maka pada suatu&lt;br /&gt;senja didorong oleh kerinduannya, pergilah ia ke rumah Arqam menyertai rombongan itu.&lt;br /&gt;Di tempat itu Rasulullah saw. sering berkumpul bersama dengan para sahabatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru saja Mush'ab mengambil tempat duduknya, ayat-ayat al-Quran mulai mengalir dari&lt;br /&gt;kalbu Rasulullah bergema melalui kedua bibirnya dan sampai ke telinga, meresap di hati para pendengar. Di senja itu Mush'ab pun terpesona oleh untaian kalimat Rasulullah yang tepat menemui sasaran dan menghujam di kalbunya.&lt;br /&gt;Hampir saja anak muda itu terangkat dari tempat duduknya karena rasa haru, dan serasa&lt;br /&gt;terbang ia karena gembira. Tetapi Rasulullah mengulurkan tangannya yang penuh berkat&lt;br /&gt;dan kasih sayang dan mengurut dada pemuda yang sedang panas bergejolak, hingga tiba-tiba menjadi sebuah lubuk hati yang tenang dan damai, tak obah bagai lautan yang teduh dan dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda yang telah Islam dan Iman itu nampak telah memiliki ilmu dan hikmah yang luas&lt;br /&gt;-- berlipat ganda dari ukuran usianya -- dan mempunyai kepekatan hati yang mampu&lt;br /&gt;merubah jalan sejarah ...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khunas binti Malik yakni ibunda Mush'ab, seorang yang berkepribadian kuat dan&lt;br /&gt;pendiriannya tak dapat ditawar atau diganggu gugat. la wanita yang disegani bahkan&lt;br /&gt;ditakuti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Mush'ab menganut Islam, tiada satu kekuatan pun yang ditakuti dan&lt;br /&gt;dikhawatirkannya selain ibunya sendiri, bahkan walau seluruh penduduk Mekah beserta&lt;br /&gt;berhala-berhala para pembesar dan padang pasirnya berubah rupa menjadi suatu kekuatan&lt;br /&gt;yang menakutkan yang hendak menyerang dan menghancurkannya, tentulah Mush'ab&lt;br /&gt;akan menganggapnya enteng. Tapi tantangan dari ibunya bagi Mush'ab tidak dapat&lt;br /&gt;dianggap kecil. Ia pun segera berpikir keras dan mengambil keputusan untuk&lt;br /&gt;menyembunyikan keislamannya sampai terjadi sesuatu yang dikehendaki Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah ia senantiasa bolak-balik ke rumah Arqam menghadiri majlis Rasulullah,&lt;br /&gt;sedang hatinya merasa bahagia dengan keimanan dan sedia menebusnya dengan amarah&lt;br /&gt;murka ibunya yang belum mengetahui berita keislamannya. Tetapi di kota Mekah tiada rahasia yang tersembunyi, apalagi dalam suasana seperti itu. Mata kaum Quraisy berkeliaran di mana-mana mengikuti setiap langkah dan menyelusuri setiap jejak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan seorang yang bernama Usman bin Thalhah melihat Mush'ab memasuki rumah&lt;br /&gt;Arqam secara sembunyi-sembunyi. Kemudian pada hari yang lain dilihatnya pula ia shalat seperti Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Secepat kilat orang-orang Quraisy mendapatkan ibu Mush'ab dan melaporkan berita yang dijamin kebenarannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdirilah Mush'ab di hadapan ibu dan keluarganya serta para pembesar Mekah yang&lt;br /&gt;berkumpul di rumahnya. Dengan hati yang yakin dan pasti dibacakannya ayat-ayat al-&lt;br /&gt;Quran yang disampaikan Rasulullah untuk mencuci hati nurani mereka, mengisinya&lt;br /&gt;dengan hikmah dan kemuliaan, kejujuran dan ketaqwaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sang ibu hendak membungkam mulut puteranya dengan tamparan keras, tiba-tiba&lt;br /&gt;tangan yang terulur bagai anak panah itu surut dan jatuh terkulai -- demi melihat nur atau cahaya yang membuat wajah yang telah berseri cemerlang itu kian berwibawa dan patut diindahkan -- menimbulkan suatu ketenangan yang mendorong dihentikannya tindakannya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena rasa keibuannya, ibunda Mush'ab terhindar memukul dan menyakiti puteranya,&lt;br /&gt;tetapi tak dapat menahan diri dari tuntutan bela berhala-berhalanya dengan jalan lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawalah puteranya itu ke suatu tempat terpencil di rumahnya, lalu dikurung dan&lt;br /&gt;dipenjarakannya amat rapat. Demikianlah beberapa lama Mush'ab tinggal dalam kurungan sampai saat beberapa orang Muslimin hijrah ke Habsyi. Mendengar berita hijrah ini Mush'ab pun mencari muslihat, dan berhasil mengelabui ibu dan penjaga-penjaganya, lain pergi ke Habsyi melindungkan diri. Ia tinggal di sana bersama saudara-saudaranya kaum Muhajirin, lain pulang ke Mekah. Kemudian ia pergi lagi hijrah kedua kalinya bersama para shahabat atas titah Rasulullah dan karena taat kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik di Habsyi ataupun di Mekah, ujian dan penderitaan yang harus dilalui Mush'ab di&lt;br /&gt;tiap saat dan tempat kian meningkat. Ia telah selesai dan berhasil menempa corak kehidupannya menurut pola yang modelnya seperti yang telah dicontohkan Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, dan ia merasa puas bahwa kehidupannya telah layak untuk dipersembahkan bagi pengurbanan terhadap Penciptanya Yang Maha Tinggi, Tuhannya Yang Maha Akbar ... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari ia tampil di hadapan beberapa orang Muslimin yang sedang duduk&lt;br /&gt;sekeliling Rasulullah saw. Ketika memandang Mush'ab, mereka sama-sama menundukkan &lt;br /&gt;kepala dan memejamkan mata, sementara beberapa orang matanya basah karena duka.&lt;br /&gt;Mereka melihat Mush'ab memakai jubah usang yang bertambal-tambal, padahal belum&lt;br /&gt;lagi hilang dari ingatan mereka -- pakaiannya sebelum masuk Islam -- tak obahnya&lt;br /&gt;bagaikan kembang di taman, berwarna warni dan menghamburkan bau yang wangi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Rasulullah, menatapnya dengan pandangan penuh arti, disertai cinta kasih dan&lt;br /&gt;syukur dalam hati, pada kedua bihirnya tersungging senyuman mulia, seraya bersabda:&lt;br /&gt;Dahulu saya lihat Mush'ab ini tak ada yang mengimbangi dalam memperoleh kesenangan dari orang tuanya, kemudian ditinggalhannya semua itu demi cintanya hepada&lt;br /&gt;Allah dan Rasul-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak ibunya merasa putus asa untuk mengembalikan Mush'ab kepada agama yang&lt;br /&gt;lama, ia telah menghentikan segala pemberian yang biasa dilimpahkan kepadanya,&lt;br /&gt;bahkan ia tak sudi nasinya dimakan orang yang telah mengingkari berhala dan patut&lt;br /&gt;beroleh kutukan daripadanya, walau anak kandungnya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir pertemuan Mush'ab dengan ibunya, ketika perempuan itu hendak mencoba&lt;br /&gt;mengurungnya lagi sewaktu ia pulang dari Habsyi. Ia pun bersumpah dan menyatakan&lt;br /&gt;tekadnya untuk membunuh orang-orang suruhan ibunya bila rencana itu dilakukan.&lt;br /&gt;Karena sang ibu telah mengetahui kebulatan tekad puteranya yang telah mengambil satu&lt;br /&gt;keputusan, tak ada jalan lain baginya kecuali melepasnya dengan cucuran air mata,&lt;br /&gt;sementara Mush'ab mengucapkan selamat berpisah dengan menangis pula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat perpisahan itu menggambarkan kepada kita, kegigihan luar biasa dalam kekafiran&lt;br /&gt;fihak ibu, sebaliknya kebulatan tekad yang lebih besar dalam mempertahankan keimanan&lt;br /&gt;dari fihak anak. Ketika sang ibu mengusirnya dari rumah sambil berkata: "Pergilah&lt;br /&gt;sesuka hatimu! Aku bukan ibumu lagi". Maka Mush'ab pun menghampiri ibunya sambil berkata: !'Wahai bunda! Telah ananda sampaikan nasihat kepada bunda, dan anakanda menaruh kasihan kepada bunda. Karena itu saksikanlah bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan murka dan naik darah ibunya menyahut: "Demi bintang! Sekali-kali aku takkan&lt;br /&gt;masuk ke dalam Agamamu itu. Otakku bisa jadi rusak, dan buah pikiranku takkan diindahkan orang lagi". Demikian Mush'ab meninggalkan kemewahan dan kesenangan yang dialaminya selama itu, dan memilih hidup miskin dan sengsara. Pemuda ganteng dan perlente itu, kini telah menjadi seorang melarat dengan pakaiannya yang kasar dan usang, sehari makan dan beberapa hari menderita lapar. Tapi jiwanya yang telah dihiasi dengan 'aqidah suci dan cemerlang berkat sepuhan Nur Ilahi, telah merubah dirinya menjadi seorang manusia lain, yaitu manusia yang dihormati, penuh wibawa dan disegani ... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat Mush'ab dipilih Rasulullah untuk melakukan suatu tugas maha penting saat&lt;br /&gt;itu. Ia menjadi duta atau utusan Rasul ke Madinah untuk mengajarkan seluk beluk Agama&lt;br /&gt;kepada orang-orang Anshar yang telah beriman dan bai'at kepada Rasulullah di bukit&lt;br /&gt;'Aqabah. Di samping itu mengajak orang-orang lain untuk menganut Agama-Allah, serta&lt;br /&gt;mempersiapkan kota Madinah untuk menyambut hijratul Rasul sebagai suatu peristiwa besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenamya di kalangan shahabat ketika itu masih banyak yang lebih tua, lebih&lt;br /&gt;beupengarub dan lebih dekat hubungan kekeluargaannya dengan Rasulullah daripada&lt;br /&gt;Mush'ab. Tetapi Rasulullah menjatuhkan pilihannya kepada "Mush'ab yang baik".&lt;br /&gt;Dan bukan tidak menyadari sepenuhnya bahwa beliau telah memikulkan tugas amat&lt;br /&gt;penting ke atas pundak pemuda itu, dan menyerahkan kepadanya tanggung jawab nasib&lt;br /&gt;Agama Islam di kota Madinah, suatu kota yang tak lama lagi akan menjadi kota tempatan &lt;br /&gt;atau kota hijrah, pusat para da'i dan da'wah, tempat berhimpunnya penyebar Agama dan&lt;br /&gt;pembela al-Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mush'ab memikul amanat itu dengan bekal karunia Allah kepadanya, berupa fikiran yang&lt;br /&gt;cerdas dan budi yang luhur. Dengan sifat zuhud, kejujuran dan kesungguhan hati, ia berhasil melunakkan dan menawan hati penduduk Madinah hingga mereka beuduyun-duyun masuk Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di Madinah, didapatinya Kaum Muslimin di sana tidak lebih dari dua belas&lt;br /&gt;orang, yakni hanya orang-orang yang telah bai'at di bukit 'Aqabah. Tetapi tiada sampai beberapa bulan kemudian, meningkatlah orang yang sama-sama memenuhi panggilan&lt;br /&gt;Allah dan Rasul-nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada musim haji berikutnya dari perjanjian 'Aqabah, Kaum Muslimin Madinah mengirim&lt;br /&gt;perutusan yang mewakili mereka menemui Nabi saw. Dan perutusan itu dipimpin oleh guru&lt;br /&gt;mereka, oleh duta yang dikirim Nabi kepada mereka, yaitu Mush'ab bin Umair. Dengan tindakannya yang tepat dan bijaksana, Mush'ab bin Umair telah membuktikan bahwa pilihan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam atas dirinya itu tepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memahami tugas dengan sepenuhnya, hingga tak terlanjur melampaui batas yang telah&lt;br /&gt;ditetapkan. la sadar bahwa tugasnya adalah menyeru kepada Allah, menyampaikan berita gembira lahirnya suatu Agama yang mengajak manusia mencapai hidayah Allah, membimbing&lt;br /&gt;mereka ke jalan yang lurus. Akhlaqnya mengikuti pola hidup Rasulullah yang di imaninya, yang mengemban kewajiban hanya menyampaikan belaka ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Madinah Mush'ab tinggal sebagai tamu di rumah As'ad bin Zararah. Dengan di dampingi As'ad, ia pergi mengunjungi kabilah-kabilah, rumah-rumah dan tempat-tempat&lt;br /&gt;pertemuan, untuk membacakan ayat-ayat; Kitab Suci dari Allah, menyampaian &lt;br /&gt;kalimattullah "bahwa Allah Tuhan Maha Esa" secara hati-hati. Pernah ia menghadapi beberapa peristiwa yang mengancam keselamatan diri serta shahabatnya, yang nyaris celaka kalau tidak karena kecerdasan akal dan kebesaran jiwanya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Suatu hari, ketika ia sedang memberikan petuah kepada orang-orang, tiba-tiba&lt;br /&gt;disergap Usaid bin Hudlair kepala suku kabilah Abdul Asyhal di Madinah. Usaid&lt;br /&gt;menodong Mush'ab dengan menyentakkan lembingnya. Bukan main marah dan&lt;br /&gt;murkanya Usaid, menyaksikan Mush'ab yang dianggap akan mengacau dan menyelewengkan anak buahnya dari agama mereka, serta mengemukakan Tuhan Yang Maha Esa yang belum pernah mereka kenal dan dengar sebelum itu. Padahal menurut anggapan Usaid, tuhan-tuhan mereka yang bersimpuh lena di tempatnya masing-masing mudah dihubungi secara kongkrit. Jika seseorang memerlukan salah satu di antaranya, tentulah ia akan mengetahui tempatnya dan segera pergi mengunjunginya untuk memaparkan kesulitan serta menyampaikan permohonan. Demikianlah yang tergambar dan terbayang dalam fikiran suku Abdul Asyhal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Tuhannya Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam -- yang diserukan beribadah&lt;br /&gt;kepada-Nya -- oleh utusan yang datang kepada mereka itu, tiadalah yang mengetahui&lt;br /&gt;tempat-Nya dan tak seorang pun yang dapat melihat-Nya. Bila dilihat kedatangan Usaid bin Hudlair yang murka bagaikan api sedang berkobar kepada orang-orang Islam yang duduk beusama Mush'ab, mereka pun merasa kecut dan takut. Tetapi "Mush'ab yang baik" tetap tinggal tenang dengan air muka yang tidak berubah. Bagaikan singa hendak menerkam, Usaid berdiri di depan Mush'ab dan As'ad bin Zararah, bentaknya: "Apa maksud kalian datang ke kampung kami ini, apakah hendak membodohi rakyat kecil kami?  Tinggalkan segera tempat ini, jika tak ingin segera nyawa kalian melayang!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti tenang dan mantapnya samudera dalam..., laksana terang dan damainya cahaya&lt;br /&gt;fajar, ... terpancarlah ketulusan hati "Mush'ab yang baik", dan bergeraklah lidahnya&lt;br /&gt;mengeluarkan ucapan halus, katanya: "Kenapa anda tidak duduk dan mendengarkan&lt;br /&gt;dulu? Seandainya anda menyukai nanti, anda dapat menerimanya. Sebaliknya jika tidak,&lt;br /&gt;kami akan menghentikan apa yang tidak anda sukai itu!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenamya Usaid seorang berakal dan berfikiran sehat. Dan sekarang ini ia diajak oleh&lt;br /&gt;Mush'ab untuk berbicara dan meminta petimbangan kepada hati nuraninya sendiri. Yang&lt;br /&gt;dimintanya hanyalah agar ia bersedia mendengar dan bukan lainnya. Jika ia menyetujui,&lt;br /&gt;ia akan membiarkan Mush'ab, dan jika tidak, maka Mush'ab berjanji akan meninggalkan&lt;br /&gt;kampung dan masyarakat mereka untuk mencari tempat dan masyarakat lain, dengan&lt;br /&gt;tidak merugikan ataupun dirugikan orang lain. "Sekarang saya insyaf", ujar Usaid, lalu menjatuhkan lembingnya ke tanah dan duduk mendengarkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Mush'ab membacakan ayat-ayat al-Quran dan menguraikan da'wah yang dibawa oleh Muhammad bin Abdullah saw., maka dada Usaid pun mulai terbuka dan bercahaya, beralun berirama mengikuti naik turunnya suara serta meresapi keindahannya, dan belum lagi Mush'ab selesai dari uraiannya. Usaid pun berseru kepadanya dan kepada shahabatnya: "Alangkah indah dan benarnya ucapan itu .. ·! Dan apakah yang harus dilakukan oleh orang yang hendak masuk Agama ini?" Maka sebagai jawabannya gemuruhlah suara tahlil, serempak seakan hendak menggoncangkan bumi. Kemudian ujar Mush'ab: "Hendaklah ia mensucikan diri, pakaian dan badannya, serta bersaksi bahwa tiada Tuhan yang haq diibadahi melainkan Allah". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa lama Usaid meninggalkan mereka, kemudian kembali sambil memeras air dari&lt;br /&gt;rambutnya, lalu ia berdiri sambil menyatakan pengakuannya bahwa tiada Tuhan yang haq&lt;br /&gt;di ibadahi melainkan Allah dan bahwa Muhammad itu utusan Allah ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita itu pun tersiarlah, dan tak lama setelah itu disusul dengan kehadiran Sa'ad bin Mu'adz, dimana setelah mendengar uraian Mush'ab, Sa'ad merasa puas dan menyatakan diri masuk Islam pula. Langkah ini disusul pula oleh Sa'ad bin 'Ubadah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keislaman mereka ini, berarti selesailah persoalan dengan berbagai suku yang ada di Madinah. Warga kota Madinah saling berdatangan dan tanya-bertanya sesama mereka: "Jika Usaid bin Hudlair, Sa'ad bin 'Ubadah dan Sa'ad bin Mu'adz telah masuk Islam, apalagi yang kita tunggu .... Ayolah kita pergi kepada Mush'ab dan beriman bersamanya! Kata orang-orang yang hadir, ... kebenaran itu terpancar dari celah-celab giginya!". &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Demikianlah duta Rasulullah yang pertama telah mencapai hasil gemilang yang tiada&lt;br /&gt;taranya, suatu keberhasilan yang memang wajar dan layak diperolehnya.· Hari-hari dan&lt;br /&gt;tahun-tahun pun berlalu, dan Rasulullah bersama para shahabatnya hijrah ke Madinah.&lt;br /&gt;Orang-orang Quraisy semakin geram, mereka menyiapkan tenaga untuk melanjutkan tindakan kekerasan terhadap hamba-hamba Allah yang shalih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadilah perang Badar dimana kaum Quraisy memperoleh pelajaran yang amat pahit, namun mereka belum mau juga menyadarinya, .. mereka berusaha keras untuk menebus&lt;br /&gt;kekalahannya. Kemudian datanglah giliran terjadi perang Uhud. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw berdiri di tengah barisan pada perang Uhud, menatap setiap wajah&lt;br /&gt;orang beriman menyelidiki siapa yang sebaiknya membawa bendera. Maka terpanggillah&lt;br /&gt;"Mush'ab yang baik", dan pahlawan itu tampil sebagai pembawa bendera. Peperangan pun  berkobar, berkecamuk dengan sengitnya. Pasukan panah melanggar tidak mentaati perintah  Rasulullah, mereka meninggalkan kedudukannya di celah bukit&lt;br /&gt;setelah melihat orang-orang musyrik menderita kekalahan dan mengundurkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan mereka itu secepatnya merubah suasana, hingga kemenangan Kaum Muslimin&lt;br /&gt;beralih menjadi kekalahan. Dengan tidak diduga pasukan berkuda Quraisy menyerbu Kaum Muslimin dari puncak bukit, lalu tombak dan pedang pun berdentang bagaikan mengamuk, membantai Kaum Muslimin yang tengah kacau balau. Melihat barisan Kaum Muslimin porak poranda, musuh pun menujukan serangan ke arah Rasulullah dengan maksud menghantamnya.&lt;br /&gt;Mush'ab bin Umair menyadari suasana gawat ini. Maka diacungkannya bendera setinggi-tingginya dan bagaikan ngauman singa ia bertakbir sekeras-kerasnya, lalu maju ke muka, melompat, mengelak dan berputar lalu menerkam. Minatnya tertuju untuk menarik&lt;br /&gt;perhatian musuh kepadanya dan melupakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;br /&gt;Dengan demikian menjadikan dirinya bagaikan membentuk barisan tentara ... Sungguh, walaupun seorang diri, tetapi Mush'ab bertempur laksana pasukan tentara besar .... Sebelah tangannya memegang bendera bagaikan tameng kesaktian, sedang yang&lt;br /&gt;sebelah lagi menebaskan pedangnya yang tajam .... Tetapi musuh kian bertambah banyak juga, mereka hendak menyeberang dengan menginjak-injak tubuhnya untuk mencapai Rasulullah saw. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang marilah kita perhatikan saksi mata, yang akan menceriterakan saat-saat terakhir pahlawan besar Mush'ab bin Umair. Berkata Ibnu Sa'ad: Di ceritakan kepada kami oleh Ibrahim bin Muhammad bin Syurahbil al-'Abdari dari bapaknya, ia berkata: "Mush'ab bin Umair adalah pembawa bendera di Perang Uhud. Tatkala barisan Kaum&lt;br /&gt;Muslimin pecah, Mush'ab bertahan pada kedudukannya. Datanglah seorang musuh&lt;br /&gt;berkuda, Ibnu Umayah namanya, lalu menebas tangannya hingga putus, sementara Mush'ab mengucapkan: 'Muhammad itu tiada lain hanyaIah seorang Rasul, yang sebelumnya telah didahului oleh beberapa Rasul': Maka dipegangnya bendera dengan tangan kirinya sambil membungkuk melindunginya. Musuh pun menebas tangan kirinya itu hingga putus pula. Mushab membungkuk ke arah bendera, lalu dengan kedua pangkal lengan meraihnya ke dada&lt;br /&gt;sambil mengucaphan: 'Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul dan sebelumnya telah didahului oleh beberapa Rasul'. Lalu orang berkuda itu menyerangnya ketiga kali dengan tombak, dan menusukkannya hingga tombak itu pun patah. Mush'ab pun gugur, dan bendera jatuh". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gugurlah Mush'ab dan jatuhlah bendera .... Ia gugur sebagai bintang dan mahkota para&lt;br /&gt;syuhada .... Dan hal itu dialaminya setelah dengan keberanian luar biasa mengarungi&lt;br /&gt;kancah pengorbanan dan keimanan. Di saat itu Mush'ab berpendapat bahwa sekiranya ia&lt;br /&gt;gugur, tentulah jalan para pembunuh akan terbuka lebar menuju Rasulullah tanpa ada&lt;br /&gt;pembela yang akan mempertahankannya. Demi cintanya yang tiada terbatas kepada&lt;br /&gt;Rasulullah dan cemas memikirkan nasibnya nanti, ketika ia akan pergi berlalu, setiap kali pedang jatuh menerbangkan sebelah tangannya, dihiburnya dirinya dengan ucapan : &lt;br /&gt;"Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul, dan sebelumnya telah didahului oleh&lt;br /&gt;beberapa Rasul". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat yang kemudian dikukuhkan sebagai wahyu ini selalu diulang dan dibacanya&lt;br /&gt;sampai selesai, hingga akhirnya menjadi ayat al-Quran yang selalu dibaca orang ....&lt;br /&gt;Setelah pertempuran usai, ditemukanlah jasad pahlawan ulung yang syahid itu terbaring&lt;br /&gt;dengan wajah menelungkup ke tanah digenangi darahnya yang mulia ....Dan seolah-olah&lt;br /&gt;tubuh yang telah kaku itu masih takut menyaksikan bila Rasulullah ditimpa bencana,&lt;br /&gt;maka disembunyikannya wajahnya agar tidak melihat peristiwa yang dikhawatirkan dan&lt;br /&gt;ditakutinya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau mungkin juga ia merasa malu karena telah gugur sebelum hatinya tenteram beroleh&lt;br /&gt;kepastian akan keselamatan Rasulullah, dan sebelum ia selesai menunaikan tugasnya&lt;br /&gt;dalam membela dan mempertahankan Rasulullah sampai berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SfBevc96DwI/AAAAAAAAAiA/W3mtdJ34q4s/s1600-h/berdoa+-+1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SfBevc96DwI/AAAAAAAAAiA/W3mtdJ34q4s/s200/berdoa+-+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327862528502009602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Mush'ab cukuplah bagimu ar-Rahman ..&lt;br /&gt;Namamu harum semerbak dalam kehidupan ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersama para shahabat datang meninjau medan pertempuran untuk menyampaikan perpisahan kepada para syuhada. Ketika sampai di tempat terbaringnya jasad Mush'ab, bercucuranlah dengan deras air matanya. Berkata Khabbah ibnul'Urrat : "Kami hijrah di jalan Allah bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dengan mengharap keridhaan-Nya, hingga pastilah sudah pahala di sisi Allah. Di antara kami ada yang telah berlalu sebelum menikmati' pahalanya didunia ini sedikit pun juga. Diantaranya ialah Mush'ab bin Umair yang gugur di perang Uhud. Tak sehelai pun kain untuk menutupinya selain sehelai burdah. Andainya ditaruh di atas kepalanya, terbukalah&lt;br /&gt;kedua belah kakinya. Sebaliknya bila ditutupkan ke kakinya, terbukalah kepalanya. Maka sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam "Tutupkanlah ke bagian kepalanya, dan dahinya tutupilah dengan rumput dzkhir!". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa pun luka pedih dan duka yang dalam menimpa Rasulullah karena gugur pamanda&lt;br /&gt;Hamzah dan dirusak tubuhnya oleh orang-orang musyrik demikian rupa, hingga&lt;br /&gt;bercucurlah air mata Nabi .... Dan betapapun penuhnya medan laga dengan mayat para&lt;br /&gt;shahabat dan kawan-kawannya, yang masing-masing mereka baginya merupakan panji-panji &lt;br /&gt;ketulusan, kesucian dan cahaya .... Betapa juga semua itu, tapi Rasulullah tak&lt;br /&gt;melewatkan berhenti sejenak dekat jasad dutanya yang pertama, untuk melepas dan&lt;br /&gt;mengeluarkan isi hatinya .... Memang, Rasulullah berdiri di depan Mush'ab bin Umair&lt;br /&gt;dengan pandangan mata yang pendek bagai menyelubunginya dengan kesetiaan dan kasih&lt;br /&gt;sayang, dibacakannya ayat: "Di antara orang-orang Mu'minin terdapat pahlawan-pahlawan yang telah menepati janjinya dengan Allah.(Q.S. 33 al-Ahzab: 23) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dengan mengeluh memandangi burdah yang digunakan untuk kain tutupnya, seraya bersabda: "Ketika di Mekah dulu, tak seorang pun aku lihat yang lebih halus pakaiannya dan lebih rapi rambutnya daripadamu. Tetapi sekarang ini, dengan rambutmu yang kusut masai, hanya dibalut sehelai burdah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melayangkan pandang, pandangan sayu ke arah medan serta para syuhada kawan-kawan Mush'ab yang tergeletak di atasnya, Rasulullah berseru: "Sungguh, Rasulullah akan menjadi saksi nanti di hari qiamat, bahwa tuan-tuan semua adalah syuhada di sisi Allah". Kemudian sambil berpaling ke arah shahabat yang masih hidup, sabdanya: "Hai manusia! Berziarahlah dan berkunjunglah kepada mereka, serta ucapkanlah salam, Demi Allah yang menguasai nyawaku, tak seorang Muslim pun sampai hari qiamat yang memberi salam kepada mereka, pasti mereka akan membalasnya". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam atasmu wahai Mush'ab ....&lt;br /&gt;Salam atasmu sekalian, wahai para syuhada .... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum wr. wb, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : www.alsofwah.or.id (situs dakwah &amp; informasi Islam) &lt;br /&gt;Posted : H. Umar Hapsoro Ishak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-6858540362974159511?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/6858540362974159511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=6858540362974159511' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/6858540362974159511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/6858540362974159511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/04/duta-islam-yang-pertama.html' title='Duta Islam Yang Pertama'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SfBdqwYMvcI/AAAAAAAAAh4/tV6b05Vk93E/s72-c/Pembela+Agama+Allah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-2741403780531366848</id><published>2009-04-21T22:04:00.000-07:00</published><updated>2009-04-23T20:00:51.694-07:00</updated><title type='text'>Ahlak yang Pertama &amp; Utama.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SfB1_iv6pqI/AAAAAAAAAiY/BDIo33-Fduk/s1600-h/Makam+Rasulullah+saw.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SfB1_iv6pqI/AAAAAAAAAiY/BDIo33-Fduk/s200/Makam+Rasulullah+saw.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327888093699286690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Assalamualaikum Wr. Wb, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pribadi muslim sangat menjunjung nilai–nilai akhlaq, .. mereka menyadari bahwa agama itu adalah akhlak yang baik. Kita pun menyadari bahwa runtuhnya agama karena akhlak para pengikutnya, ... dan bisa jadi rusaknya citra Islam karena para pemeluknya berakhlak buruk – Al Islam mahjubun bil Muslimin .. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, ... nurani kita menjerit dan merintih karena hampir pada umumnya,.. dipelosok kehidupan masyarakat muslim tidak ditemukan mutiara akhlak yang berbinar menerangi peradaban kehidupan. Umat Islam tenggelam dalam kecanduan ritual pada mazhab-mazhab fiqih yang seringkali diakhiri dengan perbedaan tafsir dan pendapat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orientasi yang berpusatkan pada Fiqih seringkali membuat kita menjadi orang–orang asing ditengah sesama saudaranya sendiri. Sementara akhlak yang bersifat universal dikesampingkan. Padahal, .. hanya dengan akhlak yang mulia sajalah setiap hati muslim dapat berpaut satu sama lain. Bukankah Rasulullah saw diutus untuk menyempurnakan akhlak, dan .. Bukankah pada diri baginda Rosul terdapat ketauladanan akhlak ?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana firman-Nya : “Sesunguhnya engkau (Muhammad) benar–benar memiliki akhlaq yang agung .” (QS, 68:4 ). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu sacred mission Rasulullah saw, : "innama bu’istu li utaamima makarimal akhlaq – sesungguhnya aku diutus untuk kesempurnaan akhlaq !".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa Rasulullah telah memberikan ketauladanan akhlakul karimah disamping tentu saja hal–hal yang bersifat ritual. Bahkan seorang ahli ibadah tidak ada nilainya dihadapan Ilahi,.. "ketika akhlaknya buruk", .. sebagaimana diriwayatkan tentang orang yang memuji–muji seorang yang ahli ibadah dan berakata : "Tentulah si fulanah itu ahli surga , karena dia senantiasa puasa di siang hari dan sholat di malam hari (inna fulanah tashumun nahar wa taqumul laila", ... Kemudian Rasulullah saw menjawab : "Tidak.. !, Dia ahli neraka ..! Dia suka mengganggu tetangga dengan ucapannya – Hiya fin naar tu’dzi jironaha bilisaaniha."... Seluruh ibadahnya hancur, karena dia punya akhlak yang buruk, suka merusak orang dengan lidahnya".  Si Fulanah yang ahli ibadah tersebut, menjadi penghuni neraka karena ibadahnya tidak menjadi motivasi untuk berakhlak yang baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SfB2Nz_ZyrI/AAAAAAAAAig/kzSQXsbdW9M/s1600-h/Raudhoh+-Antara+Mimbar+dan+Rumah+Rasulullah+saw.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SfB2Nz_ZyrI/AAAAAAAAAig/kzSQXsbdW9M/s200/Raudhoh+-Antara+Mimbar+dan+Rumah+Rasulullah+saw.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327888338845813426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ternyata ketekunan ritual tidak serta merta membuat seorang masuk sorga, bahkan nilai ibadah ritualnya hancur bagaikan api yang membakar kayu bakar, tidak punya arti, nihil!.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila akhlak ahli ibadah itu buruk, ... Apalah artinya nilai ritual bila tidak meng-aktualisasikan nilai akhlaknya dalam pegaulan di tengah masyarakat, .. Apalah artinya kesalehan yang ditampakkan dalam bentuk ibadah ritual bila tidak menjadi motivasi aktual untuk menunjukkan cahaya akhlaknya ditengah–tengah pergaulan. Menara masjid meraung–raung menyampaikan dzikir, shalawat, serta puji–pujian lewat pengeras suara yang bising. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz dan ustadzah di Majelis ta'lim suaranya melengking disiang hari bolong menembus kantor–kantor yang sedang rapat untuk memajukan usahanya. Para pemuda yang mukhlis itu tengah berdiri ditengah sengatan matahari seraya mengulurkan kotak sodaqoh untuk pembangunan rumah ibadah. Masjid–masjid kian banyak didirikan dan dipercantik dengan segala kemewahannya, tetapi hati jama’ahnya kosong. Kita beragama seakan hanya berakhir pada nilai ritual. Kita merasa telah membebaskan dosa-dosa orang yang meninggal dengan membayar para pembaca kitab untuk tadarus membaca surat Yasin selama 40 hari dikuburannya. Datanglah ke pemakaman (saya menyaksikannya di pemakaman Jeruk Purut dan Tanah Kusir),.. disana Anda akan berjumpa dengan orang–orang yang menawarkan jasa untuk berdoa dan membaca ayat-ayat Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh,... nilai ibadah kita hancur karena kita tak mampu membuktikannya dalam bentuk rahmatan lil alamin, ... Nilai ibadah kita nihil karena tidak menjadi motivasi untuk menampilkan sosok seorang manusia yang Profesional, Jujur, dan Bertanggung-jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, .. umat Islam disibukkan dengan berbagai pertikaian hanya karena soal–soal perbedaan faham dalam tata cara ritual. Para tokoh-tokoh agama yang mumpuni asyik memperdebatkan soal–soal yang berkaitan dengan fiqih, seperti ... apakah dalam shalat bacaan basmalah harus dikeraskan (jahar) atau dipelankan (syirr)?,... apakah shalat subuh harus berqunut atau tidak?, .. Apakah Adzan Juma’at itu harus dua kali atau satu kali?, .. Apakah jari telunjuk waktu duduk tasyahud harus digerakan atau digerak-gerakan?, .. Apakah mengecat rambut itu wajib atau tidak?, .. Apakah orang yang mencukur jenggot itu berdosa atau tidak?, .. Apakah orang yang celananya tidak diatas mata kaki bukan pengikut Rosul?, .. dan segudang perbedaan faham dalam soal fiqih ritual membuat diantara kita seakan terpisah oleh garis–garis mazhab. Masing–masing kita menjadi musuh tersembunyi karena perbedaan tafsir fiqih, .. Apakah kita telah mempertuhankan mazhab dan tidak memuliakan akhlak?, ironisnya, ... Ukuran kesalehan bahkan keimanan seseorang di ukur mutlak dari sudut pandang nilai fiqih ritual semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SfEpbuTXlvI/AAAAAAAAAio/u8qJ99GjPzM/s1600-h/Kaligrafi+Muhammad+SAW+-+sumber+fb+(2).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 194px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SfEpbuTXlvI/AAAAAAAAAio/u8qJ99GjPzM/s200/Kaligrafi+Muhammad+SAW+-+sumber+fb+(2).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328085390418482930" /&gt;&lt;/a&gt;Padahal begitu sangat nyata dan jelas pelajaran yang dicontohkan Rasulullah saw, bahwa seorang ahli ibadah itu akhirnya menjadi penghuni neraka, karena ibadahnya tidak melahirkan atau mempercontohkan ketauladan akhlak. Dan Al-Quran mengancam orang-orang yang mendirikan sholat masuk neraka weil karena mentelantarkan misi kemanusiaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hadist tentang akhlak seringkali tenggelam oleh hingar-bingar masalah fiqih, ..  Abu Hurairoh meriwayatkan bahwasanya Rasulullah saw telah bersabda : "Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah mukmin yang paling baik akhlaknya". .. Rasululah saw ditanya, "Perkara apakah yang paling banyak memasukkan manusia ke surga, wahai Rasulullah?". .. Beliau menjawab : "Takwa kepada Allah dan akhlak yang paling baik (taqwallah wa khusnul khuluqi)". Dalam kesempatan lain Rasulullah bersabda : "Akhlak yang buruk itu merusak amal kebajikan seperti cuka merusak madu, seperti api yang membakar kayu bakar". (HR.Ibnu Majah). &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bahkan, Rasulullah saw, .. memuji seorang yang memiliki keluhuran budi pekerti, sebagaimana diriwayatkan oleh Tabrani dari Anas r.a yang menyampaikan bahwa Rasulullah  saw bersabda : "Sesungguhnya seorang hamba akan mencapai kedudukan dan derajat yang paling tinggi di akhirat karena akhlaknya yang baik, walau ia lemah dalam ibadat". ( HR.Tabrani, Al-Targhib 3 : 404 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh keluhuran akhlak Rasululullah saw, .. beliau membebaskan seorang wanita, putri Hatim Ath-Tho’i yang menjadi tawanan. Hal itu beliau lakukan sebagai balasan kepada ayahnya yang baik budi-pekertiya. Ketika wanita itu datang kepada Nabi saw., ia berkata : "Wahai Muhammad janganlah sebagian orag Arab bergembira karena aku tertawan, .. Aku adalah putri pemimpin kaumku, ... Ayahku adalah pembela rakyatnya,.. suka membebaskan tawanan, .. suka memberi makanan kepada orang–orang lapar, .. dan tidak pernah menolak orang yang membutuhkan pertolongan.  Aku adalah putri Hatim Ath-Tho’i", .. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw, kemudian menjawab : "Apa yang kamu sampaikan itu adalah sifat-sifat orang mukmin sesungguhnya, .. Sekiranya ayahmu seorang muslim, aku akan memohonkan rahmat baginya. Bebaskanlah dia !, .. Karena ayahnya sangat menyukai akhlak yang baik, .. dan sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menyukai akhlak yang baik". Berdirilah Abu Burdah bin Nayyar, seraya berkata : "Wahai Rasulullah apakah Allah menyukai akhlak yang baik ?". Rasulullah saw menjawab : "Demi Dzat yang menguasai diriku, tidak ada seorang pun yang masuk surga, kecuali orang yang baik akhlaknya". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat ada seorang lelaki berdiri dihadapan Rasulullah saw kemudian bertanya :&lt;br /&gt;"Wahai Rosulullah,apakah agama itu ?", .. Rasulullah menjawab : "Agama itu akhlak yang baik", .. Lelaki itu kemudian menghadap lagi dari sebelah kanan, dan bertanya lagi : "Wahai Rasulullah, apakah agama itu", .. Rasulullah saw menjawab : "Agama itu akhlak yang baik", ... Lelaki itu kemudian menghadap lagi dari sebelah kiri Rasulullah, dan bertanya lagi : "Wahai Rasulullah, apakah agama itu ?", .. Beliau menjawab : "Agama itu akhlak yang baik", .. Kemudian lelaki, bertanya lagi dari arah belakang Rasulullah : "Wahai Rasulullah, apakah agama itu ?". Rasulullah saw menoleh kepada orang tersebut dan bersabda: "Apakah kamu belum mengerti?, Agama itu akhlak yang baik, agama itu ialah engkau tidak boleh marah". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian serta riwayat yang kita uraikan diatas, .. tampaklah bahwa Islam sangat identik dengan ahlak yang mencakup sikap, prilaku dalam tatanan pergaulan dengan sesama manusia dan alam lingkungannya. Bahkan ada riwayat seorang wanita yang ahli ibadah akhirnya menjadi ahli neraka hanya dikarenakan wanita itu mengurung seekor kucing sehingga mati,dan dia dianggap telah berbuat dzolim dan berakhlak buruk. Sebaliknya diriwayatkan ada seorang wanita pelacur yang penuh dengan dosa, akhirnya menjadi ahli sorga karena dia menolong seekor anjing yang kehausan. Dia rela mati untuk tidak minum, dan memberikan air tersebut kepada seekor anjing !.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhlak adalah belas kasih yang sangat mendalam. Kasih sayangnya kepada Allah terpantul dari cara mereka bersikap penuh kasih kepada semua mahluk yang ada di bumi. Jangankan kepada sesama manusia, berbelas kasih kepada seekor anjing sekalipun akan menghantarkannya kesurga. Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar bin Ash r.a, sesungguhnya Rasululullah saw bersabda : "Orang yang berbelas-kasih pasti dikasihi Yang Maha Pengasih. Berbelas kasihlah kepada penghuni di bumi, niscaya para penghuni langit akan berbelas kasih kepadamu sekalian". (HR.Abu Daud dan Tirmidzi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat berjama’ah yang berintikan nilai persaudaraan, tidak terikat oleh perbedaan fiqih dan mazhab. Semangat pesaudaraan dan maksud dari tulisan ini, sekedar ingin mengajak diri saya dan Anda untuk secara simultan dan menjadikan amal–amal jama’ah untuk membuktikan keluhuran akhlaq dari setiap pribadi muslim dalam hubungannya dengan manusia dan alam lingkungannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhlak atau karakter bahkan kepribadian ( personality ) setiap muslim mencakup berbagai dimensi yang erat kaitannya dengan kemanfaatan hidup bagi orang lain. Sikap kedermawanan, sikap yang santun, menghargai nilai–nilai kemanusiaan, disiplin dan menghargai waktu merupakan dimensi akhlak yang justru harus kita prioritaskan melampaui perbedaan kita dalam hal–hal yang bersifat ibadah ritual yang seringkali menjadi jurang pemisah karena fanatisme mazhabiyah semata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SfB1rpYt-cI/AAAAAAAAAiQ/UbMfkGaW8o8/s1600-h/berdoa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 144px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SfB1rpYt-cI/AAAAAAAAAiQ/UbMfkGaW8o8/s200/berdoa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327887751883651522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Berikut ini ada sebuah riwayat,... dimana doa dikabulkan Allah karena amal saleh mereka, karena akhlaq serta kerinduan mereka menatap Wajah Allah, sbb : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala tiga orang pemuda sedang mengadakan perjalanan, tiba–tiba mereka diguyur hujan lebat, kemudian mereka berteduh ke sebuah gua di gunung. Ketika mereka telah berada di dalam gua, runtuhlah bebatuan sehingga menutup mulut gua. Sebagian berkata kepada sebagian yang lain, "Perhatikanlah amal–amal salih yang pernah kalian kerjakan, lalu berdoalah kepada Allah dengan amal–amal saleh itu", kemudian mulailah mereka berdoa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama di antara mereka berkata : "Yaa Allah, Engkau tahu bahwa aku mempunyai dua orang tua yang sudah tua renta, seorang istri dan dua anak. Aku senantiasa mengurus mereka. Setiap kali sehabis pergi, aku memerah susu untuk mereka, dan yang pertama kali kuberi minum adalah kedua orang tuaku sebelum anak–anakku. Suatu ketika aku tersesat ketempat yang jauh ketika sedang mencari kayu bakar. Sehingga aku pulang larut malam dan kudapatkan mereka berdua sudah tertidur. Aku memerah susu seperti biasanya, lalu aku hanya berdiri di dekat kepala mereka, tidak berani membangunkan mereka, dan tidak ingin mendahulukan anak–anakku sebelum mereka berdua minum. Sementara anak–anaku menangis kelaparan sambil merangkul kedua kakiku. Aku tetap seperti itu sehingga fajar menyingsing. Jika Engkau tahu aku berbuat seperti itu karena mengharapkan Wajah-Mu, maka bukakanlah sedikit celah agar kami bisa melihat langit". Maka Allah membuka sedikit celah kepada mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang kedua berkata : "Yaa Allah ,aku mempunyai seorang keponakan, dan aku jatuh cinta kepadanya, seperti lazimnya cinta yang menggelora dari seorang laki–laki terhadap wanita. Lalu aku memintanya agar mau kugauli, namun dia menolak. Aku memberinya seratus dinar, lalu kurayu dia, dan bahkan kuberi lagi seratus dinar, lalu kutemuui dia. Tatkala aku sudah siap–siap untuk menggaulinya, dia berkata : "Wahai hamba Allah, bertakwalah kepada Allah janganlah engkau merusak cincin yang bukan haknya". Dengan perasaan takut dan bergetar hatiku, kutinggalkan dia. Jika Engkau tahu bahwa aku berbuat yang demikian karena mengaharap wajah-Mu, maka bukakanlah kepada kami batu ini". Maka Allah membukakan sedikit celah kepada mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang ketiga berkata : "Yaa Allah , sesungguhnya aku mempunyai seorang buruh yang kupekerjakan untuk menangani timbangan beras. Takala sudah menyelesaikan tugasnya, dia pergi meninggalkanku. Maka upahnya itu kutanamkan dan kukembangkan sehingga bisa membeli beberapa ekor sapi dan penggembalanya. Setelah sekian lama, dia datang lagi kepadaku, seraya bekata : 'Wahai tuan, bertakwalah kepada Allah dan berikanlah upahku yang dulu'. Aku berkata : 'Periksalah sapi–sapi dan penggembalanya. Semua itu adalah milikmu'. Dia berkata : 'Jangan engkau memperolok–olokku', Aku berkata : 'Sapi–sapi yang memenuhi gunung itu dan para pengembalanya adalah milikmu, aku tidak memperolok–olokmu ambilah !'. Maka dia mengambilnya dan pergi. Jika Engkau tahu bahwa aku berbuat itu karena mengharap Wajah-Mu, maka bukakanlah pintu. Maka Allah membukakan celah bagi mereka. Dan mereka pun keluar dari gua dan melanjutkan perjalanan (Ditarjih dari riwayat Al Bukhari dan Muslim) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kisah diatas, betapa Allah telah mengabulkan doa–doa mereka bertiga, karena mereka menyebutkan amal–amal saleh yang mereka perbuat. Seorang dikabulkan doanya karena dia memiliki ahlak yang memuliakan orang tua mereka. Kedua oang tuanya yang telah renta dia santuni dengan penuh takjim dan kasih sayang mendahulukan anak- anaknya sendiri. Yang Kedua, dikabulkann doanya karena mampu keluar dari godaan syahwat yang sangat kritis. Dan Yang ketiga adalah seorang pengusaha yang jujur dan bertanggung jawab. Semuanya itu adalah akhlak !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/Se6mLUhR-wI/AAAAAAAAAhw/R-ut1Akc2qk/s1600-h/Cahaya+lilin.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 133px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/Se6mLUhR-wI/AAAAAAAAAhw/R-ut1Akc2qk/s200/Cahaya+lilin.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327378122642946818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Akhlak menghargai perbedaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pribadi muslim yang merindukan persauadaran ( ukhuwah wal jamaah ) adalah tipikal manusia yang sangat toleran terhadap pebedaan berpikir maupun perbedaan dalam ritual. Perbedaan tidak menyebabkan sempit hati, bahwa dari pebedaan itu akan menambah pemerkayaan (enrichment) wawasan pengetahuan dan daya kreatifitas. Kita bukanlah pemilik kebenaran mutlak, karena hanya Allah yang paling pantas mengklaim kebenaran (al haqqu min robbika). Kita hanya punya asumsi–asumsi tentang kebenaran melalui tafsir dan pendapat para ulama yang tentu saja setiap kepala mempunyai daya pikir yang berbeda sesuai dengan pengetahuan dan pengalamannya masing–masing. Kita tidak bisa memutlakan urusan ibadah. Merasa bahwa keyakinan kita dalam melaksanakan ibadah adalah yang paling benar sedangkan yang lain adalah salah dan bid’ah !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik untuk kita renungi bersama adalah ungkapan dari Ibnu Hajar Al Haytami yang berkata : "Madzhabunaa showaab yahtamilu al khotho. Wa madzhabu ghoyirinaa khotho yahtamilu al showaab – Mazhab kami benar, tetapi bisa jadi mengandung kesalahan. Mazhab selain kami salah, tetapi bisa jadi mengandung kebenaran". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Idham Khalid ketua Nahdatul Ulama naik haji satu kapal dengan Buya Hamka seorang tokoh Muhammadiyah. Setiap subuh, diadakan shalat berjemaah dengan Imam shalat bergantian. Ketika Idham Khalid menjadi imam dia berqunut, dan buya Hamka yang menjadi makmum ikut berqunut. Dalam hari yang lain giliran buya Hamka yang menjadi Imam, beliau tidak berqunut dan Idham Khalid mengikutiya tanpa mengulangi shalatnya. Perbedaan dalam ibadah tidak mengalahkan persaudaraan Islamiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Umar r.a., ia berkata: Rasulullah saw, bersabda pada hari perang Ahzab: "Jangan sekali-kali seseorang melakukan shalat asar kecuali di (perkampungan) Bani Quraizhah." Sebagian mereka mendapatkan waktu ashar ditengah perjalanan. Lalu mereka berkata, "Kami tidak akan shalat ashar kecuali setelah kami datang di Bani Quraizhah".  Dan sebagian lagi berkata, "Kami akan melakukan shalat ashar, karena bukan itu yang dimaksudkan Rasulullah saw. terhadap kita. "Kemudian peristiwa  itu dilaporkan kepada Rasulullah saw., maka beliau tidak mencela salah satunya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah s.a.w. mengatakan: "Sesungguhnya orang-orang Yahudi tidak mau menyemir rambut, karena itu berbedalah kamu dengan mereka." (Riwayat Bukhari) - Walaupun ini jelas perintah Rosulullah tetapi tidak serta merta di ikuti oleh para sahabat, Abubakar dan Umar melakukannya. Sedang yang lain tidak melakukannya, seperti Ali, Ubai bin Kaab dan Anas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Akhlak menghargai kemanusiaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai – nilai ibadah seharusnya menjadi motivasi yang kuat untuk berbuat kebaikan bagi kehiduapan pergulannya di tengah–tengah masyarakat . Mereka sangat peduli dengan jeritan dan rintihan kaum tertindas dan fakir miskin. Mereka rela memotong rejekinya untuk dikumpulkan sebagai sebuah modal yang mampu dikelola untuk meningkatkan martabat sesama saudaranya yang terpuruk dalam kemiskinan. Mereka bergetar setiap membaca surat Al Maun, karena takut disebut pendusta agama, hanya karena menterlantarkan orang miskin dan anak yatim. Bahkan bergetar jiwa mereka begitu mendengarkan firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapakah engkau menjadi penghuni neraka Saqar ?. Mereka menjawab: Sungguh kami dahulu tidak termasuk yang mendirikan shalat, dan tidak pernah memberi makan orang miskin“. (QS,74: 40-41)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan ritual telah menjadi dasar untuk mempraktekkan nilai–nilai actual. Habluminallah telah memacu dirinya untuk membuktikannya ditengah–tengah pergaulan habluminannaas. Hubungan dengan Allah yang dilukiskan dengan bentuk ibadah ritual menjadi dasar motivasi diri. Sedangkan hubungannya dengan manusia telah memacu dirinya untuk membuktikan hidup penuh manfaat, karena hatinya terketuk oleh sabda Rasulullah saw : "Sebaik–baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bentuk penghargaan terhadap nilai kemanusiaan, seorang muslim tidak mungkin mematahkan harapan orang lain dengan berbuat khianat. Ingkar janji dan tidak mematuhi komitmen peraturan yang disepakatinya. Sehingga dalam ukuran yang nyata tersebut tampaklah ahlak muslim itu di jalanan, diperkantoran, dilorong–lorong sempit bahkan di dalam rumah tangganya telah tegak disiplin untuk menghargai orang lain. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di jalanan, tidak mungkin dia melanggar rambu–rambu lalu lintas, karena pelanggaran berarti penghianatan terhadap nilai kemanusiaan yang telah melahirkan peraturan.&lt;br /&gt;Begitu juga para pegawai muslim di perkantoran akan menunjukkan akhlaqnya yang mulia. Jangankan ada niat korupsi, untuk datang terlambat saja jiwanya bergetar, dia takut dikatagorikan sebagai orang munafik, karena telah melanggar janji. Ini semua sebagai wujud nyata dari aplikasi ritual dalam bentuk akhlak pergaulan di dalam masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara yang penduduknya mayoritas non muslim, menjadi sorga bagi para penyandang cacat. Bila di bandara ada orang yang memakai kursi roda, mereka diberikan prioritas dalam segala hal. Mereka diberi jalan khusus dan lift khusus. Di tempat parkir, mereka diberi ruangan khusus untuk para pengendara penyandang cacat. Mereka dihargai dan dimanusiakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar bin Ash r.a.,sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: "Orang yang berbelas-kasih pasti dikasihi Yang Maha Pengasih. Berbelas kasihlah kepada penghuni di bumi, niscaya para penghuni langit akan berbelas kasih kepadamu sekalian". (HR. Abu Daud dan Tirmidzi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Akhlak menghargai disiplin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap disiplin merupakan mahkotanya umat Islam yang saat ini telah terbuang di keranjang sampah. Kita merasa bahwa disiplin hanya merugikan. Kenapa harus antri kalau bisa menyerobot. Kenapa harus mempercepat pelayanan masyarakat kalau bisa kita perlambat. Bila melanggar lalu lintas, kenapa harus menghadap pengadilan tilang bila masih bisa menyogok polisi. Kenapa harus buang sampah di kotak sampah bila lapangan, taman dan jalanan masih bisa kita jadikan tempat pembuangan sampah dan kotoran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya apa-apa yang diajarkan, dipraktekan secara terbalik. Ketika kita menghafalkan hadist bahwa kebersihan itu bagian dari iman, kita menterjemahkannya secara bertentangan. Masjid yang kumuh, jalanan yang kotor, sampah yang memenuhi saluran air tidak menjadi ruang kepedulian kita. Bahkan, kita menganggap hal tersebut bukan sebuah dosa sosial. Kita tidak merasakan bahwa sikap disiplin itu adalah merupakan pencerminan dari akhlak.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, .. di banyak negara yang mayoritas penduduknya non muslim menjadikan sikap disiplin dan taat hukum merupakan bagian dari jati dirinya. Dengan sangat disiplin mereka,antri untuk mendapatkan taksi. Semua berjalan sangat teratur. Bahkan,.. pada jam 3 malam saya menyaksikan satu kendaraan tetap tidak bergerak menunggu lampu merah, padahal tidak ada kendaraan lain kecuali kendaraan saya yang ada di belakangnya. Pengendara itu tetap disiplin tidak mau menerabas, dan baru berjalan setelah lampu hijau. Mereka tetap disiplin walaupun tidak ada polisi. Seakan –akan mereka berkata : "I am the Law and I am the police for myself". Sehingga dapat kita katakan bahwa sikap disiplin mentaati peraturan lalu lintas menunjukkan kepribadian bangsa. Sikap mentaati hukum merupakan mahkota kemuliaan bangsa. Hancurnya sebuah bangsa,karena sikap disiplin telah tercerabut dari masyarakatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Akhlak melahirkan etos kerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhlak yang merupakan ajaran sentral agama Islam tidak lagi menyentuh dunia. Kita terperangkap dalam keasyikan ritual. Kita merasa terpuaskan bahwa dengan membaca istighfar 1000 kali, dosa–dosa kita terampuni tanpa sedikitpun melaksanakan persyaratannya. Padahal Rasulullah bersabda : "ikutilah perbuatan dosa itu dengan perbuatan baik". Artinya dosa baru terhapuskan bila disesali dan kemudian bertekad untuk menggantinya dengan akhlak yang mulia. Tanpa perubahan akhlak, maka semua istighfar kita hanyalah sepeti nyanyian merdu yang didendangkan dihadapan orang tuli. Kita tidak bisa menebus dosa tanpa akhlak yang baik (ichsan). Bahkan diriwayatkan bahwa ada dosa yang tidak dapat dihapus dengan shalat dan tidak dapat di hapus dengan berhaji, kecuali dengan bekerja keras. Dalam kesempatan lain, Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa yang bekerja dengan tangannya sendiri sampai sore hari, dan disore itu dia merasakan kelelahan, maka di sore itu pula dia diampuni dosanya". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhlak Islam mengajarkan bahwa : "tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah. Bahkan seseorang yang memikul kayu bakar sehingga punggungnya terluka, hal itu lebih baik daripada meminta–minta yang kadang–kadang diberi kadang ditolak". Budaya mengemis justru bertambah subur, karena secara ritual barangsiapa yang membangun Masjid akan dibuatkan rumah di sorga. Mereka membuang akhlak bekerja keras, dan lebih baik mengemis walaupun dia lakukan atas nama tuhan sekalipun. Maka berbagai dalih serta perdebatan bahkan seminar di gelar, kenapa pengemis itu bergentayangan di setiap perempatan jalan dst. Kesimpulannya ? para pembawa makalah mendapatkan honor, panitia mendapatkan untung, dan para pengemis pun keesokan harinya semakin bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Akhlak melahirkan kedermawanan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhlak seorang muslim adalah akhlaq yang sangat peduli dengan orang lain, bahkan sebagaimana dinukilkan didalam Al-Qur’an, dia rela menderita demi mendahulukan kepentingan orang lain, sebagaimana gambaran kaum Anshor yang menolong kaum Muhajirin. Mereka rela membagi rumah dan hartanya dengan penuh keikhlasan, karena terpanggil semangat akhlak yang peduli dengan derita sesama saudaranya. Mereka adalah pribadi-pribadi yang mempunyai semangat bahagia untuk memberi (pleasure in giving). Mereka lakukan karena keterpanggilan amanah untuk menunjukkan akhlaq yang mulia melalui smangat kedermawanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah memujikan orang dermawan seraya bersabda : "Orang Dermawan itu dekat dengan Allah, dekat kepada sorga, dekat pada manusia dan jauh dari neraka. Sedang orang bakhil itu jauh dari Allah, jauh dari sorga, jauh dari manusia dan dekat pada neraka“. Orang yang dermawan lebih dicintai Allah daripada orang yang ahli ibadah tetapi bakhil (kikir/pelit)". (HR Tarmidzi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedermawanan menunjukkan nilai kemanusiaan yang sangat tinggi dan terhormat, tidak saja dihadapan sesama manusia, tetapi juga dihadapan Allah. Orang yang dermawan mengungguli para ahli ibadah yang bakhil, karena seorang dermawan betapapun sedikitnya prilaku ibadah ritual mereka dapat langsung dirasakan manusia. Sedangkan kebakhilan atau sikap kikir betapapun sifat itu melekat pada ahli ibadah, tetapi kebakhilannya dirasakan pahit bagai empedu bagi orang lain. Dengan demikian tampaklah bahwa nilai–nilai akhlak mengungguli nilai–nilai ritual, selama ritualnya hanya sekedar untuk meraih kesalehan personal dan melupakan nilai kesalehan sosial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap kedermawanan akan melahirkan pula sikap kepedulian. Bergetar jiwanya melihat penderitaan orang lain, kemudian tidak ada kata "berpangku tangan" melihat sesama saudaranya teraniaya. Dengan penuh tanggung jawab dipikulnya beban amanah untuk menyelamatkan harga dan martabat muslim serta umat manusia tanpa membedakan ras dan agama mereka. Salah satu kerinduannya di tengah–tengah pergaulan hidup, tidak lain menjadikan dirinya pelita yang berbinar memercikkan Rahmatan Lil Alamin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda : "Barangsiapa yang menutupi aib seorang Muslim, niscaya Allah akan menutupi aibnya di dunia maupun di akhirat. Barangsiapa yang menghilangkan sebagian kesulitan seseorang, niscaya Allah Azza wa Jalla akan menghilangkan baginya kesulitan dunia dari kesulitan akhirat. Dan barangsiapa yang selalu menolong kebutuhan saudaranya, niscaya Allah akan menolong kebutuhannya". (HR.Tabarani, Muslim, Tarmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedermawanan akan melahirkan sikap seperti pada umumnya orang yang modern, yaitu kerja keras mencari rejeki agar mereka dapat menegakan wibawa diri dan sekaligus memiliki potensi untuk menolong orang lain. Dari sikap kerja keras ini melahirkan sikap hati–hati dan waspada dalam caranya mengeluarkan uang sehingga lebih efisien dan efektip, karena sikap boros adalah kawannya setan. Kedermawanan melahirkan pula sikap empati ; sikap peduli dan menghargai setiap orang. Dia merasakan bahwa eksistensi dirinya hanya ada bila ada orang lain. Kehadiran orang lain bukan hanya sekedar benda, melainkan sebuah rahmat yang akan mengangkat martabat dirinya, sehingga mereka sangat peduli kepada orang lain, terutama sahabat dan tetangganya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda :  "Jibril senantiasa berpesan kepadaku mengenai tetangga hingga aku menduga Jibril akan menjadikan tetangga sebagai ahli waris". (HR. Bukhori-Muslim) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya para jama’ah yang merindukan pertemuan dengan Sang Khaliq menjadikan akhlaq kedermawanan sebagai benang–benang emas yang menghiasi jubah kezuhudan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Akhlak memancarkan kasih sayang keluarga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para anggota jama’ah mukmin yang merindukan surga, akan tampak dari tata cara mereka berkasih sayang di dalam keluarga dan rumah tangganya. Pancaran cinta menyentuh setiap kalbu anggota keluarga. Tutur kata mereka bagaikan gemericik air yang melantunkan kesejukan, lembut dan menyejukkan. Sikap prilaku anggota keluarganya menunjukkan saling hormat dan mencintai. Jiwa mahabbah (kecintaan) lebih dominan bahkan mengalahkan jiwa amarah. Tertanam di dalam lubuk hati mereka, sabda Rasulullah : "Bukanlah pengikutku, mereka yang tidak menyayangi yang kecil dan menghormati yang tua". Sabda ini diproses menjadi sebuah sikap prilaku yang nyata. Orang tua mereka tampil sebagai pemimpin yang menunjukkan ketauladanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua berdiri bagaikan menara cahaya yang memantulkan kasih sayangnya, bukan dengan limpahan materi yang memanjakan, tetapi dalam bentuk tarbiyatul quluub (pendidikan hati) melalui ketauladanan. Karena mereka sadar bahwa tindakan lebih membekas daripada kata-kata. Maka pendidikan utama dan pertama dalam rumah–rumah mereka, adalah pendidikan tauhid kemudian mempraktekan dan membahas makna ibadah yang dipercontohkannya kepada mereka dalam bentuk yang nyata, inilah bagian dari akhlak ketauladanan ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para orang tua beserta seluruh penghuni yang berada dibawah atap rumahnya, merasakan bahwa mereka adalah satu jama’ah yang kelak akan reuni di surga. Seluruh keluarga merindukan pertemuan ulang di alam baqa dan menjadi penghuni surga Aden , sebagaimana dijanjikan Allah dalam firman-Nya : "Surga Aden, mereka masuk kedalamnya bersama mereka yang saleh diantara orang tua mereka, istri-istri mereka, dan keturunan mereka". (QS, Al-Ra’du : 23). Dan dalam ayat yang lain Allah berfirman : "Masuklah ke surga bersama istri kamu untuk digembirakan". (QS, Al Zuhruf : 70). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh keluarganya dibina dalam tali cinta serta harapan untuk kelak mereka berkumpul kembali di taman surga. Mereka berkasih sayang dan selalu menjaga akhlaknya, karena mereka sadar bahwa kekuatan akhlak akan menghimpun mereka kembali di yaumil akhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang suami serta istrinya yang merindukan keluarganya berkumpul di surga tidak mungkin memalingkan wajah bathinnya dari mereka. Mereka sangat meyakini bahwa ketakwaan, keimanan dan akhlak akan menghantarkannya ke pintu–pintu yang penuh barokah bagi diri dan keluarganya kelak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Thabrani dan Ibnu Mardawaih meriwayatkan sabda Rosulullah Saw, : "Ketika seseorang masuk surga ia menanyakan orangtua, istri dan anak-anaknya. Lalu dikatakan kepadanya mereka tidak mencapai derajat amalmu". Ia berkata : "Ya Robbi, aku beramal bagiku dan keluargaku". Kemudian Allah memerintahkan untuk mengusulkan keluarganya ke surga". Setelah itu Ibnu Abbas r.a. membaca surat At Thur ayat 21, “ Dan orang – orang yang beriman,lalu anak cucu mereka mengikuti mereka dengan iman, kami susulkan keturunan mereka pada mereka, dan Kami tidak mengurangi amal mereka sedikitpun". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukalah jendela hatimu ! Biarkan cahaya mentari yang begitu hangat menerpa seluruh sudut kehidupanmu . Engkau akan bergairah , bersuka cita dibawah semburan cahaya yang membuat seluruh mata memandang dan tubuhmu bergerak bagaikan tarian yang terus meliukkan tubuhnya mengikuti musik cahaya mentari. Benih–benih pengetahuan dan kearifan dalam jiwamu, hanya bisa kau tumbuhkan karena siraman cahaya. Biarkan dirimu diterpa sinar terang mentari, betapapun panasnya menyengat dan menghanguskan, kehidupan tak akan pernah menemukan kesejatiannya tanpa percikan cahayanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh bodoh menutup anugerah cahaya,.. Sungguh merugi orang-orang yang menutup pintu dari ketukan seorang pengembara yang akan membagikan berakahnya untukmu. &lt;br /&gt;Rumahmu tempat engkau tinggal, bukanlah kuburan cina. Indah bangunanya, mahal harganya, luas tempatnya, tetapi hanya sekedar membungkus seonggok daging dan tulang, baunya busuk, keabadiannya sirna, peti yang kukuh semakin rapuh kemudian mendebu, sirna. Rumahmu yang sebenarnya bukanlah wujud keindahan yang hanya bisa dipandang dengan mata telanjang. Rumahmu adalah jiwamu yang wibawanya kau pantulkan dari cara memandang dengan mata hatimu yang memancarkan rasa iba kepada saudara–saudaramu. Ruh tak akan pernah sirna. Tetapi menjulang kelangit karena mengejar cahaya. Sedangkan ruh yang kosong dari cinta dan diliputi keserakahan akan tenggelam memasuki tanah– tanah busuk yang hitam berlumpur, bergabung dengan rayap yang bersembunyi dalam kegelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr. wb,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis oleh : Ustdz. H. Toto Tasmara&lt;br /&gt;Sunting oleh : H. Umar Hapsoro Ishak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-2741403780531366848?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/2741403780531366848/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=2741403780531366848' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/2741403780531366848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/2741403780531366848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/04/ahlak-yang-pertama-dan-utama.html' title='Ahlak yang Pertama &amp; Utama.'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SfB1_iv6pqI/AAAAAAAAAiY/BDIo33-Fduk/s72-c/Makam+Rasulullah+saw.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-8144220427149326085</id><published>2009-04-01T19:27:00.000-07:00</published><updated>2009-04-02T07:40:02.629-07:00</updated><title type='text'>Sultan Saladin (Salahuddin Al-Ayyubi)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SdSjH8INIfI/AAAAAAAAAg4/3thKO0PyHPI/s1600-h/Saladin.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 131px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SdSjH8INIfI/AAAAAAAAAg4/3thKO0PyHPI/s200/Saladin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320056416626352626" /&gt;&lt;/a&gt; Saya coba mendoakan arwah Saladin di depan makamnya, di sebuah ruangan di belakang Masjid Umayyah yang berumur lebih dari 12 abad itu di Damaskus. Tapi konsentrasi diri saya rasanya tak betul. Barangkali sesuatu telah mengganggu hati saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makam itu –makam orang yang termasyhur dalam sejarah itu, orang yang besar jasanya itu, orang yang dipuji bahkan oleh musuh-musuhnya itu– terasa kusam. Seperti kesedihan yang dicoba disembunyikan, ruangan itu kelabu. Sebuah kubur dengan nisan yang tinggi tapi hanya tampil serasa kayu lapuk, logam yang aus. Sebuah ruang sekitar 4 X 6 meter, yang seperti kamar yang kehilangan peminat. Warna-warnanya hambar. Cahaya pudar. Sawang tebal. Debu. Orang tak akan tahu dengan segera bahwa di sinilah Sultan Saladin, pahlawan Islam dalam Perang Salib, terkubur. Hanya sebuah gambar kertas yang buruk –mungkin wajahnya– tergantung di dinding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SdSloK8fQWI/AAAAAAAAAhA/1vsMR38sEIo/s1600-h/Makam+Sultan+Saladin.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SdSloK8fQWI/AAAAAAAAAhA/1vsMR38sEIo/s200/Makam+Sultan+Saladin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320059169382809954" /&gt;&lt;/a&gt; Makam memang tidak untuk dijadikan ruang pameran. Kubur memang hanya pertanda kesementaraan kita –juga keterbatasan seorang pahlawan. Tapi tidakkah manusia perlu berhenti sebentar dan mengenang? “Kenanglah segala yang baik,” kata sebuah baris Chairil Anwar, “dan cintaku yang kekal.” Tidakkah masa lalu punya sesuatu yang kekal, yang bisa diwakili dengan sebuah tanda, sebuah simbol, dengan sikap yang hormat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba berdoa di depan makam Saladin di Damaskus, untuk arwahnya, juga untuk apa yang baik dalam sejarah –tapi saya merasa ada sesuatu yang meleset dalam ruang ini. Melangkah keluar, berjalan kembali ke lapangan terbuka di halaman dalam masjid, saya dengar suara penziarah-penziarah Syiah meraungkan tangis, di dekat peninggalan Hussein yang gugur di Kerbala berabad-abad yang lalu. Di tembok-tembok tinggi, masih tersisa bekas-bekas lukisan gaya Byzantium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa lalu memang tidak mudah pergi meskipun kita seperti tak ingin menengoknya. Bahkan di salah satu tembok Masjid Umayyah yang dulu adalah Katedral Yahya Pembaptis yang dipermak jadi masjid yang indah di tahun 700-an itu, seorang sejarawan masih menemukan sisa inskripsi ini: “Kerajaan-Mu, ya, Kristus, adalah kerajaan abadi…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jika masa lalu tak mudah pergi, dari bagian manakah dari Saladin yang akan datang kepada kita kini? Dari ruang makamnya yang kusam, mitos apa yang akan kita teruskan? Kisah Saladin adalah kisah peperangan. Dari zamannya kita dengar cerita dahsyat bagaimana agama-agama telah menunjukkan kemampuannya untuk memberi inspirasi keberanian dan ilham pengorbanan –yang kalau perlu dalam bentuk pembunuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebagian besar kisah Saladin –yang tersebar baik di Barat maupun di Timur dari sejarah Perang Salib yang panjang di abad ke- 12 itu– adalah juga cerita tentang seorang yang pemberani dalam pertempuran, yang sebenarnya tak ingin menumpahkan darah. Saladin merebut Jerusalem kembali di musim panas 1187. Tapi menjelang serbuan, ia beri kesempatan penguasa Kristen kota itu untuk menyiapkan diri agar mereka bisa melawan pasukannya dengan terhormat. Dan ketika pasukan Kristen itu akhirnya kalah juga, yang dilakukan Saladin bukanlah menjadikan penduduk Nasrani budak-budak. Saladin malah membebaskan sebagian besar mereka, tanpa dendam, meskipun dulu, di tahun 1099, ketika pasukan Perang Salib dari Eropa merebut Jerusalem, 70 ribu orang muslim kota itu dibantai dan sisa-sisa orang Yahudi digiring ke sinagog untuk dibakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SdSnIop94uI/AAAAAAAAAhI/IkVqJcziGek/s1600-h/sulthan+saladin.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 141px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SdSnIop94uI/AAAAAAAAAhI/IkVqJcziGek/s200/sulthan+saladin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320060826625630946" /&gt;&lt;/a&gt; “Anakku,” konon begitulah pesan Sultan itu kepada anaknya, az-Zahir, menjelang wafat, “…Jangan tumpahkan darah… sebab darah yang terpercik tak akan tertidur.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidupnya yang cuma 55 tahun, ikhtiar itulah yang tampaknya dilakukan Saladin. Meskipun tak selamanya ia tanpa cacat, meskipun ia tak jarang memerintahkan pembunuhan, kita toh tahu, antara lain dan film Hollywood sekalipun, bagaimana pemimpin pasukan Islam itu bersikap baik kepada Raja Richard Berhati Singa yang datang dari Inggris untuk mengalahkannya. Ketika Richard sakit dalam pertempuran, Saladin mengiriminya buah pir yang segar dingin dalam salju, dan juga seorang dokter. Lalu perdamaian pun ditandatangani, 1 September 1192, dan pesta diadakan dengan pelbagai pertandingan, dan orang Eropa takjub bagaimana agama Islam bisa melahirkan orang sebaik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sekarang juga mungkin takjub bagaimana masa lalu bisa melahirkan orang sebaik itu. Terutama ketika orang hanya mencoba menghidupkan kembali apa yang gagah berani dari abad ke- 12 tapi meredam apa yang sabar dan damai dari sebuah zaman yang penuh peperangan. Tapi pentingkah sebenarnya masa silam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari makam telantar orang Kurdi yang besar itu, suatu hari di tahun 1970-an, saya kembali ke pusat Damaskus, lewat lorong bazar yang sibuk di depan Masjid Umayyah. Kota itu riuh, keriuhan yang mungkin tanpa sejarah. (~Majalah Tempo, l9 Jan'91~)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tentang Sultan Saladin - wikipedia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SdTKgaTpBII/AAAAAAAAAhY/tI2jKCHALVs/s1600-h/Saladin+-+Pahlawan+Perang+Salib.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 148px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SdTKgaTpBII/AAAAAAAAAhY/tI2jKCHALVs/s200/Saladin+-+Pahlawan+Perang+Salib.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320099717997724802" /&gt;&lt;/a&gt;Salahuddin Ayyubi atau Saladin atau Salah ad-Din (Bahasa Arab: صلاح الدين الأيوبي, Kurdi: صلاح الدین ایوبی) (Sho-lah-huud-din al-ay-yu-bi) (c. 1138 - 4 Maret 1193) adalah seorang jendral dan pejuang muslim Kurdi dari Tikrit (daerah utara Irak saat ini). Ia mendirikan Dinasti Ayyubiyah di Mesir, Suriah, sebagian Yaman, Irak, Mekkah Hejaz dan Diyar Bakr. Salahuddin terkenal di dunia Muslim dan Kristen karena kepemimpinan, kekuatan militer, dan sifatnya yang ksatria dan pengampun pada saat ia berperang melawan tentara salib. Sultan Salahuddin Al Ayyubi juga adalah seorang ulama. Beliau memberikan catatan kaki dan berbagai macam penjelasan dalam kitab hadits Abu Dawud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Latar belakang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalahuddin Al-Ayyubi berasal dari bangsa Kurdi[1] . Ayahnya Najmuddin Ayyub dan pamannya Asaduddin Syirkuh hijrah (migrasi) meninggalkan kampung halamannya dekat Danau Fan dan pindah ke daerah Tikrit (Irak). Shalahuddin lahir di benteng Tikrit, Irak tahun 532 H/1137 M, ketika ayahnya menjadi penguasa Seljuk di Tikrit. Saat itu, baik ayah maupun pamannya mengabdi kepada Imaduddin Zanky, gubernur Seljuk untuk kota Mousul, Irak. Ketika Imaduddin berhasil merebut wilayah Balbek, Lebanon tahun 534 H/1139 M, Najmuddin Ayyub (ayah Shalahuddin) diangkat menjadi gubernur Balbek dan menjadi pembantu dekat Raja Suriah Nuruddin Mahmud. Selama di Balbek inilah, Shalahuddin mengisi masa mudanya dengan menekuni teknik perang, strategi, maupun politik. Setelah itu, Shalahuddin melanjutkan pendidikannya di Damaskus untuk mempelajari teologi Sunni selama sepuluh tahun, dalam lingkungan istana Nuruddin. Pada tahun 1169, Shalahudin diangkat menjadi seorang wazir (konselor).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana, dia mewarisi peranan sulit mempertahankan Mesir melawan penyerbuan dari Kerajaan Latin Jerusalem di bawah pimpinan Amalrik I. Posisi ia awalnya menegangkan. Tidak ada seorangpun menyangka dia bisa bertahan lama di Mesir yang pada saat itu banyak mengalami perubahan pemerintahan di beberapa tahun belakangan oleh karena silsilah panjang anak khalifah mendapat perlawanan dari wazirnya. Sebagai pemimpin dari prajurit asing Syria, dia juga tidak memiliki kontrol dari Prajurit Shiah Mesir, yang dipimpin oleh seseorang yang tidak diketahui atau seorang Khalifah yang lemah bernama Al-Adid. Ketika sang Khalifah meninggal bulan September 1171, Saladin mendapat pengumuman Imam dengan nama Al-Mustadi, kaum Sunni, dan yang paling penting, Abbasid Khalifah di Baghdad, ketika upacara sebelum Shalat Jumat, dan kekuatan kewenangan dengan mudah memecat garis keturunan lama. Sekarang Saladin menguasai Mesir, tapi secara resmi bertindak sebagai wakil dari Nuruddin, yang sesuai dengan adat kebiasaan mengenal Khalifah dari Abbasid. Saladin merevitalisasi perekonomian Mesir, mengorganisir ulang kekuatan militer, dan mengikuti nasihat ayahnya, menghindari konflik apapun dengan Nuruddin, tuannya yang resmi, sesudah dia menjadi pemimpin asli Mesir. Dia menunggu sampai kematian Nuruddin sebelum memulai beberapa tindakan militer yang serius: Pertama melawan wilayah Muslim yang lebih kecil, lalu mengarahkan mereka melawan para prajurit salib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SdTH6VHoqSI/AAAAAAAAAhQ/cJH1OpSyBLg/s1600-h/Wilayah+Kekuasaan+Sultan+Saladin.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 373px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SdTH6VHoqSI/AAAAAAAAAhQ/cJH1OpSyBLg/s400/Wilayah+Kekuasaan+Sultan+Saladin.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320096864746907938" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Timur Tengah (1190 M.). Wilayah kekuasaan Shalahuddin (warna merah); Wilayah yang direbut kembali dari pasukan salib 1187-1189 (warna pink). Warna hijau terang menandakan wilayah pasukan salib yang masih bertahan sampai meninggalnya Shalahuddin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kematian Nuruddin (1174) dia menerima gelar Sultan di Mesir. Disana dia memproklamasikan kemerdekaan dari kaum Seljuk, dan dia terbukti sebagai penemu dari dinasti Ayyubid dan mengembalikan ajaran Sunni ke Mesir. Dia memperlebar wilayah dia ke sebelah barat di maghreb, dan ketika paman dia pergi ke Nil untuk mendamaikan beberapa pemberontakan dari bekas pendukung Fatimid, dia lalu melanjutkan ke Laut Merah untuk menaklukan Yaman. Dia juga disebut Waliullah yang artinya teman Allah bagi kaum muslim Sunni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari usia belasan tahun Shalahuddin selalu bersama ayahnya di medan pertempuran melawan Tentara Perang Salib atau menumpas para pemberontakan terhadap pemimpinnya Sultan Nuruddin Mahmud. Ketika Nuruddin berhasil merebut kota Damaskus tahun pada tahun 549 H/1154 M maka keduanya ayah dan anak telah menunjukkan loyalitas yang tinggi kepada pemimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tiga pertempuran di Mesir bersama-sama pamannya Asaduddin melawan Tentara Perang Salib dan berhasil mengusirnya dari Mesir pada tahun 559-564 H/ 1164-1168 M. Sejak itu Asaduddin, pamannya diangkat menjadi Perdana Menteri Khilafah Fathimiyah. Setelah pamnnya meninggal, jabatan Perdana Menteri dipercayakan Khalifah kepada Shalahuddin Al-Ayyubi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalahuddin Al-Ayyubi berhasil mematahkan serangan Tentara Salib dan pasukan Romawi Bizantium yang melancarkan Perang Salib kedua terhadap Mesir. Sultan Nuruddin memerintahkan Shalahuddin mengambil kekuasaan dari tangan Khilafah Fathimiyah dan mengembalikan kepada Khilafah Abbasiyah di Baghdad mulai tahun 567 H/1171 M (September). Setelah Khalifah Al-'Adid, khalifah Fathimiyah terakhir meninggal maka kekuasaan sepenuhnya di tangan Shalahuddin Al-Ayyubi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sultan Nuruddin meninggal tahun 659 H/1174 M, Damaskus diserahkan kepada puteranya yang masih kecil Sultan Salih Ismail didampingi seorang wali. Dibawah seorang wali terjadi perebutan kekuasaan diantara putera-putera Nuruddin dan wilayah kekuasaan Nurruddin menjadi terpecah-pecah. Shalahuddin Al-Ayyubi pergi ke Damaskus untuk membereskan keadaan, tetapi ia mendapat perlawanan dari pengikut Nuruddin yang tidak menginginkan persatuan. Akhirnya Shalahuddin Al-Ayyubi melawannya dan menyatakan diri sebagai raja untuk wilayah Mesir dan Syam pada tahun 571 H/1176 M dan berhasil memperluas wilayahnya hingga Mousul, Irak bagian utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naik ke kekuasaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SdTMcAmPMUI/AAAAAAAAAhg/Pm4Saa9p6yI/s1600-h/c_croisade3_saladin.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 180px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SdTMcAmPMUI/AAAAAAAAAhg/Pm4Saa9p6yI/s200/c_croisade3_saladin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320101841400181058" /&gt;&lt;/a&gt;Di kemudian hari Saladin menjadi wazir pada 1169, dan menerima tugas sulit mempertahankan Mesir dari serangan Raja Latin Yerusalem, khususnya Amalric I. Kedudukannya cukup sulit pada awalnya, sedikit orang yang beranggapan ia akan berada cukup lama di Mesir mengingat sebelumnya telah banyak terjadi pergantian pergantian kekuasaan dalam beberapa tahun terakhir disebabkan bentrok yang terjadi antar anak-anak Kalifah untuk posisi wazir. Sebagai pemimpin dari pasukan asing Suriah, dia juga tidak memiliki kekuasaan atas pasukan Syi'ah Mesir yang masih berada di bawah Khalifah yang lemah, Al-Adid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memerintah : 1174 M. – 4 Maret-1193 M.&lt;br /&gt;Dinobatkan : 1174 M.&lt;br /&gt;Nama lengkap :  Salah al-Din Yusuf Ibn Ayyub&lt;br /&gt;Lahir :         1138 M. di Tikrit, Iraq&lt;br /&gt;Meninggal : 4 Maret-1193 M. di Damaskus, Syria&lt;br /&gt;Dimakamkan : Masjid Umayyah, Damaskus, Syria&lt;br /&gt;Pendahulu : Nuruddin Zengi&lt;br /&gt;Pengganti : Al-Aziz&lt;br /&gt;Dinasti : Ayyubiyyah&lt;br /&gt;Ayah :         Najmuddin Ayyub &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disunting oleh : H. Umar Hapsoro Ishak dari berbagai sumber&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-8144220427149326085?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/8144220427149326085/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=8144220427149326085' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/8144220427149326085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/8144220427149326085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/04/saladin.html' title='Sultan Saladin (Salahuddin Al-Ayyubi)'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SdSjH8INIfI/AAAAAAAAAg4/3thKO0PyHPI/s72-c/Saladin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-8676221679233530832</id><published>2009-03-10T07:24:00.000-07:00</published><updated>2009-04-02T05:01:46.552-07:00</updated><title type='text'>Algoritma</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SbZ4ajal1TI/AAAAAAAAAgQ/pnjEIisyDuM/s1600-h/al-khwarizmi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 136px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SbZ4ajal1TI/AAAAAAAAAgQ/pnjEIisyDuM/s200/al-khwarizmi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311565208108782898" /&gt;&lt;/a&gt; Assalamu'alaikum wr. wb,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Asal-usul kata Algoritma&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah algoritma, mungkin bukan sesuatu yang asing bagi kita, ... bila ditinjau dari asal-usul katanya, ... ‘Algoritma’ mempunyai sejarah yang agak sedikit aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang hanya menemukan kata Algorism yang berarti proses menghitung dengan angka Arab. Seseorang dikatakan ‘Algorist’ jika menghitung menggunakan angka Arab. Para ahli bahasa berusaha menemukan asal kata ini namun hasil yang diperoleh kurang memuaskan. Akhirnya para ahli sejarah matematika menemukan asal kata tersebut yang berasal dari nama penulis buku Arab terkenal, yaitu Abu Abdullah Muhammad Ibnu Musa Al-Khwarizmi dibaca orang barat menjadi Algorism.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Definisi Algoritma&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi Algoritma adalah langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis dan logis. Contoh sederhananya adalah penyusunan sebuah resep makanan, yang biasanya terdapat langkah-langkah cara memasak masakan tersebut. Tapi, algoritma umumnya digunakan untuk membuat diagram alur (flowchart) dalam ilmu komputer / informatika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penemu konsep Algoritma dan Aljabar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Muḥammad bin Mūsā al-Khawārizmī (Arab: محمد بن موسى الخوارزمي) adalah seorang ahli matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. Lahir sekitar tahun 780 di Khwārizm (sekarang Khiva, Uzbekistan) dan wafat sekitar tahun 850. Hampir sepanjang hidupnya, ia bekerja sebagai dosen di Sekolah Kehormatan di Baghdad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku pertamanya, al-Jabar, adalah buku pertama yang membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat. Sehingga ia disebut sebagai Bapak Aljabar. Translasi bahasa Latin dari Aritmatika beliau, yang memperkenalkan angka India, kemudian diperkenalkan sebagai Sistem Penomoran Posisi Desimal di dunia Barat pada abad ke 12. Beliau merevisi dan menyesuaikan Geografi Ptolemeus sebaik mengerjakan tulisan-tulisan tentang astronomi dan astrologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontribusi beliau tak hanya berdampak besar pada matematika, tapi juga dalam kebahasaan. Kata Aljabar berasal dari kata al-Jabr, satu dari dua operasi dalam matematika untuk menyelesaikan notasi kuadrat, yang tercantum dalam buku beliau. Kata logarisme dan logaritma diambil dari kata Algorismi, Latinisasi dari nama beliau. Nama beliau juga di serap dalam bahasa Spanyol Guarismo dan dalam bahasa Portugis, Algarismo yang berarti digit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga terkenal dengan sebutan Algorism. Panggilan inilah yang kemudian dipakai untuk menyebut konsep algoritma yang ditemukannya, konsep yang diambil dari nama belakangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Khwarizmi adalah salah satu ilmuwan matematika terbesar yang pernah hidup, dan tulisan-tulisannya sangat berpengaruh pada jamannya. Teori aljabar juga adalah penemuan dan buah pikiran Al khwarizmi. Nama aljabar diambil dari bukunya yang terkenal dengan judul Al Jabr Wa Al Muqabilah. Ia mengembangkan tabel rincian trigonometri yang memuat fungsi sinus, kosinus dan kotangen serta konsep diferensiasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruhnya dalam perkembangan matematika, astronomi dan geografi tidak diragukan lagi dalam catatan sejarah. Pendekatan yang dipakainya menggunakan pendekatan sistematis dan logis. Dia memadukan pengetahuan dari Yunani dengan Hindu ditambah idenya sendiri dalam mengembangkan matematika. Khwarizm mengadopsi penggunaan angka nol, dalam ilmu aritmetik dan sistem desimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bukunya banyak diterjemahkan kedalam bahasa latin pada awal abad ke-12, oleh dua orang penerjemah terkemuka yaitu Adelard Bath dan Gerard Cremona. Risalah-risalah aritmetikanya, seperti Kitab al-Jam’a wal-Tafreeq bil Hisab al-Hindi, Algebra, Al-Maqala fi Hisab-al Jabr wa-al-Muqabilah, hanya dikenal dari translasi berbahasa latin. Buku-buku itu terus dipakai hingga abad ke-16 sebagai buku pegangan dasar oleh universitas-universitas di Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku geografinya berjudul Kitab Surat-al-Ard yang memuat peta-peta dunia pun telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris. Buah pikir Khwarizmi di bidang geografi juga sangat mengagumkan. Dia tidak hanya merevisi pandangan Ptolemeus dalam geografi tapi malah memperbaiki beberapa bagiannya. Tujuh puluh orang geografer pernah bekerja dibawah kepemimpinan Al khwarizmi ketika membuat peta dunia pertama di tahun 830. Ia dikisahkan pernah pula menjalin kerjasama dengan Khalifah Mamun Al-Rashid ketika menjalankan proyek untuk mengetahui volume dan lingkar bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Biografi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit yang dapat diketahui dari hidup beliau, bahkan lokasi tempat kelahirannya sekalipun. Nama beliau mungkin berasal dari Khwarizm (Khiva) yang berada di Provinsi Khurasan pada masa kekuasaan Bani Abbasiyah (sekarang Xorazm, salah satu provinsi Uzbekistan). Gelar beliau adalah Abū ‘Abd Allāh (Arab: أبو عبد الله) atau Abū Ja’far.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarawan al-Tabari menamakan beliau Muhammad bin Musa al-Khwārizmī al-Majousi al-Katarbali (Arab: محمد بن موسى الخوارزميّ المجوسيّ القطربّليّ). Sebutan al-Qutrubbulli mengindikasikan beliau berasal dari Qutrubbull, kota kecil dekat Baghdad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang agama al-Khawārizmī', Toomer menulis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sebutan lain untuk beliau diberikan oleh al-Ṭabarī, "al-Majūsī," dapat dilihat mengindikasikan ia adalah pengikut Zoroaster.Ini mungkin terjadi pada orang yang berasal dari Iran. Tetapi, kemudian buku Al-Jabar beliau menunujukkan beliau adalah seorang Muslim Ortodok,jadi sebutan Al-Tabari ditujukan pada saat ia muda, ia beragama Majusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kitāb al-Fihrist Ibnu al-Nadim, kita temukan sejarah singkat beliau, bersama dengan karya-karya tulis beliau. Al-Khawarizmi menekuni hampir seluruh pekerjaannya antara 813-833. setelah Islam masuk ke Persia, Baghdad menjadi pusat ilmu dan perdagangan, dan banyak pedagang dan ilmuwan dari China dan India berkelana ke kota ini, yang juga dilakukan beliau. Dia bekerja di Baghdad pada Sekolah Kehormatan yang didirikan oleh Khalifah Bani Abbasiyah Al-Ma'mun, tempat ia belajar ilmu alam dan matematika, termasuk mempelajari terjemahan manuskrip Sanskerta dan Yunani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Karya-karyanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya terbesar beliau dalam matematika, astronomi, astrologi, geografi, kartografi, sebagai fondasi dan kemudian lebih inovatif dalam aljabar, trigonometri, dan pada bidang lain yang beliau tekuni. Pendekatan logika dan sistematis beliau dalam penyelesaian linear dan notasi kuadrat memberikan keakuratan dalam disiplin aljabar, nama yang diambil dari nama salah satu buku beliau pada tahun 830 M, al-Kitab al-mukhtasar fi hisab al-jabr wa'l-muqabala (Arab الكتاب المختصر في حساب الجبر والمقابلة) atau: "Buku Rangkuman untuk Kalkulasi dengan Melengkapakan dan Menyeimbangkan”, buku pertama beliau yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada abad ke-12.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada buku beliau, Kalkulasi dengan angka Hindu, yang ditulis tahun 825, memprinsipkan kemampuan difusi angaka India ke dalam perangkaan timur tengah dan kemudian Eropa. Buku beliau diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, Algoritmi de numero Indorum, menunjukkan kata algoritmi menjadi bahasa Latin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kontribusi beliau berdasar pada Astronomi Persia dan Babilonia, angka India, dan sumber-sumber Yunani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistemasi dan koreksi beliau terhadap data Ptolemeus pada geografi adalah sebuah penghargaan untuk Afrika dan Timur–Tengah. Buku besar beliau yang lain, Kitab surat al-ard ("Pemandangan Bumi";di terjemahkan oleh Geography), yang memperlihatkan koordinat dan lokalisasi yang diketahui dasar dunia, dengan berani mengevaluasi nilai panjang dari Laut Mediterania dan lokasi kota-kota di Asia dan Afrika yang sebelumnya diberikan oleh Ptolemeus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia kemudian mengepalai konstruksi peta dunia untuk Khalifah Al-Ma’mun dan berpartisipasi dalam proyek menentukan tata letak di Bumi, bersama dengan 70 ahli geografi lain untuk membuat peta yang kemudian disebut “ketahuilah dunia”. Ketika hasil kerjanya dikopi dan di transfer ke Eropa dan Bahasa Latin, menimbulkan dampak yang hebat pada kemajuan matematika dasar di Eropa. Beliau juga menulis tentang astrolab dan sundial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buku I - Aljabar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SbZ49w8ieVI/AAAAAAAAAgY/KvuwiXHlQ8Y/s1600-h/Al-Khwarizmi+-+Karya.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 123px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SbZ49w8ieVI/AAAAAAAAAgY/KvuwiXHlQ8Y/s200/Al-Khwarizmi+-+Karya.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311565813036251474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sebuah halaman dari Aljabar al-Khwārizmī&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al-Kitāb al-mukhtaṣar fī ḥisāb al-jabr wa-l-muqābala (Arab: الكتاب المختصر في حساب الجبر والمقابلة Buku Rangkuman Kalkulasi dengan Melengkapkan dan Menyeimbangkan) adalah buku matematika yang ditulis tahun 830.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku tersebut merangkum definisi aljabar. Buku ini diterjemahkan ke dalam Bahasa Latin berjudul Liber algebrae et almucabala oleh Robert of Chester (Segovia, 1145) dan juga oleh Gerard of Cremona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode beliau dalam menyelesaikan linear dan notasi kuadrat dilakukan dengan meredusi notasi ke dalam 6 bentuk standar (dimana b dan c adalah angka positif)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Angka ekual kuadrat (ax2 = c)&lt;br /&gt;    * Angka ekual akar (bx = c)&lt;br /&gt;    * Kuadrat dan akar ekual (ax2 + bx = c)&lt;br /&gt;    * Kuadrat dan angka akar ekual (ax2 + c = bx)&lt;br /&gt;    * Akar dan angka kuadrat ekual (bx + c = ax2)&lt;br /&gt;    * Kuadrat ekual akar (ax2 = bx)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membagi koefisien dari kuadrat dan menggunakan dua operasi aljabar (Arab: الجبر penyimpanan atau melengkapkan) dan al-muqābala (menyeimbangkan). Aljabar adalah proses memindahkan unit negatif, akar dan kuadrat dari notasi dengan menggunakan nilai yang sama di kedua sisi. Contohnya, x2 = 40x - 4x2 disederhanakan menjadi 5x2 = 40x. Al-muqābala adalah proses memberikan kuantitas dari tipe yang sama ke sisi notasi. Contohnya, x2 + 14 = x + 5 disederhanakan ke x2 + 9 = x.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pengarang telah menerbitkan tulisan dengan nama Kitāb al-ǧabr wa-l-muqābala, termasuk Abū Ḥanīfa al-Dīnawarī, Abū Kāmil (Rasāla fi al-ǧabr wa-al-muqābala), Abū Muḥammad al-‘Adlī, Abū Yūsuf al-Miṣṣīṣī, Ibnu Turk, Sind bin ‘Alī, Sahl bin Bišr, dan Šarafaddīn al-Ṭūsī.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buku 2 - Dixit algorizmi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku kedua besar beliau adalah tentang aritmatika, yang bertahan dalam Bahasa Latin, tapi hilang dari Bahasa Arab yang aslinya. Translasi dilakukan pada abad ke-12 oleh Adelard of Bath, yang juga menerjemahkan tabel astronomi pada 1126.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada manuskrip Latin,biasanya tak bernama,tetapi umumnya dimulai dengan kata: Dixit algorizmi ("Seperti kata al-Khawārizmī"), atau Algoritmi de numero Indorum ("al-Kahwārizmī pada angka kesenian Hindu"), sebuah nama baru di berikan pada hasil kerja beliau oleh Baldassarre Boncompagni pada 1857. Kitab aslinya mungkin bernama Kitāb al-Jam’a wa-l-tafrīq bi-ḥisāb al-Hind ("Buku Penjumlahan dan Pengurangan berdasarkan Kalkulasi Hindu")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buku 3 - Rekonstruksi Planetarium&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Peta abad ke-15 berdasarkan Ptolemeus sebagai perbandingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ketiga beliau yang terkenal adalah Kitāb ṣūrat al-Arḍ (Bhs.Arab: كتاب صورة الأرض "Buku Pemandangan Dunia" atau "Kenampakan Bumi" diterjemahkan oleh Geography), yang selesai pada 833 adalah revisi dan penyempurnaan Geografi Ptolemeus, terdiri dari daftar 2402 koordinat dari kota-kota dan tempat geografis lainnya mengikuti perkembangan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya ada satu kopi dari Kitāb ṣūrat al-Arḍ, yang tersimpan di Perpustakaan Universitas Strasbourg. Terjemahan Latinnya tersimpan di Biblioteca Nacional de España di Madrid. Judul lengkap buku beliau adalah Buku Pendekatan Tentang Dunia, dengan Kota-Kota, Gunung, Laut, Semua Pulau dan Sungai, ditulis oleh Abu Ja’far Muhammad bin Musa al-Khawarizmi berdasarkan pendalaman geografis yamg ditulis oleh Ptolemeus dan Claudius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini dimulai dengan daftar bujur dan lintang, termasuk “Zona Cuaca”, yang menulis pengaruh lintang dan bujur terhadap cuaca. Oleh Paul Gallez, dikatakan bahwa ini sanagat bermanfaat untuk menentukan posisi kita dalam kondisi yang buruk untuk membuat pendekatan praktis. Baik dalam salinan Arab maupun Latin, tak ada yang tertinggal dari buku ini. Oleh karena itu, Hubert Daunicht merekonstruksi kembali peta tersebut dari daftar koordinat. Ia berusaha mencari pendekatan yang mirip dengan peta tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buku 4 - Astronomi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampus Corpus Christi MS 283&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku Zīj al-sindhind (Arab: زيج "tabel astronomi”) adalah karya yang terdiri dari 37 simbol pada kalkulasi kalender astronomi dan 116 tabel dengan kalenderial, astronomial dan data astrologial sebaik data yang diakui sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi aslinya dalam Bahasa Arab (ditulis 820) hilang, tapi versi lain oleh astronomer Spanyol Maslama al-Majrīṭī (1000) tetap bertahan dalam bahasa Latin, yang diterjemahkan oleh Adelard of Bath (26 Januari 1126). Empat manuskrip lainnya dalam bahasa Latin tetap ada di Bibliothèque publique (Chartres), the Bibliothèque Mazarine (Paris), the Bibliotheca Nacional (Madrid) dan the Bodleian Library (Oxford).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buku 5 - Kalender Yahudi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Al-Khawārizmī juga menulis tentang Penanggalan Yahudi (Risāla fi istikhrāj taʾrīkh al-yahūd "Petunjuk Penanggalan Yahudi"). Yang menerangkan 19-tahun siklus interkalasi, hukum yang mengatur pada hari apa dari suatu minggu bulan Tishrī dimulai; memperhitungkan interval antara Era Yahudi(penciptaan Adam) dan era Seleucid ; dan memberikan hukum tentang bujur matahari dan bulan menggunakan Kalender Yahudi. Sama dengan yang ditemukan oleh al-Bīrūnī dan Maimonides.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Karya lainnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa manuskrip Arab di Berlin, Istanbul, Tashkent, Kairo dan Paris berisi pendekatan material yang berkemungkinan berasal dari al-Khawarizmī. Manuskrip di Istanbul berisi tentang sundial, yang disebut dalam Fihirst. Karya lain, seperti determinasi arah Mekkah adalah salah satu astronomi sferik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua karya berisi tentang pagi (Ma’rifat sa’at al-mashriq fī kull balad) dan determinasi azimut dari tinggi (Ma’rifat al-samt min qibal al-irtifā’).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga menulis 2 buku tentang penggunaan dan perakitan astrolab. Ibnu al-Nadim dalam Kitab al-Fihrist (sebuah indeks dari bahasa Arab) juga menyebutkan Kitāb ar-Ruḵāma(t) (buku sundial) dan Kitab al-Tarikh (buku sejarah) tapi 2 yang terakhir disebut telah hilang. (wikipedia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum wr. wb,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disunting Oleh : H. Umar Hapsoro Ishak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-8676221679233530832?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/8676221679233530832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=8676221679233530832' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/8676221679233530832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/8676221679233530832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/03/algoritma.html' title='Algoritma'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SbZ4ajal1TI/AAAAAAAAAgQ/pnjEIisyDuM/s72-c/al-khwarizmi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-7168520117963179772</id><published>2009-03-09T22:11:00.000-07:00</published><updated>2009-03-09T22:33:43.988-07:00</updated><title type='text'>Ilmuwan Muslim - Pelopor Sistem Penulisan Bagi Tunanetra</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Amidi - Pelopor Sistem Penulisan Bagi Tunanetra&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SbX4Zf-3vVI/AAAAAAAAAgI/E3PTkK2Qukk/s1600-h/Ilmuwan+Muslim+-+Al+Amidi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 148px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SbX4Zf-3vVI/AAAAAAAAAgI/E3PTkK2Qukk/s200/Ilmuwan+Muslim+-+Al+Amidi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311424452518985042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia modern boleh jadi hanya mengenal Louis Braille (1809-1852) sebagai satu-satunya penemu sistem penulisan bagi kalangan tunanetra. Padahal, 600 tahun sebelum Braille, peradaban Islam telah memelopori lahirnya sistem tulisan bagi kaum tunanetra. Sayangnya, terobosan penting yang diciptakan ilmuwan Muslim di abad ke-13 M itu seakan lenyap ditelan zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah profesor Muslim bernama &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ali Ibnu Ahmed Ibnu Yusuf Ibnu Al-Khizr Al-Amidi&lt;/span&gt; yang telah merintis penciptaaan sistem penulisan bagi orang buta itu. Sejak terlahir ke dunia, Al-Amidi sudah dalam kondisi buta. Keterbatasan penglihatan itu tak menyurutkan semangatnya untuk belajar dan terus menggali ilmu. Ilmuwan asal Suriah itu pun termasyhur sebagai ahli hukum dan pakar bahasa asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menggali ilmu dan pengetahuan, Al-Amidi berhasil menciptakan sebuah sistem penulisan untuk kaum difabel. Dengan sistem penulisan yang diciptakannya, ilmuwan yang &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;wafat pada 1314 M&lt;/span&gt; itu mampu membaca dan menulis buku. Penyandang tunanetra memang dikenal memiliki kemampuan meraba yang sangat luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkah itu mampu dimanfaatkan Al-Amidi untuk menggali ilmu. Dengan kemampuan meraba dan menyentuh itu, dia tak hanya mampu menempatkan dan menyimpan buku pada rak, tetapi Al-Amidi juga mampu menentukan nomor halaman sebuah buku. Selain itu, ia juga mampu mengetahui nilai buku dengan menetapkan jarak baris buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, jasa dan dedikasi Al-Amidi dalam menciptakan sistem penulisan untuk kaum difabel itu seperti hilang ditelan zaman. Sejarah juga seakan melupakan kontribusi tak ternilai yang telah diberikan ilmuwan Muslim itu. Tak hanya adikaryanya yang terkubur zaman, sosok Al-Amidi juga nyaris tak pernah disebut-sebut dalam sejarah peradaban Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sungguh ironis memang. Bahkan dalam hampir seluruh buku sejarah, pun jejaknya sangat sulit untuk ditemukan. Tak heran jika warga dunia hanya mengenal Braille yang berkebangsaan Prancis sebagai penemu huruf Braille. Pada 1824, Braille menciptakan sejenis sistem tulisan sentuh yang khusus digunakan para penyandang tunanetra. Awalnya, sistem penulisan itu dirancang Braille ketika berusia 15 tahun untuk memudahkan tentara membaca di tempat ge&lt;/span&gt;lap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem tulisan yang terdiri atas sel yang mempunyai enam titik timbul itu mulai populer dua tahun setelah Braille tutup usia. Sejak itulah, penyandang cacat tunanetra di seantero Prancis mulai menggunakan huruf Braille untuk membaca dan menulis. Huruf Braille terdiri atas 63 karakter. Setiap karakter atau sel terdiri atas enam titik--dua titik mendatar serta tiga titik lainnya menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titik-titik yang terdapat dalam sel itulah yang kemudian dapat dibaca oleh para tunanetra dengan menggunakan rabaan jari. Pada awalnya, huruf Braille tak mengenal huruf W. Setelah diadopsi sebagai sistem tulisan bagi kaum tunanetra yang universal dalam bahasa Inggris di London pada 1932, huruf Braille terus disempurnakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, huruf Braille telah diperkaya dan dapat digunakan untuk membaca nota musik dan matematika. Bahkan, Alquran Braille pun sudah tersedia sejak lama. Kian kayanya fungsi huruf Braille terjadi setelah sistem penulisan itu ditambah dua titik lagi. Sehingga, setiap selnya terdiri atas delapan titik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penambahan titik itu, penyandang tunanetra bisa membedakan huruf kapital dengan huruf kecil. Kombinasi delapan titik yang terdapat dalam setiap karakter huruf Braille itu, kini telah disusun dalam standar Unicode. Huruf Braille untuk bahasa Indonesia hampir sama dengan kode huruf Braille Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Barat mencatat, sistem Braille pada mulanya dikembangkan Charles Barbier sebagai metode komunikasi. Adalah Kaisar Napoleon Bonaparte yang memerintahkan Barbier untuk membuat kode bagi para serdadunya untuk berkomunikasi dalam keadaan gelap gulita yang disebut tulisan malam. Namun, sistem yang dikembangkan Barbier itu terlalu kompleks untuk dipelajari tentara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem tulisan yang dikembangkan Barbier pun akhirnya ditolak militer. Hingga akhirnya pada 1824, Napoleon berkunjung ke Institut Nasional bagi orang tunanetra di Paris, Prancis, dan bertemu dengan Louis Braille. Lalu, Braille diminta untuk memodifikasi serta merancang sistem tulisan malam yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lalu memodifikasi tulisan yang dibuat Barbier dengan menggunakan sistem sel yang terdiri atas enam titik. Dunia modern pun menganggap sistem tulisan Braille telah melahirkan semacam revolusi komunikasi bagi kalangan tunanetra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran untuk menghidupkan kembali sejarah hidup dan kontribusi Al-Amidi mulai muncul di Arab Saudi pada 1975 serta 1981 dan di Mesir pada 1961. Sejak tanggal 31 Maret 1975 dirayakan sebagai hari tunanetra dan pada 1981 dideklarasikan sebagai tahun internasional orang-orang cacat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jelas apa yang menyebabkan para sejarawan Muslim tak mencatat keberhasilan Al-Amidi yang begitu fenomenal. Boleh jadi, sistem tulisan yang dikembangkan Al-Amidi untuk kaum tunanetra serta tulisan tentang sejarah hidupnya musnah dalam huru-hara yang melanda wilayah Irak. Apalagi, Al-Amidi menetap di wilayah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 9 Juli 1401 M, Kota Baghdad dan wilayah Irak lainnya dihancurkan oleh pasukan Timur Lenk--penguasa Dinasti Timurid yang berpusat di Asia Tengah. Selain menghancurkan bangunan serta gedung-gedung penting, aksi invansi Timur Lenk yang masih keturunan Hulagu Khan itu juga menimbulkan korban jiwa belasan ribu jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan Timur Lenk ke Baghdad merupakan invansi kedua yang dilakukan bangsa Mongol. Sebelumnya, pada 1258 M, Baghdad diluluhlantakan tentara Mongol pimpinan Hulagu Khan. Bait Al-Hikmah yang menyimpan jutaan judul buku dibakar. Bahkan, sungai-sungai pun berubah warnanya menjadi hitam, akibat tinta yang meleleh dari buku yang dibuang ke sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peradaban Islam modern tentunya memiliki tugas penting untuk melacak jejak karya dan sejarah hidup Al-Amidi. Bisa jadi pula, risalah tentang sejarah Al-Amidi digondol peradaban Eropa ketika menjajah negara-negara Muslim di Timur Tengah. Pun Sangat mungkin, berkat karya Al-Amidi-lah Braille terinspirasi untuk menciptakan tulisan bagi tunanetra. N heri ruslan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ulama dan Ilmuwan Muslim Tunanetra&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Al-Amidi, peradaban Islam di era keemasan juga mencatat kiprah sederet ilmuwan dan ulama Muslim yang menyandang tunanetra. Ada yang sejak lahir mengalami kebutaan dan ada pula yang mengalami kebutaan pada usia tua. Bahkan, ada pula yang ketika lahir tunanetra, namun penglihatannya bisa kembali normal, seperti Imam Bukhari. Berikut ini adalah beberapa ulama dan ilmuwan Muslim yang tunanetra:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Abdullah Ibnu Ummu Maktum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah adalah sahabat Rasulullah SAW yang menyandang tunanetra. Namun, keterbatasan penglihatan tak menyurutkan daya juangnya untuk membela dan menyebarkan agama Allah SWT. Sejarah peradaban Islam mencatat, Abdullah sempat memainkan peranan penting dalam komunitas Muslim pada zamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya sekadar sahabat bagi Rasulullah SAW, Abdullah adalah keponakan Siti Khadijah--istri pertama Nabi Muhammad SAW. Ayahnya bernama Qays ibnu Za'id dan ibunya Atikah binti Abdullah. Atikah dijuluki Ummu Maktum karena dia melahirkan seorang anak yang buta bernama Abdullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah merupakan salah seorang sahabat yang terbilang paling awal menerima kebenaran ajaran Islam. Dia pun menyaksikan bagaimana Islam berkembang pesat di Makkah dan Madinah. Meski pada awalnya mendapat tekanan dan siksaan dari kaum Quraisy, Abdullah yang tunanetra tetap memegang keyakinannya sebagai seorang Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga tetap berada di belakang Rasulullah SAW untuk membela agama Allah SWT. Salah satu kelebihan yang dimilikinya adalah daya ingat yang luar biasa. Tak heran, jika Abdullah menjadi salah seorang sahabat yang bertugas untuk menghapal Alquran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;'Abdur-Razzaq bin Humam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama lengkapnya adalah Abu Bakar 'Abdur-Razzaq bin Humam bin Nafi' Al-Himyari. Dia adalah seorang ulama yang memiliki pengetahuan yang luar biasa. Ia juga merupakan seorang ahli hadis. Dari Abdu-Razzaq-lah, imam Ahmad, Ishak, Ibnu Ma'in, dan Adh-Dhuhli mendengar langsung hadis. Pada awalnya, penglihatan Abdur-Razzaq normal. Namun, memasuki usia tua, dia mengalami kebutaan. Meski begitu, dia tetap dikenal sebagai ahli hadis yang memiliki hapalan yang tajam. Ia meninggal pada 211 H pada usia 85 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Abu 'Iesa Muhammad bin 'Iesa bin Sura At-Tirmidzi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ia dikenal sebagai ahli hadis yang termasyhur. Terlahir di Tirmiz, Uzbekistan, pada 209 H, murid Imam Bukhari ini dikenal dengan panggilan At-Tirmidzi. Salah satu kontribusinya bagi pengembangan agama Islam adalah kitab Al-Jami-- menghimpun 4.000 hadis Nabi Muhammad SAW. Kitab yang ditulisnya itu juga populer dengan julukan, Sunan At-Tirmidzi. At-Tirmidzi juga berjasa dalam mengembangkan metodelogi hadis yang disusunnya dalam buku bertajuk, Al-'Ilal. Sang ahli hadis pun mengalami kebutaan. Ia tutup usia pada 13 Rajab 279 H. Hri/yto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disunting oleh : H. Umar Hapsoro Ishak&lt;br /&gt;Dari Sumber    : Republika Newsroom&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-7168520117963179772?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/7168520117963179772/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=7168520117963179772' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/7168520117963179772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/7168520117963179772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/03/ilmuwan-muslim-pelopor.html' title='Ilmuwan Muslim - Pelopor Sistem Penulisan Bagi Tunanetra'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SbX4Zf-3vVI/AAAAAAAAAgI/E3PTkK2Qukk/s72-c/Ilmuwan+Muslim+-+Al+Amidi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-399398444014173141</id><published>2009-03-09T18:23:00.000-07:00</published><updated>2009-03-09T18:38:09.483-07:00</updated><title type='text'>Klaim Yang Telah Terbantah</title><content type='html'>Soal klaim bahwa di lokasi Al-Aqsha, terdapat situs bersejarah peninggalan Yahudi, itupun sebenarnya mitos yang sudah dibatalkan oleh penelitian sejarah Israel sendiri. Sebuah lembaga penelitian modern, Jerussalem Center milik Israel, pernah melakukan penelitian detail di sekitar tembok Buraq yang dekat dengan Maghariba. Hasilnya, mereka menegaskan bahwa seluruh wilayah masjid Al-Aqsha termasuk yang disebut tembok ratapan atau tembok Al-Buraq adalah situs sejarah Islam saja, tak ada kaitannya dengan sejarah Yahudi. Hal tersebut diungkapkan sendiri oleh Samuel Berigo, doktor arkeolog Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SbXCpqoizCI/AAAAAAAAAf4/LKLY2-HG-C4/s1600-h/header-west+-+Tembok+Sebelah+Barat.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 125px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SbXCpqoizCI/AAAAAAAAAf4/LKLY2-HG-C4/s400/header-west+-+Tembok+Sebelah+Barat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311365356628134946" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tembok Sebelah Barat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1930, sejumlah utusan Islam juga pernah membentuk tim segitiga untuk membahas lokasi tembok Al-Buraq. Hasil kajian sejarah mereka menyebutkan, “Hanya sejarah Islam dan kaum Muslimin saja yang seharusnya memiliki lokasi tembok Gharbi yang juga dikenal dengan tembok menangis. Itu karena lokasi tembok itu merupakan bagian dari wilayah Al-Haram yang juga merupakan peninggalan sejarah Islam. Rekomendasi tim segitiga itu mendapat apresiasi dari lembaga internasional, karena hasil penelitiannya dianggap sesuai dengan standar ilmiah sejarah, netral dan objektif. Tapi ambisi serakah penjajah Zionis tidak pernah menggubris masalah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah untuk bisa mengubur kemuliaan Masjid Al-Aqsha juga dilakukan dengan sejumlah langkah. Tahun 1967 Israel mendirikan sinagog di perkampungan Islam berdekatan dengan lokasi Qubbatu Sakhra, sebuah masjid berkubah emas dan menjadi simbol bagi areal Masjid Al-Aqsha. Lokasi sinagog itupun kemudian dikuasai penuh oleh Isreael dengan memasang plang bertuliskan “Dalam Perbaikan, Dilarang Masuk”. Kini, tempat peribadatan itu sudah rampung dengan empat tingkat bangunan, dan dari sisi bangunan itu, Qubbatu Sakhra sudah tak terlihat lagi mengingat jarak antara sinagog dan Qubbatu Sakhra hanya 150 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tahun 1969, seorang imigran Israel asal Australia membakar Masjid Al-Aqsha. Sejumlah besar bangunan masjid ikut terbakar. Termasuk mimbar Shalahuddin Al-Ayyubi juga turut hangus. Dalam kamus Zionisme, menghancurkan Masjid Al-Aqsha, baik dengan pembakaran, pemboman, dengan dinamit, atau dengan menghancurkan fondasinya memang bisa memicu perang dunia. Tapi itulah yang sepertinya dinantikan kaum Zionis. Sebagian Yahudi dan Kristen ekstrim justru memandang peperangan besar harus terjadi karena dalam referensi sejarah yang mereka yakini, kembalinya Al-Masih untuk kedua kalinya, akan menyaksikan peperangan besar yang memakan korban sangat besar. Peperangan itu diyakini dimulai di dataran Magedo, dan dari sanalah istilah perang Armagedon muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SbXCy26k4YI/AAAAAAAAAgA/C5flVwBFcf4/s1600-h/header-east+-+Tembok+Sebelah+Timur.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 125px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SbXCy26k4YI/AAAAAAAAAgA/C5flVwBFcf4/s400/header-east+-+Tembok+Sebelah+Timur.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311365514543817090" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tembok Sebelah Timur &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari pengalaman, Israel mungkin kini sedikit lebih berani untuk melakukan tindakan menodai kesucian Masjid Al-Aqsha. Dalam sepekan terakhir, sejak tulisan ini dibuat, pasukan Israel menjaga ketat proses penggalian situs purbakala yang diklaim berada di sekitar lokasi Masjid Al-Aqsha. Tak ada orang-orang penjajah Israel yang bergeming dengan seruan dan kecaman kaum Muslimin. Mereka terus mempekerjakan buldoser untuk menggali dan merusak sebuah tempat bernama Bab Al-Maghariba, yang menjadi salah satu akses jalan menuju Masjid Al-Aqsha Al-Mubarak. Yang terancam dirusakpun bukan hanya ruas jalan penuh sejarah yang diberkahi dalam Islam, tapi juga dua ruang bangunan yang berada di dalam wilayah Al-Aqsha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tujuan Akhir Zionis Israel&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Israel sebenarnya bukan baru kali ini merusak areal masjid Al-Aqsha di Al-Maghariba. Tahun 2004 lalu, dengan dalih memperbaiki dampak hujan dan salju di jalanan Al-Maghariba, Zionis Israel mengerahkan buldoser dan meruntuhkan tembok. Mereka juga melakukan penggalian lorong-lorong di bawahnya. Jadi, peristiwa penghancuran jalan yang dilakukan Israel sudah berlaku sejak 2004. Hanya sedikit orang Muslim yang sadar dan tahu realitas tersebut. Apa yang dilakukan Zionis Israel saat ini juga bukan aksi yang paling jahat terhadap kiblat pertama kaum Muslimin itu. Hanya saja, tindakan terakhir Israel kini, merupakan tindakan paling berbahaya dan mengancam keberadaan Masjid Al-Aqsha secara keseluruhan. Karena penghancurannya diawali dengan tahap penghancuran jalan bersejarah yang sangat bernilai dalam Islam. Dan hampir semua kalangan Islam sepakat menyebut bahwa aksi penghancuran Al-Maghariba itu akan sampai pada penghancuran gerbang Al-Buraq yang selama ini ditutup dan tidak boleh dilalui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Luar Negeri Palestina menegaskan bahwa apa yang dilakukan Israel saat ini terhadap Masjid Al-Aqsha adalah langkah dengan "target Masjidil Aqsha untuk dihancurkan secara keseluruhan." Menurutnya, ini adalah "pembantaian nyata terhadap hak wilayah Masjid Al-Aqsha untuk proyek Yahudisasi dan mengusir anasir Islam dari wilayah tersebut. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thahir Nonu, pejabat unit informasi Menlu Palestina mengatakan, “Selama satu pekan penuh pasukan Zionis Israel melakukan serangan keji terhadap Masjid Al-Aqsha. Mereka terus melanjutkan upaya untuk meruntuhkan fondasi areal Masjid sedikit demi sedikit, sampai masjid itu hancur dan mereka bisa membangun sebuah Haekal yang diyakini ada di areal tersebut, di atas puing-puing masjid. Dan negara-negara Barat yang biasa nyaring berkomentar tentang perusakan tempat-tempat ibadah, hingga kini masih cenderung diam, tak ada komentar apa apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jum’at (10/2), ribuan orang turun ke jalan-jalan Ghaza untuk memprotes keras tindakan keji Israel. Sementara ratusan orang di wilayah sekitar Al-Aqsha juga membuat bloakde untuk menghalangi jalan menuju Al-Maghariba yang sedang dalam tahap penghancuran. Aksi demonstrasi ini berakibat 50 orang luka-luka akibat bentrok dengan pasukan Israel. Menlu Palestina sudah meminta dunia internasional untuk segera campur tangan menghentikan penggalian tak bertanggung jawab oleh Israel tersebut. Tindakan Zionis kali ini memang tidak main-main.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga Al-Quds Internasional mengurai target lebih jauh dari lubang bawah tanah yang sudah dibangun di bawah jalan Al-Maghariba mengarah ke masjid Al-Aqsha. Penggalian ruang bawah tanah itu disebutkan telah berlangsung beberapa hari, dan kelak mempunyai target untuk memisahkan wilayah Masjid Al-Aqsha, antara milik Yahudi dan milik kaum Muslimin. Menurut lembaga yang khusus memperhatikan pembangunan Masjid Al-Aqsha itu, upaya penghancuran masjid secara fisik sudah terjadi sejak awal tahun 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mencatat Israel melakukan upaya penghancuran sebanyak 66 kali dalam 20 bulan terakhir. Dan menegaskan bahwa memang target penghancuran bertahap itu guna membagi wilayah Al-Aqsha menjadi dua. Hanya saja, perang Israel-Libanon di tahun 2006 sempat menunda proyek penghancuran itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(M. Lili NA, sumber: Islamonline, Palestine Information Center, Al-Mujtama'a, BBC/eramuslim)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-399398444014173141?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/399398444014173141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=399398444014173141' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/399398444014173141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/399398444014173141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/03/klaim-yang-telah-terbantah.html' title='Klaim Yang Telah Terbantah'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SbXCpqoizCI/AAAAAAAAAf4/LKLY2-HG-C4/s72-c/header-west+-+Tembok+Sebelah+Barat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-4344442889803194970</id><published>2009-03-07T07:09:00.000-08:00</published><updated>2009-03-07T07:27:06.943-08:00</updated><title type='text'>Abu Al Muhammad al-Hassan ibnu al-Haitham</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SbKObror5bI/AAAAAAAAAfI/Fhl3LUTbiok/s1600-h/al-haitham.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 138px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SbKObror5bI/AAAAAAAAAfI/Fhl3LUTbiok/s200/al-haitham.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310463516844221874" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ibn Haytham -Ilmuwan Muslim&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Islam sering kali diberikan gambaran sebagai agama yang mundur dan memundurkan. Islam juga dikatakan tidak menggalakkan umatnya menuntut dan menguasai pelbagai lapangan ilmu. Kenyataan dan gambaran yang diberikan itu bukan saja tidak benar tetapi bertentangan dengan hakikat sejarah yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah telah membuktikan betapa dunia Islam telah melahirkan banyak golongan sarjana dan ilmuwan yang cukup hebat dalam bidang falsafah, sains, politik, kesusasteraan, kemasyarakatan, agama, pengobatan, dan sebagainya. Salah satu ciri yang dapat diperhatikan pada para tokoh ilmuwan Islam ialah mereka tidak sekedar dapat menguasai ilmu tersebut pada usia yang muda, tetapi dalam masa yang singkat dapat menguasai beberapa bidang ilmu secara bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun tokoh itu lebih dikenali dalam bidang sains dan pengobatan tetapi dia juga memiliki kemahiran yang tinggi dalam bidang agama, falsafah, dan sebagainya. Salah seorang daripada tokoh tersebut ialah Ibnu Haitham atau nama sebenarnya Abu All Muhammad al-Hassan ibnu al-Haitham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Perjalanan hidup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kalangan cerdik pandai di Barat, beliau dikenali dengan nama Alhazen. Ibnu Haitham dilahirkan di Basrah pada tahun 354H bersamaan dengan 965 Masehi. Beliau memulai pendidikan awalnya di Basrah sebelum dilantik menjadi pegawai pemerintah di bandar kelahirannya. Setelah beberapa lama berkhidmat dengan pihak pemerintah di sana, beliau mengambil keputusan merantau ke Ahwaz dan Baghdad. Di perantauan beliau telah melanjutkan pengajian dan menumpukan perhatian pada penulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecintaannya kepada ilmu telah membawanya berhijrah ke Mesir. Selama di sana beliau telah mengambil kesempatan melakukan beberapa kerja penyelidikan mengenai aliran dan saliran Sungai Nil serta menyalin buku-buku mengenai matematika dan falak. Tujuannya adalah untuk mendapatkan uang cadangan dalam menempuh perjalanan menuju Universitas Al-Azhar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil daripada usaha itu, beliau telah menjadi seo­rang yang amat mahir dalam bidang sains, falak, mate­matik, geometri, pengobatan, dan falsafah. Tulisannya mengenai mata, telah menjadi salah satu rujukan yang penting dalam bidang pengajian sains di Barat. Malahan kajiannya mengenai pengobatan mata telah menjadi asas kepada pengajian pengobatan modern mengenai mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Karya dan penelitian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sains&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Haitham merupakan ilmuwan yang gemar melakukan penyelidikan. Penyelidikannya mengenai cahaya telah memberikan ilham kepada ahli sains barat seperti Boger, Bacon, dan Kepler mencipta mikroskop serta teleskop. Beliau merupakan orang pertama yang menulis dan menemui pelbagai data penting mengenai cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa buah buku mengenai cahaya yang ditulisnya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggeris, antaranya ialah Light dan On Twilight Phenomena. Kajiannya banyak membahaskan mengenai senja dan lingkaran cahaya di sekitar bulan dan matahari serta bayang bayang dan gerhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ibnu Haitham, cahaya fajar bermula apabila mata­hari berada di garis 19 darjah di ufuk timur. Warna merah pada senja pula akan hilang apabila mata­hari berada di garis 19 darjah ufuk barat. Dalam kajiannya, beliau juga telah berjaya menghasilkan kedudukan cahaya seperti bias cahaya dan pembalikan cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Haitham juga turut melakukan percubaan terhadap kaca yang dibakar dan dari situ terhasillah teori lensa pembesar. Teori itu telah digunakan oleh para saintis di Itali untuk menghasilkan kanta pembesar yang pertama di dunia. Yang lebih menakjubkan ialah Ibnu Haitham telah menemui prinsip isi padu udara sebelum seorang saintis yang bernama Trricella mengetahui perkara itu 500 tahun kemudian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Haitham juga telah menemukan dalam penelitiannya bahwa  kewujudan tarikan graviti sebelum Issaac Newton mengetahuinya. Selain itu, teori Ibnu Hai­tham mengenai jiwa manusia sebagai satu rentetan perasaan yang bersambung-sambung secara teratur telah memberikan ilham kepada saintis barat untuk menghasilkan wayang gambar. Teori beliau telah membawa kepada penemuan filem yang kemudiannya disambung-sambung dan dimainkan kepada para penonton sebagaimana yang dapat kita tontoni pada masa kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Filsafat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sains, Ibnu Haitham juga banyak menulis mengenai falsafah, logik, metafizik, dan persoalan yang berkaitan dengan keagamaan. Beliau turut menulis ulasan dan ringkasan terhadap karya-karya sarjana terdahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulisan falsafahnya banyak tertumpu kepada aspek kebenaran dalam masalah yang menjadi pertikaian. Padanya pertikaian dan pertelingkahan mengenai sesuatu perkara berpunca daripada pendekatan yang digunakan dalam mengenalinya. Beliau juga berpendapat bahawa kebenaran hanyalah satu. Oleh sebab itu semua dakwaan kebenaran wajar diragui dalam menilai semua pandangan yang sedia ada. Jadi, pandangannya mengenai falsafah amat menarik untuk disoroti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Ibnu Haitham, falsafah tidak boleh dipisahkan daripada matematik, sains, dan ketuhanan. Ketiga-tiga bidang dan cabang ilmu ini harus dikuasai dan untuk menguasainya seseorang itu perlu menggunakan waktu mudanya dengan sepenuhnya. Apabila umur semakin meningkat, kekuatan fizikal dan mental akan turut mengalami kemerosotan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Karya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Haitham membuktikan pandangannya apabila beliau begitu ghairah mencari dan mendalami ilmu pengetahuan pada usia mudanya. Sehingga kini beliau berjaya menghasilkan banyak buku dan makalah. Antara buku karyanya termasuk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Al'Jami' fi Usul al'Hisab yang mengandungi teori-teori ilmu metametik dan metametik penganalisaannya;&lt;br /&gt;2.Kitab al-Tahlil wa al'Tarkib mengenai ilmu geometri;&lt;br /&gt;3.Kitab Tahlil ai'masa^il al 'Adadiyah tentang algebra;&lt;br /&gt;4.Maqalah fi Istikhraj Simat al'Qiblah yang mengupas tentang arah kiblat bagi segenap rantau;&lt;br /&gt;5.M.aqalah fima Tad'u llaih mengenai penggunaan geometri dalam urusan hukum syarak dan&lt;br /&gt;6.Risalah fi Sina'at al-Syi'r mengenai teknik penulisan puisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumbangan Ibnu Haitham kepada ilmu sains dan falsafah amat banyak. Kerana itulah Ibnu Haitham dikenali sebagai seorang yang miskin dari segi material tetapi kaya dengan ilmu pengetahuan. Beberapa pandangan dan pendapatnya masih relevan sehingga ke hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau bagaimanapun sebahagian karyanya lagi telah "dicuri" dan "diceduk" oleh ilmuwan Barat tanpa memberikan penghargaan yang sewajarnya kepada beliau. Sesungguhnya barat patut berterima kasih kepada Ibnu Haitham dan para sarjana Islam kerana tanpa mereka kemungkinan dunia Eropa masih diselubungi dengan kegelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian Ibnu Haitham telah menyediakan landasan kepada perkembangan ilmu sains dan pada masa yang sama tulisannya mengenai falsafah telah membuktikan keaslian pemikiran sarjana Islam dalam bidang ilmu tersebut yang tidak lagi dibelenggu oleh pemikiran falsafah Yunani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber  : Wikipedia&lt;br /&gt;Posting : H. Umar Hapsoro Ishak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-4344442889803194970?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/4344442889803194970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=4344442889803194970' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/4344442889803194970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/4344442889803194970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/03/abu-al-muhammad-al-hassan-ibnu-al.html' title='Abu Al Muhammad al-Hassan ibnu al-Haitham'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SbKObror5bI/AAAAAAAAAfI/Fhl3LUTbiok/s72-c/al-haitham.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-4427661876495320791</id><published>2009-02-18T19:02:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T06:46:25.675-08:00</updated><title type='text'>Tarbiyah wa Tazkiyah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZzNFu6-Q4I/AAAAAAAAAbg/1sUZ7BQza3Y/s1600-h/Gambar+Buku-buku.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 180px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZzNFu6-Q4I/AAAAAAAAAbg/1sUZ7BQza3Y/s200/Gambar+Buku-buku.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304339959514022786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum. ...,&lt;br /&gt;Bismillahirrohmanir rohim, &lt;br /&gt;Allahuma Sholli wa Salim alaih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang guru wanita sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada murid- muridnya. Ia duduk menghadap murid- muridnya. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada pemadam. Guru itu berkata, "Saya ada satu permainan... Caranya begini, ditangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada pemadam. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah "Kapur!", jika saya angkat pemadam ini, maka katalah "Pemadam!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Guru berganti-gantian mengangkat antara kanan dan kiri tangannya, semakin lama semakin cepat. Beberapa saat kemudian guru kembali berkata, "Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka sebutlah "Pemadam!", jika saya angkat pemadam, maka katakanlah "Kapur!". Dan diulangkan seperti tadi, tentu saja murid-murid tadi keliru dan kikuk, dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi kikuk. Selang beberapa saat, permainan berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya. "Murid-murid, begitulah kita umat Islam. Mulanya yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Kita begitu jelas membedakannya. Namun kemudian, musuh musuh kita memaksakan kepada kita dengan berbagai cara, untuk menukarkan sesuatu, dari yang haq menjadi bathil, dan sebaliknya. Pertama-tama &lt;br /&gt;mungkin akan sukar bagi kita menerima hal tersebut, tapi kerana terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kamu akan terbiasa dengan hal itu. Dan anda mulai dapat mengikutinya. Musuh-musuh kamu tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan etika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang aneh, Zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah, tanpa rasa malu, sex sebelum nikah menjadi suatu kebiasaan dan trend, hiburan yang asyik dan panjang sehingga melupakan yang wajib adalah biasa, materialistik kini menjadi suatu gaya hidup dan lain lain." "Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disadari, anda sedikit demi sedikit menerimanya tanpa rasa ia satu kesalahan dan kemaksiatan. Paham?" tanya Guru kepada murid- muridnya. "Paham bu guru..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baik permainan kedua..." begitu Guru melanjutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ibu Guru ada Qur'an, Ibu Guru akan letakkannya di tengah karpet. Sekarang anda berdiri di luar karpet. Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Qur'an yang ada ditengah tanpa memijak karpet?" Murid-muridnya berpikir. Ada yang mencuba alternatif dengan tongkat, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet, dan ia ambil Qur'an. Ia memenuhi syarat, tidak menginjak karpet. "Murid-murid, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya. .. Musuh-musuh Islam tidak akan menginjak-injak anda dengan terang- terang...Karena tentu anda akan menolaknya mentah-mentah. Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tapi mereka akan menggulung anda perlahan- lahan dari pinggir, sehingga anda tidak sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibuat pondasi yang kuat. Begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat. Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau dimulai dgn pondasinya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dulu, kursi dipindahkan dulu, Almari dibuang dulu satu persatu, baru rumah dihancurkan. ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. Ia tidak akan menghantam terang- terangan, tapi ia akan perlahan-lahan meletihkan anda. Mulai dari perangai anda, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun anda muslim, tapi anda telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara yang mereka... Dan itulah yang mereka&lt;br /&gt;inginkan." "Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh musuh kita... "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa mereka tidak berani terang-terang menginjak-injak Ibu Guru?" tanya murid- murid. "Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang, misalnya Perang Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tapi sekarang tidak lagi." "Begitulah Islam... Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sadar, akhirnya hancur. Tapi kalau diserang serentak terang-terangan, mereka akan bangkit serentak, baru mereka&lt;br /&gt;akan sadar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu, kita selesaikan pelajaran kita kali ini, dan mari kita berdoa dahulu sebelum pulang...." Matahari bersinar terik tatkala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENUNGILAH SAHABAT SEMUA..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOLONG SEBARKAN PADA SAUDARA2 ISLAM KITA..SEMOGA ALLAH MEMBERI TAUFIQ DAN HIDAYAH PADA KITA DAN KELUARGA KITA... MARILAH KITA SAMA2 SADAR BAHAWA AGAMA, BANGSA DAN TANAH AIR KITA SEMAKIN TERANCAM!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UMAT ISLAM SEMAKIN MUDAH DIBELI DENGAN UANG, DILALAIKAN DENGAN KEINDAHAN DAN MEMUJA KESERAKAHAN HIDUP, HINGGA HILANG MARTABAT DAN HARGA DIRI!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK ITU, MARILAH, KITA BETULKAN APA YG KITA MAMPU BERSAMA2..JANGAN HANYA BILA  SEGALANYA SUDAH TERJADI, SAMA SEPERTI SAUDARA KITA DI NEGARA2 LAINNYA, BARU KESADARAN ITU TIMBUL, MUNGKIN MASIH BELUM TERLAMBAT TAPI KITA MASIH BISA INSYA ALLAH MEMPERBAIKINYA. MULAI DARI DIRI KITA, KELUARGA KITA, KERABAT, SAHABAT DAN ORANG-ORANG  &lt;br /&gt;DISEKELILING KITA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YA ALLAH, SATUKANLAH UMAT ISLAM.. AMIIINN...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai umat Islam yang bertanggungjawab, tolonglah forwardkan e-mail ini kepada sahabat2 Islam kita yang lain. Semoga yang baik dijadikan teladan dan yang buruk dijadikan peringatan.. ALLAHU a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah&lt;br /&gt;Wassalamualaikum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : mi;is pengusahamuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-4427661876495320791?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/4427661876495320791/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=4427661876495320791' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/4427661876495320791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/4427661876495320791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/02/tarbiyah-wa-tazkiyah.html' title='Tarbiyah wa Tazkiyah'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZzNFu6-Q4I/AAAAAAAAAbg/1sUZ7BQza3Y/s72-c/Gambar+Buku-buku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-8430112788558347893</id><published>2009-02-17T21:18:00.000-08:00</published><updated>2009-02-18T04:36:28.739-08:00</updated><title type='text'>Zionis Israel Berusaha Meruntuhkan Masjid Al-Aqsa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZuchdQSkMI/AAAAAAAAAbI/leJHvrN1F_E/s1600-h/Al-aqso-1+-+Load+no.+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 218px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZuchdQSkMI/AAAAAAAAAbI/leJHvrN1F_E/s400/Al-aqso-1+-+Load+no.+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304005084761460930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada upaya sistematis Zionis Yahudi untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsha dalam rangka membangun kembali Temple of Solomon yang mereka yakini terletak di bawah masjid tersebut. Mampukah umat Islam seluruh dunia menggagalkan rencana Zionis Yahudi itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZuc5Q1ewGI/AAAAAAAAAbQ/qEDcAKR-JlI/s1600-h/kompleks-Al_aqsa1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 276px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZuc5Q1ewGI/AAAAAAAAAbQ/qEDcAKR-JlI/s400/kompleks-Al_aqsa1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304005493744648290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Masjid AI-Aqsha dan Kubah Al-Shakhrah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Subhanalladzi asra bi'abdihf lailan minal masjidil-haram Hal masjdil-aqsha, alladzi Barakna hawlahu linuriyahu min ayatina."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Demikian firman Allah SWT dalam Al Quran surat Al-lsra ayat 1. Artinya: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dan Masjid Al-Haram ke Masjid Al-Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya untuk Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kekuasaan Kami."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah tersebut selalu atau sering menjadi referensi dalam acara peringatan Isra-Mi'raj Nabi Muhammad SAW (27 Rajab) yang setiap tahun diselenggarakan umat Islam. Setiap Muslim tentu mengetahui di mana letak kedua masjid tersebut. Masjid Al-Aqsha yang terletak di Baitulmaqdis (Jerusalem), Palestina, pernah menjadi kiblat pertama umat Islam sebelum Allah memindahkan kiblat shaiat ke arah Masjid AI-Haram di Makkah. Perintah pengalihan arah itu turun pada saat Nabi Muhammad SAW sedang melaksanakan shaiat Ashar di salah satu masjid di Madinah yang kemudian diberi nama Masjid Qiblatain (Masjid Dua Kiblat) (QS. Al Baqarah :144).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata al-aqsha mengandung dua arti. Secara harfiah ia berarti "jauh", maksudnya jauh dari Masjid AI-Haram. Arti makna-wiyahnya menurut sebagian ulama "bebas dari segala jenis kotoran, karena masjid ini tempat turun malaikat dan wahyu serta kiblat para Nabi sebeluim Nabi Muhammad SAW".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut riwayat, Masjid Al-Aqsha di-bangun oleh Nabi Adam AS setelah beliau membangun Masjid Al-Haram. Dengan demikian Masjid Al-Aqsha adalah masjid kedua yang dibangun di muka bumi. Masjid itu rusak dan runtuh dimakan waktu, kemudian dibangun kembali oleh Nabi Ya'qub AS, 40 tahun setelah Ka'bah dibangun kembali oleh kakeknya, Nabi Ibrahim AS. Nabi Daud AS membangun ulang masjid itu dan disempurnakan oleh putranya, Nabi Sulaiman AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi umat Islam, Masjid Al-Aqsha merupakan masjid ketiga termulia setelah Masjid Al-Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Nabi Muhammad SAW bersabda, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;'Janganlah kamu merasa berat melakukan perjalanan ke tiga masjid : Masjid Al-Haram, Masjidku, dan Masjid Al-Aqsha. Shalat di Masjid Al-Haram lebih utama dari seratus ribu kali di tempat lain, kecuali di Masjid Al-Aqsha."&lt;/span&gt; (HR. Ad-Darimi, An-Nasai, dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berulangkali para Khalifah dinasti Islam melakukan perbaikan dan pembaruan masjid tersebut. Bahkan pada tahun 691 (72 H), Khalifah Abdul Malik bin Marwan dari dinasti Umayyah, selain merehab dan merenovasi Masjid Al-Aqsha, dengan kubah berwarna hijau dan plaza yang luas, juga mendirikan sebuah bangunan berbentuk kubah untuk melindungi batu tempat pijakan Rasulullah SAW saat beliau akan dimi'rajkan. Bangunan itu terletak tak jauh (sekitar 100 meter) di sebelah utara Masjid AI-Aqsha, kemudian disebut Masjid Qubbah Al-Shakhrah (Qubbatush-Sha-khrah, artinya Kubah Batu, Inggris: Dome of the Rock). Kubahnya berwarna kuning keemasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZuddeDkHlI/AAAAAAAAAbY/VV9iWbmwdHs/s1600-h/kompleks-Al_aqsa2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 276px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZuddeDkHlI/AAAAAAAAAbY/VV9iWbmwdHs/s400/kompleks-Al_aqsa2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304006115768671826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Zionis Yahudi berusaha meruntuhkan Masjid Al-Aqsha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak Perang Arab-Israel pada 1967, Jerusalem jatuh ke tangan Israel. Termasuk kompleks Masjid AI-Aqsha yang lazim disebut Haram al-Syarif, atau Haram al-Quds (Tanah Haram yang Suci) kini berada dalam cengkeraman Israel. Kompleks itu berbentuk persegi panjang dengan luas 285 x 470 meter, sekelilingnya dipagari tembok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Marwan Saeed Saleh, guru besar matematika di Universitas Zayed, Dubai, menulis di Harian AI-Dastour, tentang anggapan kaum Yahudi bahwa Haram al-Quds tersebut merupakan tempat suci yang dianugerahkan Tuhan kepada Ibrahim dan keturunannya. Terlebih lagi kaum Yahudi meyakini bahwa di bawah Masjid AI-Aqsha terletak bangunan tempat ibadah Nabi Sulaiman AS yang disebut Haekal Sulaiman (Temple of Solomon). Haekal tersebut telah dihancurkan oleh Kaisar Titus dari Romawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak 1967 kaum Zionis Yahudi bertekad akan membangun kembali Temple of Solomon itu, apa pun dampaknya terhadap bangunan Masjid Al-Aqsha, bahkan kalau perlu masjid itu akan dirubuhkan sama sekali. Sementara ini kaum Yahudi telah membangun Tembok Ratapan (Wailing Wall), persis di dinding barat Masjid Al-Aqsha. Mereka juga melakukan penggalian-penggalian di bawah Masjid Al-Aqsha dan Masdjid Qubbah Al-Shakhrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekelompok ekstrim Yahudi pernah merencanakan akan meledakkan tempat-tempat suci umat Islam itu pada 1985, namun terbongkar dan dapat digagalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, menurut Marwan Saeed Saleh, kaum Zionis Yahudi secara sistematis melakukan kampanye penyesatan terhadap umat Islam. Mereka sengaja lebih menonjolkan pemberitaan dan foto-foto Masjid Qubbah Al-Shakhrah untuk mengalihkan perhatian umat Islam dari Masjid Al-Aqsha, Harapan mereka, suatu saat nanti umat Islam akan menganggap Masjid Qubbah Al-Shakhrah itulah Masjid Al-Aqsha, sehingga kaum Zionis Yahudi merasa akan lebih leluasa untuk melenyapkan Masjid Al-Aqsha dari muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin tanpa sengaja, atau karena faktor kesulitan mendapatkan foto Masjid Al-Aqsha, ilustrasi yang ditampilkan di dalam Ensiklopedi Islam, terbitan PT Ikhtiar Baru Van Hoeve, Jakarta, pada saat mem-bicarakan Masjidilaksa (jilid 3, halaman 190), juga adalah foto Masjid Qubbah Al-Shakhrah, bukan foto Masjid AI-Aqsha. Mudah-mudahan ini bukan bukti ke-berhasilan kampanye Zionis Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galang partisipasi umat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada jalan lain bagi umai Islam di seluruh dunia kecuali menggalang persatuan untuk menggagalkan rencana dan upaya kaum Zionis Yahudi yang ingin meruntuhkan Masjid Al-Aqsha. Umat Islam dan pemerintah negara-negara berpen-duduk mayoritas Muslim hendaklah meningkatkan terus solidaritas bersama membantu perjuangan bangsa Palestina untuk membebaskan seluruh wilayahnya dari pendudukan Israel, termasuk Jerusalem dan terutama kompleks Haram al-Quds , lokasi Masjid AI-Aqsha dan Masjid Qubbah Al-Shakhrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Batu Pijakan Nabi Muhammad SAW Saat Mi'raj&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah Masjid Qubbah Al-Shakhrah (Dome of the Rock), terdapat sebuah batu gunung (Arab : shakhrah) berukuran kurang lebih 13,8 x 17 meter, yang seolah-olah tergantung di udara. Di bawahnya terdapat gua berbentuk kubus berukuran 4,5 x 4,5 x 1,5 meter. Di bagian atas terdapat lubang besar bergaris tengah 1 meter. Di dalam ruangan itu terdapat sebuah mimbar dan orang dapat masuk ke dalamnya melalui sebuah pintu dengan menuruni sebuah tangga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut sebagian ulama, kesucian shakhrah itu sama dengan kesucian Hajar Aswad (batu hitam) di Ka'bah yang selalu dicium oleh jamaah haji/umrah saat tawaf; kedua batu itu sama-sama berasal dari surga. Itu sebabnya, batu pijakan Nabi Muhammad SAW saat akan mi'raj itu disebut Shakhrah al-Muqaddasah (batu yang disucikan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun bangunan itu disebut masjid, peziarah tidak dianjurkan melaksanakan shalat di dalamnya karena bangunan itu didirikan semata-mata untuk mengabadikan peristiwa Isra-Mi'raj Nabi Muhammad SAW, bukan untuk tempat shalat. Ketika penulis berkunjung ke sana (1996), beberapa peziarah terlihat langsung sujud tapi tidak shaiat di masjid itu. Tak salah bila bangunan itu disebut masjid, sebab secara harfiah masjid berarti "tempat sujud".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis : A.Nawawi Rambe/Majalah Amanah &lt;br /&gt;Sumber : eramuslim.com&lt;br /&gt;Posting : H. Umar Hapsoro Ishak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-8430112788558347893?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/8430112788558347893/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=8430112788558347893' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/8430112788558347893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/8430112788558347893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/02/zionis-israel-berusaha-meruntuhkan.html' title='Zionis Israel Berusaha Meruntuhkan Masjid Al-Aqsa'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZuchdQSkMI/AAAAAAAAAbI/leJHvrN1F_E/s72-c/Al-aqso-1+-+Load+no.+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-8590584681901677401</id><published>2009-02-17T17:08:00.000-08:00</published><updated>2009-02-17T17:08:03.839-08:00</updated><title type='text'>Sampaikan !: Masjid Al-Haram</title><content type='html'>&lt;a href="http://sopkakikambing.blogspot.com/2009/02/masjid-al-haram.html"&gt;Sampaikan !: Masjid Al-Haram&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-8590584681901677401?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sopkakikambing.blogspot.com/2009/02/masjid-al-haram.html' title='Sampaikan !: Masjid Al-Haram'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/8590584681901677401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=8590584681901677401' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/8590584681901677401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/8590584681901677401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/02/sampaikan-masjid-al-haram.html' title='Sampaikan !: Masjid Al-Haram'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-9018065224709233567</id><published>2009-02-17T17:06:00.000-08:00</published><updated>2009-02-17T17:06:43.729-08:00</updated><title type='text'>Sampaikan !: Masjid Al-Aqsa</title><content type='html'>&lt;a href="http://sopkakikambing.blogspot.com/2009/02/masjid-al-aqsa.html"&gt;Sampaikan !: Masjid Al-Aqsa&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-9018065224709233567?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sopkakikambing.blogspot.com/2009/02/masjid-al-aqsa.html' title='Sampaikan !: Masjid Al-Aqsa'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/9018065224709233567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=9018065224709233567' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/9018065224709233567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/9018065224709233567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/02/sampaikan-masjid-al-aqsa.html' title='Sampaikan !: Masjid Al-Aqsa'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-2041433854478877820</id><published>2009-02-17T10:37:00.000-08:00</published><updated>2009-02-17T10:37:14.096-08:00</updated><title type='text'>Sampaikan !: Masjid Nabawi - Madinah</title><content type='html'>&lt;a href="http://sopkakikambing.blogspot.com/2009/02/foto-foto-masjid.html"&gt;Sampaikan !: Masjid Nabawi - Madinah&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-2041433854478877820?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sopkakikambing.blogspot.com/2009/02/foto-foto-masjid.html' title='Sampaikan !: Masjid Nabawi - Madinah'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/2041433854478877820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=2041433854478877820' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/2041433854478877820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/2041433854478877820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/02/sampaikan-masjid-nabawi-madinah.html' title='Sampaikan !: Masjid Nabawi - Madinah'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-1059447742183887016</id><published>2009-02-17T09:48:00.000-08:00</published><updated>2009-02-18T04:19:27.238-08:00</updated><title type='text'>Dimana Masjid Al-Aqsa ?</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Foto (1) - Denah Komplek Al-Aqsa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZtc9ogAlHI/AAAAAAAAAaY/AafULvHQdkU/s1600-h/al-aqsa++-+Foto+Dari+Satelit.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 338px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZtc9ogAlHI/AAAAAAAAAaY/AafULvHQdkU/s400/al-aqsa++-+Foto+Dari+Satelit.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303935200072340594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Foto (2) - Masjid Al-Sakhrah (Dome of the Rock)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZtWTkp8vWI/AAAAAAAAAaQ/CmwZYWA-SIY/s1600-h/dome-of-the-rock-jerusalem+-+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZtWTkp8vWI/AAAAAAAAAaQ/CmwZYWA-SIY/s400/dome-of-the-rock-jerusalem+-+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303927880416017762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Foto (3) - Masjid Al-Aqsa (Kubah Biru)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZtT7lQhDLI/AAAAAAAAAaI/BiCkoQSHNtA/s1600-h/Al_aqsa_mosque.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 262px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZtT7lQhDLI/AAAAAAAAAaI/BiCkoQSHNtA/s400/Al_aqsa_mosque.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303925269237664946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Foto (4) - Al Sakhra yang terletak tak jauh disebelah Al-Aqsa dengan kubah “emas”, yang sering terlihat di poster-poster yang disebarkan ke seluruh dunia, dikenal atau disebut sebagai Al Aqsha (entah sengaja atau tidak)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZr4w8MI_JI/AAAAAAAAAZ4/9BddTBtQbQg/s1600-h/Masjid+Al-Aqsa+Yang+Asli.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 247px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZr4w8MI_JI/AAAAAAAAAZ4/9BddTBtQbQg/s400/Masjid+Al-Aqsa+Yang+Asli.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303825030856637586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dome of the Rock didirikan pada Dinasti Umayyah tahun 687-691 merupakan sebuah bangunan yang menyerupai mesjid yang disitu dipercayai umat Islam terdapat sebongkah batu tempat Nabi Muhammad berdiri sebelum melesat ke langit yang ketujuh dalam peristiwa Isra’ Mi’raj.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Masjid AL Aqsa (yang artinya masjid paling jauh) adalah mesjid dimana Sahabat Nabi saw, Umar bin Khatab melalukan sholat ketika datang ke Yerusalem. Mesjid ini selesai dibangun pada tahun 710 - merupakan salah satu dari tiga mesjid paling bersejarah selain Masjidil Haram di Makkah dan Mesjid Nabawi di Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dome of the rock dan Masjid Al Aqsa terletak dalam satu komplek Masjidil Aqsa di Baitulmuqaddis (Yerusalem).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keompok Radikal Israel ingin menghancurkan kompleks tersebut karena tempat itu diklaim oleh mereka sebagai tempat suci mereka yang rencananya akan dibangun Kuil Sulaiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu 'alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posting : H. Umar Hapsoro Ishak - Dari Berbagai Sumber&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-1059447742183887016?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/1059447742183887016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=1059447742183887016' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/1059447742183887016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/1059447742183887016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/02/masjid-al-aqsa-yang-asli.html' title='Dimana Masjid Al-Aqsa ?'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZtc9ogAlHI/AAAAAAAAAaY/AafULvHQdkU/s72-c/al-aqsa++-+Foto+Dari+Satelit.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-731551576190629595</id><published>2009-02-17T09:27:00.000-08:00</published><updated>2009-02-17T20:30:14.990-08:00</updated><title type='text'>Batu Gantung, Batu Terbang, Batu Melayang ...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZrz7CbSXPI/AAAAAAAAAZw/T6aBN2v9oNI/s1600-h/Batu+Tempat+Bekas+Tempat+Duduk+Nabi+SAW.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZrz7CbSXPI/AAAAAAAAAZw/T6aBN2v9oNI/s400/Batu+Tempat+Bekas+Tempat+Duduk+Nabi+SAW.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303819706771332338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu ajaib, Batu Gantung, Batu Melayang,... Entah apa lagi sebutan lainnya. Yang jelas, batu yang satu ini sudah ramai dibicarakan orang dan disebarkan gambarnya. Salah satu gambar batu melayang ini adalah seperti di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak situs-situs di internet yang menulis dan menyertakan foto diatas, dengan beragam versi, antara lain di tulis dalam artikelnya (mohon ma'af saya tidak berniat menyebutkan situs2 dimaksud, mungkin mereka benar dan saya yang salah) sbb: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti kebesaran Allah SWT, batu tempat duduk Nabi Muhammad SAW di masa beliau melaksanakan Isra Mi’raj sampai kini masih tetap melayang di udara. Konon pada saat Nabi Muhammad akan ber-Mi’raj, batu tersebut ingin ikut, dan beliau menghentakan kakinya pada batu itu, maksudnya agar batu tersebut tak usah ikut. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Batu gantung &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;tersebut berada dalam area Masjid Umar (Dome of The Rock) di lingkungan Masjidil Al Aqsha di Jarussalem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pencarian saya perihal kebenaran tulisan2 tsb diatas, saya menemukan suatu postingan sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Setelah sekian lama, akhirnya saya menemukan beberapa gambar yang senada dengan seperti foto diatas seperti di bawah. Gambar tersebut berasal dari forum diskusi berbahasa arab. Dari sedikit yang bisa saya cerna dari pembicaraan dalam forum tersebut, disimpulkan bahwa foto tersebut tidaklah asli. Orang yang menyatakan hal tersebut memberikan bukti dengan mengambil foto batu tersebut yang ternyata berada di wilayah Al Ahsa, di bagian timur Arab Saudi. Seperti terlihat di bawah, ternyata batu yang asli mempunyai 2 atau 3 penyangga di bawahnya. Sang pemotret memperkirakan bahwa proses erosilah yang memberikan bentukan batu yang memang unik tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya coba perhatikan foto-foto dibawah ini, dan bagaimana komentarnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Foto - (1) &gt;&gt; Perhatikan penyangga dibawah batu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZuGgXHlO5I/AAAAAAAAAao/CgjvaZFTdz0/s1600-h/Batu+Gantung+di+Saudi+-+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZuGgXHlO5I/AAAAAAAAAao/CgjvaZFTdz0/s400/Batu+Gantung+di+Saudi+-+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303980876678642578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Foto - (2) &gt;&gt; Perhatikan penyangga di bawah batu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZuIIJHHmnI/AAAAAAAAAaw/ub-SNDTBLsw/s1600-h/Batu+Gantung+di+Saudi+-+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZuIIJHHmnI/AAAAAAAAAaw/ub-SNDTBLsw/s400/Batu+Gantung+di+Saudi+-+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303982659624999538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Foto - (3) &gt;&gt; Pemotretan dari sisi yang lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZuI43SxWrI/AAAAAAAAAa4/hyjg1j3a34E/s1600-h/Batu+Gantung+di+Saudi+-+3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZuI43SxWrI/AAAAAAAAAa4/hyjg1j3a34E/s400/Batu+Gantung+di+Saudi+-+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303983496655624882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Foto - (4) &gt;&gt;  Pemotretan dari sisi yang lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZuJnV8OFnI/AAAAAAAAAbA/gtdVXkATnpQ/s1600-h/Batu+Gantung+di+Saudi+-+4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZuJnV8OFnI/AAAAAAAAAbA/gtdVXkATnpQ/s400/Batu+Gantung+di+Saudi+-+4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303984295156520562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, karena memang penyangga batu tersebut jauh lebih kecil daripada sang batu di atasnya, maka manipulasi gambar dengan menghilangkan penyangga tersebut menjadi gampang. Apalagi didukung pengambilan sudut pemotretan yang pas. Alhasil, entah berapa banyak kaum muslimin yang berdecak kagum, berkomentar Subhanallah atau Allahu Akbar, Allah Maha Besar, begitu melihat foto “Sang Batu Terbang“. Sebagian yang lain bahkan menyatakannya sebagai bukti kebesaran Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencarian kebenaran ini juga belum berhenti sampai disini, ... saya masih terus mencari sumber2 kisah batu gantung tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu 'alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posted by : H. Umar Hapsoro Ishak - Dari Berbagai Sumber&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-731551576190629595?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/731551576190629595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=731551576190629595' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/731551576190629595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/731551576190629595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/02/bukti-kekuasaan-allah-swt.html' title='Batu Gantung, Batu Terbang, Batu Melayang ...'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZrz7CbSXPI/AAAAAAAAAZw/T6aBN2v9oNI/s72-c/Batu+Tempat+Bekas+Tempat+Duduk+Nabi+SAW.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-6770320982837432700</id><published>2009-02-17T06:59:00.000-08:00</published><updated>2009-02-17T07:13:57.394-08:00</updated><title type='text'>Historical Photo Gallery</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Image of Dala'il Khayrat manuscripts, kept in collections around the world&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZrTo5hastI/AAAAAAAAAZo/G7QIM1jO-iw/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 321px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZrTo5hastI/AAAAAAAAAZo/G7QIM1jO-iw/s400/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303784210771391186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZrTbCL8jSI/AAAAAAAAAZg/V9ZVCxeJunM/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 321px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZrTbCL8jSI/AAAAAAAAAZg/V9ZVCxeJunM/s400/2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303783972579085602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZrTQNEyjzI/AAAAAAAAAZY/I0_ETg5Czs8/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 344px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZrTQNEyjzI/AAAAAAAAAZY/I0_ETg5Czs8/s400/3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303783786523299634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZrS4swp5XI/AAAAAAAAAZQ/DOWHuEZJFc4/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 280px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZrS4swp5XI/AAAAAAAAAZQ/DOWHuEZJFc4/s400/4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303783382711919986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZrSsiZuhQI/AAAAAAAAAZI/fXl8o2TkeWc/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 280px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZrSsiZuhQI/AAAAAAAAAZI/fXl8o2TkeWc/s400/5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303783173772969218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZrSaRs_HLI/AAAAAAAAAZA/igzF8hS5amE/s1600-h/6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 280px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZrSaRs_HLI/AAAAAAAAAZA/igzF8hS5amE/s400/6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303782860052700338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZrSJ2GP_xI/AAAAAAAAAY4/pITYPO0RhQ4/s1600-h/7.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 280px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZrSJ2GP_xI/AAAAAAAAAY4/pITYPO0RhQ4/s400/7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303782577764564754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZrR5YGopPI/AAAAAAAAAYw/RdkSJeZlmZs/s1600-h/8.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 280px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZrR5YGopPI/AAAAAAAAAYw/RdkSJeZlmZs/s400/8.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303782294835209458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZrRSOxrwtI/AAAAAAAAAYo/1MirJTn0Z9g/s1600-h/9.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 280px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZrRSOxrwtI/AAAAAAAAAYo/1MirJTn0Z9g/s400/9.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303781622316516050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-6770320982837432700?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/6770320982837432700/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=6770320982837432700' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/6770320982837432700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/6770320982837432700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/02/historical-photo-gallery.html' title='Historical Photo Gallery'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZrTo5hastI/AAAAAAAAAZo/G7QIM1jO-iw/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-3582396561177946142</id><published>2009-02-12T02:35:00.000-08:00</published><updated>2009-02-12T04:48:01.553-08:00</updated><title type='text'>zionis israel ... Haus Darah Anak-anak</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Foto2 ini sebagi bukti! kebuasan dan kebrutalan zionis israel&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZQaHQueXtI/AAAAAAAAAUI/tBE7pyI9SGQ/s1600-h/ISRAEL+HAUS+DARAH+ANAK-ANAK+-+3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZQaHQueXtI/AAAAAAAAAUI/tBE7pyI9SGQ/s400/ISRAEL+HAUS+DARAH+ANAK-ANAK+-+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301891373373218514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZQaAJ4xYNI/AAAAAAAAAUA/D69eTPB348U/s1600-h/ISRAEL+HAUS+DARAH+ANAK-ANAK.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 272px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZQaAJ4xYNI/AAAAAAAAAUA/D69eTPB348U/s400/ISRAEL+HAUS+DARAH+ANAK-ANAK.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301891251278274770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZQZ5RIIPZI/AAAAAAAAAT4/WNxznpSpAlQ/s1600-h/ISRAEL+HAUS+DARAH+ANAK-ANAK+-+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 287px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZQZ5RIIPZI/AAAAAAAAAT4/WNxznpSpAlQ/s400/ISRAEL+HAUS+DARAH+ANAK-ANAK+-+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301891132962651538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZP-L0C7yaI/AAAAAAAAATY/g64Xxt4eAfI/s1600-h/anak8.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZP-L0C7yaI/AAAAAAAAATY/g64Xxt4eAfI/s400/anak8.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301860665248172450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZP89SyWK5I/AAAAAAAAATQ/pAwAZr28aaA/s1600-h/610x.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 298px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZP89SyWK5I/AAAAAAAAATQ/pAwAZr28aaA/s400/610x.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301859316290431890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZP8z_BKziI/AAAAAAAAATI/YpoGcOtQ_QI/s1600-h/anak31.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 264px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZP8z_BKziI/AAAAAAAAATI/YpoGcOtQ_QI/s400/anak31.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301859156365069858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZP7_2RrIwI/AAAAAAAAATA/58hzRtolHyM/s1600-h/anak41.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 312px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZP7_2RrIwI/AAAAAAAAATA/58hzRtolHyM/s400/anak41.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301858260665180930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZP73_4Y4EI/AAAAAAAAAS4/yuStD3zT08o/s1600-h/anak21.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 274px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZP73_4Y4EI/AAAAAAAAAS4/yuStD3zT08o/s400/anak21.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301858125804527682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZP7wAgkC1I/AAAAAAAAASw/aPYcx8f2UYM/s1600-h/anak5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 274px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZP7wAgkC1I/AAAAAAAAASw/aPYcx8f2UYM/s400/anak5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301857988534078290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-3582396561177946142?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/3582396561177946142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=3582396561177946142' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/3582396561177946142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/3582396561177946142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/02/israel-haus-darah-anak-anak.html' title='zionis israel ... Haus Darah Anak-anak'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZQaHQueXtI/AAAAAAAAAUI/tBE7pyI9SGQ/s72-c/ISRAEL+HAUS+DARAH+ANAK-ANAK+-+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-8340883134759011901</id><published>2009-02-11T20:52:00.000-08:00</published><updated>2009-02-11T21:07:25.149-08:00</updated><title type='text'>Bayi-bayi Korban Keganasan israel</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZOufdbBMuI/AAAAAAAAASg/Z9-xilz3emU/s1600-h/1_661803_1_34+-+Korban+Kebuasan+israel.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 159px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZOufdbBMuI/AAAAAAAAASg/Z9-xilz3emU/s200/1_661803_1_34+-+Korban+Kebuasan+israel.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301773041842336482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZOtpkqXqVI/AAAAAAAAASY/Op0WLgZsRsw/s1600-h/12-dide-child-gaza.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 153px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZOtpkqXqVI/AAAAAAAAASY/Op0WLgZsRsw/s200/12-dide-child-gaza.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301772116072835410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZOsd8mEYpI/AAAAAAAAASQ/hcf8qZimR8c/s1600-h/palestinian-child+-+Korbann+Keganasan+israel.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 286px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZOsd8mEYpI/AAAAAAAAASQ/hcf8qZimR8c/s400/palestinian-child+-+Korbann+Keganasan+israel.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301770816827187858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZOreip_z8I/AAAAAAAAASI/qknX-OeC7XY/s1600-h/baby-palestine+-+Bayi+Korban+Keganasan+israel.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 321px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZOreip_z8I/AAAAAAAAASI/qknX-OeC7XY/s400/baby-palestine+-+Bayi+Korban+Keganasan+israel.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301769727532584898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-8340883134759011901?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/8340883134759011901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=8340883134759011901' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/8340883134759011901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/8340883134759011901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/02/bayi-bayi-korban-kegasan-israel.html' title='Bayi-bayi Korban Keganasan israel'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZOufdbBMuI/AAAAAAAAASg/Z9-xilz3emU/s72-c/1_661803_1_34+-+Korban+Kebuasan+israel.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-6081895513835970856</id><published>2009-02-11T20:16:00.000-08:00</published><updated>2009-02-11T21:16:54.272-08:00</updated><title type='text'>Air Mata Anak-anak Palestina</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZOwuUBYnoI/AAAAAAAAASo/QBK5HswpxUE/s1600-h/44398563+-+Air+Mata+Anak-anak+Palestina.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 281px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZOwuUBYnoI/AAAAAAAAASo/QBK5HswpxUE/s400/44398563+-+Air+Mata+Anak-anak+Palestina.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301775496040193666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZOi9mrSxWI/AAAAAAAAASA/IktQ_g0YRwc/s1600-h/rafah4+-+Air+Mata+Anak-anak+Paletina.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 283px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZOi9mrSxWI/AAAAAAAAASA/IktQ_g0YRwc/s400/rafah4+-+Air+Mata+Anak-anak+Paletina.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301760365583058274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-6081895513835970856?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/6081895513835970856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=6081895513835970856' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/6081895513835970856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/6081895513835970856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/02/air-mata-anak-anak-palestina.html' title='Air Mata Anak-anak Palestina'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZOwuUBYnoI/AAAAAAAAASo/QBK5HswpxUE/s72-c/44398563+-+Air+Mata+Anak-anak+Palestina.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-7775380743982825256</id><published>2009-02-11T06:48:00.001-08:00</published><updated>2009-02-12T04:40:28.095-08:00</updated><title type='text'>Israel Pembunuh Anak-anak</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Foto-foto ini yang menjadi saksi atas kebengisan dan kebuasan zionis israel, walaupun mereka dan sekutu-sekutunya menyangkal, ... dengan alasan yang mereka serang adalah markas perlawanan Hamas.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZQYD6AeHBI/AAAAAAAAATw/byOuzt9juOw/s1600-h/ISRAEL+PEMBUNUH+ANAK-ANAK.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 263px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZQYD6AeHBI/AAAAAAAAATw/byOuzt9juOw/s400/ISRAEL+PEMBUNUH+ANAK-ANAK.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301889116711820306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZQX7tt-SoI/AAAAAAAAATo/neua1BqocXA/s1600-h/ISRAEL+PEMBUNUH+ANAK-ANAK+-+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 269px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZQX7tt-SoI/AAAAAAAAATo/neua1BqocXA/s400/ISRAEL+PEMBUNUH+ANAK-ANAK+-+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301888975974058626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZQXyyjML5I/AAAAAAAAATg/1PwkkQa-QvM/s1600-h/ISRAEL+PEMBUNUH+ANAK-ANAK+-+3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 291px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZQXyyjML5I/AAAAAAAAATg/1PwkkQa-QvM/s400/ISRAEL+PEMBUNUH+ANAK-ANAK+-+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301888822652186514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZLoOQXPGUI/AAAAAAAAARg/r--zlC8jOX0/s1600-h/bild-5.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZLoOQXPGUI/AAAAAAAAARg/r--zlC8jOX0/s400/bild-5.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301555042976733506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZLm74t_hSI/AAAAAAAAARY/aJBfM7Lf0HE/s1600-h/_26761_palestinian_children.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 384px; height: 359px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZLm74t_hSI/AAAAAAAAARY/aJBfM7Lf0HE/s400/_26761_palestinian_children.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301553627880457506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZLmXU13j3I/AAAAAAAAARQ/o88AvuPwCpI/s1600-h/israel_murders_children.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 396px; height: 296px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZLmXU13j3I/AAAAAAAAARQ/o88AvuPwCpI/s400/israel_murders_children.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301552999774523250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZLlqdxWSdI/AAAAAAAAARI/xXb5MJUPj_M/s1600-h/huda-palestine.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 143px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZLlqdxWSdI/AAAAAAAAARI/xXb5MJUPj_M/s200/huda-palestine.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301552229077371346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZLlhUFxHZI/AAAAAAAAARA/iJ57T-haHYQ/s1600-h/PSinjured350.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 168px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZLlhUFxHZI/AAAAAAAAARA/iJ57T-haHYQ/s200/PSinjured350.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301552071859838354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-7775380743982825256?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/7775380743982825256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=7775380743982825256' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/7775380743982825256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/7775380743982825256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/02/air-mata-palestina.html' title='Israel Pembunuh Anak-anak'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZQYD6AeHBI/AAAAAAAAATw/byOuzt9juOw/s72-c/ISRAEL+PEMBUNUH+ANAK-ANAK.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-635383061759073617</id><published>2009-02-11T06:29:00.000-08:00</published><updated>2009-02-11T07:46:47.614-08:00</updated><title type='text'>Palestina Berduka</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZLy2gYnyTI/AAAAAAAAAR4/s83RybrAY6I/s1600-h/boy_killed_in_gaza__file_2007.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 306px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZLy2gYnyTI/AAAAAAAAAR4/s83RybrAY6I/s400/boy_killed_in_gaza__file_2007.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301566729588558130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZLyAhBvS6I/AAAAAAAAARw/gZprOXB5qhk/s1600-h/bloodychild_victim_10-00.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 292px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZLyAhBvS6I/AAAAAAAAARw/gZprOXB5qhk/s400/bloodychild_victim_10-00.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301565802048080802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZLiwhdaEVI/AAAAAAAAAQo/4jT0f6i3KpE/s1600-h/gaza_mother_dead_children.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 159px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZLiwhdaEVI/AAAAAAAAAQo/4jT0f6i3KpE/s200/gaza_mother_dead_children.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301549034611806546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejak Israel menyerbu Jalur Gaza dengan mortir dan peluru kendali pada 27 Desember lalu, disusul dengan serangan darat, seluruh sendi kehidupan di Jalur Gaza langsung ambruk. Dari sekitar 1,5 juta penduduk Jalur Gaza, ......&lt;br /&gt;ratusan ribu warga tak berdosa menjadi korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derita sebenarnya yang menimpa warga Jalur Gaza barangkali jauh lebih dahsyat dari sekadar angka korban tewas sekitar 689 orang dan lebih dari 3.000 orang cedera. Aliran air dan fasilitas rumah sakit hancur berantakan dan pasokan makanan terhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 50 persen penduduk Jalur Gaza adalah anak-anak. Dari korban tewas, 220 di antaranya adalah anak-anak berusia di bawah 17 tahun, sebagaimana disaksikan kepala bidang darurat Jalur Gaza, Moawiya Hassanein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak yang selamat pun akan menghadapi masalah. Mereka terkejut, menangis, untuk sebuah alasan yang tidak mereka tahu karena ada yang berusia di bawah lima tahun. ”Masalah yang dihadapi anak-anak akan meningkat karena keluarga mereka terpaksa melarikan diri menghindari serangan dan sebagian rumah mereka telah rata dengan tanah,” demikian pernyataan Yayasan Save the Children (Inggris).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mau bicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak trauma, hidup dengan ketakutan bahwa ledakan berikutnya mungkin menghancurkan tempat tinggal mereka. ”Banyak anak yang berhenti makan. Mereka kehilangan gairah sebagaimana halnya anak-anak yang biasanya aktif, dan mendadak menjadi pendiam,” kata Sajy Elmaghinni dari Badan PBB untuk Anak-anak (Unicef) di Jalur Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kini anak-anak takut kegelapan, yang justru menjadi masalah karena tak ada aliran listrik,” kata Elmaghinni yang rumahnya sendiri pun tidak lagi dialiri listrik dalam lima hari terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mereka tak bisa bermain, tak bisa tidur, tak bisa pergi ke sekolah,” kata Benedict Dempsey dari Save the Children.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber 1. http://cetak.kompas.com)&lt;br /&gt;(sumber 2. http://www.rozy.web.id)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-635383061759073617?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/635383061759073617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=635383061759073617' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/635383061759073617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/635383061759073617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/02/palestina-berduka.html' title='Palestina Berduka'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZLy2gYnyTI/AAAAAAAAAR4/s83RybrAY6I/s72-c/boy_killed_in_gaza__file_2007.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-6163097499355097145</id><published>2009-01-31T17:04:00.000-08:00</published><updated>2009-01-31T17:17:33.413-08:00</updated><title type='text'>Memilih Pegawai Yang Amanah</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kriteria-Kriteria Memilih Pekerja Dan Pegawai&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Syaikh Abdul Muhsin bin Hamad Al-Abad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]. KRITERIA-KRITERIA MEMILIH PEKERJA DAN PEGAWAI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Landasan dalam memilih seorang pegawai atau pekerja hendaklah ia seorang yang kuat lagi amanah. Karena dengan kekuatan ia sanggup melaksanakan pekerjaan yang diembankan kepadanya, dan dengan amanah ia menunaikan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan amanah ia akan meletakkan perkara-perkara pada tempatnya. Dan dengan kekuatan ia sanggup menunaikan kewajibannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah memberitakan tentang salah seorang putri penduduk Madyan bahwasanya ia berkata kepada bapaknya tatkala Musa mengambilkan air untuk keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Ya bapakku, ambillah ia sebagai orang yang bekerja kepada kita. Karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; [Al-Qashash : 26]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah berfirman tentang Ifrit dari bangsa Jin yang mengutarakan kesanggupannya kepada Sulaiman Alaihissalam untuk mendatangkan singgasana Balqis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu ; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; [An-Naml : 39]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maknanya, ia menggabungkan antara kemampuannya untuk membawa dan mendatangkannya serta menjaga apa yang dibawanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah juga telah menceritakan tentang Yusuf Alaihissalam bahwasanya ia berkata kepada raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Jadikanlahlah aku bendaharawan negara (Mesir). Sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; [Yusuf : 55]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lawan dari kuat dan amanah adalah lemah dan khianat. Dan itu alasan untuk tidak memilih seseorang dalam bekerja dan sebab-sebab sebenarnya untuk mecopotnya dari pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu `anhu menjadikan Sa'ad bin Abi Waqqash sebagai gubernur Kufah, dan sebagian orang-orang jahil negeri itu mencelanya di sisi Umar, maka Umar memandang maslahah dengan mencopotnya dari jabatan untuk menjaga dari terjadinya fitnah dan agar tidak seorangpun dari mereka mengganggunya. Akan tetapi Umar ketika sakit menjelang wafatnya telah menentukan enam orang shahabat Rasulullah yang dipilih dari mereka seorang yang akan menjabat khalifah setelahnya. Di antara mereka adalah Sa'ad bin Abi Waqqash, lantas Umar khawatir bahwa pencopotannya dari jabatan gubernur Kufah disangka karena ketidaklayakannya memimpin, maka umar menepis prasangka tersebut dengan perkataannya, "Jika kepemimpinan jatuh kepada Saad, maka dia layak untuk itu. Dan jika tidak hendaklah siapa pun dari kalian yang menjadi pemimpin meminta bantuannya, karena sesungguhnya aku tidak mencopotnya karena kelemahan dan khianat" [Diriwayatkan Al-Bukhari : 3700]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan didalam Shahih Muslim : (1825)&lt;br /&gt;Dari Abu Dzar, ia berkata, "Aku berkata, `Hai Rasulullah! Tidaklah engkau memperkerjakan aku?' Ia berkata, `Maka beliau menepuk pundakku dengan tanggannya kemudian bersabda, `&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hai Abu Dzar, sesungguhnya engkau lemah, dan sesungguhnya pekerjaan itu adalah amanah, dan sesungguhnya ia adalah kehinaan dan penyesalan di hari Kiamat kecuali orang yang mengambilnya dengan haknya dan menunaikan kewajiban padanya"&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain di Shahih Muslim (1826)&lt;br /&gt;Dari Abu Dzar bahwasanya Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;`Hai Abu Dzar sesungguhnya aku melihatmu lemah dan sesungguhnya aku mencintai untukmu apa yang kucintai untuk diriku, janganlah sekali-kali engkau memimpin dua orang dan janganlah sekali-kali engkau mengurus harta anak yatim".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]. ATASAN ADALAH TELADAN BAGI BAWAHANNYA DALAM BERSUNGGUH-SUNGGUH ATAU MALAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila para atasan pegawai melaksanakan kewajiban-kewajiban mereka dengan sempurna, pegawai-pegawai yang menjadi bawahannya akan mecontoh mereka. Dan setiap pemimpin dalam suatu pekerjaan akan diminta pertanggung jawabannya terhadap dirinya dan orang-orang yang dipimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawabannya tentang apa yang dipimpinnya. Seorang amir yang memimpin manusia, ia memimpin mereka dan akan diminta pertanggung jawabannya tentang mereka, seorang laki-laki pemimpin atas keluarganya dan ia akan diminta pertangung jawabannya tentang mereka, dan seorang wanita adalah pemimpin atas rumah suami dan anaknya, dia akan diminta pertanggung jawabannya tentang mereka dan seorang budak pemimpin atas harta tuannya dan dia akan diminta pertanggung jawabannya terhadapnya, ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan diminta pertanggung jawaban terhadap apa yang dipimpinnya"&lt;/span&gt; [Diriwayatkan Al-Bukhari ; 2554 dan Muslim : 1829 dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu `anhuma]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apabila para atasan menjaga pekerjaan-pekerjaan dalam segala waktu-waktunya, mereka akan menjaga teladan yang baik bagi orang-orang yang mereka pimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang penyair berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan engkau selama melakukan yang engkau perintahkan niscaya orang yang engkau perintahkan melakukannya" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maknanya, apabila engkau memerintahkan orang lain dari bawahanmu agar melakukan kewajibannya, dan engkau terlebih dahulu menunaikan kewajiban, maka sesungguhnya orang yang selainmu akan mematuhimu dan melaksanakan apa yang engkau perintahkan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3]. PERLAKUAN PEGAWAI KEPADA ORANG LAIN SEPERTI APA IA INGIN DIPERLAKUKAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasihat memiliki kedudukan yang agung di dalam Islam, oleh karenanya Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Agama adalah nasihat', kami berkata, `Untuk siapa?', Beliau bersabda, `Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya dan para pemimpin kaum muslimin serta sesama mereka"&lt;/span&gt; [Diriwayatkan oleh Muslim 55 dari Abu Tamim bin Aus Ad-Dari Radhiyallahu `anhu]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan berkata Jarir bin Abdullah Al-Bajali Radhiyallahu anhu, "Aku telah berba'iat kepada Rasulullah atas mendirikan shalat, membayar zakat dan menasihati untuk setiap Muslim" [Diriwayatkan Al-Bukhari 57 dan Muslim 56]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana seorang pegawai atau karyawan apabila ia punya kebutuhan pada yang lain, orang lain itu wajib memperlakukannya dengan mu'amalah yang baik. Maka wajib pula atasnya untuk memperlakukan orang lain dengan mu'amalah hasanah (perlakuan yang baik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam telah bersabda; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Maka barangsiapa yang ingin dijauhkan dari api nereka dan masuk surga, hendaklah ia meninggal sedang ia beriman kepada Allah dan hari akhir, dan hendaklah ia memperlakukan manusia sebagaimana ia ingin diperlakukan"&lt;/span&gt; [Diriwayatkan oleh Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits yang panjang dari Abdullah bin Amr. Dan maknanya adalah perlakukanlah manusia sebagaimana engkau ingin diperlakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Tidak sempurna keimanan salah seorang dari kalian sehingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri"&lt;/span&gt; [Diriwayatkan Al-Bukhari 13 dan Muslim 45 dari Anas]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta'ala telah mencela orang yang memperlakukan orang lain tidak seperti ia ingin diperlakukan dalam firman-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. Yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka meminta dipenuhi. Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; [Al-Muthaffifin : 1-3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Sesungguhnya Allah telah mengharamkan atas kalian durhaka kepada para ibu, pelit dan rakus, menguburkan anak perempuan hidup-hidup, dan membenci untuk kalian tiga perkara yaitu ; kata-kata omong kosong, banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta"&lt;/span&gt; [Diriwayatkan Al-Bukhari 2408 dan Muslim 593 dari Al-Mughirah bin Syu'bah]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hadits ini terdapat celaan terhadap yang rakus lagi pelit, yang mengambil dan tidak memberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah mengingatkan wali-wali anak-anak yatim bahwasanya mereka khawatir terhadap anak keturunan mereka yang kecil-kecil kalau mereka tinggalkan. Allah berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar"&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;[An-Nisa ; 9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maknanya, sebagaimana mereka ingin anak-anak keturunan mereka nantinya diperlakukan dengan baik, maka wajib atas mereka untuk berlaku baik terhadap anak-anak yatim yang mereka menjadi wali atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab Kaifa Yuaddi Al-Muwazhzhaf Al-Amanah, Penulis Syaikh Abdul Muhsin bin Hamad Al-Abad, Penerjemah Agustimar Putra, Penerbit Darul Falah, Jakarta 2006]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber  : http://www.almanhaj .or.id/content/ 2217/slash/ 0&lt;br /&gt;Posting : Drs. H. Umar Hapsoro Ishak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-6163097499355097145?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/6163097499355097145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=6163097499355097145' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/6163097499355097145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/6163097499355097145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/01/memilih-pegawai-yang-amanah.html' title='Memilih Pegawai Yang Amanah'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-2722557005187011752</id><published>2009-01-29T18:50:00.000-08:00</published><updated>2009-02-18T23:16:57.640-08:00</updated><title type='text'>Peran Pengamatan &amp; Penalaran dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ0GjeZk-VI/AAAAAAAAAbw/iS0-Utc-rtQ/s1600-h/Observatorium+Ilmuwan+Muslim.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 329px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ0GjeZk-VI/AAAAAAAAAbw/iS0-Utc-rtQ/s400/Observatorium+Ilmuwan+Muslim.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304403142637844818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Observatorium Ilmuwan Muslim&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum wr. wb,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Ilmu Pengetahuan adalah laksana binatang buruan, dan penulisannya adalah tali pengikat buruan itu. Oleh sebab itu ikatlah buruanmu dengan tali yang teguh". &lt;/span&gt;(Hamka, Tafsir Al-Azhar, Juz XXX, hal.196, Yayasan Lamilojong, Surabaya, 1979)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari pernyataan Buya Hamka diatas, ... terbesit makna yang dapat kita pahami  bahwa, ilmu pengetahuan sangatlah bermanfaat jika dikendalikan, ... dalam hal ini adalah nilai-nilai yang melandasi bagi ilmuwan untuk mengembangkannya. Namun, ... bagaimanapun juga pengembangan ilmu tidak dapat begitu saja  bebas nilai.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada asumsi, bahwa Al-Qur'an merupakan penghambat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Anggapan ini muncul, ketika ilmuwan dihadapkan dengan sebuah pertanyaan, ..&lt;span style="font-style:italic;"&gt; "apakah ilmu pengetahuan itu bebas atau terikat oleh suatu nilai?".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur'an, memang bukanlah buku ilmu pengetahuan, ... namun Al-Qur'an penuh dengan isyarat tentang ilmu pengetahuan, ... untuk itu dapat dipahami, bahwa hakekat ilmu pengetahuan untuk mencari kebenaran (secara ilmiah). Padahal dalam Al-Qur'an hakikat ilmu pengetahuan, bukan semata-mata untuk mencari kebenaran secara ilmiah saja, melainkan juga untuk &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mendapatkan petunjuk (hudan), tanda-tanda (ayat), kebijaksanaan (hikmah) dan rahmat (rahmah).&lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari pertanyaan tersebut diatas, ... mari sama-sama kita coba bahas tentang "peranan pengamatan dan penalaran dalam pengembangan ilmu pengetahuan" , ... untuk membuktikan bahwa Al-Qur'an tidak menghambat, tetapi justru mendorong manusia untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Secara umum dapat dipahami, bahwa pengamatan adalah hasil tanggapan dari indera terutama mata terhadap obyek tertentu sehingga menimbulkan kesan pada rasio (nalar) tentang pengertian. Indera merupakan salah satu alat untuk memperoleh dan mengembangkan pengetahuan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Firman Allah, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;" Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberikanmu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; QS. 16:78. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam ayat diatas dijelaskan, bahwa ada satu kegaiban dan keajaiban yang dekat pada manusia. Manusia mengetahui fase-fase pertumbuhan janin, tetapi manusia tidak mengetahui bagaimana jalannya proses perkembangan janin yang terjadi dalam rahim itu sehingga mencapai kesempurnaan. (Muhammad Fuad, Abd. Al-Baqi, Al-Mu'jam al-Mufahras Li Alfas Al-Qur'an Al-Karim, Dar Al-Fikr li al-Taba'ah wa al-Nasyr wa al-Tauzi, Beirut, 1980, hal.121-123) .  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selanjutnya, ... diantara indera-indera eksternal hanya pendengaran dan penglihatan yang disebut, karena keduanya merupakan alat-alat utama yang membantu seseorang dalam memperoleh pengetahuan akan dunia fisik. (Mahdi Ghulsyani, Filsafat-Sains Menurut Al-Qur'an (The Holy Qur'an and The Science of Nature), Terjemahan Agoe Effendi, Mizan, Bandung, 1991, hal.83)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam proses ini terdapat rahasia hidup yang tersembunyi, Allah Ta'ala mengeluarkan manusia dari rahim ibu, ... pada waktu itu ia tidak mengetahui apa-apa. Allah telah memberikan potensi pada setiap manusia berupa kemampuan untuk  menggunakan inderanya, ... dan dengan alat yang diberikan Allah kepada manusia inilah, .. manusia mulai dapat mengenal alam fisik di lingkungannya, ... sebagai kelengkapan dari kedua indera, ini Allah juga telah pula memberikan hati atau kadang disebut dengan budi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(af-idah)&lt;/span&gt; atau sering disebut juga &lt;span style="font-style:italic;"&gt;fu'ad.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk memperjelas pemahaman terhadap indera-indera ini, dapat kita cermati ayat berikut : &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Firman Allah, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang didalam dada".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (QS. 22:46)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Masih banyak ayat-ayat Al-Qur'an lain, yang menjelaskan tentang hati, antara lain dalam (QS. 7:179). (QS. 9:87), (QS. 50:37) dan (QS. 16:108). &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nah, ...  bila kita rangkum potensi manusia untuk memahami dan mengembangkan ilmu pengetahuan, ... adalah berupa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Indera eksternal, atau yang biasa dikenal dengan panca indera, ... dimana dengan  indera ini pengamatan dan ekperimen dapat dilakukan; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Intelektual, atau biasa disebuat dengan rasio (logika), ... dan tentunya yang tidak dikotori dengan sifat-sifat buruk yang menguasai kehendak-kehendak dan khayalan-khayalan, serta bebas dari peniruan buta (taqlid); &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Inspirasi, hal ini  berada diluar dari kemampuan nalar manusia, karena datangnya atau kehadirannya bisa begitu saja datang atau secara tiba-tiba saja terbesit di dalam benak kita (tanpa proses pembelajaran) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga potensi yang ada pada manusia diatas, saling menunjang antara yang satu dengan yang lain. Indera untuk mengamati atau observasi terhadap gejala-gejala alam, ... kemudian rasio untuk berfikir tentang rahasia di balik fenomena alam yang beaneka ragam, dan imajinasi untuk mengembangkan hasil- hasil penemuannya, ... dan dari hasil penemuan-penemuan yang diperolehnya itu, ... selanjutnya diolah, diteliti lebih lanjut, dan yang kemudian diterapkan menjadi teknologi seperti yang ada sekarang ini, ... salah satunya adalah apa yang sedang kita pergunakan sa'at ini (internet).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jadi jelaslah kiranya dari uraian-uraian diatas, bahwa Al-Qur'an memberikan peluang kepada manusia untuk menggunakan pengamatan dan penalarannya untuk memahami dan mengembangkan ilmu pengetahuan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mansur Malik mengemukakan konsep penalaran ilmiah dalam Al-Qur'an, sebagai berikut (Mansur Malik, Penlaran Ilmiah dalam Al-Qur'an, Disertasi, IAIN, Jakarta, 1989) :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertama,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Penalaran ilmiah dalam Al-Qur'an, ialah upaya untuk menarik pada suatu kesimpulan, ... adakalanya melalui kerja-sama antara akal (rasio) dengan panca indera, atau hanya dengan mempergunakan daya akal dengan cara menghubungkan pengertian-pengerti an yang terkait dalam suatu hal.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Alasan-alasan yang dipergunakan untuk menarik kesimpulan ialah ; &lt;br /&gt;Alasan-alasan yang bersifat induktif, artinya dari fakta-fakta yang khusus ditarik pada kesimpulan yang umum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Alasan yang bersifat deduktif, yakni penafsiran kesimpulan berdasarkan ketentuan umum yang telah diakui kebenarannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Al-Qur'an juga meng-isyaratkan diperlukannya penalaran yang bersifat analistis, yaitu penalaran mengenai obyek pikir atas bagian untuk mengenal hakikat, sifat, atau peran masing-masing bagian tersebut. Dengan kata lain, hakekat; menggambarkan esensi pokok keberadaan suatu wujud: ciri, sifat dan fungsi dari wujud tersebut baik secara internal maupun wujud eksternal. (C.A. Qadir (penyunting) Ilmu Pengetahuan dan Metodenya, Terjemahan Bosco Carvalo, dkk, Yayasan Obor, Jakarta, 1988., hal. vii). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketiga,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; disamping diperlukan penalaran kualitatif terhadap fenomena sosial, Al-Quran meng-isyaratkan pula penalaran kuantitatif berkenaan dengan fenomena alam. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Keempat,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Al-Qur'an menekankan perlunya dicapai kualitas tertinggi hasil berfikir yang disebut dengan al-haqq (kebenaran), yakni dapat ditemukan atau dibuktikannya kebenaran suatu informasi atau ajaran, teori atau hukum, maupun hikmah penciptaan dan pengaturan alam. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kelima,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Guna menguji suatu kebenaran, Al-Qur'an menyuruh melakukan verifikasi dan dengan ilmu yang dimiliki, dan mendorong untuk membuat prediksi. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Keenam,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Seiring dengan petunjuk-petunjuk bagaimana cara berfikir yang baik, Al-Qur-an juga mengingatkan kesalahan-kesalahan dalam berfikir, terutama kesalahan yang disebabkan subyektifitas pemikir atau karena faktor penginderaan kita yang acapkali keliru atau terbatas kemampuannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk itu, patutlah kita menyadari betapa lemah dan terbatasnya potensi inderawi kita, dan begitu pula halnya dengan rasio yang juga tidak mampu menangkap hal-hal diluar jangkauannya, maka satu-satunya cara adalah dengan bantuan petunjuk Allah Ta'ala berupa wahyu yang dibawa oleh para Nabi dan Rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks pengembangan ilmu pengetahuan, wahyu memegang perananan penting, manakala manusia biasa tidak lagi mampu mengungkap kebenaran melalui pengamatan maupun penalaran, dikarenakan ada beberapa hal yang memang tidak mungkin indera atau rasio (logika) dapat mengungkapkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena manusia biasa tidak bisa atau tidak dapat menerima wahyu sebagaimana para Nabi dan Rasul, maka diturunkanlah Al-Qur'an melalui &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rasulullah Muhammad s.a.w,&lt;/span&gt; sebagai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"wahana konsultatif"&lt;/span&gt; untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Dengan keyakinan bahwa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;kebenaran Al-Qur'an adalah "mutlak"&lt;/span&gt;, namun untuk mencapai kebenaran tersebut manusia memerlukan upaya bukan hanya orang perorang, dan disamping itu juga bilamana perlu, ... dengan menggunakan pendekatan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"inter-disipliner"&lt;/span&gt; , artinya untuk memecahkan persoalan hidup manusia baik masa kini maupun untuk masa yang akan datang, terutama berkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba perhatikan alasannya mengapa kita memerlukan juga pendekatan inter-disipliner? , ...  ada isu menyesatkan perihal berkembangnya cerita bahwa dewasa ini, dunia kedokteran di Barat dapat menghidupkan jenazah, juga tentang media elektronik yang telah berhasil menangkap bayangan orang yang telah mati ratusan tahun yang lalu. (DR. Imam Syafi'ie, Konsep Ilmu Pengetahuan Dalam Al-Qur'an, Ed.1,cet.1-Yogyakar ta:UII Press,2000,hal. 138-139). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini merupakan tugas manusia, terutama umat Islam yang telah merindukan kejayaan kembali dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. sebagaimana yang telah pernah dicapai pada zaman keemasannya, (lih. The Golden Age of Islam. pen) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila wahyu itu merupakan petunjuk langsung yang diberikan kepada para Nabi dan Rasul-Nya, maka praktis para manusia biasa (termasuk ilmuwan), tidak mungkin mendapatkan wahyu, tidak juga orang-orang yang mengaku telah memperoleh wahyu, seperti apa yang akhir-akhir ini berkembang ditengah masyarakat kita yang jelas-jelas menyesatkan. Alasannya jelas dan tegas, bahwa Allah ta'ala tidak mengutus Nabi atau Rasul-Nya lagi, setelah &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rasulullah Muhammad s.a.w, yang adalah penutup para Nabi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian dapat kita simpulkan berdasarkan ayat-ayat yang telah kita singgung diatas, bahwa wahyu memegang peranan penting dalam proses pengembangan ilmu pengetahuan, terutama bila menghadapi persoalan yang belum dapat atau tidak bisa dipecahkan oleh kemampuan indera maupun rasio. agar manusia tidak tersesat karena hanya mengandalkan kemampuannya, maka wahyu merupakan penuntun ke jalan yang benar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, ....  orang yang mengatakan bahwa Al-Qur'an merupakan penghambat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, adalah &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;tidak benar!&lt;/span&gt;, dan menghadapi orang-orang yang menyebarkan alasan itu, hendaklah kita sebagai umat Islam harus berhati-hati menyikapinya, ... dan ironisnya isu tersebut justru di-hembuskan ditengah-tengah atau di-kalangan para ilmuwan Muslim, ... yang jelas maksudnya agar para ilmuwan Muslim itu  di-dalam melakukan kajian ilmiahnya berlepas diri dari Al-Qur'an, yang sebenarnya justru melindunginya dari&lt;span style="font-style:italic;"&gt; kesesatan be&lt;/span&gt;rpikir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar sekedar kenyatan tersebut diatas, maka ada beberapa saran yang semoga bermanfaat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sa'atnya para ilmuwan menyadari sepenuhnya, bahwa betapapun hebatnya manusia sehingga dapat menguasai alam ini. pada hakikatnya tetap adalah mahluk yang lemah yang penuh denga keterbatasan, untuk itu dengan kemajuan yang diperoleh hendaknya tidak untuk menyombongkan diri serta menjauhi Sang Maha Pencipta Seluruh Alam Semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah dikemukakan, bahwa Al-Qur'an bukanlah penghambat dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, melainkan Al-Qur'an sebagai nara sumber yang dijadikan landasan berpikir oleh ilmuwan muslim pada masa lalu. Karena itu, hendaknya mendapat perhatian yang serius untuk dikaji kembali bukan hanya ayat-ayat tersurat saja, melainkan juga pada ayat yang tersirat berupa fenomena alam dan isinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sekedar kajian kita dalam artikel kali ini, dan apabila ada yang salah itu pasti datangnya dari saya, untuk itu saya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Disusun dari berbagai sumber oleh : H. Umar Hapsoro Ishak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr. wb,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kantinrasamala.blogspot.com"&gt;Umar - Tukang Nasi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://umarhapsoro.blogdetik.com"&gt;Kebenaran&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-2722557005187011752?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/2722557005187011752/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=2722557005187011752' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/2722557005187011752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/2722557005187011752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/01/peran-pengamatan-penalaran-dalam.html' title='Peran Pengamatan &amp; Penalaran dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ0GjeZk-VI/AAAAAAAAAbw/iS0-Utc-rtQ/s72-c/Observatorium+Ilmuwan+Muslim.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-7438593327203469777</id><published>2009-01-27T06:37:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T06:42:17.373-08:00</updated><title type='text'>Ilmu Pengetahuan</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Bab (Pasal)&lt;br /&gt;Ilmu Pengetahuan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Riadhus Shalihin&lt;br /&gt;Penulis : An-Nawawi, Imam Abu Zakaria Yahya bin Syarf&lt;br /&gt;_____________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum wr. wb,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Katakanlah: Tuhanku tambahkan bagiku ilmu pengetahuan" .&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;(QS. Toha 114)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Katakanlah: Apakah dapat disamakan orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui". &lt;/em&gt;(&lt;/strong&gt;QS. Zumar 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Allah mengangkat derajat orang yang percaya dan orang yang berilmu pengetahuan beberapa derajat". &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;(Mujahadah 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Sesungguhnya yang takut benar kepada Allah, hanyalah mereka yang berilmu pengetahuan. (Orang Ulama'). &lt;/em&gt;(&lt;/strong&gt;(Fathir 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mu'awiyah r.a. berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: &lt;em&gt;"Siapa yang dikehendaki oleh Allah akan mendapat kebaikan, maka dipandaikan dalam agama". &lt;/em&gt;(Buchary, Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ibn Mas'ud r.a. berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: &lt;em&gt;"Tidak boleh menginginkan kepunyaan lain orang melainkan dua macam. Orang yang diberi oleh Allah kekayaan, maka dipergunakan untuk membela haq kebenaran, dan orang yang diberi oleh Allah ilmu pengetahuan, hikmat maka diajarkan kepada semua orang".&lt;/em&gt; (Buchary, Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Abu Musa r.a. berkata: Bersabda Rasulullah s.a.w.: &lt;em&gt;"Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang diberikan oleh Allah kepada saya bagaikan hujan yang turun ketanah, maka sebagian ada tanah yang subur (baik) dapat menumbuhkan tumbuh-tumbuhan serta rumput yang banyak sekali. Dan adapula tanah yang keras menahan air, hingga berguna untuk minuman dan penyiram kebun tanaman, dan ada beberapa tanah hanya keras-kering tidak dapat menahan air dan tidak pula menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. Demikianlah contoh orang yang pandai di dalam agama Allah dan mempergunakan apa yang diberikan Allah kepadaku lalu mengajar, dan perumpamaan orang yang tidak dapat menerima petunjuk Allah yang telah ditugaskan kepadaku". &lt;/em&gt;(Buchary, Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sahl bin Sa'ad r.a. berkata: Nabi s.a.w. bersabda kepada Ali: &lt;em&gt;"Demi Allah, kalau Allah memberi hidayat kepada seorang karena ajaranmu, maka yang demikian itu bagimu lebih baik dari kekayaan binatang ternak yang merah-merah" .&lt;/em&gt; (Buchary, Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Abdullah bin Amru bin Al-'Ash r.a. berkata: Bersabda Nabi s.a.w.: &lt;em&gt;"Sampaikan dari ajaranku walaupun hanya satu ayat, dan ceriterakan tentang Bani Israil dengan tiada terbatas. Dan siapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja hendaknya menentukan tempatnya dalam api neraka". &lt;/em&gt;(Buchary)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: &lt;em&gt;"Siapa yang berjalan di suatu jalan untuk menuntut ilmu pengetahuan, Allah akan memudahkan baginya jalan ke sorga".&lt;/em&gt; (Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: &lt;em&gt;"Siapa yang mengajak orang kepada suatu jalan yang baik, maka ia mendapat pahala sebanyak pahala pengikutnya dengan tidak mengurangi dari pahala sendiri sedikitpun".&lt;/em&gt; (Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr. wb,&lt;br /&gt;Umar - Tukan Nasi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-7438593327203469777?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/7438593327203469777/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=7438593327203469777' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/7438593327203469777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/7438593327203469777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/01/ilmu-pengetahuan.html' title='Ilmu Pengetahuan'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-8133699131969409879</id><published>2009-01-24T18:42:00.000-08:00</published><updated>2009-01-24T18:55:23.807-08:00</updated><title type='text'>The Golden Age of Islam - Ar-Razi</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PARA PEMIKIIR MUSLIM AWAL&lt;br /&gt;Karya dan Pengaruhnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;_______________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum Wr. Wb,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah mengetengahkan karya-karya al-Kindi, al-Farghani dan al-Khwarizmi, kini giliran kita menegok karya-karya ar-Razi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ar-Razi (850-923 M).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ar-Razi merupakan seorang Muslim pertama yang menulis tentang masalah kedokteran. Bukunya yang terkenal dalam bidang kedokteran (20 jilid), ialah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Al-Hawi" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;(Comprehensive Book), merupakan kumpulan yang komprehesif dari pengetahuan bidang kedokteran Yunani, India, Syria dan Arab yang telah ia baca dan pelajari serta diuji keabsahan dan kebenarannya melalui eksperimen.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bukunya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(al-Hawi)&lt;/span&gt; telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan digunakan oleh para dokter pada masa itu di seluruh Eropa. Selain buku tersebut, ia juga telah menulis sebuah ensiklopedi kedokteran yang terdiri atas 10 jilid, dimana hingga abad ke-16, ensiklopedi ini masih merupakan pelajaran dasar bagi kuliah-kuliah dalam bidang kedokteran pada universitas- universitas di Eropa. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ar-Razi juga melakukan penelitian tentang berbagai macam penyakit, antara lain &lt;span style="font-style:italic;"&gt;penyakit cacar,&lt;/span&gt; dalam bukunya yang berjudul &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Al-Asrar",&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; dan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. Pada abad ke-12 hingga abad ke-19, buku tersebut masih digunakan sebagai pedoman atau merupakan buku pegangan praktikum kedokteran.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selain ahli dalam bidang kedokteran, ar-Razi juga seorang psikolog yang tangguh. Karyanya&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; The Spiritual Physic &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;(pengobatan jiwa), banyak menarik perhatian para pemikir pada masanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hubungan saling tolong-menolong secara mutual &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(mutual helpfulness) ,&lt;/span&lt;/span&gt;&gt; yang merupakan pembahasan masalah-masalah yang berkaitan erat dengan wilayah pembagian kerja. Diuraikan oleh ar-Razi, bahwa sebuah organisasi sosial yang sehat dan efektif hanyalah mungkin terwujud, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;apabila didasarkan pada sikap kerja-sama dan mutual helpfulness. Adalah tugas setiap orang untuk membantu saudaranya dalam kondisi apapun, bekerja sesuai dengan kemampuannya yang terbaik dan pada waktu yang sama menghindari sikap tamak dan rakus yang berlebihan. &lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan oleh ar-Razi, bahwa jika seseorang bekerja keras sepanjang hidupnya untuk mendapatkan lebih dari apa yang dibutuhkannya, atau untuk memperoleh kebutuhan-kebutuhan bagi hari tuanya kelak tanpa menggunakan apa yang didapatkannya sebagaimana mestinya yang dapat membuatnya merasa bahagia, maka ia telah benar-benar menjadi seorang pecundang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(the loser)&lt;/span&gt;, dan telah memperbudak dirinya sendiri; sebab ia telah mencurahkan energinya tanpa memperoleh kompensasi yang pantas sebagai imbalannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ekspresi ar-Razi tetang&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; "cooperation" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;(kerja-sama) ,&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; "mutual help"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (saling tolong-menolong) , &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"mutual assistance"&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;(saling membantu secara mutual), dihidupkan kembali oleh Petr Kropotkin dalam karyanya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mutual Aid&lt;/span&gt;, yang diterbitkan pada tahun 1902, sebagai teori bantahan terhadap teori Darwin, tentang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;survival of the fittest&lt;/span&gt; (kelangsungan hidup yang layak).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kalau para Darwinis mengatakan bahwa kompetisi dan perjuangan untuk hidup (struggle for existence) merupakan sebuah hukum alam, maka Kropotkin, mengacu pada teori ar-Razi, menekankan prinsip mutual aid (saling menolong), yang lebih dipandangnya sebagai sebuah hukum alam yang fundamental. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ar-Razi juga mengembangkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"a pleasure-pain theory"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (teori tentang senang dan sakit), yaitu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Perasaan senang muncul ketika kondisi yang mendahului penderitaan akibat perasaan sakit telah muncul kembali".&lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika seseorang meninggalkan tempat peristirahatannya yang teduh, menuju ketempat yang panas; dimana ketika ia berjalan di bawah panasnya sinar matahari, maka ia merasakan panas; kemudian ia kembali ketempat semula, dimana ia merasa senang, hingga kondisi tubuhnya kembali pada kondisi semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intensitas perasaan senang yang  kemballi pulih, adalah tergantung pada intensitas panas yang ia alami. Karena perasaan sakit sewaktu-waktu muncul dan bertambah secara bertahap setiap waktu, untuk itu kembalinya pada kondisi semula seringkali terjadi dengan begitu tiba-tiba, maka kita seringkali tidak menyadari akan unsur perasaan sakit itu, sedangkan kembalinya kondisi semula yang terjadi begitu cepat terasa begitu kuat dan menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Demikianlah sedikit catatan karya-karya dari ar-Razi sebagai salah sorang pemikir MUslim Awal, dan IsyaAllah berikutnya kita akan melihat catatan-catatan para pemikir dan ilmuwan Muslim Awal yang lainnya, yakni al-Farabi (wafat 950 M).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila catatan-catatan yang ana sampaikan ada yang salah, itu pasti datangnya dari ana, untuk itu ana mohon maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum Wr. Wb,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar - Tukang Nasi&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kantinrasamala.blogspot.com"&gt;Kantin Rasamala - Hot Spot Service (ffree)&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-8133699131969409879?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/8133699131969409879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=8133699131969409879' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/8133699131969409879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/8133699131969409879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/01/golden-age-of-islam-ar-razi.html' title='The Golden Age of Islam - Ar-Razi'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-2332501967872371329</id><published>2009-01-22T17:35:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T06:44:40.943-08:00</updated><title type='text'>The Golden Age of Islam - Al-Khwarizmi</title><content type='html'>&lt;strong&gt;PARA PEMIKIR MUSLIM AWAL :&lt;br /&gt;Karya dan Pengaruhnya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;_________________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum Wr. Wb,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengetengahkan karya-karya dari al-Kindi dan al-Farghani, kini giliran kita mengetengahkan karya dari pemikir Muslim lainnya, yaitu : al-Khwarizmi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Al-Khwarizmi (780-850 M),&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Al-Khawarizmi (wafat 850 M), sangat terkenal di kalangan para ahli matematika Barat. Ia juga ahli dalam bidang astronomi dan geografi, dan memiliki pengaruh yang besar dalam pemikiran tentang ilmu matematika. George Sarton, Introduction to the History of Science (Baltimore, Williams and Wilkins, 1927-1948), vol. I,hal.563.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nama lengkap al-Khwarizmi ialah, Abu Ja'far Muhammad bin Musa al Khwarizmi, di dunia Barat ia dikenal dengan nama &lt;em&gt;Algoarismi atau Algorism&lt;/em&gt;. Dalam usia mudanya, ia bekerja di &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Bayt al-Hikmah &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;dalam sebuah observatorium, yang sekaligus juga ia mendalami studi tentang matematika dan astronomi di kota Bagdad,  pada waktu masa pemerintahan Khalifah al-Makmun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Khwarizmi, memperkenalkan angka-angka India, yang dikemudian hari dikenal sebagai angka-angka Arab, dan juga metode-metode perhitungan India kepada dunia Islam. Ia sangat menyukai aljabar, dan buku-buku yang memuat karyanya, berjudul &lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Al Mukhtasar fi Hisab al-Jabr wa al-Maqabala" &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris pada tahun 1831.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Karya-karya al-Khwarizmi mengurai dengan jelas operasi-operasi penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Sistem operasi matematika ini, kemudian berkembang masuk ke Eropa melalui Spanyol, dan dijadikan oleh beberapa ahli matematika Eropa seperti &lt;em&gt;Fibonacci&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Berbert d'Aurignac.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Al-Khwarizmi juga mengembangkan operasi-operasi pecahan sexagesimal untuk keperluan perhitungan astronomi. Karyanya, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Al-Jabr &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;juga mengandung pengertian geometris. Dalam hal ini ia menyumbangkan teorema segitiga yang antara lain, untuk menghitung luas segitiga, luas jajaran genjang, menghitung tinggi sebuah segitiga dan luas lingkaran.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Al-Khwarizmi adalah orang pertama yang telah mengajarkan aljabar dalam bentuknya yang elementer serta penerapannya. Secara keseluruhan dapat dikatakan, bahwa al-Khwarizmi telah membuat aljabar menjadi sebuah ilmu yang eksak, sehingga ia dianggap sebagai &lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Bapak Aljabar".&lt;/em&gt;&lt;br /&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada abad ke-16,&lt;em&gt; Copernicus &lt;/em&gt;dan para ahli matematika Eropa lainnya, telah menggunakan karya ilmiah para ilmuwan matematika Muslim yang fundamental dalam mengemukakan teori-teori selanjutnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penerus al-Khwarizmi dalam bidang matematika, ialah &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Abu Kamil Syuja &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Ia dikenal sebagai seorang ahli aljabar Islam yang karya-karyanya cukup banyak yang tyelah disebar luaskan, dan telah memberi pengaruh besar pada pengembangan aljabar di Eropa. Riwayat hidupnya tidak banyak diketahui orang, tetapi ia dapat dikatakan menjadi penerus al-Khwarizmi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sepanjang hidupnya ia (Abu Kamil), telah menulis benyak buku tentang aljabar, salah satu diantaranya yang terkenal, ialah &lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Kitab fi al-Jam wa at-Tafrik".&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Karya-karya Abu Kamil, selain telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan Prancis, juga ada yang diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman. Buku at-Tafrif misalnya, telah diterjemahkan kedalam bahasa Jerman oleh H. Suter, yang berjudul &lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Das Buch der Sletenheiter der Rechenkunst von Abu Kamil al-Misri".&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;  Dalam buku tersebut, diuraikan tentang penyelesaian integral persamaan-persamaan tak tentu, dan buku ini juga diterjemahkan ke dalam bahasa Ibrani.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perkembangan matematika di dunia Islam telah menarik perhatian para ahli matematika Eropa. Salah seorang diantaranya ialah &lt;em&gt;Leonardo dari Pisa,&lt;/em&gt; yang dikenal dengan nama Fibonacci. Pada abad ke-13, ia berkunjung ke berbagai pusat pengetahuan Islam, dan sekembnalinya ke Eropa, ia menerjemahkan dan menulis buku-buku tentang matematika, dan karya-karya al-Khwarizmi dan Abu Kamil telah dijadikan dasar untuk menyusun buku-bukunya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selanjutnya. InsyaAllah ana akan posting Pemikir Muslim Awal lainnya, yakni al-Razi (850-923 M). &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wassalamualaikum Wr. Wb,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Umar - Tukang Nasi&lt;br /&gt;Ekonomi, Bisnis &amp; Manajemen Syariah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-2332501967872371329?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/2332501967872371329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=2332501967872371329' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/2332501967872371329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/2332501967872371329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/01/golden-age-of-islam_22.html' title='The Golden Age of Islam - Al-Khwarizmi'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-8597479793273682852</id><published>2009-01-22T17:09:00.000-08:00</published><updated>2009-01-22T17:33:55.502-08:00</updated><title type='text'>The Golden Age of Islam - Al-Farghani</title><content type='html'>&lt;strong&gt;PARA PEMIKIR  MUSLIM AWAL :&lt;br /&gt;Karya Dan Pengaruhnya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;________________________________________________________&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Assalamualaikum Wr. Wb,&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Al-Farghani&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Al-Farghani (wafat 870 M), dipandang sebagai salah satu ahli astronomi terbesar yang pernah hidup, yang berasal dari Uzbekistan. Di dunia Barat ia dikenal dengan nama Alfraganus, ia banyak melakukan pengamatan terhadap benda-benda angkasa pada sebuah observatorium di Bagdad, dan ia berhasil menghimpun data-data tentang Apoge, yakni titik terjauh dan Perige, yaitu tentang titik terdekat pada lintasan benda-benda angkasa dari Bumi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Teorinya, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Makin lonjong bentuk lintasannya, maka semakin besar perbedaan antara Apoge dan Perige".&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Disamping itu, ia juga pernah melakukan eksperimen untuk menentukan diameter Bumi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Karya-karya utamanya masih tersimpan dengan baik di Oxford, Paris, Kairo dan di Perpustakaan Princeton University, dengan berbagai macam judul. Banyak pula buku-bukunya yang diterjemahkan kedalam bahasa Latin dan Ibrani (Yahudi), yang kemudian disebarkan ke seluruh daratan Eropa. Inilah yang membuat al-Farghani dikenal sebagai pelopor Ilmu Astronomi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu karyanya yang fenomenal, adalah&lt;strong&gt; &lt;em&gt;The Elements of Astronomy &lt;/em&gt;(&lt;/strong&gt;unsur-unsur astronomi), yang banyak membahas tentang gerakan-gerakan benda-benda langit. Karya ini diterjemahkan dari bahasa Arab kedalam bahasa Latin pada awal abad ke-12, yang kemudian menjadi sangat terkenal di Eropa pada masa itu.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Al-Farghani meneliti sekaligus menguji teori Ptolemia, dan kemudian ia menyakini bahwa kualitas dari &lt;em&gt;gerakan saling mendahului dari benda langit, adalah dipengaruhi oleh planet-planet dan bintang-bintang. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paget Toynbee, seorang ilmuwan Oxford abad ke-19, yang ahli dalam pemikiran Dante, menunjukan pengaruh besar al-Farghani terhadap pemikiran Dante dalam karyanya &lt;em&gt;Vita Nuova,&lt;/em&gt; dan Convivio. Setelah ia (Toynbee)  membandingkan bagian-bagian tertentu dan kalimat-kalimat kunci dalam karya-karya itu, dengan apa yang terdapat dalam buku al-Farghani, "Elements of Astronomy".&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Toynbee menyimpulkan, bahwa pembahasan Dante dalam karyanya The Vita Nouva, yang berisikan teori-teori tentang perbandingan antara planet-planet, tentang jarak Venus ke Bumi, Kutub dan Ekuator, dan Bintang-bintang tetap, adalah di dasarkan pada tulisan-tulisan al-Farghani.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Toynbee menambahkan, " .... tulisan al-Farghani ini nampak menjadi sesuatu yang sangat menarik bagi Dante, dan inilah bukti bahwa ia telah mempelajari dengan teliti karya al-Farghani". Dan karena Dante merasa berhutang banyak kepada al-Farghani bagi data-data astronomi, dan data lainnya sehubungan dengan karyanya yang lain &lt;em&gt;(Convicio)&lt;/em&gt;, Dante mengakui ke berhutangannya kepada al-Farghani.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Buku &lt;strong&gt;&lt;em&gt;The Divine Comedy&lt;/em&gt;, &lt;/strong&gt;juga merujuk pada konsep astronomi al-Farghani. Salah satu contohnya, adalah tentang delapan benda langit yang berputar dalam skala logaritma yang sama dengan dimensi-dimensi yang sebelumnya hal ini telah diperkirakan oleh al-Faghani. (Paget Toynbee, Dante Studies and Research, London, Methuen, 1902, hlm. 56-57)&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Artikel selanjutnya, InsyaAllah tentang al-Khawarizmi (ahli matematika).&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Semoga bermanfaat, dan mohon maaf apabila ada kesalahan.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Wassalamualaikum Wr. Wb,.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Umar - Tukang Nasi&lt;br /&gt;Mencari Kebenaran&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-8597479793273682852?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/8597479793273682852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=8597479793273682852' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/8597479793273682852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/8597479793273682852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/01/golden-age-of-islam-al-farghani.html' title='The Golden Age of Islam - Al-Farghani'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-2682052024311956558</id><published>2009-01-22T16:55:00.000-08:00</published><updated>2009-02-18T23:08:52.293-08:00</updated><title type='text'>The Golden Age of Islam - Al-Kindi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ0FUt24cjI/AAAAAAAAAbo/g90P1jtKtTQ/s1600-h/al-kindi+-+Dalam+Prangko+Syria.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 229px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ0FUt24cjI/AAAAAAAAAbo/g90P1jtKtTQ/s320/al-kindi+-+Dalam+Prangko+Syria.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304401789577622066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PARA PEMIKIR MUSLIM AWAL :&lt;br /&gt;Karya Dan Pengaruhnya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;_______________________________________________________&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Assalamualaikum Wr. Wb,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Al-Kindi, " Filosof Arab"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Abu Yusuf Yakub Ibnu Ishaq al-Kindi (wafat 873 M), dikenal sebagai filosof bangsa Arab (The Philosopher of The Arabs), merupakan filosof muslim pertama dan satu-satunya filosof hebat dari keturunan Arab.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebagai seorang ilmuwan yang serba bisa, banyak karya fenomenal yang telah dihasilkannya, seperti karyanya tentang matematika, astrologi, fisika, kedokteran, farmasi, geografi, dan musik, serta empat karyanya tentang pemakaian bilangan-bilangan Hindu. disamping menertjemahkan karya-karya dari bahasa Yunani ke dalam bahasa Arab dan kajiannya terhadap karya-karya Aristoteles dalam perspektif Neoplatonis yang banyak mempengaruhi para pemikir Arab dari generasi ke generasi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dua karya al-Kindi, tentang geometri dan optik fisiologis dijadikan rujukan oleh Roger Bacon dan ahli fisika Jerman, Witelo. Al-Kindi, merupakan seorang tokoh muslim pertama yang menulis tentang musik, yang meliputi pembahasan notasi dalam penentuan nada suara. Ia juga mengarang tulisan-tulisan pendek, yang kebanyakan berhubungan dengan etika dan filasat politik seperti &lt;strong&gt;&lt;em&gt;"On Morals"&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (tentang moral), &lt;strong&gt;&lt;em&gt;On Facilitating &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;The Paths to The Virtues &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;(tentang memudahkan jalan menuju kebajikan), &lt;strong&gt;&lt;em&gt;On The Wording off People&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (tentang pemerinthan rakyat biasa, dan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Account of Intelect &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;( pembahasan tentang akal).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pengaruh al-Kindi sangatlah terasa sekali sehingga &lt;em&gt;Geronimo Cardano&lt;/em&gt; (1501-1576), seorang ahli kedokteran dan matematika berkebangsaan Italia menganggapnya dan menempatkan al-Kindi sebagai salah satu dari dua belas pemikir besar dalam sejarah.&lt;br /&gt;Nah, ... ana buka &lt;strong&gt;Para Pemikir Muslim Awal&lt;/strong&gt; dari buku &lt;strong&gt;The Golden Age of Islam&lt;/strong&gt; dengan al-Kindi, yang karya-karyanya banyak mempengaruhi perkembangan Ilmu dan Pengetahuan di Dunia Barat, dalam rentang waktu, antara tahun 750-1400 M, dunia barat harus berterima kasih kepada para pemikir dan ilmuwan Muslim yang ternama sepanjang sejarah, ... kapasitas dan kemasyhuran mereka bahkan tidak tertandingi lagi hingga sekarang ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan berikutnya InsyaAllah, ...  akan ana ketengahkan tokoh Muslim lainnya, yakni al-Farghani, dan apabila ada yang mempertanyakan mengapa ana memposting artikel-artikel tentang masa-masa kejayaan Islam?, .... apakah ana bermimpi tentang masa lalu yang indah dan membanggakan kita kaum Muslimin, ... jawaban ana, adalah ....  Iya, ana memimpikan masa lalu Kebesaran Islam akan muncul kembali, ... dan ana menggelitik tokoh-tokoh/ pemikir-pemikir muda kita, untuk kembali menegakan panji-panji Islam ditengah kekacauan dunia saat ini, .... mengapa ana keburu tua?, sehingga tidak bisa berjuang bersama tokoh2 muda Muslim lainnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mohon maaf bila ada kesalahan dalam memposting tulisan ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hanya Kepada Allah Ta'ala kita menyembah, dan memohon Pertolongan- Nya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wassalamualaikum Wr. Wb,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Umar - Tukang Nasi&lt;br /&gt;Tebarkan Ilmu &amp; Amal Kebajikan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-2682052024311956558?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/2682052024311956558/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=2682052024311956558' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/2682052024311956558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/2682052024311956558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/01/golden-age-of-islam-al-kindi.html' title='The Golden Age of Islam - Al-Kindi'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ0FUt24cjI/AAAAAAAAAbo/g90P1jtKtTQ/s72-c/al-kindi+-+Dalam+Prangko+Syria.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-86521423126345397</id><published>2009-01-20T05:52:00.000-08:00</published><updated>2009-02-21T07:45:18.181-08:00</updated><title type='text'>The Golden Age of Islam - Pendahuluan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SaAhHaP6aBI/AAAAAAAAAeg/Vg0WUYo8Yug/s1600-h/al_haitham_first_scientist_8-202x300.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SaAhHaP6aBI/AAAAAAAAAeg/Vg0WUYo8Yug/s400/al_haitham_first_scientist_8-202x300.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305276772231309330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul Asli : &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ARABIC THOUGHT AND THE WESTERN WORLD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;             &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;in the Golden Age of Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penulis     : Eugene A. Myers&lt;br /&gt;_________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam muncul pada paroh pertama abad ke-7 Masehi. Kemenangan-kemenangan militer secara mengejutkan dapat diraih dengan begitu cepatnya. Syria, Irak, Persia dan Mesir merupakan wilayah-wilayah pertama yang ditaklukan. Pada tahun 711 M, Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) dapat ditaklukan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aktifitas-aktifitas keagamaan berjalan mengiringi kemenangan-kemenangan militer. Proses konversi ke dalam agama Islam terjadi seiring dengan penaklukan terhadap wilayah-wilayah lainnya. Kelompok Ibadah (salah satu kelompok Khawarij) yang mempresentasikan kesederhanaan teologi, hukum dan politik Islam awal mulai terbentuk, dan begitu juga dengan mazhab-mazhab hukum Islam ortodok -- seperti Mazhab Hanafi (awal abad ke-8), dan Mazhab Maliki (pertengahan kedua abad ke-8). Anas bin Malik, pendiri mazhab yang dinamai sesuai dengan namanya itu, telah menyusun kumpulan hadis-hadis Nabi saw yang paling awal. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Secara umum, dapatlah diakui bahwa sedikit orang yang mengamalkan agama mereka secara lebih serius dibandingkan dengan apa yang telah dilakukan oleh kaum muslim awal. Semangat inilah yang pada kenyataannya menjadi penggerak utama atas rasa persatuan dan kekuatan mereka dalam melawan musuh-musuh yang memiliki keimanan yang lebih rendah dan lemah dibanding mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dibalik kemenangan-kemenangan militer dari suatu agama baru yang progresif, kebudayaan, Ilmu dan Pengetahuan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(science and knowledge)&lt;/span&gt; Islam masihlah berjalan amat lambat. Kebanyakan orang berpikir bahwa keunggulan teritorial dan spiritual dapat mendorong sebuah negara berada dalam barisan terdepan pada segala bidang. Akan tetapi, mengapa Islam tidak dapat menjadi pusat pengetahuan dunia. Kesadaran inilah yang mendorong hasrat kaum muslimin mempelajari berbagai ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh bangsa-bangsa lain yang kemudian ditranslasikan (diterjemahkan) ke dalam bahasa Arab. Penerjemahan ini terbukti menjadi suatu yang memainkan peranan utama. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aktifitas penerjemahan memungkinkan suatu kebudayaan dapat mempelajari kebudayaan lainnya,  dan hasil yang diperoleh melalui penerjemahan ini lebih menakjubkan daripada kemenangan-kemenangan militer dan penguasaan terhadap wilayah-wilayah lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebelum tahun 750 M, sedikit sekali karya-karya dalam bahasa lain yang diterjemahkan kedalam bahasa Arab, dan bangsa Arab tidak memiliki sesuatu yang lebih untuk dibanggakan, kecuali hanya keunggulan kekuatan militernya. Pengetahuan dan kebudayaan Arab juga masih belum banyak mengalami kemajuan, sedangkan ilmu pengetahuan muslim masih belum muncul ke permukaan. Akan tetapi faktor-faktor yang mengarahkan kesana sudah mulai nampak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tanda-tanda Mulai Nampak &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertama,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ditengah kemunduran kebudayaan Yunani dan munculnya Islam,  berkembanglah sebuah kebudayaan yang memainkan peranan yang amat penting setelah kebudayaan Yunani, yang  merupakan perpaduan dari elemen-elemen timur (oriental), yaitu peradaban Hellenisme yang mulai muncul di permukaan setelah 300 SM. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;The Musium, adalah sebuah institusi penelitian Ilmu pemngetahuan, dimana  pusat intelektualnya adalah Alexanderia. Dari catatan naskah-naskah kuno yang ditemukan, diketahui bahwa peradaban Hellenisme berkembang ke segala penjuru yang secara signifikan mempengaruhi orang-orang yang berhubungan dengannya, seperti orang-orang Mesir, Syria, Persia dan Arab.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Filsafat Yunani mengalami stagnasi sejak tahun 529 M, seiring dengan penutupan Akademi Athena secara resmi oleh Justianian, sehingga para filosof Neo-Platonik yang meminta perlindungan penguasa Persia, Kisra Anushirwan, mulai menerjemahkan karya-karya yang mereka miliki ke dalam bahasa Syria dan Persia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ketiga,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Akademi Jundishapur di Persia yang merupakan pusat pertukaran dan sinkretisme intelektual terbesar pada abad ke-7 M, menjadi tempat berkumpulnya para Nestorian (pengikut nestorius) yang diusir dari Edessa pada tahun 489 M, dan juga bagi para Neo-Platonis yang juga terusir, dan dibawa bersama mereka ke Jundishapur terjemahan-terjemahan Syria dari berbagai macam karya, khususnya karya-karya dalam bidang pengobatan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Disamping itu juga, Kisra Anushirman (penguasa Persia) memerintahkan menerjemahkan karya-karya Aristoteles dan Plato ke dalam bahasa Persia. Ia juga mengirim para dokter-dokternya ke India untuk mencari manuskrip-manuskrip pengobatan, dan mereka (para dokter-dokter) , kembali ke Persia tidak hanya membawa berbagai macam karya-karya tentang pengobatan (medis), tetapi juga membawa permainan catur serta fabel-fabel Pilpay atau Kalila Wa Dimma.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Banyak karya-karya Ilmu dan Pengetahuan (lihat postingan ana tentang Mantiq, Ilmu atau Pengetahuan) , dikomentari di Akademi Jundishapur yang menjadi semacam Clearing House bagi idea-idea filsafat dan sains, dengan fungsi utamanya sebagai Pusat Transmisi Pengetahuan, daripada sebagai Pusat Penemuan Pengetahuan Baru.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keempat,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Adalah aktivitas Para Nestorian. Seperti kita ketahui dari catatan sejarah, bahwa pada pertengahan pertama abad ke-5 M, Pendeta-pendeta dan Nestorius dipecat dan diusir dari kota Antioch, dan mereka berpindah ke wilayah Arab, dan kemudian ke Mesir. Disebabkan, karena para pendeta itu beserta pengikutnya, mengingkari penyatuan penuh antara Tuhan dan manusia kedalam diri Kristus, hal ini dinilai oleh penguasa pada waktu itu sebagai sebuah pendistorsian terhadap ajaran kristen pada waktu itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Banyak karya-karya Yunani tentang matematika dan kedokteran yang diterjemahkan ke dalam bahasa Syria oleh para Nestorian Kristiani. Sebagian dari mereka bahkan menguasai berbagai macam bahasa, seperti bahasa Yunani, Syria, Arab dan Persia, dan harus diakui pula, bahwa mereka memiliki peranan yang cukup besar dalam menjadikan kaum muslimin dapat berada di barisan terdepan dalam kebudayaan dan sains.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tercatat,  Sergios of Resaina, seorang dokter, filosof Syria yang juga penerjemah dari bahasa Yunani ke bahasa Syria pada abad ke-6 M, memperkenalkan kepada masyarakat Syria berbagai macam karya Yunani dalam bidang filsafat dan kedokteran, diantaranya adalah terjemahan dari karya-karya Plato, Aristoteles, Porphyry, Hipprocrates dan Galen (sekitar 26 buku), serta karya-karya Peripatetik, dan beberapa karya-karya terjemahannya direvisi oleh Hunain ibn Ishaq pada abad ke-9. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sejak itulah, ... Ilmu Pengetahuan Muslim muncul kepermukaan, mengisi ke-vakuman yang ditinggalkan oleh Peradaban Barat yang mengalami kemunduran sejak akhir abad ke-9 hingga abad ke-12. Pengaruh Islam dalam ilmu pengetahuan dan kebudayaan barat sangatlah luar biasa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Periode 750-1400 M, telah memunculkan para ilmuwan-ilmuwan Muslim terkemuka dalam sepanjang sejarah, dan pada periode ini merupakan era pencerahan (Enlightenment) bagi Dunia sebelum adanya gerakan Renassance. Dan survey kronologis kita akan dimulai dari al-Kindi, sang filosof Arab (wafat thn. 873 M) yang nama lengkapnya, adalah Abu Yusuf Yakub Ibnu Ishaq al-Kindi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SXXea2D8_lI/AAAAAAAAAPE/ms7hjLP__jQ/s1600-h/Pembela+Agama+Allah+-+380.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 366px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SXXea2D8_lI/AAAAAAAAAPE/ms7hjLP__jQ/s400/Pembela+Agama+Allah+-+380.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293381489813945938" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wassalamualaikum Wr. Wb,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Posting : H. Umar Hapsoro Ishak&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kantinrasamala.multiply.com"&gt;Kumpulan Artikel &lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-86521423126345397?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/86521423126345397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=86521423126345397' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/86521423126345397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/86521423126345397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/01/golden-age-of-islam.html' title='The Golden Age of Islam - Pendahuluan'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SaAhHaP6aBI/AAAAAAAAAeg/Vg0WUYo8Yug/s72-c/al_haitham_first_scientist_8-202x300.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-8605144298252863191</id><published>2009-01-18T20:26:00.000-08:00</published><updated>2009-01-18T20:36:02.698-08:00</updated><title type='text'>Keajaiban Doa Ibu</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SXQDEXCDMWI/AAAAAAAAAO8/id09xKHRaqY/s1600-h/Yaa+Rabb+Terangi+Hatiku+Dengan+Cahaya-Mu+-+For+Blogger+(180).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 127px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SXQDEXCDMWI/AAAAAAAAAO8/id09xKHRaqY/s320/Yaa+Rabb+Terangi+Hatiku+Dengan+Cahaya-Mu+-+For+Blogger+(180).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292858835504148834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Al-Ustadz Fariq Gasim Anuz -Hafidhahullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya sedang duduk di ruang kerja di kantor Islamic Center di Jeddah, Saudi Arabia di penghujung bulan Dzulhijjah 1429 H atau di akhir bulan Desember 2008 M, masuklah seorang anak remaja dengan mengenakan gamis, kopiah dan sorban merah sambil mengucapkan salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya berkenalan dengannya ternyata dia adalah keponakan salah seorang pengurus dan relawan di kantor Islamic Center yaitu ustadz Muhammad Ash Shubhi yang datang ke kantor tiap hari Jumat untuk memberikan ceramah kepada para mualaf yang berasal dari Philpina. Nama anak tersebut Muadz Ash Shubhi berumur 17 tahun dan masih duduk di kelas 2 SMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak dari anak tersebut wibawa dan penuh kedewasaan, saya tinggalkan pekerjaan saya dan duduk menemani Muadz untuk mengenal dia lebih jauh lagi. Ternyata dia telah selesai menghapal Al Quran 30 Juz, dan sekarang dia rajin mengulang hapalannya agar tidak lupa dan hilang. Ia terkadang mengimami shalat berjamaah di Masjid dekat rumahnya jika imam terlambat atau berhalanagan hadir. Dia juga aktif berperan sebagai muadzin di masjid tersebut sejak umur 14 tahun. Hanya saja terakhir ini pengurus masjid menggantikannya dengan muadzin dari orang dewasa dengan alasan dia masih anak-anak dan menjanjikan kepadanya jika telah selesai sekolah maka dia bisa menjadi muadzin lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memberikan kesempatan kepadanya untuk berbicara lebih banyak, diantara hal yang menarik dari pembicaraan Muadz yaitu ketika dia bercerita tentang masa kecil Syaikh Doktor Abdul Aziz Fauzan Al Fauzan. Ketika itu, orang tuanya memiliki banyak kambing dan anak-anaknya mendapatkan tugas untuk menggembalakan kambing secara bergantian sepulang mereka dari sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini bagian Muhammad kakaknya, keesokan harinya giliran Abdul Aziz dan besoknya lagi giliran adiknya. Saat giliran adiknya bertugas untuk menggembalakan kambing maka adiknya datang kepada ibunya sambil menangis dan berkeberatan untuk menggembalakan kambing. Karena merasa kasihan kepada anaknya yang paling kecil maka si ibu menyuruh kakaknya yang paling besar yaitu Muhammad untuk menggembalakan kambing. Kakaknya menolak dengan alasan bahwa dia sudah menjalankan kewajibannya 2 hari yang lalu. Maka si ibu menyuruh Abdul Aziz untuk menggembalakan kambing, Abdul Aziz menuruti permintaan ibunya dan tidak membantahnya. Keesokan harinya giliran kakaknya yang tertua bertugas menggembalakan kambing, maka kakaknya datang kepada ibunya sambil menangis pula berkeberatan untuk mengembalakan kambing. Si ibu menyuruh Abdul Aziz lagi untuk menggembalakan kambing. Abdul Aziz menjalankan perintah ibunya tanpa membantah sedikitpun. Akhirnya setiap hari Abdul Aziz menngembalakan kambing milik orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Abdul Aziz merasakan banyak sekali kemudahan yang Allah berikan kepadanya dan beliau berpendapat diantara sebabnya adalah  bakti seorang anak dan doa kedua orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah yang diceritakan Muadz sangat berkesan dihati saya, cerita tersebut mengingatkan saya kepada ucapan Profesor Doktor Abdul Karim Bakkar dan Profesor Doktor Shalih Al Ayid dalam bukunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesor Doktor Abdul Karim Bakkar berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya doa kedua orangtua untuk anak-anaknya ada dua macam, ada yang disebabkan rasa iba dan kasihan, hal ini dilakukan oleh kedua orang tua meskipun anak-anaknya kurang berbakti kepada mereka. Ada lagi doa dari orang tua diucapkan dari lubuk hati yang paling dalam, doa tersebut merupakan ungkapan rasa senang, puas, ridha dan kagum kepada perbuatan dan bakti anak mereka, doa yang seperti inilah yang lebih pantas untuk dikabulkan oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(50 lilin untuk menerangi jalan hidup kalian)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesor Doktor Shalih Al Ayid berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya doa ibu tidak mungkin meleset, ibuku –semoga Allah merahmatinya- selalu ridha terhadap anak-anaknya dan sangat mencintai mereka, oleh karena itu ia selalu berdoa memohon kebaikan untuk mereka di setiap waktu, berdoa dengan hati yang bersih tanpa ada dendam dan kebencian, oleh karena itu saya melihat dalam segala urusanku adalah hasil dari doa beliau secara nyata dan tidak ada keraguan sedikitpun, berapa banyak pintu kebaikan terbuka untukku dengan tidak disangka-sangka dan berapa banyak tipudaya orang-orang yang hasad dan dengki menjadi runtuh karena karunia Allah disebabkan doa ibuku yang dikabulkanNya. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dam'ah `ala qabri ummi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.kajianislam.net/modules/ wordpress/ ?p=560&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-8605144298252863191?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/8605144298252863191/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=8605144298252863191' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/8605144298252863191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/8605144298252863191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/01/keajaiban-doa-ibu.html' title='Keajaiban Doa Ibu'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SXQDEXCDMWI/AAAAAAAAAO8/id09xKHRaqY/s72-c/Yaa+Rabb+Terangi+Hatiku+Dengan+Cahaya-Mu+-+For+Blogger+(180).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-3221692796367508573</id><published>2009-01-13T20:54:00.000-08:00</published><updated>2009-01-13T21:01:14.028-08:00</updated><title type='text'>Mengapa Yahudi Membantai Anak-anak Palestina?</title><content type='html'>Assalamualaikum Wr. Wb,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Yahudi Membantai Anak-Anak Palestina?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza. Seperti yang diketahui, setelah lewat dua minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 900 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak. Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Khaled Misyal, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz Alquran. Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. "Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan Alquran. Tak ada main video-game atau mainan-mainan bagi mereka. Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid. (sa)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Semoga Allah Ta'ala menganugerahkan kepada saudara-saudara se-iman kita di Palestina kesabaran dan ketabahan, serta bangkit dengan kekuatan dan semangat  Laa Ilaha Ilallah, Muhammad Rasulullah untuk mempertahankan yang haq.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Yaa Rab Kabulkanlah ...&lt;br /&gt;Hanya KepadaMu kami menyembah, dan hanya kepadaMU kami memohon Pertolongan, .... Tolonglah kami Yaa Rab, ... tolonglah saudara-saudara kami di Palestine". Amin&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wassalamualaikum Wr. Wb,&lt;br /&gt;Umar - Tukang Nasi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-3221692796367508573?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/3221692796367508573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=3221692796367508573' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/3221692796367508573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/3221692796367508573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/01/mengapa-yahudi-membantai-anak-anak.html' title='Mengapa Yahudi Membantai Anak-anak Palestina?'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-2055218847108776412</id><published>2009-01-04T20:08:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T20:22:00.702-08:00</updated><title type='text'>Berita Palestina - Terbaru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SWGJKLxRCHI/AAAAAAAAAMU/3A364TUvYv0/s1600-h/Serdaduistws_300_0.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 237px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SWGJKLxRCHI/AAAAAAAAAMU/3A364TUvYv0/s320/Serdaduistws_300_0.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287658245560797298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perlawanan Hamas Memukul Balik Serangan Israel, 5 Israel Tewas dan 29 Luka-luka&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;[ 04/01/2009 - 05:03 ] &lt;br /&gt;Gaza – Infopalestina:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gerakan Hamas menyampaikan kabar kepada bangsa Arab dan Islam tentang tewas dan lukanya puluhan serdadu Israel yang berusaha merangsek ke Jalur Gaza melalui darat Sabtu malam (3/1) setelah delapan hari menyerang Jalur Gaza bertubi-tubi melalui udara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhamma Nazzal, anggota biro politik Hamas menegaskan dalam pernyataan di TV bahwa informasi yang diterima Hamas bahwa adalah sejumlah besar pasukan Israel tewas dan luka-luka ketika pertamai melakukan serangan darat ke Jalur Gaza. Pimpinan Hamas ini menegaskan bahwa perang di tiga titik darat perbatasan Gaza oleh Israel menghadapi perlawanan sengit dari perlawanan Palestina. Faksi-faksi perlawanan Palestina sudah siap menghadapi serbuan darat Israel ke Jalur Gaza. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah media Israel menyebutkan bahwa lima serdadu Israel tewas dan lebih dari 29 dari mereka luka-luka dalam sebuah peristiwa ledakan besar di perkampungan Zaitun utara Jalur Gaza. Perlawanan Palestina menyebutkan bahwa ledakan itu dari sebuah bom milik mereka seberat 50 kg. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengawali serangan darat Israel, Batalion Izzudin Al-Qassam menyerukan kepada pejuang Palestina untuk memberbanyak doa dalam menghadapi serangan Israel. Mereka mengancam Israel akan memberikan nasib sulit. Al-Qassam menegaskan bahwa Israel mulai mendekat perangkat darat yang dipasang oleh perlawanan Palestina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qassam juga menegaskan bahwa mereka membutuhkan doa dari warga Palestina untuk perlawan agar mampu memukul mundur pasukan Israel dair Jalur Gaza. Warga Jalur Gaza di kampung Zaitun menegaskan bahwa perang antara perlawanan Palestina dan Israel berlangsung sangat sengit. Meski pasukan Israel dilengkapi dengan senjata lengkap dan dikawal oleh pesawat udara dan bom cahaya namun pasukan darat Israel tidak bisa maju karena perlawanan pejuang Palestina yang begitu sengit. &lt;br /&gt;(bn-bsyr)&lt;br /&gt;Sumber : Infopalestina.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-2055218847108776412?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/2055218847108776412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=2055218847108776412' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/2055218847108776412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/2055218847108776412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/01/berita-palestina-terbaru.html' title='Berita Palestina - Terbaru'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SWGJKLxRCHI/AAAAAAAAAMU/3A364TUvYv0/s72-c/Serdaduistws_300_0.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-3369242936945037242</id><published>2009-01-04T19:18:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T19:28:45.987-08:00</updated><title type='text'>Etika Berbeda Pendapat</title><content type='html'>Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertanyaan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Syaikh yang terhormat, banyak perbedaaan pendapat yang terjadi di antara para aktivis dakwah yang menyebabkan kegagalan dan sirnanya kekuatan. Hal ini banyak terjadi akibat tidak mengetahui etika berbeda pendapat. Apa saran yang Syaikh sampaikan berkenan dengan masalah ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jawaban :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya sarankan kepada semua saudara-saudara saya para ahlul ilmi dan praktisi dakwah adalah menempuh metode yang baik, lembut dalam berdakwah dan bersikap halus dalam masalah-masalah yang terjadi perbedaan pendapat saat saling mengungkapkan pandangan dan pendapat. Jangan sampai terbawa oleh emosi dan kekasaran dengan melontarkan kalimat-kalimat yang tidak pantas dilontarkan, yang mana hal ini bisa menyebabkan perpecahan, perselisihan, saling membenci dan saling menjauhi. Seharusnya seorang da'i dan pendidik menempuh metode-metode yang bermanfaat, halus dalam bertutur kata, sehingga ucapannya bisa diterima dan hati pun tidak saling menjauhi, sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman kepada NabiNya Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu" .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; [Ali-Imran : 159]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman kepada Musa dan Harun ketika mengutus mereka kepada Fir'aun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut mudah-mudahan ia ingat atau takut".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; [Thaha : 44]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat lain disebutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik".&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;[An-Nahl : 125]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat lain disebutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Dan janganlah kamu berdebat dengan ahli kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zhalim di antara mereka".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;[Al-Ankabut : 46]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Sesungguhnya, tidaklah kelembutan itu ada pada sesuatu kecuali akan mengindahkannya, dan tidaklah (kelembutan itu) luput dari sesuatu kecuali akan memburukkannya" .&lt;/span&gt; [Hadits Riwayat Muslim dalam Al-Birr wash Shilah : 2594]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliaupun bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Barangsiapa yang tidak terdapat kelembutan padanya, maka tidak ada kebaikan padanya"&lt;/span&gt;[Hadits Riwayat Muslim dalam Al-Birr wash Shilah : 2592]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka seorang da'i dan pendidik hendaknya menempuh metode-metode yang bermanfaat dan menghindari kekerasan dan kekasaran, karena hal itu bisa menyebabkan ditolaknya kebenaran serta bisa menimbulkan perselisihan dan perpecahan di antara sesama kaum muslimin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu selalu diingat, bahwa apa yang anda maksudkan adalah menjelaskan kebenaran dan ambisi untuk diterima serta bermanfaatnya dakwah, bukan bermaksud untuk menunjukkan ilmu anda atau menunjukkan bahwa anda berdakwah atau bahwa anda loyal terhadap agama Allah, karena sesungguhnya Allah mengetahui segala yang dirahasiakan dan yang disembunyikan. Jadi, yang dimaksud adalah menyampaikan dakwah dan agar manusia bisa mengambil manfaat dari perkataan anda. Dari itu, hendaklah anda memiliki faktor-faktor untuk diterimanya dakwah dan menjauhi faktor-faktor yang bisa menyebabkan ditolaknya dan tidak diterimanya dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Majmu' Fatawa Wa Maqalat Mutanawwiah, Juz 5, hal.155-156, Syaikh Ibnu Baz]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar'iyyah Fi Al-Masa'il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerbit Darul Haq]&lt;br /&gt;http://www.almanhaj .or.id/content/ 1137/slash/ 0&lt;br /&gt;Sumber : milis pengusahamuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-3369242936945037242?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/3369242936945037242/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=3369242936945037242' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/3369242936945037242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/3369242936945037242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/01/etika-berbeda-pendapat.html' title='Etika Berbeda Pendapat'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-1306441454399383863</id><published>2009-01-04T02:49:00.001-08:00</published><updated>2009-01-04T03:03:30.604-08:00</updated><title type='text'>Mengalahkan Yahudi?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SWCVI3mXNtI/AAAAAAAAAL0/mPVj0T4JnME/s1600-h/Al-Aqsha+for+blogger+180.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 130px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SWCVI3mXNtI/AAAAAAAAAL0/mPVj0T4JnME/s320/Al-Aqsha+for+blogger+180.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287389942129309394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada pernyataan seorang penguasa Yahudi yang cukup masyhur, "bahwa kami orang yahudi tidak akan takut dengan orang Islam kecuali bila mereka orang Islam telah melakukan sholat subuh berjamaah berbondong-bondong sehingga menyamai jumlah mereka saat sholat Jum'at berjamaah" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa sholat subuh berjamaah yang menjadi ukuran mereka ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena mereka orang - orang yahudi mengetahui bahwa musuh yang dapat menghancurkan mereka (seperti yang disebutkan dalam hadist2 nubuat tentang hari kiamat) bukanlah orang-orang Islam Abangan (Islam KTP), bukan pula orang - orang munafik, tapi seorang muslimin sejati yang ber-aqidah kuat dan benar, menjalankan sunnah, tidak dilalaikan dengan dunia, dan selalu istiqomah dalam kebenaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sholat subuh sangatlah berat bagi orang-orang munafik, dan sholat subuhlah yang menjadi ukurannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Barangsiapa berjamaah dalam shalat subuh dan Isya maka baginya dua kebebasan, yaitu kebebasan dari kemunafikan dan kebebasan dari kemusyrikan. "&lt;/span&gt; Hr. Abu Hanifah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., Ia berkata bahwa Rasulullah saw. Bersabda: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Sesungguhnya salat yang paling berat bagi orang munafik adalah salat Isya' Dan salat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya sekalipun dengan merangkak."&lt;/span&gt; HR. Al-Bukhari dan Muslim &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ubay bin Ka'ab Radhiyallahu 'Anhu berkata, Suatu ketika, saat Rasulullah Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam shalat shubuh, beliau bertanya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Apakah kalian menyaksikan bahwa si Fulan shalat?' Mereka (para sahabat) menjawab, 'Tidak.' Beliau berkata lagi, 'Si Fulan?' Mereka menjawab, 'Tidak.' Maka, beliaupun bersabda: Sesungguhnya dua shalat ini (Subuh dan isya') adalah shalat yang berat bagi orang munafik. Sesungguhnya, apabila mereka mengetahui apa  yang ada dalam shalat subuh dan isya', maka mereka akan mendatanginya, sekalipun dengan merangkak. "&lt;/span&gt; (HR. Ahmad dan An-Nasa'i).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fadil Fuad Basymeleh&lt;br /&gt;Sumber : milis pengusahamuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8171418958028845279-1306441454399383863?l=kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/feeds/1306441454399383863/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8171418958028845279&amp;postID=1306441454399383863' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/1306441454399383863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8171418958028845279/posts/default/1306441454399383863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kantinrasamala-traditionaltaste.blogspot.com/2009/01/mengalahkan-yahudi.html' title='Mengalahkan Yahudi?'/><author><name>Kantin Rasamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16912583569756743643</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SZ1jnTyncOI/AAAAAAAAAcQ/LYRWcyii-z4/S220/steak+-+KR.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SWCVI3mXNtI/AAAAAAAAAL0/mPVj0T4JnME/s72-c/Al-Aqsha+for+blogger+180.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8171418958028845279.post-479360711489529023</id><published>2008-12-26T01:49:00.000-08:00</published><updated>2008-12-26T01:53:39.740-08:00</updated><title type='text'>Kisah Hajar dan Ismail</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SVSpBD6R3dI/AAAAAAAAALs/9Fze65kqA1Y/s1600-h/Maqam+Ibrahim+for+blogger+-+180.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 256px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NNGUMwC7UBc/SVSpBD6R3dI/AAAAAAAAALs/9Fze65kqA1Y/s320/Maqam+Ibrahim+for+blogger+-+180.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284034098507144658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kisah yang panjang dan alurnya mengalir jelas. Peristiwanya gamblang, yang menceritakan tentang bapak kita Ismail bin Khalilullah Ibrahim alaihi salam dan tentang ibu kita Hajar Ummu Ismail. Semua orang Arab adalah keturunan Ismail. Ada yang menyatakan bahwa sebagian orang Arab berasal dari asal usul Arab kuno yang bukan keturunan Ismail. Ibu kita Hajar adalah wanita Mesir yang dihadiahkan oleh penguasa zhalim Mesir kepada Sarah dalam sebuah kisah yang akan disebutkan selanjutnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala Ibrahim belum kunjung dikaruniai anak dari istrinya Sarah, maka Sarah memberikan hamba sahayanya kepada Ibrahim untuk dinikahi dengan harapan bahwa darinya Allah akan memberi anak. Hajar pun hamil dan melahirkan Ismail di bumi yang penuh berkah, Palestina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam menceritakan kisah Hajar kepada kita, apa yang terjadi antara dia dengan Sarah dan bagaimana Allah memerintahkan Ibrahim agar pindah bersama Hajar dan Ismail ke belahan bumi termulia (Makkah). Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam menjelaskan kondisi tempat di mana Hajar dan putranya, Ismail, berdiam. Beliau menjelaskan kepada kita tentang Ibrahim yang meninggalkan keduanya di tempat yang sepi, tanpa makanan, minuman, dan penduduk. Beliau juga menjelaskan apa yang terjadi dengan Hajar dan Ismail sepeninggal Ibrahim sampai akhirnya Ibrahim dan Ismail membangun Baitullah Al-Haram sebagai rumah pertama yang diletakkan untuk manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukhori meriwayatkan dalam Shahihnya dari Said bin Jubair yang berkata bahwa Ibnu Abbas berkata, "Wanita pertama yang membuat ikat pinggang adalah ibu Ismail. Hal itu ia lakukan agar dapat menutupi jejak kakinya dari Sarah. Kemudian Ibrahim membawa isteri dan putranya, Ismail, yang masih disusuinya. Hingga akhirnya Ibrahim menempatkan keduanya di dekat Baitullah di sisi sebuah pohon besar di atas sumur Zamzam di bagian atas Masjidil Haram. Pada saat itu Makkah tidak berpenghuni seorang pun, dan tidak ada air. Beliau meninggalkannya keduanya, juga meletakkan sebuah kantong berisi kurma dan kantong kulit berisi air. Ketika Ibrahim melangkah pergi, Hajar menyusulnya seraya bertanya, 'Wahai Ibrahim, kemana engkau akan pergi? Apakah engkau akan meninggalkan kami dilembah yang tidak ada seorang manusia pun dan tidak ada sesuatu pun?' Hajar terus menerus menanyakan hal itu, dan Ibrahim tidak menoleh kepadanya. Maka Hajar bertanya kembali, 'Apakah Allah yang menyuruhnya melakukan ini?' Ibrahim menjawab,'Ya.' Hajar pun berucap, 'Kalau memang demikian, Dia tidak akan mengabaikan kami.' Selanjutnya Hajar kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim terus berjalan hingga ketika sampai di sebuah bukit di mana mereka tidak melihatnya, beliau menghadapkan wajahnya ke Baitullah, lalu berdoa dengan beberapa kalimat seraya mengangkat kedua tangannya dan mengucapkan, "Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah_mu (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berikanlah rizki kepada mereka dari buah-buahan. Mudah-mudahan mereka bersyukur." (Ibrahim: 37). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hajar menyusui Ismail dan meminum dari air yang berada di dalam kantong kulit. Air sudah habis, ia merasa kehausan, demikian pula putranya yang merengek-rengek kehausan. Ia pun pergi karena tidak tega melihatnya. Hingga ia menemukan Shafa, gunung yang paling dekat dengannya. Maka ia berdiri di atasnya, menghadap ke lembah sambil melihat-lihat adakah seseorang, tetapi dia tidak melihat seorang pun. Setelah turun dari Shafa, ia sampai di lembah, ia mengangkat ujung bajunya dan berusaha keras seperti orang yang berjuang mati-matian, hingga berhasil melewati lembah. Lalu ia mendatangi Marwah, berdiri di atasnya sembari melihat apakah ada seseorang yang dapat dilihatnya, tetapi dia tetap tidak melihat seorang pun. Dia melakukan hal itu sebanyak tujuh kali." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas mengatakan bahwa Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam berkata, "Karena hal inilah orang-orang melakukan sa'i di antara keduanya (Shafa dan Marwah)." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mendekati Marwah, ia mendegar sebuah suara. Ia pun berkata kepada dirinya, "Diam. Kemudian ia berusaha mendengar lagi hingga ia pun mendengarnya. Lalu ia berkata, 'Engkau telah memperdengarkan. Adakah Engkau dapat menolong?' Tiba-tiba ia mendapatkan Malaikat di tempat sumber air Zam-zam. Kemudian Malaikat itu menggali tanah dengan tumitnya -dalam riwayat lain, dengan sayapnya- hingga muncullah air. Ia membendung air dengan tangannya. Ia menciduk dan memasukkan air itu kekantongnya. Air itu terus mengalir deras setelah ia menciduknya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas mengatakan bahwa Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam bersabda, "Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada ibu Ismail, jika saja ia membiarkan Zamzam." Atau beliau bersabda, "Seandainya ia tidak menciduk airnya, niscaya Zamzam menjadi mata air yang mengalir." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, Ibnu Abbas mengatakan bahwa kemudian ia meminum air itu dan menyusui anaknya. Lalu malaikat berkata kepadanya, "Janganlah engkau khawatir akan disia-siakan, karena di sini terdapat sebuah rumah Allah yang akan dibangun oleh anak ini dan bapaknya. Dan sesungguhnya Allah tidak akan menelantarkan penduduknya." Posisi rumah Allah itu terletak lebih tinggi dari permukaan bumi, seperti sebuah anak bukit yang diterpa banjir sehingga mengikis bagian kiri dan kanannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ibu Ismail terus seperti itu sampai sekelompok Bani Jumhur atau sebuah keluarga dari kalangan Bani Jurhum melewati mereka. Mereka datang melalui jalan Keda'. Kemudian mereka mendiami daerah Makkah yang paling bawah. Mereka melihat seekor burung berputar di angkasa, mereka berkata, "Burung itu pasti sedang mengitari air. Kita mengenal bahwa di lembah ini tidak ada air." Mereka pun mengutus satu atau dua orang. Ternyata utusan itu menemukan air. Lalu mereka kembali dan memberitahukan perihal air tersebut. Maka mereka pun datang. Ibnu Abbas selanjutnya menceritakan, "Ibu Ismail ketika itu masih berada di sumber air tersebut. Maka mereka pun bertanya kepadanya, 'Apakah engkau mengizinkan kami untuk singgah di sini?' 'Ya, tetapi kalian tidak berhak atas air ini,' jawab ibu Ismail. Mereka pun menyahut, 'Baiklah.'" Kemudian, lanjut Ibnu Abbas, Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam bersabda, "Maka ibu Ismail menerima hal itu, karena ia memerlukan teman." Mereka pun singgah di sana dan mengirimkan utusan kepada keluarga mereka agar ikut datang dan menetap di sana bersama mereka. Hingga berdirilah beberapa rumah. Akhirnya sang bayi (Ismail) pun tumbuh besar dan belajar bahasa Arab dari mereka, serta menjadi orang yang paling dihargai dan dikagumi ketika menginjak usia remaja. Setelah dewasa mereka menikahkannya dengan seorang wanita dari kalangan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu ibu Ismail meninggal dunia. Setelah Ismail menikah, Ibrahim datang untuk mencari yang dulu ditinggalkannya, tetapi ia tidak menemukan Ismail di sana. Lalu Ibrahim menanyakan keberadaan Ismail kepada isterinya (menantu Ibrahim). Isteri Ismail menjawab, "Ia sedang pergi mencari nafkah untuk kami." Kemudian Ibrahim menanyakan perihal kehidupan dan keadaan mereka, maka isterinya menjawab, "Kami berada dalam kondisi yang buruk. Kami hidup dalam kesusahan dan kesulitan." Ia mengeluh kepada Ibrahim. Ibrahim pun berpesan, "Jika suamimu datang, sampaikan salamku kepadanya dan katakan kepadanya agar mengubah palang pintunya." Ketika Ismail datang, seolah-olah ia merasakan sesuatu, kemudian ia bertanya, "Apakah ada orang yang datang mengunjungimu?" "Ya, kami didatangi seorang yang sudah tua, begini dan begitu, lalu ia menanyakan kepada kami mengenai dirimu, dan aku memberitahukannya. Selain itu, ia pun menanyakan ihwal kehidupan kita di sini, maka aku pun menjawab bahwa kita hidup dalam kesulitan dan kesusahan," jawab isterinya. "Apakah ia berpesan sesuatu kepadamu?" tanya Ismail. Isterinya menjawab, "Ia menitipkan salam kepadaku untuk aku sampaikan kepadamu dan menyuruhmu agar mengubah palang pintu rumahmu." Ismail pun berujar, "Ia adalah ayahku. Ia menyuruhku untuk menceraikanmu. Karenanya, kembalilah engkau kepada keluargamu." Maka Ismail menceraikannya, lalu mengawini wanita lain dari Bani Jurhum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim tidak mengunjungi mereka selama beberapa waktu. Setelah itu Ibrahim mendatanginya, namun ia tidak juga mendapatinya. Kemudian ia menemui isterinya dan menanyakan perihal keadaan Ismail. Maka isterinya menjawab, "Ia sedang pergi mencari nafkah untuk kami."  "Bagaimana keadaan dan kehidupan kalian?" tanya Ibrahim. Isteri Ismail menjawab, "Kami baik-baik saja dan berkecukupan." Seraya memuji(bersyukur kepada) Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kemudian Ibrahim bertanya, "Apa yang kalian makan?" Isteri Ismail menjawab, "Kami memakan daging." "Apa yang kalian minum?" lanjut Ibrahim. Isteri Ismail menjawab, "Air." Kemudian Ibrahim berdoa, "Ya Allah, berkatilah mereka pada daging dan air." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam bersabda, "Pada saat itu mereka belum mempunyai makanan berupa biji-bijian. Seandainya mereka memikinya, niscaya Ibrahim akan mendoakannya supaya mereka diberikan berkah pada biji-bijian itu." Lebih lanjut Ibnu Abbas berkata, "Di luar Makkah, kedua jenis itu (daging dan air) bisa didapatkan dengan mudah, hanya saja keduanya tidak cocok (sebagai makanan pokok)." Ibrahim berpesan, "Jika suamimu datang, sampaikan salamku kepadanya dan suruh ia untuk memperkokoh palang pintunya." Ketika datang, Ismail bertanya, "Apakah ada orang yang datang mengunjungimu?" Isterinya menjawab, "Ya, ada orang tua yang berpenampilan sangat bagus -seraya memuji Ibrahim- dan ia menanyakan kepadaku perihal dirimu, lalu kuberitahukan. Setelah itu ia menanyakan perihal kehidupan kita, maka aku menjawab bahwa kita baik-baik saja." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah ia berpesan sesuatu hal kepadamu?" tanya Ismail. Isterinya menjawab, "Ya, ia menyampaikan salam kepadamu dan menyuruhmu agar memperkokoh palang pintumu." Lalu Ismail berkata, "Ia adalah ayahku. Engkaulah palang pintu yang dimaksud. Ia menyuruhku untuk tetap hidup rukun bersamamu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Ibrahim meninggalkan mereka selama beberapa waktu. Setelah itu ia datang kembali, ketika itu Ismail tengah meraut anak panah di bawah pohon besar dekat sumur Zamzam. Ketika melihatnya, Ismail bangkit. Keduanya melakukan apa yang biasa dilakukan oleh anak dengan ayahnya dan ayah dengan anaknya jika bertemu. Ibrahim berkata, "Wahai Ismail, sesungguhnya Allah memerintahkan sesuatu kepadaku." "Laksanakanlah apa yang telah diperintahkan Tuhanmu itu," sahut Ismail. Ibrahim pun bertanya, "Apakah engkau akan membantuku?" "Aku pasti akan membantumu," jawab Ismail. Ibrahim bertutur, "Sesungguhnya Allah menyuruhku untuk membangun sebuah rumah disini." Seraya menunjuk ke anak bukut kecil yang letaknya lebih tinggi dari sekelilingnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas pun melanjutkan ceritanya bahwa pada saat itulah keduanya meninggikan pondasi Baitullah. Ismail mengangkat batu, sedang Ibrahim memasangnya. Ketika bangunan itu sudah tinggi, dia meletakkan sebongkah batu untuk dijadikan pijakannya. Ibrahim berdiri di atasnya sambil memasang batu, sementara Ismail menyodorkan batu-batu kepadanya. Keduanya pun berdoa, "Ya Rabb kami, terimalah dari kami (amalan kami). Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Al-Baqarah: 127). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas meneruskan, bahwa keduanya terus membangun hingga menyelesaikan seluruh bangunan Baitullah. Keduanya berdoa, "Ya Rabb kami, terimalah dari kami (amalan kami). Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Al-Baqarah: 127). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain dalam Shahih dari Said bin Jubair dari Ibnu Abbas berkata, "Ketika terjadi apa yang terjadi antara Ibrahim dan keluarganya, Ibrahim membawa pergi Ismail dan ibunya dan mereka membawa kantong air. Ibu Ismail minum air dari kantong itu dan menyusui anaknya, sampai Ibrahim tiba di Makkah. Lalu Ibrahim meletakkannya di bawah rindang pohon besar. Ibrahim pun meninggalkannya untuk pulang kepada keluarganya. Ibu Ismail menguntitnya. Sesampainya di Keda', ibu Ismail memanggilnya, "Wahai Ibrahim, kepada siapa kamu meninggalkan kami?' Ibrahim menjawab, "Kepada Allah." Ibu Ismail menjawab, "Aku rela dengan Allah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas meneruskan, "Lalu ibu Ismail kembali, meminum air itu dan menyusui anaknya. Manakala air telah habis, dia berkata, 'Sebaiknya aku pergi memeriksa sekeliling, mungkin ada orang lain di sekitar sini.' Lalu ibu Ismail pergi. Dia naik ke bukit Shafa. Dia melihat-lihat apakah ada seseorang. Tetapi tak seorang pun yang dilihatnya. (Lalu dia turun) ketika sampai di lembah, dia berlari-lari kecil. Dia mendatangi Marwah. Dia melakukan hal itu sebanyak tujuh kali putaran. Kemudian ibu Ismail berkata, 'Sebaiknya aku kembali menengok anakku, apa yang dilakukannya?' Ibu Ismail pulang menengok putranya, ternyata putranya masih dalam keadaan seperti semula. Dia mengerang-erang hampir mati kehausan, maka ibu ismail tidak tenang karenanya. Ibu Ismail berkata, 'Sebaiknya aku pergi melihat-lihat mungkin ada seseorang.' Lalu dia pergi dan naik ke bukit Shafa, dia melihat dan melihat, tetapi tidak seorang pun yang dilihatnya sampai dia menggenapkan menjadi tujuh kali (putaran). Kemudian ibu Ismail berkata, 'Sebaiknya aku kembali untuk melihat apa yang terjadi dengan anakku.' Ternyata dia mendengar suara, dia berkata, 'Bantulah aku jika kamu membawa kebaikan.'" Ternyata dia adalah Jibril. Ibnu Abbas berkata, "Lalu Jibril mengisyaratkan dengan tumitnya begini. Dia menjejak bumi dengan tumitnya. Maka air memancar. Ibu Ismail terkagum kagum, lalu dia menciduki air itu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas berkata bahwa Abul Qasim berkata, "Seandainya dia membiarkannya, niscaya air itu akan mengalir." Ibnu Abbas meneruskan, "Lalu ibu Ismail minum air itu dan menyusui anaknya."   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjut Ibnu Abbas, "Lalu sekelompok orang dari Jurhum melewati dasar lembah. Mereka melihat burung. Mereka terheran-heran seraya berkata, 'Burung itu pasti terbang di atas air.' Mereka pun mengutus seorang utusan. Utusan itu melihat dan ternyata ada air. Lalu dia kembali dan menyampaikan hal itu kepada mereka. Maka mereka mendatanginya. Mereka bertanya, 'Wahai ibu Ismail, apakah engkau berkenan jika kami menyertaimu atau tinggal bersamamu?' Ismail beranjak dewasa dan menikah dengan seorang wanita dari mereka." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas meneruskan, "Ibrahim ingin berkunjung. Dia berkata kepada keluarganya, 'Aku akan menengok anakku.' Ibrahim datang, dia memberi salam dan berkata, 'Di mana Ismail?' Isterinya menjawab, 'Pergi berburu.' Ibrahim berkata, 'Jika dia pulang katakan kepadanya agar mengubah palang pintunya.' Ketika Ismail datang, isterinya menyampaikan perihal kejadian yang baru dialaminya. Lalu Ismail berkata, 'Kamulah orang yang dimaksud. Pulanglah kamu kepada keluargamu.' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Ibrahim ingin berkunjung lagi. Dia berkata kepada keluarganya, 'Aku akan menengok anakku.' Ibrahim pun datang dan bertanya, 'Di mana Ismail?' Isterinya menjawab, 'Pergi berburu.' Isterinya melanjutkan, 'Singgahlah untuk makan dan minum.' Ibrahim bertanya, 'Apakah makanan dan minuman kalian?' Isteri Ismail menjawab, 'Makanan kami adalah daging dan minuman kami adalah air.' Ibrahim berkata, 'Ya Allah, berkahilah mereka pada makanan dan minuman mereka.'" Ibnu Abbas berkata bahwa Abul Qasim Shallallahu Alahi wa Sallam bersabda, "Keberkahan dengan doa Ibrahim alaihi salam." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas melanjutkan, "Kemudian Ibrahim ingin berkunjung lagi. Dia berkata kepada keluarganya, 'Aku hendak menengok anakku.' Ibrahim datang pada saat Ismail sedang meraut anak panah di belakang Zamzam. Ibrahim berkata, 'Wahai Ismail, sesungguhnya Tuhanmu memerintahkan kepadaku agar aku membangun rumah untuk-Nya.' Ismail menjawab, 'Taatilah perintah Tuhanmu.' Ibrahim berkata, 'Dia telah memerintahkanku agar kamu membantuku.' Ismail menjawab 'Kalau begitu akan aku lakukan.' Atau sebagaimana yang dia katakan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas berkata, "Lalu keduanya berdiri. Ibrahim membangun sementara Ismail menyodorkan batu kepadanya dan keduanya berkata, 'Ya Rabb kami, terimalah dari kami (amalan kami). Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui'." (Al-Baqarah:127).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takhrij Hadis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari dalam Shahihnya di dalam Kitabul Anbiya', bab 'Dan Allah mengangkat Ibrahim'(An-Nisa:125), 6/396, no.3364. Hafizh Ibnu Hajar telah menjelaskan jalan-jalan periwayatannya dan imam-imam yang meriwayatkannya dalam Fathul Bari, 6/399. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan Ibnu Abbas di dalam hadis ini menunjukkan bahwa dia mengangkatnya (menisbatkannya) kepada Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam. Kalaupun Ibnu Abbas tidak mendengar dari Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam secara langsung, itu berarti dia mendengar dari sahabat lain. Maka hadis ini termasuk mursal sahabi (Hadis yang diriwayatkan oleh sahabat yang tidak dia saksikan atau dengar sendiri dari Rasululah Shallallahu Alahi wa Sallam ). Para ulama telah sepakat bahwa mursal sahabi tetap sah bila dijadikan sebagai dalil.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan Hadis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hadis ini Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam menyampaikan kepada kita tentang kisah bapak kita, Ismail dan ibunya, Hajar, yang tinggal di tanah suci Makkah. Keduanya adalah orang pertama yang tinggal di sana. Tempat keduanya tinggal adalah belahan bumi tersuci di muka bumi ini, yang terdapat Baitul Haram. Di sanalah kaum muslimin berhaji. Di sanalah mereka menghadap dalam shalat. Di sanalah wahyu turun kepada Ismail dan orang setelahnya, yaitu Rasul termulia Muhammad Shallallahu Alahi wa Sallam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab keluarnya Hajar dari Palestina ke Makkah adalah persoalan yang terjadi antara Hajar dan Sarah setelah Hajar melahirkan Ismail. Hajar terpaksa menjauh dari Sarah manakala dirinya tidak merasa aman disisinya, sebagaimana hal itu diisyaratkan oleh hadis. Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam menyampaikan kepada kita bahwa dalam kepergiannya Hajar menyeret bajunya di belakangnya untuk menghapus jejek kakinya agar Sarah tidak mengetahui kemana dia pergi. Dan Allah memerintahkan Ibrahim agar memindahkan Hajar dan putranya ke Baitullah, tempat jauh yang tidak bisa dijangkau oleh kendaraan kecuali dengan kelelahan jiwa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah perkara yang mungkin sulit dan berat bagi Ibrahim yang sudah tua, yang diberi anak Ismail dalam usia lanjut. Perkaranya bertambah sulit manakala Ibrahim meletakkan belahan jiwanya dan ibunya di tempat yang sepi tanpa air, tanpa makanan dan tanpa penduduk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi Allah memiliki hikmah yang mendalam. Walaupun secara lahir perkara itu sulit dan berat, akan tetapi ia banyak memuat rahmat dan kebaikan. Dan kita melihat rahmat dan kebaikan ini pada hari ini secara jelas dan gamblang. Dengan didiami Ismail, daerah itu tumbuh menjadi sebuah kota tempat dibangunnya Baitullah yang banyak direalisasikan ibadah-ibadah, syiar-syiar dan segala kebaikan. Dengannya Ibrahim dan Ismail memperoleh pahala dan balasan yang tidak diketahui kecuali oleh Allah. Itu adalah karunia Allah yang Dia berikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah adalah Pemilik karunia yang besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim membawa anak kecil, Ismail, dan ibunya dari tanah yang penuh berkah dengan udaranya yang sejuk, kebunnya yang hijau, airnya yang mengalir ke lembah itu, dan kemudian meletakkan keduanya di bawah pohon. Lalu dia meninggalkannya tanpa berpikir untuk membangunkan rumah sebagai tempat berlindung keduanya. Dia juga tidak mencarikan orang-orang yang bersedia tinggal di sisinya untuk melindunginya dari ancaman para begal atau serangan binatang buas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah memerintahkan Ibrahim agar meningalkan keduanya di lembah itu, maka dia pun melakukan seperti yang Allah perintahkan kepadanya. Dia menyerahkan keduanya kepada Allah, karena Dialah yang memerintahkannya untuk melakukan hal itu. Tentunya, Dia mampu melindungi keduanya, memberi makan dan minum kepada keduanya, serta menghibur keterasingan keduanya. Ibrahim tidak memperdulikan protes Hajar yang membututinya. Hajar berkata, "Engkau membiarkan kami dan pergi begitu saja?" Hajar mengulangi pertanyaan itu berkali-kali, sementara Ibrahim tidak meladeninya. Ini adalah perintah Allah, dan perintah Allah tidak boleh dibantah. Inilah Islam dimana Ibrahim membawa dirinya kepadanya. "Ketika Tuhannya berfirman kepadanya, 'Tunduk patuhlah!' Ibrahim menjawab, 'Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam.'"(Al-Baqarah:131). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala Hajar merasa gagal mengorek jawaban, dia berkata, "Apakah Allah yang memerintahkanmu untuk melakukan ini?" Ibrahim menjawab, "Ya." Pada saat itu tenanglah hati dan jiwa Hajar. Seorang mukmin mengetahui bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan orang yang menjawab perintah-Nya dan mewujudkan keinginan-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim terus berjalan pulang. Ketika sampai di Tsaniyah dan tidak terlihat oleh hajar, dia berhenti menghadap ke arah Baitullah, mengangkat kedua tangannya ke langit dan berbisik kepada Tuhannya, "Ya Rabb kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mepunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormat). Ya Rabb kami, (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rizkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur." (Ibrahim:37). Allah telah mengabulkan doanya dan merealisasikan harapannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Ismail tinggal selama berhari-hari. Dia minum dari kantong air yang ditinggalkan oleh Ibrahim untuknya dan makan kurma serta menyusui putranya. Akan tetapi kurma dan air itu cepat habis. Ibu Ismail haus dan lapar. Anaknya pun ikut lapar dan haus bersamaan dengan lapar hausnya ibunya. Dia berguling-guling karena kehausan. Ibu Ismail tidak tega melihatnya. Kondisi itu mendorongnya untuk mencari sesuatu yang bisa menghapus rasa hausnya dan menghidupi dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Ismail melihat Shafa, bukit paling dekat dengannya. Jika seseorang ingin mengetahui apa yang ada di sekelilingnya maka dia akan naik ke tempat yang tinggi agar bisa leluasa memandang dan mencari apa yang dia inginkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Ismail naik ke Shafa. Dia memandang dengan cermat. Tak seorang pun terlihat. Maka dia turun ke lembah untuk menuju bukit lain yang dekat, yaitu Marwah. Dia naik ke Marwah. Dia melihat seperti yang dia lakukan di bukit Shafa. Tak ada yang membantunya, tak ada yang menolongnya. Begitulah dia modar-mandir di antara Shafa dan Marwah sampai tujuh kali. Pada saat dia mondar-mandir itu, dia menyempatkan diri menengok anaknya, untuk menghilangkan rasa cemas dan mengetahui keadaannya. Kemudian dia meneruskan mondar-mandir. Inilah sa'i pertama di antara bukit Shafa dan Marwah. Dan sa'i yang pertama kali dilakukan oleh Hajar ini menjadi salah satu syiar ibadah haji dan umrah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya." (Al-Baqarah:158) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah putaran ketujuh dia mendengar suara. Dia mencermatinya. Dia berkata kepada dirinya, "Diamlah." Sepertinya dia ingin agar bisa mendengar sejauh mungkin. Ternyata suara itu terdengar oleh telinganya untuk kedua kalinya. Dia berkata kepada sumber suara itu, "Aku telah mendengar suaramu, jika kamu berkenan untuk menolong." Dia meneliti sumber suara itu. Dia melihat, ternyata suara itu berasal dari putranya. Ternyata Malaikat Allah, Jibril, sedang memukulkan tumitnya atau sayapnya ke tanah di tempat Zamzam. Air pun memancar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Ismail telah mencari air dari atas bukit-bukit yang tinggi, lalu Allah mengeluarkan air untuknya dari bawah kaki putranya yang masih bayi. Tentu kebahagiaan ibu Ismail sangatlah besar sekali. Tidak ada air, itu berarti kematian untuknya dan putranya. Memancarnya air adalah kehidupannya dan kehidupan putranya beserta kehidupan lembah di mana dia tinggal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pengamatanku, Jibril menjelma dalam bentuk seorang laki-laki, sehingga Hajar melihatnya dan berbicara kepadanya dan dia pun berbicara kepada Hajar. Sebagaimana Jibril juga pernah menjelma menjadi seorang laki-laki pada masa Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam dan dilihat oleh para sahabat, dan mereka pun mendengar ucapannya. Hal ini berdasarkan kepada bukti bahwa Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam tidak pernah melihat Jibril dalam bentuk aslinya seperti yang diciptakan oleh Allah kecuali dua kali. Pada kali pertama Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam sangatlah ketakutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ibu Ismail, karena didorong oleh insting untuk mengumpulkan air dan menjaga persediaannya sebanyak mungkin, maka dia membendung air itu hingga dia bisa mengisi kantong airnya. Seandainya dia membiarkannya mengalir dan berjalan, niscaya ia akan menjadi mata air yang mengalir. Tentang hal ini Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam bersabda, "Semoga Allah memberi rahmat kepada ibu Ismail. Seandainya dia membiarkan Zamzam" -atau beliau bersabda, 'Tidak menciduk air-' niscaya Zamzam menjadi mata air yang mengalir." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memberikan air kepada ibu Ismail untuk menghapus dahaganya, dan air susunya kembali menetes. Dia pun bisa menyusui putranya. Malaikat menenangkannya, "Jangan takut terlantar." Malaikat menyampaikan berita gembira kepadanya, bahwa bayinya akan membangun Baitullah bersama ayahnya dan bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan keluarganya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menyempurnakan nikmat kepada Ismail dan ibunya. Maka datanglah orang-orang ke lembah itu untuk menetap. Ibu dan Ismail pun mulai kerasan. Keterasingan sedikit demi sedikit mulai lenyap. Sekelompok orang dari suku Jurhum melewati daerah di dekat mereka. Mereka singgah di Makkah bagian bawah. Mereka melihat seekor burung berputar-putar di udara. Mereka mengetahui bahwa berputar-putarnya burung itu tidak lain karena di daerah itu terdapat air. Karena jika tidak ada air, maka burung itu akan terus berlalu dan tidak berhenti. Burung yang berputar-putar di udara seperti yang mereka saksikan itu adalah burung yang mengitari air dan mendatanginya. Hanya saja, mereka tetap meragukan perkiraan mereka sendiri, karena mereka mengenal betul daerah tersebut, sebuah lembah tanpa air dan tanpa penghuni. Untuk memastikannya, mereka mengutus seseorang dari kalangan mereka. Utusan itu kembali dengan menyampaikan apa yang dilihatnya kepada mereka. Mereka pergi kepada ibu Ismail. Dengan mata kepala mereka sendiri, mereka melihat air yang memancar dari bebatuan. Mereka takjub dan meminta ibu Ismail agar mengizinkan mereka untuk tinggal bersamanya. Ibu Ismail setuju, dengan syarat bahwa mereka tidak berhak terhadap air. Mereka hanya boleh minum. Mata air tetap menjadi hak ibu dan Ismail. Maka mereka mendatangkan keluarga mereka dan tinggal bersama ibu Ismail. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ismail tumbuh dengan baik menjadi seorang pemuda di lingkungan itu. Seorang pemuda yang giat lagi rajin, diimbangi oleh akhlak dan sifat-sifat luhur. Orang-orang yang tinggal bersamanya menghormatinya dan mencintainya. Mereka menikahkannya dengan gadis mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Ismail meninggal setelah Ismail menjadi seorang pemuda, dan dia pun tenang kepadanya. Kematian adalah akhir kehidupan yang hidup. Lalu Ibrahim datang menengok anaknya. Dia tidak menemulan Ismail di rumahnya. Ismail sedang keluar mencari rizki untuk keluarganya. Isteri Ismail mengeluhkan kehidupannya. Manakala Ibrahim bertanya tentangnya, dia memberitahukan bahwa mereka hidup dalam keadaan sulit dan sengsara. Ibrahim meminta kepada isteri Ismail agar menyampaikan salamnya kepada Ismail dan berpesan kepadanya agar dia merubah palang pintu rumahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isteri Ismail tidak tahu bahwa bapak tua yang singgah padanya adalah mertuanya. Dia juga tidak tahu jika pesannya yang disampaikan kepada suaminya berisi perintah untuk menceraikannya. Ismail mentaati pesan bapaknya, dan isterinya ditalaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim melihat wanita tersebut tidak layak menjadi isteri seorang Nabi sekaligus Rasul yang disiapkan untuk memimpin dan mengarahkan serta mendidik keluarga, anak-anaknya dan orang-orang di sekitarnya. Isteri yang memperpanjang keluhan dan hobi ngedumel tidak mungkin menjadi penopang suami yang memikul tugas-tugas besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Ibrahim kembali lagi, dia bertemu dengan seorang wanita yang lain dari sebelumnya. Ibrahim rela putranya menikah dengannya dan meminta anaknya agar mempertahankannya. Ibrahim bertanya tenntang kehidupan mereka. Isteri Ismail &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjawab, "Segala puji bagi Allah, kami dalam kebaikan dan kemudahan." Ibrahim bertanya tentang makanan dan minum mereka. Dia menjawab, "Daging dan air." Maka Ibrahim mendoakan keberkahan kepada mereka pada daging dan air. Seandainya mereka mempunyai biji-bijian yang ereka makan, niscaya Ibrahim akan mendoakannya juga sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam menyapikan bahwa di antara keberkahan doa Ibrahim adalah bahwa penduduk Makkah tetap hidup sehat walau hanya makan daging dan minum air. Padahal, selain mereka bisa berakibat celaka jika hanya makan daging dan air saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ketiga kalinya Ibrahim datang mengunjungi anaknya dan mencari tahu tentang beritanya. Ibrahim mendapatkannya di rumah sedang duduk meraut anak panah di bawah pohon itu, pohon di mana dulu Ibrahim meninggalkannya dengan ibunya pada saat mereka datang pertama kali di tempat itu. Ismail bangkit kepadanya. Keduanya melakukan apa yang biasa dilakukan oleh ayah kepada anaknya dan anak kepada ayahnya yang lama tidak bertemu. Mereka saling memberi salam, berangkulan, berjabat tangan, dan lain sebagainya. Ibrahim menyampaikan perintah Allah kepadanya, agar membangun Baitul Haram dan bahwa Dia memerintahkan Ismail untuk membantunya. Maka ismail bersegera melaksanakan perintah Allah. Ibrahim membangun Baitullah dengan bantuan Ismail. Sambil membangun keduanya berdoa, "Ya Rabb kami, terimalah dari kami (amal kebaikan kami). Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha mengetahui." (Al-Baqarah:127).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VERSI TAURAT (Taurat adalah Kitab yang diturunkan kepada Musa. Ia telah mengalami banyak penyimpangan, dan sisa-sisanya terdapat di dalam kitab yang diberi Taurat di kitab-kitab lima pertama, yang dinamakan dengan nama syariat. Orang-orang Yahudi yang menulisnya telah banyak melakukan penambahan dan semuanya mereka beri nama Taurat dengan perselisihan di natara mereka, mana yang diterima dan mana yang ditolak) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini terdapat di dalam Taurat. Akan tetapi, anda tidak akan mendapatkan penjelasan dan perincian seperti yang ada di dalam Hadis. Jika Anda membaca kisah Taurat dengan kacamata Hadis, maka Anda akan menemukan bagaimana hadis membenarkan riwayat Taurat dan membongkar penyelewengan dan penggubahan yang menimpa kisah ini sepanjang masa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini tertulis dalam Ishlah 16 dan Ishlah 21 dalam Safar Takwin. Nashnya adalah, "Saray isteri Abram (Saray adalah nama Sarah sebelumnya, dan Abram adalah nama Ibrahim sebelumnya. Taurat menyatakan bahwa pergantian kedua nama itu dengan perintah Allah.) belum kunjung melahirkan anak. Dia memiliki hamba sahaya dari Mesir bernama Hajar. Saray berkata kepada Abram, "Tuhan belum mengizinkanku untuk melahirkan. Menikahlah dengan hamba sahayaku. Mudah-mudahan aku mempunyai anak darinya." Abram mendengar ucapan Saray. Maka Saray, isteri Abram, mengambil hamba sahayanya, Hajar Al-Misriyah, setelah sepuluh tahun berlalu sejak Abram tinggal di bumi Kan'an. Saray memberikan Hajar kepada Abram, suaminya, agar memperisterinya. Maka Abram melakukannya dan Hajar hamil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala Saray melihat Hajar hamil, dia merasa rendah di depan matanya. Saray berkata kepada Abram, "Kezhalimanku atasmu. Aku memberikan hamba sahayaku kepadamu. Ketika aku melihatnya hamil, aku merasa rendah di matanya. Semoga Alah memutuskan antara diriku dengan dirimu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abram berkata kepada Saray, "Itu dia hamba sahayamu di tanganmu. Lakukanlah apa yang menurutmu baik di matamu." Maka Saray menghinakannya dan Hajar minggat dari sisinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat Tuhan mendapatkan Hajar di tanah lapang di sebuah mata air di jalan Syur. Malaikat bertanya, "Wahai Hajar hamba sahaya Saray, dari mana engkau datang dan kemana engkau pergi?" Hajar menjawab, "Aku minggat dari sisi majikanku, Saray." Malaikat Tuhan berkata kepadanya, "Pulanglah kamu kepada majikanmu dan tunduklah di bawah kekuasaannya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat Tuhan berkata kepada Hajar, "Semoga keturunanmu banyak hingga tidak terhitung." Malaikat Tuhan berkata kepadanya, "Inilah kamu yang sekarang hamil. Kamu akan melahirkan anak laki-laki. Kamu memanggil namanya Ismail. Sesungguhnya Tuhan telah mendengar kesengsaraanmu. Anakmu akan menjadi orang kuat. Tangannya di atas setiap orang dan tangan setiap orang di atasnya, dan di depan seluruh saudaranya, dia tenang." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Hajar memanggil nama Tuhan yang berbincang dengannya, "Engkau adalah il Raay," karena dia berkata, "Apakah disini juga saya melihat setelah melihat, oleh karena itu sumurnya di beri nama sumur kaum Raay, inilah sumur itu di antara Qadisy dan Barid." Lalu Hajar melahirkan anak laki-laki Abram. Abram memanggil anaknya yang dilahirkan oleh Hajar dengan nama Ismail. Pada saat Hajar melahirkan Ismail, umur Abram adalah 86 tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Ishlah 21 dalam Safar Takwin tertulis: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sarah melihat putra Hajar Al-Misriyah sedang bergurau, Sarah berkata kepada Ibrahim, 'Usirlah wanita itu dan anaknya, karena putra wanita hamba sahaya itu tidak berhak atas warisan di depan anakku Ishaq.'" Ucapan yang sangat buruk dalam pandangan Ibrahim karena anaknya. Lalu Allah berfirman kepadanya, "Jangan menjadi buruk di matamu hanya karena anak laki-laki dan hamba sahayamu dalam segala ucapan Sarah kepadamu. Dengarkanlah ucapannya, karena kamu dianggap memiliki keturunan melalui Ishaq. Dan putra hamba sahayamu itu akan aku jadikan sebagai umat, karena dia adalah keturunanmu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pagi harinya Ibrahim bersiap-siap. Dia membawa roti dan kantong air lalu memberikannya kepada Hajar dengan meletakkanya keduanya di pundak Hajar yang mengendong anak dan memerintahkannya pergi. Hajar pergi dan tersesat di daratan sumur tujuh. Ketika air yang dikantong telah habis, Hajar meninggalkan anaknya di bawah sebuah pohon. Hajar menjauh dan duduk membelakanginya sejauh lemparan busur. Dia berkata, "Aku tidak mau melihat kematian anak." Hajar duduk membelakanginya dan menangis dengan keras. Lalu Allah mendengar suara anaknya dan Malaikat Allah memanggil Hajar dari langit. Dia berkata kepadanya,"Ada apa denganmu, wahai Hajar? Jangan takut, karena Allah telah mendengar suara anakmu seperti adanya. Bangkitlah, bawalah anakmu, kuatkan tanganmu padanya, karena aku akan menjadikannya umat yang besar." Dan Allah membuka kedua mata Hajar maka dia melihat sumur air. Dia mendekatinya dan memenuhi kantongnya dengan air dan memberi minum anaknya. Allah bersama anak itu, hingga dia menjadi besar dan tinggal di daratan. Dia tumbuh menjadi seorang pemanah. Dia tinggal di daratan Faran dan ibunya menikahkannya dengan seorang wanita dari Mesir."  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar Menyangkut Kisah dalam Taurat  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa poin dalam kisah ini yang benar karena sesuai dengan pemberitaan Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam dalam hadis yang kami sebutkan dan hadis-hadis lainnya. Di antaranya, bahwa Sarah memberikan hamba sahayanya Hajar kepada Ibrahim dengan harapan agar Ibrahim bisa memperoleh anak darinya dan Hajar hamil setelah Ibrahim menikahinya; bahwa Hajar menjadi percaya diri ketika dia hamil, sementara majikannya menjadi turun pamornya di matanya; bahwa Sarah marah terhadap Hajar yang kemudian minggat dari hadapannya; bahwa Sarah meminta Ibrahim untuk mengusir Hajar dan putranya, sehingga Ibrahim mengeluarkan Hajar ke daratan dengan dibekali sedikit makanan dan kantong air; bahwa Hajar bersedih ketika airnya habis; dan bahwa Malaikat Tuhan turun dan menenangkannya serta memberitahukan tempat air kepadanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah benar apa yang disebutkan dalam kisah taurat bahwa Ibrahim memberi Hajar sekantong air dan makanan dan memintanya membawanya, dan bahwa Hajar pergi tak tentu arah di daratan tersebut. Yang benar adalah seperti yang tercantum di dalam hadis, bahwa Ibrahim membawa sekantong air dan tempat bekal berisi kurma dan dia meninggalkan Hajar beserta anaknya di sebuah lembah tandus di Baitullah Al-Haram. Apa yang disebutkan di dalam hadis tentang keadaan Hajar, habisnya air, sa'i Hajar di antara Shafa dan Marwah, datangnya Jibril yang memancarkan air, dan perincian-perincian lain tidaklah disinggung dalam Taurat. Apa yang disebutkan dalam Taurat tidaklah secermat dan sejelas seperti dalam hadis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak benar kalau Sarah menyuruh Ibrahim mengusir Ismail ketika dia melihatnya bergurau, dan bahwa Sarah menolak Ismail menjadi ahli waris bersama Ishaq anaknya. Karena, pada saat Ismail dibawa oleh bapaknya ke Makkah, ia masih seorang bayi yang menyusu dan belum sampai pada umur yang memungkinkan untuk bergurau. Adapun Ishaq, dia pada saat itu belum dilahirkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang disebutkan dalam Taurat bahwa Ibrahim menggauli Hajar setelah sepuluh tahun dari tinggalnya di bumi Kan'an; bahwa minggatnya Hajar dari Sarah adalah ke mata air di jalan Syur, dan Malaikat meminta agar Hajar kembali kepada Sarah dan patuh kepadanya; dan bahwa Ibrahim pada waktu Ismail lahir berumur 86 tahun; semua itu Allah lebih mengetahui kebenarannya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran-Pelajaran dan Faedah-Faedah Hadis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini mengandung banyak informasi dan fakta yang tidak mungkin kita ketahui seandainya Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam tidak memberitahukannya kepada kita. Informasi-informasi berharga tentang nenek moyang yang mulia, tentang tumbuhnya kota suci, tentang pembangunan Baitul Atiq, dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketaatan Ibrahim kepada perintah Allah agar membawa isteri dan anaknya ke tempat itu, walaupun perkaranya sedemikian sulit atas dirinya. Seorang hamba bisa jadi membenci sesuatu, sementara kebaikan tersimpan di dalamnya; dan dia bisa jadi menyukai sesuatu, padahal itu buruk baginya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menjaga dan melindungi para walinya sebagai mana Dia telah menjaga Hajar dan Ismail manakala Ibrahim meninggalkannya di tempat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berserah diri kepada perintah Allah tidak menafikan usaha seorang hamba dalam perkara yang mengandung kebaikannya. Hajar mencari sesuatu yang bisa menjaga kelangsungan hidupnya dan hidup putranya, walaupun dia berserah diri kepada perintah Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan Allah mengeluarkan air dari batu yang keras, seperti Dia mengeluarkan air Zamzam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian dan nasihat bapak kepada anak tentang sesuatu yang menurutnya baik bagi anaknya. Ibrahim selalu mengunjungi anaknya untuk mengetahui kondisi dan keadaannya dan mengarahkan kepada sesuatu yang baik baginya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggerutu karena minimnya rizki dan sulitnya hidup bukan termasuk akhlak orang-orang shalih. Ibrahim membenci sifat ngedumel dari isteri Ismail akan beratnya kehidupannya bersama Ismail. Sebaliknya, sabar atas minimnya bekal dan sikap syukur atas nikmat Allah termasuk akhlak-orang-orang shalih. Oleh karena itu, Ibrahim memuji isteri ismail yang ridha dan bersyukur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa orang shalih agar makanan dan minuman menjadi berkah, sebagaimana Ibrahim mendoakan daging dan air bagi penduduk Makkah agar menjadi berkah. &lt;br /&gt;Menampakkan perasaan bahagia dan senang pada waktu bertemu orang yang dicintai. Mengungkapkannya dengan sikap seperti yang dilakukan oleh Ibrahim dan Ismail ketika keduanya bertemu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ismail adalah seorang pemanah yang mahir dan pemburu yang ahli. Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam bersabda kepada sahabat-sahabatnya, "Wahai Bani Ismail, panahlah karena bapak kalian adalah seorang pemanah." (Diriwayatkan oleh Bukhari di beberapa tempat dalam Shahihnya. Lihat no. 97 dan 3371) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saling tolong menolong di antara anggota keluarga dalam berbuat kebaikan, sebagaimana Ismail membantu bapaknya membangun Ka'bah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakti Ismail kepada bapaknya. Dia taat kepada ayahnya untuk menceraikan isteri pertamanya dan menahan isteri keduanya. Jika ayah yang meminta mentalak isteri dengan pertimbangan-pertimbangan syar'i seperti Ibrahim, maka anak tidak boleh menolak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ismail adalah bapak orang Arab Musta'ribah, yaitu Arab Hejaz. Adapun kabilah-kabilah Himyar, yaitu Yaman, maka mereka kembali kepada Qahthan. Orang-orang Arab sebelum Ismail dikenal dengan sebutan orang Arab Aribah, dan mereka terdiri dari banyak kabilah. Di antara mereka adalah Ad, Tsamud, Jurhum, Thasm, Jadis dan Qahthan. Kebanyakan dari mereka telah binasa dan punah. (Al-Bidayah wan Nihayah, Ibnu Katsir, 1/120,2/165). Dalam hadis shahih disebutkan bahwa Ismail adalah orang pertama yang mengucapkan bahasa Arab dengan lisan yang jelas ketika dia berumur empat belas tahun. (Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menisbatkannya kepada Thabrani dan Dailami, dihasankan oleh Ibnu Hajar, dan dishahihkan oleh Albani dalam Shahihul Jami', no.2581). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koreksi Al-Qur'an dan hadis yang shahih terhadap kesalahan dan penyimpangan Taurat.&lt;br /&gt; &lt;br /
